Mengidentifikasi Karakterisitik Makhluk Hidup Aisyah Aurelia Larasati (12401111040111)
Intan Qonitat (12401111050132) Email: [email protected]
[email protected]
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatuallah Jakarta. Jl. Raya Bojongsari No.55
Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat
A. Jenis Jenis Makhluk Hidup
Hewan adalah organisme multiseluler yang bergerak aktif dan tergolong ke dalam kingdom Animalia. Berdasarkan struktur tubuhnya, hewan dibedakan menjadi dua kelompok utama: invertebrata (tanpa tulang belakang) dan vertebrata (dengan tulang belakang). Kedua kelompok ini memiliki peran penting dalam ekosistem, baik sebagai penyedia jasa ekologi, bagian dari rantai makanan, maupun sumber daya bagi manusia.
1. Hewan Invertebrata
Hewan invertebrata mencakup semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Mereka merupakan kelompok hewan terbesar, mencakup sekitar 97%
dari seluruh spesies hewan yang ada di Bumi.
Ciri-Ciri Umum Invertebrata
1) Tanpa Tulang Belakang
Tidak memiliki kolumna vertebralis atau kerangka dalam. Sebagian memiliki eksoskeleton (kerangka luar) untuk melindungi tubuh.
2) Ukuran Tubuh Beragam
Mulai dari mikroskopis (seperti protozoa) hingga ukuran besar seperti cumi-cumi raksasa.
3) Sistem Saraf Sederhana
Sebagian besar memiliki sistem saraf sederhana berupa ganglia (simpul saraf).
4) Reproduksi
Kebanyakan bereproduksi secara seksual, tetapi ada juga yang bereproduksi aseksual, seperti melalui pembelahan diri.
5) Habitat
Hidup di berbagai lingkungan, mulai dari laut, darat, hingga air tawar.
Klasifikasi Invertebrata
Invertebrata terdiri dari beberapa filum utama:
1) Porifera (Spons)
Tubuh berpori dan hidup menempel di dasar laut. Contoh: spons laut.
2) Cnidaria (Coelenterata)
Memiliki tentakel dengan sel penyengat. Contoh: ubur-ubur, anemon laut.
3) Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Tubuh pipih dan tidak memiliki rongga tubuh sejati. Contoh:
planaria, cacing pita.
4) Nematoda (Cacing Gilig)
Tubuh berbentuk silinder memanjang, hidup bebas atau parasit.
Contoh: cacing tambang.
5) Annelida (Cacing Gelang)
Tubuh bersegmen. Contoh: cacing tanah, lintah.
6) Mollusca
Bertubuh lunak, sebagian memiliki cangkang. Contoh: siput, cumi- cumi, kerang.
7) Arthropoda
Memiliki tubuh bersegmen dan eksoskeleton keras. Contoh:
serangga, laba-laba, kepiting.
8) Echinodermata
Memiliki tubuh simetri radial dan sistem pembuluh air. Contoh:
bintang laut, landak laut.
2. Hewan Vertebrata
Hewan vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang sebagai ciri utama. Vertebrata hanya mencakup sekitar 3% dari total spesies hewan, tetapi memiliki peran besar dalam ekosistem.
Ciri-Ciri Umum Vertebrata a) Tulang Belakang
Memiliki kolumna vertebralis yang melindungi korda saraf.
b) Sistem Saraf Terpusat
Otak dilindungi oleh tengkorak, dan korda saraf dilindungi oleh tulang belakang.
c) Kerangka Dalam (Endoskeleton)
Terbuat dari tulang atau tulang rawan, yang mendukung tubuh dan memungkinkan pergerakan.
d) Simetri Tubuh Bilateral
Tubuh terbagi menjadi sisi kiri dan kanan yang simetris.
e) Sistem Organ Lengkap
Memiliki organ-organ khusus seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan hati.
f) Reproduksi Seksual
Sebagian besar bereproduksi secara seksual dengan fertilisasi internal atau eksternal.
Klasifikasi Vertebrata Vertebrata terdiri dari lima kelas utama:
1) Pisces (Ikan)
Habitat di air, bernapas dengan insang, Tubuh ditutupi sisik dan memiliki sirip, Berdarah dingin, Contoh: ikan mas, hiu.
