1
Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM terkait Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Jakarta, 03 Juli 2025 Todotua Pasaribu
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM
2
Reformasi Kemudahan Berusaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja
Visi Indonesia 2045:
menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, berpendapatan tinggi, inklusif, dan berkelanjutan
Tantangan Solusi: UU Cipta Kerja
PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
• Daya saing nasional masih relatif rendah
• Regulasi yang tumpang tindih
• Birokrasi yang lambat
• Lemahnya kepastian hukum
Reformasi Kemudahan Berusaha dengan melakukan simplifikasi atas:
Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Termasuk PP Nomor 5 Tahun 2021
mengenai perizinan berusaha berbasis risiko
49 4
Dilaksanakan melalui
Diluncurkan pada 4 Agustus 2021 sebagai sistem yang
mengintegrasikan seluruh perizinan berusaha di seluruh Indonesia
3
Penyempurnaan Kebijakan Perizinan Berusaha melalui PP 28/2025
• Penetapan SLA untuk PD, PB, dan PBUMKU
• Pengaturan Batas Waktu Proses Perbaikan
• Standardisasi Pemeriksaan Dokumen
Simplifikasi Proses
Kepastian Perizinan Berusaha Restrukturisasi Regulasi
• Penyederhanaan alur PB dan PBUMKU
• Penghapusan prosedur berlapis dan redundasi syarat
• Tahapan Perizinan yang sistematis
• Konsolidasi pengaturan lebih
sistematis dengan
penambahan
• Penyempurnaan lampiran
• Harmonisasi nomenklatur sektor
PP 28/2025 disusun untuk menjawab tiga tantangan utama:
Memastikan regulasi lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis dan mendorong transparasi dan akuntabilitas birokrasi
4
Penyempurnaan Peraturan BKPM 3/4/5 Tahun 2021
Nomor 4: Pelayanan Perizinan
Nomor 3: Sistem OSS Nomor 5: Pengawasan
Sebagai tindak lanjut PP 28/2025, dilakukan penyempurnaan atas Peraturan BKPM:
PERATURAN MENTERI INVESTASI DAN HILIRISASI TENTANG PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO Diintegrasikan menjadi satu peraturan
Penyederhaanan Struktur Regulasi
Optimalisasi
Sistem OSS
2 Pilar Utama
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM
Terima Kasih
6 1.650,00
1.905,60
2.175,26
2.567,47
2.969,64
3.414,82
2024 2025 2026 2027 2028 2029
2,12 2,45 2,79 3,30 3,82 4,39
Target Presiden Prabowo:
Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi (%)
Pertumbuhan investasi (2024-2029) rata- rata 15,67% per tahun
Realisasi Investasi (Rp Triliun)
5,05% 5,30%
6,30%
7,50%
7,70%
8,00%
Keterangan: *) Berdasarkan perhitungan internal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM
Penyerapan Tenaga Kerja (Juta Jiwa)*
Rata-rata penyerapan tenaga kerja 2025- 2029 sebesar 3,35 juta jiwa
PMA: Penanaman Modal Asing PMDN: Penanaman Modal Dalam Negeri
Sumber: Perpres No. 12/2025 tentang RPJMN 2025-2029
Diperlukan PMA & PMDN Rp 13.032,8 T (2025-2029) untuk capai pertumbuhan 8%
Nilai tersebut setara dengan 143% capaian realisasi PMA & PMDN selama 10 tahun terakhir
Asta Cita
RPJPN 2025-2045
Misi (Cita) 2
Memantapkan sistem pertahanan
keamanan dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Misi (Cita) 3
Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
Misi (Cita) 4
Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Misi (Cita) 5
Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Transformasi Indonesia
▪ Transformasi Sosial
▪ Transformasi Ekonomi
▪ Transformasi Tata Kelola
Landasan Transformasi
▪ Supremasi hukum, stabilitas dan ketangguhan diplomasi
▪ Ketahanan sosial budaya dan ekologi
Kerangka Implementasi Transformasi
▪ Pembangunan kewilayahan yang merata
▪ Sarana prasarana yang berkualitas
▪ Kesinambungan Pembangunan
8 Misi Presiden Terpilih (“Asta Cita”) Menuju Indonesia Emas 2045
Prabowo berkomitmen untuk mengarahkan transformasi nasional pada fondasi yang dibangun oleh Presiden Jokowi
Ekonomi Digital Ekonomi Hijau dan Biru
Infrastruktur UMKM
Industri Kreatif
Agro-Maritim Sains dan Teknologi
Industri Hilirisasi
Capaian Realisasi Investasi: Triwulan I 2025
(Tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan)
24,4%
Dari Target Tahun 2025
Rp 1.905,6 Triliun
Rp 465,2 Triliun
Realisasi Investasi Triwulan-I 2025
YoY 15,9% (Rp 401,5 Triliun)
QoQ 2,7% (Rp 452,8 Triliun)
Penyerapan
Tenaga Kerja Indonesia
594.104
8.5% (YoY)
Rp 234,8 Triliun
19,1% YoY
Rp 230,4 Triliun
12,7% YoY
PMDN (50,5%) PMA (49,5%)
Rp 235,9 Triliun
17,4% YoY
Rp 229,3 Triliun
14,3% YoY
Luar Jawa (50,7%) Jawa (49,3%)
Sumber: Kementerian Invetasi dan Hilirisasi/BKPM, 2025
Sumatra (31 IUKI) Aceh (1)
Sumatra Utara (3) Riau (4)
Kep. Riau (18)
Sumatra Barat (1) Sumatra Selatan (1) Bangka Belitung (2) Lampung (1)
Jawa (102 IUKI) Banten (19)
DKI Jakarta (2) Jawa Barat (55)
Jawa Tengah (11) Yogyakarta (1) Jawa Timur (14)
Total Luas: 8.368,95 Ha
Total Luas: 38.039,41 Ha
Kalimantan (15 IUKI) Kalimantan Barat (4)
Kalimantan Tengah (1) Kalimantan Utara (1)
Kalimantan Timur (3) Kalimantan Selatan (7)
Total Luas: 16.858,26 Ha
Sulawesi (17 IUKI) Sulawesi Utara (1)
Sulawesi Tengah (9)
Sulawesi Tenggara (4) Sulawesi Selatan (3)
Total Luas: 14.404,14 Ha
Maluku Papua (4 IUKI) Maluku Utara (4)
Total Luas: 11.808,02 Ha
Sumber: Kementerian Perindustrian (as of 10 Juni 2025)
Total luas lahan 89.478,78 Ha Distribusi:
Jawa: 102 IUKI Luar Jawa: 68 IUKI
*Total Luas= Luas IUKI+ Luas IPKI
170 Perusahaan Kawasan Industri (IUKI)
25 Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia
1
2
4
21 5
6
7 8 9 10
11 12 13 14 3
17
24
15
18 16
19
20
22 23
Logistik, Industri dan Pariwisata
KEK Sei Mangkei
Kab. Simalungun, Sumut Pengolahan Expor, Logistik, Industri dan Pariwisata
KEK Arun Lhokseumawe
Kab. Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh
Pariwisata
KEK Tanjung Lesung
Kab. Pandeglang, Banten
Pariwisata
KEK Lido
Kab. Bogor, Jabar
KEK Kendal
Kab. Kendal, Jateng Pengolahan Expor, Logistik, dan Industri
Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Innternasional
KEK BSD
Kab. Tangerang, Banten
KEK Kura-kura Bali
Kota. Denpasar, Bali
Pariwisata dan Industri Kreatif Pariwisata
KEK Mandalika
Kab. Lombok Tengah, NTB
KEK Sanur
Kota. Denpasar, Bali Pariwisata dan Kesehatan
Produksi pengolahan, logistik distribusi, dan pengembangan energi
KEK Setangga
Kab. Tanah Bumbu, Kalsel
Industri Pengolahan Ekspor dan Logistik
KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan
Kab. Kutai Timur, Kaltim
KEK Likupang
Kab. Minahasa Utara, Sulut Pariwisata
KEK Bitung
Kota. Bitung, Sulut Industri Logistik dan Pengolahan Ekspor
