• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pantai santolo pameungpeuk garut selatan

N/A
N/A
Lia Kusumawati

Academic year: 2024

Membagikan "Pantai santolo pameungpeuk garut selatan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Santolo merupakan daerah pesisir yang terletak di Pameungpeuk dan sebagai objek wisata menyimpan daya tarik cukup beragam. Secara astronomis Santolo terletak pada 107° 37’BT- 107° 46’BT dan 07° 28’LS-07° 40’LS. Berdasarkan iklim Junghun, Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Cikelet termasuk kedalam zona panas dengan ketinggian antara 0-100 meter diatas permukaan laut. Pada saat gelombang dan terjadinya pasang air laut, daerah terumbu karang tertutup air laut setinggi 10 cm, sehingga banyak biota laut yang terbawa gelombang ke daerah terumbu karang dalam geomorfologi disebut daratan abrasi (Sugandi dan Supriatin 2008).

Menurut Disbudpar Kabupaten Garut (2014) bahwa objek wisata alam yang paling banyak dikunjungi yaitu di Pantai Santolo sebanyak 203.499 jiwa. Hal ini, Pantai Santolo menjadi prioritas kunjungan wisatawan yang tidak kalah penting dari tempat tujuan objek wisata lain di Kabupaten Garut. Banyaknya para wisatawan yang berkunjung ke pantai santolo dapat mempengaruhi keanekaragaman biota laut salah satunya dari Filum Echinodermata. Dengan berbagai macam aktifitas yang mengganggu terhadap populasi biota laut, salah satunya filum Echinodermata.

Banyak wisatawan yang memanfaatkan kawasan ini untuk melakukan berbagai kegiatan, aktifitas wisatawan umumnya terjadi akibat kontak fisik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Kontak fisik tersebut antara lain menginjak, memegang, mengambil biota laut di zona intertidal disaat surut dan tidak menjaga kebersihan sehingga akan berpengaruh terhadap ekosistem laut, salah satunya menganggu kehidupan Echinodermata. Di sisi lain, akifitas nelayan selain memancing ikan, mereka mengumpulkan berbagai jenis teripang karena jenis ini merupakan salah satu dari filum Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi Echinodermata terutama teripang dan di khawatirkan akan mengganggu kelestariannya.

Filum Echinodermata merupakan salah satu hewan yang sangat penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Jenis-jenis Echinodermata dapat bersifat pemakan seston atau pemakan destritus, sehingga peranannya dalam suatu ekosistem untuk merombak sisa-sisa bahan organik yang tidak terpakai oleh spesies lain namun dapat dimanfaatkan oleh beberapa jenis

(2)

Echinodermata. Hal ini berperan penting terhadap lingkungannya yang dapat menstabilkan dan meminimalisir sampah organik di lautan agar tetap bersih dan aliran energi di ekosistem laut tetap berjalan seimbang. Peranan filum Echinodermata lainnya sebagai nutrisi atau makanan yang dapat dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya kanker (Dahuri, 2003).

Selain itu juga Echinodermata merupakan bagian penting di lingkungan dengan menjaga rumput laut dan sebagian besar pemakan rumput laut. Banyaknya rumput laut berlebih akan mengakibatkan kerusakan pada karang yang memiliki peranan penting untuk menyaring makanan lebih mudah. Ekosistem terumbu karang merupakan habitat dari berbagai jenis fauna invertebrata, salah satunya kelompok Echinodermata merupakan kelompok biota penghuni terumbu karang yang cukup menonjol.

Keberadaan suatu organisme pada suatu habitat perairan memiliki arti yang sangat penting karena menimbulkan hubungan timbal balik yang memberi pengaruh pada lingkungannya.

Kelompok biota ini dapat hidup menempati berbagai macam habitat seperti zona rataan terumbu, daerah pertumbuhan alga, padang lamun, karang (Yusron, 2006). Informasi tentang keberadaan jenis Echinodermata di pantai Santolo belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman dan komposisi Echinodermata di pantai Santolo Kecamatan Cikelet, Garut.

1.2 Perumusan Masalah

1. Bagaimana Keanekaragaman Echinodermata di Pantai Santolo Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, Garut?

2. Bagaimana Komposisi Echinodermata di Pantai Santolo Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, Garut?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui Keanekaragaman Echinodermata di Pantai Santolo Pameungpeuk Kecamatan Cikelet, Garut.

2. Untuk Mengetahui Komposisi Echinodermata di Pantai Santolo Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, Garut.

1.4 Manfaat Penelitian

(3)

1. Secara Teoritis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai keanekaragaman dan komposisi Echinodermata di kawasan Pantai Santolo Pameungpeuk Kecamatan Cikelet, Garut.

2. Secara Praktisi Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu acuan penelitian mengenai Echinodermata selanjutnya di kawasan Pantai Santolo Pameungpeuk Kecamatan Cikelet, Garut.

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Daerah Pantai Pancur yang terletak di Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu wilayah yang potensial yang menyimpan berbagai keanekaragaman hewan invertebrata laut,

fitoplankton dalam ekosistem perairan mempunyai peranan yang sangat penting.. terutama dalam rantai makanan di laut, karena fitoplankton

24 menganggap sampah di laut sebagai makanan, sehingga terdapat kemungkinan bahwa sampah plastik yang terbuat dari bahan kimia akan terserap oleh hewan laut dan dapat meracuninya

Mollusca merupakan filum yang terbesar kedua dari kerajaan hewan (Animalia) setelah filum Arthropoda dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Salah satu habitat

Pola pertumbuhan pertumbuhan ketiga jenis lobster (jantan, betina dan betina bertelur) ditunjukkan dengan nilai t hitung < t tabel (b=3) (pada tingkat

Oleh karena itu, pada rantai makanan, Spirogyra merupakan produser  primer, yaitu sebagai penyedia bahan organik dan oksigen bagi hewan-hewan dalam ekosistem air

Hewan-hewan bersel satu yang tidak memiliki alat gerak dikelompokkan dalam sporozoa. Anggota filum Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Pada salah satu tahapan

Rata-rata berat potongan per item sampah laut Berdasarkan hasil yang diperoleh berat potongan per item sampah laut marine debris pada Stasiun 2 sampah organik yaitu kayu dan turunanya