• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan PHP dan MySQL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan PHP dan MySQL"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI 2.1.Tinjauan Pustaka

Beberapa penelitian yang berkaitan dengan penerapan sistem pendukung bantuan oprasional pendidikan dalam menentukan kelayakan berdasarkan jurnal penelitian terlihat pada Tabel 2.1 :

Tabel 2.1 Tinjauan Pustaka NO Penulis

(Tahun) Judul Isi Hasil Keunggulan

1. Suryanto and Safriza (2015)

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Teladan dengan Metode

SMART (

Simple Multi Attribute Rating Technique )

Penelitian ini menggunakan metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique), karena metode ini mampu menyelesaikan masalah dengan multikriteria.

Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan

PHP dan

MySQL.

Hasil persentase sistem berada pada kisaran angka 83.57 % dan Manager didapatkan hasil persentase sistem berada pada kisaran angka 83%.

Sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat dan sesuai serta dapat

membantu dalam penilaian pemilihan karyawan teladan

Sistem yang dibangun mampu mencetak laporan hasil penilaian karyawan

2. Salim And Nugroho (2017)

Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Kinerja Pegawai Di

Rajawali Fitness Pekanbaru merupakan perusahaan yang bergerak di

Hasil

penelitian ini adalah suatu Aplikasi Sistem

Sistem yang dibangun akan

menggunakan kriteria dan

(2)

NO Penulis

(Tahun) Judul Isi Hasil Keunggulan

RSUD Nganjuk Menggunakan Metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique)

bidang jasa tempat

penyewaan alat-alat gym.

Pada saat ini penyimpanan data member pada Rajawali Fitness

Pekanbaru masih

menggunakan kertas sehingga penyimpanan data member tidak efisien, proses

keterlambatan informasi administrasi member tiap bulan

mengingatkan member untuk memperpanjang masa aktifnya, tidak adanya media

informasi penjualan suplemen dan alat-alat fitness, pimpinan dalam melihat laporan data member maupun

laporan

transaksi masih manual.

Pendukung Keputusan menggunakan metode

SMART dapat digunakan untuk proses seleksi kinerja pegawai berdasarkan bobot dan kriteria yang sudah

ditentukan dan dapat

membantu serta

mempermudah pengambilan keputusan dalam seleksi kinerja

pegawai pada RSUD

Nganjuk

sub kriteria yang akan diambil keputusan berdasarkan yang dimiliki karyawan

3 Sokibi and

Sistem Pendukung

Kriteria yang digunakan untuk

Hasil

penelitian ini

Penelitian membangun

(3)

NO Penulis

(Tahun) Judul Isi Hasil Keunggulan

Setiawan (2018)

Keputusan Penilaian Kinerja

Karyawan PT Harjamukti Jaya Mandiri Menggunakan Metode Simple Additive Weighting

mengukur kinerja

karyawan ada 5 kriteria, yaitu kedisiplinan kerja, pendidikan terakhir, pengalaman kerja, kerjasama dan

keaktifan.Sistem ini

menggunakan metode Simple Additive

Weighting (SAW) yang merupakan metode

penilaian yang diukur dari nilai suatu bobot kriteria yang dikelompokan dalam bobot nilai kriteria yang bersifat benefit dan bobot nilai kriteria yang bersifat cost.

adalah sistem pendukung keputusan ini dapat

mempermudah divisi Staff Manager PT.

Harjamukti Jaya Mandiri untuk menilai karyawan dengan kinerja yang baik secara adil, realistis, valid dan relevan

sistem dengan menerapkan laporan hasil perengkingan dan

menerapkan metode SMART

4 Nurhayati and Lubis (2021)

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Menggunakan Metode Simple Multi-Attribute Rating

Technique Employee Recruitment

Tujuan dari penelitian ini adalah

memberikan model dan analisis sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan sehingga dapat membantu

Hasil penelitian adalah sistem yang dibangun dapat

digunakan untuk menentukan karyawan yang akan diterima berdasarkan

Penelitian membangun sistem dengan menerapkan laporan hasil perengkingan

(4)

NO Penulis

(Tahun) Judul Isi Hasil Keunggulan

System In The Trisula Textile Industri Using The Simple Multi-Attribute Rating

Technique (

SMART )

Method

perusahaan dalam memilih calon karyawan yang tepat untuk perusahaannya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Simple Multi-Attribute Rating

Technique (SMART), metode ini merupakan metode pengambilan keputusan multi kriteria. Kriteria penilaian yang digunakan untuk proses

rekrutmen pegawai adalah beberapa

kriteria seperti pendidikan, pengalaman kerja, tes, wawancara, usia, dan status.

