• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Implementasi Realisasi Investasi Tipidkor BKPM

N/A
N/A
Kurnia One

Academic year: 2024

Membagikan "Paparan Implementasi Realisasi Investasi Tipidkor BKPM"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Peningkatan Investasi Yang Bebas KKN

Guna Mewujudkan

Pertumbuhan Ekonomi

Disampaikan Pada

Rapat Kerja Teknis Fungsi Tindak Pidana Korupsi

Bareskrim Polri Tahun 2024

(2)

2

7 KEY PEFORMANCE INDICATORS KEMENTERIAN INVESTASI/BKPM

Pengembang- an hilirisasi

investasi sumber daya

alam Perbaikan

peringkat Kemudahan

Berusaha (Doing Business)

Eksekusi realisasi investasi

besar

Mendorong investasi besar untuk

bermitra dengan

UMKM

Penyebaran investasi berkualitas

Promosi investasi

terfokus berdasarkan

sektor dan negara Mendorong

peningkatan investasi

dalam negeri /

PMDN termasuk

UMKM

(3)

3

TARGET REALISASI INVESTASI

2020

Rp 817,2 T*

2021

Rp 858,5 T

*

Rp 900 T**

2022

Rp 968,4 T*

Rp 1.200 T**

2023

Rp 1.099,8 T

*

Rp. 1.400 T**

2024

Rp 1.239,3 T*

Rp 1.650 T**

Target 2024 1.650 T

*) Target sesuai dengan Target Indikator Kinerja Sasaran Strategis BKPM Tahun 2020 – 2024

**) Target sesuai dengan Arahan Bapak Presiden RI

(4)

STRATEGI PENCAPAIAN TARGET 2024 REALISASI INVESTASI

Pemberian Dana Dekonsentrasi

01

02 Pemberian Dana Alokasi Khusus

Layanan Keberlanjutan Investasi

03

04 Eksekusi Realisasi Perusahaan

Penerima Fasilitas

05

Satuan Tugas Percepatan Penyelesaian Permasalahan Investasi

PENGENDALIAN PELAKSANAAN

PENANAMAN MODAL

(5)

Realisasi Investasi

Jan – Mar 2024

Rp 401,5 T

Capaian: 32,4% dari target Renstra: Rp 1.239,3 T Capaian: 24,3% dari target Presiden: Rp 1.650,0 T

24,3%

Jawa

Rp200,5 T (49,9%) Rp197,1 T (49,1%) PMDN

Luar Jawa

Rp201,0 T (50,1%) Rp204,4 T (50,9%) PMA

Sepanjang Triwulan I 2024

investasi menyerap (TKI)

547.419

QoQ YoY

PMA 10,9% 15,5%

PMDN 8,7% 29,7%

Total 9,8% 22,1%

Capaian Realisasi Investasi Triwulan I 2024

(6)

6

5 Besar

Subsektor Realisasi

(PMA dan PMDN) Triwulan I 2024

(#1)

Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya

Rp 48,1 T

(#2)

Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi

Rp 48,0 T

(#3)

Pertambangan

Rp 42,3 T

(#4)

Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran

Rp 29,4 T

(#5)

Industri Makanan

Rp 29,0 T

(7)

7

PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO

UU 6/2023 sebagai pengganti UU 11/2020 tentang Cipta Kerja mengatur bahwa perizinanberusaha dibagi menurut tingkat risiko (rendah, menengah, dan tinggi) serta dilaksanakan secara elektronik melalui sistem OSS. Pengaturan tercantum dalam pasal 7-10 dan diatur lebih detail di dalam PP 5/2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Dalam PP 5/2021, sistem OSS dikelola oleh Lembaga OSS yang merupakan lembaga Pemerintah yang melakukan koordinasi penanaman modal (Pasal 1 ayat 21 dan 22). Selain itu, pada pasal 4 dan 5 diatur juga mengenai persyaratan dasar perizinan berusaha, yaitu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengajukan perizinan berusaha, yaitu: 1) kesesuaian pemanfaatan ruang; 2) persetujuan lingkungan; dan 3) persetujuan bangunan gedung dan sertifikat laik fungsi.