2) Amphibia
Hidup di air saat larva dan di darat saat dewasa, Bernapas menggunakan kulit, paru- paru, dan insang, Berdarah dingin, Contoh: katak, salamander.
3) Reptilia
Tubuh bersisik, bernapas dengan paru-paru, Berdarah dingin, Contoh: ular, kura-kura.
4) Aves (Burung)
Tubuh ditutupi bulu, memiliki paruh, Berdarah panas, Contoh: elang, merpati.
5) Mammalia
Memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya, Tubuh ditutupi rambut, Berdarah panas, Contoh: manusia, paus, gajah.
Perbandingan Hewan Invertebrata dan Vertebrata:
Aspek Invertebrata Vertebrata
Kerangka Tidak memiliki tulang
belakang Memiliki tulang belakang
Ukuran
Tubuh Umumnya kecil Umumnya besar
Sistem Saraf Sederhana (ganglia) Kompleks (otak dan korda saraf)
Simetri Tubuh
Sebagian besar bilateral, ada
yang radial Selalu bilateral
Aspek Invertebrata Vertebrata
Habitat Laut, air tawar, darat Laut, air tawar, darat, udara
Sistem
Organ Tidak selalu lengkap Lengkap
Contoh Serangga, siput, bintang laut Ikan, burung, mamalia
B. Karakteristik Makhluk Hidup
1. Bernapas (Respirasi)
Pernapasan merupakan salah satu ciri utama makhluk hidup.
Oleh karena itu setiap makhluk hidup melakukan kegiatan bernapas.
manusia bernapas dengan organ pernapasannya mulai hidung hingga alveolus, tumbuhan melalui stomata dan hewan juga bernapas dengan alat pernapasannya masing-masing (paru-paru, trakea, pundi pundi udara dan lain-lain). Makhluk hidup bernapas untuk mempertahankan hidup dan melakukan aktifitas seperti bergerak, berkembangbiak dan beberapa aktifitas lainnya. Antara manusia, hewan dan tumbuhan saling berhubungan untuk melakukan aktifitas yang saling melengkapi. Misalnya, hewan dan manusia bernapas mengeluarkan karbondioksida, sedangkan karbondioksida dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Kemudian fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk manusia dan hewan bernapas. Jadi, ketiganya saling melengkapi dalam aktifitas ini.
Secara hafiah, pernapasan diartikan sebagai berpindahnya oksigen ke sel tubuh dan keluarnya karbondioksida dari dalam tubuh. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan aktifitas normal yang ada dalam tubuh. Oksigen dalam tubuh manusia yang berasal dari pernapasan yang digunakan untuk proses pembakaran (penyembuhan). Melalui proses oksidasi dihasilkan energi yang digunakan untuk aktivitas kehidupan manusia. Proses pembakaran ini disebut respirasi sel karena proses ini terjadi di dalam sel.
Pernapasan tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan dan sel tubuh yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam bernapas manusia dibantu dengana beberapa alat atau organ pernapasan sebagai berikut:
Gambar 1. Alat Pernapasan pada
Manusia
a. Hidung
Hidung menjadi alat pertama yang digunakan untuk proses masuknya oksigen ke dalam tubuh. Hidung juga menjadi salah satu indera manusia yang digunakan untuk membau. Di dalam hidung terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi untuk menyaring oksigen yang masuk dan tercampur dengan kotoran seperti debu. Kotoran tersebut akan tersaring di hidung agar tidak ikut masuk pada faring.
b. Faring
Organ kedua dalam sistem pernapasan manusia setelah hidung adalah faring. Faring adalah persimpangan jalan untuk masuknya oksigen dan makanan (pada proses pencernaan).
Bagian ini menjadi persimpangan antara mulut-kerongkongan dan hidung-tenggorokan.
c. Laring
Setelah dari faring, udara masuk akan dibawa ke laring atau pangkal tenggorokan. Bagian ini terdiri atas tulang rawan pembentuk jakun. Laring tertutup oleh katup yang disebut epiglottis. Saat menelan makanan, katup ini akan melipat ke bawah dan menutup laring dan saat digunakan untuk bernapas katup ini akan membuka.
d. Trakea
Trakea atau batang tenggorokan adalah bagian yang berbentuk pipa berukuran 9 cm. Bagian ini dilapisi oleh selaput berlendir yang berfungsi untuk membawa debu atau kotoran yang ikut masuk saat menghirup udara untuk dikeluarkan. Pada trakea terdapat cabang yang disebut sebagai bronkus.
e. Bronkus
Setelah melewati trakea udara akan dibawa ke bagian bronkus (berjumlah satu pasang) bagian satu membawa udara ke paru-paru kiri dan bagian dua membawa ke paru paru kanan.