Setelah

beberapa kriteria yang telah

ditentukan sebelumnya oleh pihak perusahaan

5 Primahudi et

al.(2016)

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Karyawan Dengan Metode Simple Additive

Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam pemilihan karyawan terbaik pada PT.

Herba Penawar Alwahida Indonesia serta untuk

Hasil penelitian adalah Sistem pendukung keputusan ini dapat

digunakan untuk

mengolah data pelamar kerja mulai dari

Penelitian membangun sistem dengan menerapkan laporan hasil perengkingan dan

menerapkan metode SMART

(5)

NO Penulis

(Tahun) Judul Isi Hasil Keunggulan

Weighting Di PT . Herba Penawar

menghasilkan sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik berdasarkan rangking.

Dalam menentukan karyawan terbaik di PT.

Herba Penawar Alwahida Indonesia, sistem menggunakan metode Simple Additive

weighting (SAW) dengsn menggunakan kriteria-kriteria yang sudah digunakan di perusahaan tersebut yaitu pendidikan terakhir, IPK, usia,

pengalaman kerja, akreditasi, status

perkawinan, dan kesesuaian program studi pelamar kerja.

Sistem ini dikembangkan dengan bahasa pemograman php dan xampp

proses informasi lowongan kerja, proses perekrutan pelamar kerja, proses

pemilihan pelamar kerja, sampai dengan proses

pembuatan laporan pelamar kerja

(6)

Berdasarkan Tabel 2.1 penelitian terdahulu Suryanto and Safriza (2015) meneliti tentang membahas tentang Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Teladan Metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) pada penelitian terdahulu menggunakan perancangan diagram konteks, DFD, ERD, tidak menyebutkan metode pengujian sistem, dan sistem hanya menampilkan hasil tidak dapat mencetak hasil perhitungan. Peneliti juga membahas pemilihan karyawan terbaik dengan menerapkan metode SMART tetapi peneliti menggunakan metode perancangan UML dan metode black box untuk melakukan pengujian sistem, sistem yang dibangun juga dapat mencetak laporan hasil perhitungan. penelitian terdahulu Salim And Nugroho (2017) meneliti tentang Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Kinerja Pegawai Di RSUD Nganjuk Menggunakan Metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) pada penelitian ini membahs tentang seleksi kerja pegawai untuk naik jabatan dan mengimplemtasikan sistem menggunakan bahasa pemrograman Delphi. Peneliti membahas pemilihan karyawan terbaik dengan menerapkan metode yang sama yaitu metode SMART, pada implementasi program peneliti menggunakan bahasa PHP dengan aplikasi sublime text. Penelitian selanjutnya Sokibi and Setiawan (2018) meneliti tentang Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan PT Harjamukti Jaya Mandiri Menggunakan Metode Simple Additive Weighting untuk kenaikan sedangkan peneliti membahas mengenai pemilihan karyawan terbaik untuk mendapatkan bonus dengan menerapkan metode SMART. Penelitian selanjutnya Nurhayati and Lubis, (2021) meneliti tentang Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Menggunakan Metode Simple Multi-Attribute Rating Technique Employee Recruitment System in The Trisula Textile Industri Using The Simple Multi-Attribute Rating Technique ( SMART ) Method pada penelitian ini menggunakan metode SMART tersebut diimplementasikan pada sistem pengambilan keputusan penerimaan karyawan, sehingga dapat memudahkan perusahaan dalam penentuan karyawan yang akan diterima. Dan penelitian Primahudi et al. (2016)

(7)

meneliti tentang Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Karyawan Dengan Metode Simple Additive Weighting Di PT. Herba Penawar, Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam pemilihan karyawan terbaik pada PT. Herba Penawar Alwahida Indonesia serta untuk menghasilkan sistem pendukung keputusan pemilihan karyawan terbaik berdasarkan rangking. Dalam menentukan karyawan terbaik di PT. Herba Penawar Alwahida Indonesia, sistem menggunakan metode Simple Additive weighting (SAW) dengsn menggunakan kriteria-kriteria yang sudah digunakan di perusahaan tersebut yaitu pendidikan terakhir, IPK, usia, pengalaman kerja, akreditasi, status perkawinan, dan kesesuaian program studi pelamar kerja. Sistem ini dikembangkan dengan bahasa pemograman php dan xampp.

Usulan peneliian terkait dari penelitian sebelumnya maka peneliti akan menerapkan, yaitu : 1. Sistem ini akan di bangun menggunakan rancangan UML

2. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem yaitu extreme programming.

3. Sistem akan diuji menggunakan ISO 25010

4. Sistem akan diimplementasikan berbasis online dengan menggunakan bahasa pemograman PHP

5. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Prilaku, Absensi, dan Masa Kerja.

6. Menghasilkan laporan sesuai dengan perangkingan.

2.2. Sistem

Sistem adalah kumpulan atau himpunan dari unsur atau variable-variabel yang saling terkait, saling berinteraksi, dan saling tergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Tohari, 2017).

Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi baik

(8)

hadware dan software yang saling berinteraksi sebagao kesatuan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang sama (Maniah and Haminidin, 2017).

Dari beberapa kutipan di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah sistem di dalam suatu instansi atau organisasi perusahaan yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian dan memberikan laporan-laporan atau informasi yang dibutuhkan.

2.3. Pendukung

Pendukung adalah orang yang mendukung suatu kegiatan tertentu sebagi ide tertentu (Sugiyono, 2009).

Pendukung adalah penjelasan secara detail dari sebuah pendapat berupa data, uraian , pertanyaan, dan sebuah rangkaian peristiwa (Nugraha and Wibowo, 2020)

2.4. Keputusan

Keputusan adalah pemilihan dari berbagai alternative untuk suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah dengan menjatuhkan pemilihan pada suatu alternative (Sugiyono, 2009).

Keputusan adalah beberapa alternative yang harus dipilih untuk menghasilkan suatu pilihan terbaik (Haqqi, 2015).

2.5. Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu ilmu untuk memecahkan masalah dan melakukan komunikasi terhadap masalah semi terstruktur dan tidak terstruktur, tidak seorangpun mutlak mengetahui keputusan bagaimana seharusnya dibuat. SPK dapat menyediakan informasi, prediksi dan mengarahkan pengguna informasi untuk melakukan pengambilan keputusan secara tepat dan baik (Vikasari, 2018).

(9)

2.6. Kenaikan Jabatan

Kenaikan adalah sebuah penambahan atau kegiatan kenaikan sesuatu dari sebuah persentase (Sasongko and Ashwin, 2016)

Jabatan adalah suatu lingkungan pekerjaan tetep yang dihubungkan dengan organisasi social tertinggi yang diberikan perusahaan/negara (Romli, 2021)

Kenaikan jabatan adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian kepada perusahaan/Negara kepada pegawai (Romli, 2021).

2.7. Metode SMART

Pembobotan dan pemberian peringkat ini digunakan untuk menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik. Pembobotan pada SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) menggunakan skala antara 0 sampai 1, sehingga mempermudah perhitungan dan perbandingan nilai pada masing-masing alternatif (Salim And Nugroho, 2017).

Metode SMART merupakan metode pengambilan keputusan multi kriteria yang dikembangkan oleh Edward pada tahun 1977. SMART merupakan teknik pengambilan keputusan multi kriteria ini didasarkan pada teori bahwa setiap alternatif terdiri dari sejumlah kriteria yang memiliki nilai-nilai dan setiap kriteria memiliki bobot yang menggambarkan seberapa penting ia dibandingkan dengan kriteria lain. Pembobotan ini digunakan untuk menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik.

SMART menggunakan linear additive model untuk meramal nilai setiap alternatif.SMART merupakan metode pengambilan keputusan yang fleksibel.SMART lebih banyak digunakan karena kesederhanaanya dalam merespon kebutuhan pembuat keputusan dan caranya menganalisa respon.Analisa yang terlibat adalah transparan sehingga metode ini memberikan pemahaman masalah yang tinggi dan dapat diterima oleh pembuat

(10)

keputusan.Model yang digunakan dalam SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) yaitu :

𝑢(𝑎𝑖) = ∑ 𝑤𝑗𝑢𝑖(𝑎𝑖)2

𝑚

𝐽=1

Keterangan:

i = 1,2,..m

Wj = nilai pembobotan kriteria ke-j dan k kriteria u(ai) = nilai utility kriteria ke-i untuk kriteria ke-i

Pemilihan keputusan adalah mengidentifikasi mana dari n alternatif yang mempunyai nilai fungsi terbesar.

Adapun langkah-langkah metode SMART adalah sebagai berikut:

Langkah 1 : Tentukan kriteria yang digunakan dalam pemilihan karyawan teladan.

Langkah 2 : Tentukan alternatif karyawan yang teladan.

Langkah 3 : Melakukan perangkingan terhadap keduddukan kepentingan kriteria.

Langkah 4 : Memberikan bobot berdasarkan kriteria paling penting dan kriteria paling tidak penting. Kriteria paling penting disetkan dengan bobot nilai 100 dan kriteria paling tidak penting diset dengan bobot nilai 10.

Langkah 5 : Cari nilai rata-rata bobot kriteria berdasarkan yang paling penting dan paling tidak penting.

Langkah 6 : Berikan bobot kepada setiap alternatif berdasarkan setiap kriteria. Bobot alternatif dalam skala 0-100 .Nol sebagai nilai minimum dan 100 sebagai nilai maksimum.

Langkah 7 : Menghitung penilaian/utilitas terhadap setiap alternatif dengan menggunakan rumus 1

(11)

2.8. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan datayang bisa dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat (Sugiyono, 2010)sebagai berikut :

1. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui komunikasi jaringan telepon.

2. Pengamatan

Pengumpulan data dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.

3. Dokumentasi

Dokumenentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seorang.Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), ceritera, biografi, peraturan, kebijakan.Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.

4. Tinjauan Pustaka

Studi kepustakaan adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan.

(12)

2.9. Metode Pengembangan Sistem

Extreme Programming (XP) atau Pemograman Ekstreme yaitu suatu pendekatan yang paling banyak digunakan untuk pengembangan perangkat lunak cepat (Pressman, 2012).Pada pengembangan ini terdapat beberapa konteks kegiatan kerangka kerja, perencanaan, perancangan, pengkodean, dan pengujian.

Gambar 2.1 lustrasi Proses Extreme Prgamming Sumber: (Pressman, 2012)

1. Planning (Perencanaan)

Kegiatan Perencanaan (disebut juga planning game) biasanya dimulai dengan mendengarkan suatu kegiatan yang bertujuan mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan untuk memahami konteks bisnis dan perlunya keluaran-keluaran (output), fungsi utama, dan fungsionalitas.

2. Design (Perancangan)

Perancangan yang simple, menarik, dan sederhana selalu memberikan hasil yang lebih disukai daripada gambaran-gambaran yang lebih kompleks. Perancangan XP

(13)

memberikan panduan implementasi untuk suatu cerita ketika ditulis, tidak kurang, tidak lebih.

3. Coding (Pengkodean)

Pengkodean ini dilanjutkan setelah cerita yang telah dikembangkan dan rancangan yang telah dilakukan oleh tim perangkat lunak. Pengkodean ini tidak langsung mengarah ke kode-kode program. Tim akan mengembangkan serangkaian unit pengujian lalu beralih ke pengkodean.

4. Pengujian (Pengujian)

Unit pengujian yang harus dibuat dan kemudian dijalankan menggunakan kerangka kerja yang memungkinkan mereka untuk diotomatisasi sehingga dapat dijialankan dengan mudah dan dapat dijalankan berulang kali.

2.10. Bahasa Pemodelan Pengembangan Sistem (UML)

Bahasa Pemodelan Pengembangan Sistem (Unified Modeling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement (kebutuhan), membuat analisis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek (Rosa & Shalahuddin, 2018).

2.7.1. Use Case Diagram

Use case diagram atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat (Rosa & Shalahuddin, 2018). Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat menjelaskan simbol-simbol yang ada pada diagram use case dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini:

(14)

Tabel 2.2 Simbol Diagram Use Case

Simbol Deskripsi

Use Case Fungsionalitas yang disediakan sistem

sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use case

Aktor/actor Orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama actor

Asosiasi/association Komunikasi antara aktor dan use case yang berpatisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan actor

Ekstensi/extend Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan

<<extend>> dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek biasanya use case tambahan memiliki nama depan

Generalisasi/generalization Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

Menggunakan/Include/uses

<<include>>

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk namause case

(15)

Simbol Deskripsi

menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini

2.7.2. Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi (Rosa and Shalahudin, 2018). menjelaskan simbol-simbol yang ada pada diagram kelas pada tabel class diagram 2.3.

Tabel 2.3 Simbol Class Diagram

Simbol Deskripsi

Kelas

nama_kelas +atribut +operasi()

Kelas pada struktur sistem

Antarmuka/Interface

nama_interface

Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek

Asosiasi/asociation Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity

Asosiasi berarah/directed association Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya disertai dengan multiplicity

Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna

generalisasi-spesialisasi(umum khusus)

(16)

Simbol Deskripsi

Kebergantungan/dependecy Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas

Agregasi/agregation Relasi antar kelas dengan makna semua bagian (whole-part)

2.7.3. Activity Diagram

Activity diagram atau Diagram aktivitas menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis (Rosa & Shalahuddin, 2018), menjelaskan Simbol-simbol yang ada pada activity diagramdapat dilihat pada tabel 2.4 di bawah ini :

Tabel 2.4 Simbol Activity Diagram

Simbol Deskripsi

Status awal Status awal aktivitas sistem,sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.

Aktivitas

Aktivitas

Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.

Percabangan/decision Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu

Penggabungan/join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu

Tabel Suatu file komputer dari mana data bisa dibaca atau direkam selama kejadian bisnis

(17)

Simbol Deskripsi

Dokumen Menunjukan dokumen sumber atau laporan

Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir.

Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang

bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi

2.11. Alat Implementasi 2.11.1. Xampp

Menurut MADCOMS (2016) Xampp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari Apache, MySQL, PhpMyAdmin, PHP, Perl, Filezilla, dan lain.

Xampp berfungsi untuk memudahkan instalasi lingkungan PHP, di mana biasanya lingkungan pengembangan web memerlukan PHP, Apache, MySQL dan PhpMyAdmin (MADCOM, 2016).

2.11.2. Dreamwever

Adobe Dreamweaver adalah :aplikasi desain dan pengembangan web yang menyediakan editor WYSIWYG visual (bahasa sehari-hari yang disebut sebagai Design view) dan kode editor dengan fitur standar seperti syntax highlighting, code completion, dan code collapsing serta fitur lebih canggih seperti real-time syntax checking dan code

nama swimlane

(18)

introspection untuk menghasilkan petunjuk kode untuk membantu pengguna dalam menulis kode(Destiningrum and Adrian, 2017).

2.11.3. MySQL

Menurut MADCOM (2016) MySQL adalah sistem manajemen Database SQL yang bersifat Open Source dan paling popular saat ini. Sistem Database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multiuser dan SQL Database managemen system (DBMS).

2.12. Pengujian Sistem ISO 25010

ISO/IEC 25010 merupakan model kualitas sistem dan perangkat lunak yang menggantikan ISO/IEC 9126 tentang software engineering(Iqbal, 2016). Product quality inijuga digunakan untuk tiga model kualitas yang berbeda untuk produk perangkat lunak antara lain:

1. Kualitas dalam model penggunaan 2. Model kualitas produk

3. Data model kualitas

(19)

Gambar 2.2 Model kualitas produk ISO/IEC 25010 Adapun dimensi yang pertama terdapat beberapa faktor elemen diantaranya :

1) Functionality (Fungsionalitas).Kemampuan perangkat lunak Merupakan tingkatan dimana perangkat lunak dapat menyediakan fungsionalitas yang dibutuhkan ketika perangkat lunak digunakan pada kondisi spesifik tertentu dalam hal ini perangkat lunak dapat memenuhi kelayakan dari sebuah fungsi untuk melakukan pekerjaan yang spesifik bagi pengguna dan dapat memberikan hasil yang tepat dan ketelitian terhadap tingkat kebutuhan pengguna.

2) Reliability Merupakan tingkatan dimana perangkat lunak dapat bertahan pada tingkatan tertentu ketika digunakan oleh pengguna pada kondisi yang spesifik dalam hal ini perangkat lunak dapat beroperasi dan siap ketika dibutuhkan untuk digunakan dan juga dapat bertahan pada tingkat kemampuan tertentu terhadap kegagalan, kesalahan serta perangkat lunak kembali pada tingkat tertentu dalam

(20)

mengembalikan pengembalian data yang disebabkan kegagalan atau kesalahan pada perangkat lunak.

3) Performance efficiency Merupakan tingkatan dimana perangkat lunak dapat memberikan kinerja terhadap sejumlah sumber daya yang digunakan pada kondisi tertentu dalam hal ini performance efficiency dapat memberikan reaksi dan waktu yang dibutuhkan ketika melakukan aksi dari sebuah fungsi dan perangkat lunak dapat menggunakan sejumlah sumber daya ketika melakukan aksi dari sebuah fungsi.

4) Usability Perangkat lunak dapat dimengerti, dipelajari, digunakan dan menarik pengguna ketika digunakan dalam hal ini perangkat lunak mudah dipelajari oleh pengguna, perangkat lunak dapat digunakan dan dioperasikan oleh pengguna.

5) Security Merupakan perlindungan terhadap perangkat lunak dari berbagai ancaman atau keganjalan dalam hal iniperangkat lunak memiliki perlindungan terhadap data atau informasi dari pengguna dan merupakan dari kelengkapan, ketepatan dari sejumlah asset yang telah dijaga sehingga aksi atau tindakan yang dilakukan telah terbukti dan hal tersebut tidak dapat ditolak.

6) Compability Faktor ini merupakan kemampuan dari dua atau lebih komponen perangkat lunak dapat melakukan pertukaran informasi dan melakukan fungsi yang dibutuhkan ketika digunakan pada hardware atau lingkungan perangkat lunak yang sama.

7) Maintainability Merupakan tingkat dimana sebuah perangkat lunak dapat dimodifikasi. Dalam hal ini modifikasi adalah perbaikan, perubahan atau penyesuaian perangkat lunak untuk dapat berubah pada lingkungan, kebutuhan dan fungsionalitas yang spesifik. Selain itu perangkat lunak dapat dianalisi untuk

(21)

mengetahui apa yang menyebabkan kegagalan pada perangkat lunak untuk mengidentifikasi bagian yang dapat dimodifikasi.

8) Transferability Merupakan kemudahan dimana sistem atau komponen dapat berpindah dari lingkungan satu ke lingkungan yang lain dalam hal ini perangkat lunak dapat beradaptasi dengan cepat pada spesifikasi lingkungan yang berbeda tanpa menerapkan aksi atau cara lain dari pada memberikan tujuan tertentu terhadap perangkat lunak yang telah ada.

Referensi

Dokumen terkait

Pengutipan referensi pada naskah Diketik di dalam kurung:  nama akhir penulis dan tahun penulisan, untuk satu orang pengarang contoh: "…dalam bentuk deret Taylor, 1990." atau