Industri Logistik dan Pengolahan Ekspor
KEK Palu
Kota. Palu, Sulteng
Industri Pengolahan Ekspor dan Logistik
KEK Morotai
Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Industri Pengolahan Ekspor dan Logistik
KEK Sorong
Kab. Sorong, Papua
Pengembangan Teknologi
KEK Singhasari
Kab. Malang, Jatim
KEK Gresik
Kab. Gresik, Jatim Industri Metal, KEmia, Energi, Logistik, Elektronik
Pariwisata
KEK Tanjung Kelayang
Kab. Belitung, Bangka Belitung Kesehatan
KEK Kesehatan Int. Batam Kota. Batam, Kep. Riau KEK Tanjung Sauh Kota. Batam, Kep. Riau Produksi pengolahan, logistik distribusi, dan pengembangan energi
KEK Galang Batang
Kab. Bintan, Kep. Riau Pengolahan Eksplor, Industri Logistik dan Energi
KEK Nongsa
Kota. Batam, Kep. Riau Pariwisata dan IT Digital
KEK Batam Aero Technic Kota. Batam, Kep. Riau Industri MRO (Maintenance, Repair, Overhaul)
KEK Industri (13 KEK) KEK Pariwisata (8 KEK) KEK Digital (3 KEK) KEK Jasa Lainya (1 KEK) Total luas lahan 24.011,95 Ha Distribusi KEK:
Jawa: 7
Luar Jawa: 18 KEK
25
KEK Industropolis Batang Kab Batang, Jateng Industri Metal, Elektronik, KEmia, Energi, dan Logistik
Tidak lagi “one size fits all”: Perizinan berusaha menjadi lebih mudah dan sederhana sesuai dengan tingkat risiko usaha.
Harmonisasi dan simplifikasi regulasi untuk meningkatkan kepastian berusaha
79 UU telah direvisi
Melalui satu UU (Omnibus Law UU 6/2023) mengatur banyak sektor (11
kluster)
Cipta UU Kerja
Sinkronisasi perizinan berusaha terkait Penanaman Modal
Otoritas perizinan
berusaha di delegasikan ke Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM dan penerbitannya melalui sistem OSS, terdiri dari berbagai sektor.
Perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem OSS (Online Single Submission)
Pemerintah terus melakukan berbagai terobosan dalam memperbaiki iklim investasi
Termasuk memperkuat kepastian hukum melalui penerapan SLA (Service-Level Agreement) & fiktif positif perizinan
11
Indonesia Memprioritaskan Pengembangan Industri Hilir
untuk meningkatkan nilai sumber daya alam
618 Billion
Dampak Ekonomi Hingga 2040
Investasi (USD)
857.9 Billion
Export (USD)
235.9 Billion
PDB (USD)
3,016,179
Tenaga Kerja Mineral &
Batu Bara
USD 498.4 Billion
Minyak dan Gas Bumi USD 6.3 Billion
Minyak
Bumi Gas
Alam
Aspal Buton Bauksit Besi
Baja Emas
Perak
Pasit
Silika Mangan Kobalt Logam Tanah Jarang
USD 51.3 Billion
Perkebunan, Kelautan, Perikanan & Kehutanan
Kelapa
Sawit Kelapa
Karet Biofuel Kayu
Balok Getah Pinus
Udang Ikan Kepiting Rumput Laut
Garam Pala Coklat Tilapia Batubara Nikel Timah Tembaga
28 Komoditas
Indonesia “baru” menerima 10% investasi global ke ASEAN & 29% investasi intra-ASEAN
Investasi global ke ASEAN mencapai USD235 M (2024) atau naik 4,0% (y/y): Potensi bagi Indonesia sebagai ekonomi terbesar
Populasi ASEAN &
PDB Nominal Tahun 2023
Indonesia mewakili 41% populasi & 36%
ekonomi ASEAN
Sumber: UNCTAD, IMF, and ASEAN, 2024
Destinasi Investasi Intra ASEAN 2023:
USD22 miliar Destinasi Investasi Global
ke ASEAN 2023:
USD226 miliar
13
Indonesia (29%) US$ 6.43 bn
Malaysia (23%) US$ 4.97 bn
Singapore (21%) US$ 4.65 bn
Vietnam (19%) US$ 4.21 bn
Others (8%) US$ 1.77 bn
Vietnam
7.1%
Malaysia
5.1%
Indonesia
5.1%
Singapura
4.4%
Pertumbuhan Ekonomi 2024
Sumber: AMRO, 2025 (Diolah)