PP 5/2021 pasal 6 ayat 2 menyebutkan penyelenggaraan perizinan berbasis

risiko yang ditangani oleh OSS berada pada 16 sektor yang mencakup 18

Kementerian/Lembaga. 

(8)

Sistem Online

Single Submission - Risk Based

Appoach

Sistem OSS RBA sebagai

Implementasi dari PP No. 5 Tahun 2021

“Dengan Undang-Undang Cipta Kerja akan memudahkan masyarakat,

khususnya Usaha Mikro Kecil. Regulasi yang

tumpang tindih dan prosedur rumit

dipangkas”

(9)

Pengguna dan Fitur Sistem OSS

Sistem OSS wajib digunakan oleh

Pelaku Usaha

Pemerintah Daerah UMK

Non UMK

18 K/L dan Kementerian Investasi/BKPM

34 Provinsi

416 Kabupaten

98 Kota

20 KEK 5 KPBPB Kementerian/

Lembaga

Administra

tor KEK BP

KPBPB

Pelayanan Informasi Perizinan dan Fasilitas Berusaha

Pengawasan

Fitur/SubSistem dalam Sistem OSS

penerbit perizinan berusaha dan pelaksana pengawasan

pemohon perizinan

www.oss.go.id

orang perorangan, badan usaha

orang perorangan, badan usaha, kantor perwakilan

dan badan usaha luar negeri

Otorita IKN

9 WP

KEK Arun Lhoksumawe Provinsi

Aceh

18 Kabupaten

5 Kota

(10)

Jenis Perizinan melalui Sistem OSS RBA: PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Untuk memulai dan melakukan kegiatan usaha

Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha

Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PB)

Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU)

Sebelum UUCK Setelah UUCK

Izin Lokasi

Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)*

*KKPR Darat [K/P/R KKPR], PKKPR Laut, dan KKPR Hutan [PPKH, Persetujuan Prinsip/Komitmen PBPH, Konservasi Kawasan Hutan]

Izin Lingkungan

Persetujuan Lingkungan*

*SPPL, PKPLH, SKKL, RKL-RPL Rinci

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

- NSPK PB berbasis KBLI ditanamkan di Sistem OSS berdasarkan pengaturan dalam Lampiran No. PP 5/2021 (untuk 1.348 KBLI, termasuk 140 KBLI Beririsan) dan identifikasi NSPK (untuk 353 KBLI Tanpa Pengampu).

- Layanan PB dilakukan seluruhnya melalui Sistem OSS dengan hak akses, kecuali 163 PB melalui integrasi dengan Sistem K/L.

- Pemenuhan ketentuan didasarkan atas PP Sektor, Perpres BUPM, dan 22 Permen/

Perban turunan dari PP No. 5/2021.

- Sebelumnya (pada OSS 1.0/1.1) dikenal dengan istilah “Izin

Komersial/Operasional”

- Layanan 612 PB-UMKU dilakukan

seluruhnya melalui Sistem OSS baik

dengan hak akses (297 PB-UMKU)

maupun integrasi dengan Sistem

K/L (315 PB-UMKU).

(11)

Kemudahan dan Dukungan bagi UMK melalui Sistem OSS

Pendaftaran hak akses di Sistem OSS

RBA

Pelaku Usaha Mikro & Kecil

Pelaku Usaha mendapatkan NIB (berlaku juga untuk API, hak

akses kepabeanan, pendaftaran BPJS dan WLKP

#1)

NIB berlaku sebagai:

Perizinan Berusaha

Standar Nasional Indonesia (SNI) Bina UMK

Sertifikasi Jaminan Produk Halal (SJPH)

Perizinan Tunggal untuk UMK dengan Kegiatan Usaha Risiko Rendah

Proses mudah, hanya 2 langkah.

• NIB sebagai Perizinan Tunggal (legalitas berusaha, SNI Bina UMK dan SJPH), bagi UMK yang melakukan kegiatan usaha dengan tingkat risiko rendah.

• Selanjutnya pelaku usaha akan difasilitasi dan dibina oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam penerbitan SNI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam penerbitan Sertifikat Halal.

• Kemudahan lain: 1) SPP-IRT termasuk PB-UMKU via integrasi dengan sistem OSS; 2) KKPR bagi UMK berdasarkan pernyataan mandiri.

