PANDEMI COVID-19 SEBAGAI ALASAN FORCE MAJEURE DALAM MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) DITINJAU
DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
SKRIPSI
Diajukan untuk Mencapai Gelar Sarjana Hukum
Oleh:
Putri Valensia Utami 312018282
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
2023
PANDEMI COVID-19 SEBAGAI ALASAN FORCE MAJEURE DALAM MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) DITINJAU
DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
SKRIPSI
Diajukan untuk Gelar Sarjana Hukum
Oleh:
Putri Valensia Utami NIM: 312018282
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Lembar Persetujuan
PANDEMI COVID-19 SEBAGAI ALASAN FORCE MAJEURE DALAM MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
(PHK) DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
Putri Valensia Utami NIM: 312018282
Disetujui Untuk Diajukan Dalam Rangka Ujian Skripsi
Dosen Pembimbing
Setyo Pamungkas, S.H., M.H.
Lembar Pengesahan
Lembar Pernyataan Orisinilitas Skripsi
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Putri Valensia Utami
NIM 312018282
Judul Skripsi : Pandemi Covid-19 Sebagai Alasan Force Majeure Dalam Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi ini adalah hasik karya saya sendiri dan tidak mempunyai persamaan dengan skripsi pihak lain. Jika kemudian hari terbukti sebaliknya, saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku
Salatiga, 30 Agustus 2023 Penulis
Putri Valensia Utami
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan berkat kehidupan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai salah satu tugas akhir. Penulisan ini dilakukan untuk mencapai gelar Sarjana Hukum pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Penyelesaian penulisan skripsi ini tercapai bukan hanya karena kemampuan penulis namun juga dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang diberikan kepada penulis. Maka dari itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Terimakasih khusus kepada diri saya sendiri sudah bertahan dan yakin bisa melewati semua proses perkuliahan hingga sampai dititik ini;
2. Dekan Fakultas Hukum, Bapak Dr. Umbu Rauta, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana.
3. Dosen Pembimbing, Bapak Setyo Pamungkas, S.H., M.H. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingannya dalam penyusunan skripsi ini serta meluangkan waktunya dalam membimbing dan memotivasi penulis dalam meyelesaikan skripsi ini;
4. Ibu Dr. Jumiarti, S.H., M.Hum. selaku Penguji I dan Ibu Dr. Dyah Hapsari
Prananingrum, S.H., M.Hum. selaku Penguji II yang telah memberikan
waktu untuk menguji dan memberikan saran kritik dan masukan bagi
skripsi penulis.
5. Bapak Yafet Yosafet W. Rissy, S.H., M.Si., LLM., PhD. Selaku dosen wali penulis yang telah memberikan perhatian dan masukan selama penulis menjalankan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana;
6. Seluruh Bapak/Ibu dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana yang bersedia berbagi ilmu kepada penulis selama penulis menjalankan pendidikan;
7. Staf Tata Usaha Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, yang telah banyak membantu serta memberikan informasi kepada penulis selama penulis menjalankan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana.
8. Kepada keluarga penulis, Papa Matius Thomas S.Pd dan Mama Arfina Pulis yang selalu mendoakan dan memberi dukungan kepada penulis dalam proses pengerjaan skripsi ini;
9. Untuk teman-teman terkasih yang memiliki peran masing-masing selama proses perkuliahan penulis yakni: Dhea R. Sinaga, Yemima Natalia P, Afridha Kartika, Kornelia Gratia, Yolanda Lubis, Athaya Farahwidyan, Christine Steffany, Risda Hutabarat, Yohana Sisilia, Getsemani, Yohana Aprilia, Desmira Natalia, Alfian Fernando Tasema, Antonius Doni, Ricardo, Maleakhi, Reinhard Yoel, Jeshua, Jeshurun, Laura Monica Dacosta
10. Terimakasih untuk Mbak Lalisa Manoban, Kim Namjoon, Mark Lee,
Blackpink, Treasure, BTS, yang turut mengambil andil besar untuk
memotivasi, menghibur, dan membuat penulis tetap semangat dalam penggarapan skripsi ini;
11. Serta ucapan terimakasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Kiranya karya tulis ini dapat bermanfaat.
Salatiga, 30 Agustus 2023 Penulis
Putri Valensia Utami
DAFTAR ISI
Lembar Persetujuan...ii
Lembar Pengesahan... iii
Lembar Pernyataan Orisinilitas Skripsi...iv
KATA PENGANTAR...v
ABSTRAK... x
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...11
C. Tujuan Penelitian...12
D. Metode Penelitian...12
1. Jenis Penelitian...12
2. Pendekatan... 13
E. Bahan Hukum... 13
a. Bahan Hukum Primer...14
b. Bahan Hukum Sekunder...14
BAB II Force Majeure dalam Perjanjian Kerja...16
A. Force Majeure...16
1. Definisi Force Majeure/Overmacht...16
2. Prinsip/Teori Force Majeure dalam Perjanjian...20
a. Teori Objektif... 20
b. Teori Subjektif...21
3. Ruang Lingkup Force Majeure...21
4. Klasifikasi Force Majeure... 22
5. Akibat Hukum Force Majeure...23
B. Hubungan Kerja...25
1. Definisi/Pengertian...25
2. Perjanjian Kerja...28
3. Syarat Sahnya Perjanjian Kerja...33
4. Jenis Perjanjian Kerja...35
5. Asas-asas dalam Perjanjian Kerja... 39
6. Akibat Hukum Perjanjian Kerja...42
C. Pemutusan Hubungan Kerja... 44
1. Definisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)... 44
2. Alasan-Alasan Pemutusan Hubungan Kerja... 46
3. Upaya hukum terhadap pemutusan hubungan kerja...51
BAB III...55
Pandemi COVID-19 sebagai Alasan Force Majeure dalam Pemutusan Hubungan Kerja 55 A. Tinjauan tentang Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)...55
1. Dampak kebijakan Pemerintah tentang COVID-19 pada Kegiatan Ekonomi Perusahaan...57
2. Pengaruh COVID-19 pada Kondisi Hubungan Kerja di Perusahaan... 58
B. Force Majeure dalam Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia...59
C. Transformasi Pandemi COVID-19 menjadi Force Majeure untuk Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja...60
1. Force Majeure dalam Perjanjian Kerja...61
2. Pandemi COVID -19 sebagai Force Majeure dalam Perjanjian Kerja...62
3. Akibat Hukum Pemutusan Hubungan Kerja karena Pandemi COVID-19...69
BAB IV PENUTUP... 74
A. KESIMPULAN... 74
B. SARAN...75
DAFTAR BACAAN... 76
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan penulis untuk mengkaji dan menganalisis mengenai apakah Pandemi Covid-19 memenuhi unsur sebagai force majeure dalam pelaksanaan hubungan kerja dan pemutusan hubungan kerja. Permasalahan hukum yang timbul terjadi karena Pandemi Covid-19 sering dijadikan alasan sebuah perusahaan yaitu pandemi covid-19 sebagai
force majeureuntuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja. Namun dalam faktanya, perusahaan tidak benar-benar terkena dampak Pandemi Covid-19.
Perusahaan yang memiliki kewajiban kontraktual menjadikan keadaan pandemi covid-19 sebagai alasan untuk membebaskan diri dari kewajibannya memenuhi prestasinya dalam hal ini terkait Pemutusan Hubungan Pekerja (PHK). Terbitnya Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sebagai Bencana Nasional menguatkan alasan perusahaan untuk menggunakan Covid-19 sebagai alasan PHK.
Terbitnya regulasi tersebut semakin menimbulkan polemik di masyarakat mengenai apakah pandemi covid-19 dapat dikatakan sebagai
force majeure.Sehingga penulis tertarik meneliti apakah Pandemi Covid-19 dapat dikatakan sebagai
force majeuredan dijadikan alasan PHK didasarkan dengan UU Ketenagakerjaan.
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Force Majeure, Pemutusan Hubungan Kerja