Bronkus kanan terbagi menjadi tiga cabang bronkiolus, sedangkan bronkus kiri terbagi menjadi 2 cabang bronkiolus.
f. Bronkiolus
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus memiliki dinding yang lebih tipis dan saluran yang lebih kecil dari bronkus.
Bronkiolus memiliki fungsi untuk membawa udara ke alveolus melalui kantung-kantung kecil.
g. Alveolus
Saluran terakhir dari alat pernapasan pada manusia adalah alveolus. Alveolus berbentuk seperti gelembung-gelembung udara. Alveolus digunakan sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.
h. Paru-paru
Alat pernapasan utama bagi manusia adalah paru-paru.
Paru-paru terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut lobus.
Terdapat tiga lobus di paru-paru kanan dan dua lobus di paru- paru kiri. Paru-paru memiliki peran penting dalam proses pernapasan.
Berbeda dengan tumbuhan atau tanaman, di mana mereka melakukan fotosintesis. fotosintesis adalah proses di mana tumbuhan menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara, air dari tanah, dan menggunakan sinar matahari untuk memproduksi glukosa dan oksigen. Yang mana proses ini terjadi di stomata, yaitu lubang-lubang kecil di daun yang berfungsi untuk pertukaran gas.
Sedangkan proses pernapasan pada hewan itu berbeda-beda.
Tergantung jenis hewan dan jenis tempat tinggalnya. Contohnya seperti mamalia yang berpanas menggunakan hidung dan paru-paru.
Berbeda dengan ikan, ikan bernapas menggunakan insang yang terletak di bagian sisi kiri dan kanan pada kepala ikan, cacing tanah, melakukan pernapasan melalui kulit mereka dengan pertukaran gas langsung dengan lingkungan, dan serangga memiliki trakea, yaitu tabung-tabung kecil yang membawa udara langsung ke jaringan tubuh.
2. Membutuhkan makanan
Sebagai makhluk hidup, manusia sangat lapar dan haus. Oleh karena itu, keinginan makan dan minum merupakan salah satu kondisi yang dapat dilihat pada diri seseorang bersamaan dengan pernafasannya. Apabila kebutuhan makan dan minum seseorang tidak tercukupi, maka tubuh menjadi lemas dan tidak mampu bekerja. Makanan sangat diperlukan manusia sebagai sumber energi dan pengganti sel-sel yang rusak. Secara umum fungsi makanan bagi makhluk hidup ada 3 yaitu :
1. Sebagai sumber energi
2. Sebagai bahan kerangka biosintesis (komponen penyusun sel dan jaringan tubuh)
3. Nutrisi esensial yang membantu fungsi fisiologis
Selama ini, air dibutuhkan oleh seluruh tubuh, merupakan pelarut beberapa bahan kimia, vitamin dan mineral. Setelah melalui proses biologi dan kimia, makanan diubah menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, sebagian zat tersebut diubah menjadi energi melalui proses pembakaran (oksidasi).
Secara umum makanan yang sehat harus mengandung zat-zat makanan sebagai berikut :
1. Karbohidrat: Merupakan makanan pokok sebagai sumber energi bagi tubuh kita. Jenis karbohidrat yang dimakan sangat bervariasi, namun secara umum makanan pokok penduduk di Indonesia adalah nasi. Akan tetapi
makanan pokok di beberapa daerah bukan nasi, melainkan jagung, sagu, kentang, gandum, dan ubi.
2. Protein: Protein merupakan bahan makanan yang berfungsi sebagai penghasil kalori, membangun sel-sel dan jaringan baru, mengganti sel sel dan jaringan yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh. protein dapat dipenuhi oleh sumber protein hewani yaitu daging, ikan, udang, telur, keju, hati dan susu, berbagai jenis kacang- kacangan atau polongan, dan gandum.
3. Lemak: Mempunyai fungsi sebagai penghasil kalor yang besar. Lemak juga berfungsi sebagai pembangun sel-sel tertentu, pelarut berbagai jenis vitamin (A,D,E,K), pelindung tubuh pada suhu rendah. Sumber lemak yang berasal dari hewan adalah: lemak daging, keju, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur. Lemak tumbuhan dapat diperoleh dari buah kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buak adpokat.
4. Vitamin: Vitamin diperlukan dalam jumlah kecil, namun fungsinya sangat penting untuk berlangsungnya proses metabolisme. Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
1) Vitamin yang larut dalam air: vitamin B,dan C 2) Vitamin yang larut dalam air: vitamin A,D,E,K 5. Garam Mineral: Garam mineral sangat dibutuhkan oleh
tubuh untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan fungsi dan pertumbuhan sel-sel. Beberapa jenis garam mineral yang dibutuhkan oleh tubuh adalah:
1) Kalium (K) dan Magnesium 2) Kalsium
3) Fosfor 4) Besi 5) Fluor 6) Yodium
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut- turut dimulai dari 1. Rongga Mulut, 2. Esofagus, 3.
Lambung, 4. Usus Halus, 5. Usus Besar, 6. Rektum, 7. Anus.
1. Rongga Mulut
Makanan pertama Makanan kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah dan kelenjar ludah.
2. Faring
Faring merupakan penghubung rongga mulut dengan kerongkongan.
3. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung.
4. Lambung
Lambung menghasilkan asam lambung (asam klorida) dan enzim pencernaan seperti pepsin yang membantu memecah protein dalam makanan. Suasana asam ini juga membantu membunuh bakteri atau patogen dalam makanan. Lambung juga memiliki otot-otot kuat yang terus bergerak dan mencampur makanan dengan cairan lambung, mengubahnya menjadi cairan yang lebih mudah dicerna yang disebut chyme. Ini memudahkan proses pencernaan selanjutnya di usus.
5. Usus Halus
Di usus halus, enzim-enzim pencernaan dari pankreas dan empedu dari hati bercampur dengan makanan untuk memecah nutrisi kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Usus halus adalah tempat utama penyerapan nutrisi ke dalam darah. Nutrisi yang diserap ini, kemudian masuk ke dalam aliran darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Gerakan peristaltic usus halus juga yang mendorong sisa makanan yang tidak tercerna atau tidak diserap ke usus besar untuk proses lebih lanjut dan pembentukan feses.
6. Usus Besar
Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.
Tumbuhan memerlukan makanan berupa nutrisi untuk tumbuh dan berkembang, yang diperoleh melalui proses berikut:
1. Fotosintesis: Tumbuhan hijau menghasilkan makanannya sendiri dengan fotosintesis. Dalam proses ini, tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara dan air dari tanah, kemudian menggunakan energi matahari untuk mengubahnya menjadi glukosa (gula) sebagai sumber energi dan oksigen sebagai produk sampingan.
2. Nutrisi dari Tanah: Tumbuhan juga menyerap mineral dan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan kalsium dari tanah melalui akarnya.
Nutrisi ini penting untuk berbagai fungsi sel, pertumbuhan, dan perkembangan tumbuhan.
3. Air: Air sangat penting untuk fotosintesis, transportasi nutrisi, dan menjaga struktur sel tumbuhan.
Sistem pencernaan hewan invertebrata bervariasi, tetapi umumnya melibatkan mulut, kerongkongan, lambung, dan usus.
Beberapa hewan memiliki rongga pencernaan yang lebih sederhana, sementara yang lain memiliki struktur yang lebih kompleks.
3. Tumbuh dan berkembang
Semua makhluk hidup dari kecil hingga besar mengalami pertumbuhan. Misalnya, bayi terus bertumbuh sampai menjadi dewasa. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran makhluk hidup karena sel bertambah jumlah dan ukurannya. Pertumbuhan
adalah perubahan ukuran dan karakteristik seseorang juga proses bertambahnya isi dan berat jaringan tubuh yang tidak dapat diubah.
Indikator pertumbuhan dapat diukur dengan pertumbuhan panjang, pertumbuhan tinggi badan,berat badan (pertambahan kecil biomassa tubuh). Pertumbuhan dikendalikan oleh faktor internal (genetika, kondisi fisiologis, status gizi, dll) dan faktor eksternal (lingkungan), sehingga waktu dan intensitas perkembangan berbeda-beda antar organisme.