Bidang Usaha yang Dialokasikan untuk Kemitraan dengan UMKM-K (Lampiran II Perpres No. 10/2021 jo. 49/2021):

106 (Kelompok) Bidang Usaha dengan kriteria:

a. Menggunakan teknologi sederhana;

b. Bidang usaha memiliki kekhususan proses, padat karya, serta merupakan warisan budaya/turun temurun;

c. Modal usaha < Rp10 Miliar.

Kemitraan antara Perusahaan PMA/PMDN yang mendapatkan fasilitas fiskal dengan UMKM

Kementerian Investasi/BKPM mendorong kemitraan antara PMA/PMDN yang mendapatkan fasilitas fiskal dengan UMKM :

a. Tax Holiday;

b. Tax Allowance; dan/atau

c. Fasilitas Pembebasan Bea Masuk bagi Impor Mesin serta Bahan Baku (Masterlist)

Fasilitasi Kemitraan UMKM

dengan Usaha Besar

(12)

Percepatan Penerbitan Sertifikat Halal bagi UMK

Pendampingan PPH diselesaikan paling lama l0 HK sejak permohonan sertifikasi halal

disampaikan pelaku UMK melalui Pernyataan Halal

Pelaku UMK menyatakan akad/ikrar kepada BPJPH.

KOMITE FATWA PRODUK HALAL menetapkan kehalalan produk berdasarkan ketentuan Fatwa Halal, paling lama 1 HK sejak

diterimanya hasil Pendampingan PPH

BPJPH menerbitkan Sertifikat Halal Pendampingan

PPH untuk verifikasi dan validasi

pernyataan halal pelaku UMK.

Pelaku UMK menyatakan akad/

ikrar kepada BPJPH.

MUI menetapkan kehalalan produk melalui sidang

fatwa BPJPH

menerbitkan Sertifikat Halal

Setelah Perppu 2/2022 Sebelum

Perppu 2/2022

Pembiayaan Sertifikasi Halal UMK:

1) Sertifikasi Halal bagi UMK tidak dikenai biaya.

2) Sumber pembiayaan dapat berasal dari APBN, APBD, dan/

atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Pembiayaan Sertifikasi Halal UMK

Sertifikasi Halal “Reguler”

• MUI, MUI Provinsi, MUI Kabupaten Kota, atau Majelis

Permusyawaratan Ulama Aceh menetapkan kehalalan produk melalui Sidang Fatwa Halal, paling lama 3 HK sejak diterima hasil

pemeriksaan dan/atau pengujian dari LPH.

• Dalam hal batas waktu terlampaui, penetapan kehalalan Produk dilakukan oleh Komite Fatwa Produk Halal berdasarkan ketentuan Fatwa Halal, paling lama 2 HK.

• Komite Fatwa Produk Halal dibentuk dan bertanggungjawab kepada Menteri (dijalankan oleh Pemerintah sebelum terbentuk), terdiri atas unsur Ulama dan Akademisi.

Pendampingan PPH bagi UMK

Pendampingan Proses Produksi Halal (PPH)

bagi UMK dapat dilakukan oleh: organisasi

kemasyarakatan Islam., lembaga keagamaan

Islam berbadan hukum, perguruan tinggi,

instansi pemerintah, atau badan usaha yang

bermitra dengan BPJPH..

(13)

9,1 Juta NIB telah Diterbitkan, 99,11% untuk UMK

Statistik OSS NIB Periode 4 Ags 2021 – 15 Mei 2024

(14)

 Informasi 

Konsultasi  Virtual (pengawasan)

1 2 3 4 5 6 7

Fasilitasi Bagi Pelaku Usaha Pada Layanan OSS

● Pendaftaran konsultasi tatap muka dilakukan melalui akun OSS pelaku usaha pada situs oss.go.id. Jika konsultasi tidak dilakukan langsung

oleh pemilik akun/penanggung jawab perusahaan pada sistem OSS, maka perlu membawa surat kuasa dari pemilik akun/penanggung jawab

pada sistem OSS + fotocopy KTP pemberi kuasa dan user ID + password akun OSS pelaku usaha.

(15)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait