PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berbicara mengenai jual beli tentunya juga berkaitan dengan kepemilikan, karena barang yang diperjualbelikan harus jelas milik siapa. Islam juga mengatur tentang kepemilikan, hal ini akan menentukan apakah proses transaksi jual beli tersebut boleh atau tidak. Jual beli rumah digital merupakan sesuatu yang baru, dimana dunia sedang mempersiapkan masa depan dunia dalam bentuk digital.
Selain itu, dalam hukum Islam juga terdapat rukun dan syarat-syarat dalam mengadakan akad jual beli. Dalam hal ini jual beli rumah digital masih dipertanyakan apakah barang tersebut termasuk barang gharar.
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
Manfaat Penelitian
Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman mengenai praktik jual beli rumah digital, baik pada platform Ransvers maupun platform penjual rumah digital lainnya.
Definisi Operasional
Keabsahan menurut kamus hukum dijelaskan dalam berbagai bahasa antara lain convalesceren, convalescentie yang mempunyai arti yang sama yaitu mengesahkan, melegalkan, meratifikasi, mengakui yang artinya mengesahkan atau mengesahkan.4 Perjanjian jual beli adalah suatu perjanjian atau kesepakatan antara beberapa pihak yang berkenaan dengan khusus dalam kaitannya dengan jual beli. Rumah digital Ransverse adalah rumah digital yang dapat dilihat ketika seseorang mempunyai akses atau perangkat pendukung seperti internet, PC (personal computer) dan telepon seluler.
Sistematika Penulisan
Penelitian terdahulu ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, berguna untuk menghindari duplikasi, dan di sisi lain juga dapat dijadikan acuan dalam penelitian ini. Selain penelitian terdahulu, pada Bab II juga akan diuraikan kerangka teori yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini. Pembahasan dalam hal ini menyangkut pandangan umat beragama terhadap legalitas jual beli rumah digital di platform transversal.
Saran adalah suatu hal yang berupa usulan, saran atau solusi dari peneliti kepada pihak-pihak yang terkait ketika membahas penelitian yang dilakukan peneliti yaitu jual beli rumah ranverse digital.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama membahas permasalahan jual beli tanah/rumah digital. Sedangkan perbedaannya adalah penelitian ini menggunakan metode hukum normatif, sedangkan penelitian yang penulis lakukan menggunakan metode penelitian empiris. Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli dan sewa tanah virtual di metaverse dapat dilakukan, karena memenuhi syarat dan keselarasan.
Ketiga, Tesis Muhawarotul Hasanah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Tahun 2021 yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Senjata (Benda Virtual) Pada Game Online Tipe Utopia Origin”. 7 Penelitian ini membahas tentang hukum Islam mengenai jual beli benda maya dalam hal ini senjata dalam sebuah game. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan tinjauan hukum Islam mengenai jual beli senjata (benda maya), game online Utopia Origin jenis ini menimbulkan akad palsu (rusak) sehingga jual beli tersebut batal karena syarat objek dalam praktek jual beli barang game online tidak terpenuhi dan melanggar syarat jual beli sah akibat proses transaksi. 7 Muhawarotul Hasanah, “SEKILAS HUKUM ISLAM TENTANG PEMBELIAN DAN PEMBELIAN SENJATA (BENDA MAYA) GAME ONLINE JENIS ASAL UTOPIA,” n.d.
Dan antara penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan penulis dengan menggunakan penelitian empiris atau penelitian lapangan. Keempat, jurnal Misno, jurnal Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking, 2021 dengan judul “Virtual Property in Online Games from a Sharia Economic Law Perspective”.8 Penelitian ini membahas mengenai jual beli virtual property pada game online berbasis tentang syariah. hukum ekonomi. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sama-sama mengangkat tema keabsahan perjanjian jual beli benda maya.
Sedangkan yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian ini menggunakan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Jual Beli Tanah Virtual Pada Platform Metaverse, Skripsi (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, 2022). 3 Muhawarotul Hasanah, Jenis-Jenis Asal Usul Utopia Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Senjata (Benda Maya) Game Online, (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2021).
Landasan Teori
Dari ketiga pilar tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar proses jual beli dapat sah. Akad dalam jual beli merupakan kesepakatan kedua belah pihak antara penjual dan pembeli, akad juga bermakna menunjukkan kesediaan diantara keduanya. Jual beli ini sah karena harganya diketahui pembeli dan penjual pada saat proses transaksi.
Alasan diperbolehkannya hal ini adalah karena tidak ada dalil yang melarang jual beli tersebut. Yang ada hanyalah larangan jual beli yang mengandung gharar, yaitu penjualan barang yang tidak dapat diserahterimakan, baik barang itu ada atau tidak. Thahawi menyatakan, jual beli dianggap sah jika penjual dapat menyerahkan barangnya setelah transaksi.
Misalnya menjual barang tidak berwujud atau barang yang tidak jelas keberadaannya. Para ulama sepakat bahwa jual beli yang mengandung gharar tidak sah. Menurut Imam Hanafi, jual beli hewan diperbolehkan asalkan masih bisa dimanfaatkan dan halal menurut syariat. Imam Syafi'i dan Hambali tidak memperbolehkan jual beli minuman keras, daging babi, bangkai dan benda najis lainnya.
Begitu juga dengan jual beli anjing, walaupun anjing itu dilatih, tidak boleh, dan tidak boleh menjual barang yang tidak berguna. Imam Syafi'I dan Hambali juga tidak membenarkan jual beli barang najis yang tidak dapat dibersihkan daripada najis. Para fuqaha berbeza pendapat tentang jual beli urbun, majoriti mereka berpendapat jual beli urbun adalah haram.
Sebaliknya ulama yang bukan mazhab Hanafi berpendapat bahwa jual beli urbuna adalah jual beli, padahal bukan. Contoh transaksi jual beli murabahah adalah, ada penjual sepeda motor, ada penjual yang menjual.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti akan melihat objek penelitian secara langsung melalui internet dan juga mengungkap fakta nyata yang terjadi di lapangan khususnya pada saat proses jual beli rumah digital pada platform transversal. Berdasarkan uraian proses jual beli rumah secara digital pada platform Ransverse, jual beli pada platform Ransverse terdiri dari 2 model. Di Ransverse, membeli dan menjual rumah digital dan memiliki barang yang rapi hanyalah angan-angan belaka.
Jual beli juga harus memperhatikan asas manfaat, apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan kerugiannya atau sebaliknya. Maka berdasarkan hal tersebut, jual beli tanah virtual dan rumah digital saat ini tidak sah, termasuk jual beli fasad. Maka jual beli juga harus mewaspadai hal ini agar harta yang digunakan tidak terbuang percuma.
Jadi, jika aspek-aspek di atas sudah terpenuhi maka jual beli seperti ini boleh dan sah. Namun jika kedua aspek tersebut tidak terpenuhi maka jual beli seperti ini haram dan batal. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh peneliti, jual beli rumah digital saat ini tidak sah atau diperbolehkan.
Sebab jual beli rumah digital masih mengandung gharar dan juga belum ada legalitas yang melindungi pembeli jika terjadi hal yang merugikan. Selain itu, jual beli rumah digital dianggap batal karena tidak memenuhi syarat jual beli, terutama dari segi barang yang diperjualbelikan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih banyak sumber dan referensi terkait jual beli rumah digital, sehingga hasil penelitian lebih baik dan lengkap.
PEMBAHASAN
Model Akad Jual Beli Rumah Digital Ransverse
Pendapat Tokoh Agama Terkait Keabsahan Akad Jual Beli Rumah Digital58
Hukum jual beli yang barangnya ada berbeda-beda, apalagi jual beli yang barangnya tidak ada, tidak berwujud. Islam melindungi konsumen dari hal-hal gharar, dari hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak. Pada dasarnya jual beli rumah digital dari Ransverse tidak sah karena barang yang diperjualbelikan tidak jelas, tidak dapat diantar, tidak dalam bentuk fisik nyata dan masih mengandung gharar, selain itu juga penggunaan kripto sebagai sarana jual beli. transaksi tidak diperbolehkan.
Dari sini kita dapat belajar bahwa mata uang apa pun diperbolehkan asalkan ada persetujuan kedua belah pihak dan tidak menimbulkan kerugian. Kripto berbeda dengan mata uang saat ini yang memiliki aset dasar yang memiliki nilai. Maka dari itu, penggunaan kripto sebagai alat tukar tidak sah.64 Adapun jual beli rumah digital dipenuhi dari segi keharmonisan, ada penjual, ada pembeli, ada barang yang diperjualbelikan, dan ada kontrak konsensus.
Dari sudut pandang tersebut, karena adanya cacat pada barang yang diperjualbelikan, maka ada kemungkinan merugikan salah satu pihak. Di masa depan, undang-undang tersebut dapat berubah tergantung pada kebutuhan; spekulasi yang merugikan orang lain sudah tidak ada lagi dan bisa menjadi legal; misalnya, adanya legitimasi pemerintah; dapat dipastikan bahwa harganya tidak mungkin mencapai puncak yang dapat merugikan salah satu pihak, maka jual beli rumah digital dapat diperbolehkan, karena menurut kaidah hukum perkara, hak atas produk hukum perkara sudah pasti. akan konsisten dengan alasannya. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Ustadz Dwi Triyono, beliau mengatakan bahwa jual beli rumah digital di Ransverse hendaknya diketahui terlebih dahulu apakah ada keuntungan dalam jual beli rumah digital, karena salah satu prinsip jual beli di Ransverse Islam adalah.
Manfaat tersebut dapat berupa manfaat yang diperoleh dari benda atau barang yang diperdagangkan, maupun manfaat dari hasil kegiatan jual beli yang dilakukan. Bagaimana jika server yang digunakan down dan terjadi hal-hal yang dapat merugikan pemiliknya tanpa sepengetahuan pemilik rumah digital. Konsep jual beli dalam Islam juga harus memenuhi unsur kesenangan bersama, yang didalamnya terdapat aspek kepastian dan ketenangan.
Kesimpulan
Saran
Bank Syariah Menyoal Syariah (Studi Kasus Kerjasama Komunitas CV Miskasari dengan Bank Syariah Mega Indonesia Semarang. Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Jual Beli Tanah Virtual di Platform Metaverse - Perpustakaan Digital UIN Sunan Gunung Djati Bandung." https://etheses uinsgd .ac.id/63108/.Analisis Aset Tak Berwujud Sebagai Objek Akad Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah - Perpustakaan Digital UIN Sunan Gunung Djati Bandung." https://digilib.uinsgd.ac.id /54148/.
Properti Virtual Dalam Game Online Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah." Al Maal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam 3, No. Analisis Hukum Kebijakan Privasi dan Tanggung Jawab Pasar Online dalam Melindungi Data Pribadi Pengguna Jika Terjadi Kebocoran Data." UU Padjadjaran 9, no. Whitepaper RansVerse: LAND, Mata Uang ke Kisah Game,” diakses 17 Februari 2023, https://vcgamers.com/news/ransverse-whitepaper-land-currency-to-game-story/.
Salsabila Miftah Rezkia, “Metode Pengolahan Data: Tahapan-tahapan yang Wajib Dilakukan Sebelum Analisis Data”, 2021, https://dqlab.id/method-pengolahan-data-phase-mandatory-yang-dilaksana-before-data-analisis.