Perkembangan: Perkembangan hewan invertebrata bisa mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk tubuh dari tahap larva ke tahap dewasa. Metamorfosis membantu hewan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
4. Berkembang biak
Reproduksi merupakan kemampuan suatu organisme agar dapat memperoleh keturunan yang baru, sehingga mampu mempertahakankan dan melestarikan keberlangsungan hidup spesiesnya. Sistem reproduksi pada individu bermula ketika seseorang masuk ke tahap puberitas. Hal ini di tandai dengan adanya kemampuan testis untuk memproduksi sel kelamin jantan (sperma) dan serta adanya hormon testosteron pada laki-laki. Sedangkan pada perempuan ditandai dengan adanya kemampuan ovarium memproduksi sel telur (ovum) dan hormon estrogen.
Banyak hewan invertebrata bereproduksi secara seksual, dengan organ reproduksi yang berbeda tergantung pada jenis kelamin.
Pemilihan pasangan, kopulasi, dan pembentukan telur atau sel sperma adalah bagian dari proses reproduksi ini.
Adapun reproduksi secara aseksual seperti:
1. Fragmentasi: memisahkan tubuhnya menjadi beberapa bagian, lalu beberapa bagian tersebut akan tumbuh menjadi individu lain. Contohnya, cacing pipih.
2. Tunas: Tunas tumbuh dari tubuh induk dan kemudian lepas menjadi individu baru (contoh: hidra).
3. Partenogenesis: Telur berkembang tanpa pembuahan dan menghasilkan individu baru, terjadi pada beberapa jenis serangga, seperti lebah dan semut.
5. Bergerak
Bergerak merupakan sebuah aktivitas perubahan posisi atau perpindahan tempat, baik seluruh maupun sebagian dari anggota
tubuh. Manusia pada bergerak karena adanya otot dan tulang/rangka yang saling bekerja sama. Gerakan tulang disebut gerak pasif karena tulang tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot. Sedangkan gerakan dari otot ini disebut sistem gerak aktif. Alat gerak aktif dan pasif inilah yang bekerja sama untuk menimbulkan pergerakan pada manusia.
1) Alat Gerak Pasif (Rangka)
a. Rangka kepala Rangka kepala atau sering disebut juga dengan tengkorak, yang tersususn atas selurut tulang-tulang yang terdapat di kepala
b. Rangka badan meliputi rangka yang terletak pada daerah badan, yakni dada dan rangka tulang belakang. Tulang dada sebagai tulang depan rangka badan tersusun atas 24 tulang rusuk (12 pasang, kanan-kiri).
c. Rangka anggota gerak berfungsi untuk mendukung terjadinya pergerakan tubuh. Anggota gerak atas (tangan) terdiri atas bahu, tulang lengan atas, siku, tulang pengupil dan hasta, pergelangan tangan, telapak, dan jari – jari tangan.
d. Anggota gerak bawah, disebut juga kaki meliputi tulang-tulang dari panggul, paha, tempurung lutut, tulang kering dan betis, telapak kaki, hingga tulang ruas-ruas jari
2) Sendi
Sendi merupakan titik dua buah tulang saling bertemu. Sendi diikat oleh ligamen dan tendon. Terdapat tiga kelompok sendi, yakni sendi tidak dapat bergerak (contohnya pada antar 80 tulang tengkorak), sendi dengan gerakan terbatas (contohnya pada antar tulang belakang), dan sendi yang bergerak bebas. Sendi dengan gerakan bebas ada 4 jenis, yaitu:
a. Sendi Engsel adalah sendi yang hanya dapt gerakan ke satu arah. Contoh sendi engsel adalah sendi yang terdapat pada siku yang mempertemukan lengan atas dengan lengan bawah.
b. Sendi Putar merupakan sendi yang terdapat pada tulang yang berputar pada tulang yang lain. Biasanya kedua tulang akan berbentuk saling menyilang.
Contoh dari sendi ini adalah tulang pengupil yang memutari tulang hasta dengan poros bagian siku.
c. Sendi Pelana merupakan sendi yang dapat menggerakan tulang secara dua arah. Contoh dari sendi ini adalah ibu jari tangan. Dimana ibu jari dapat bergerak ke depan dan ke samping.
d. Sendi Peluru merupakan sendi yang mempertemukan antara tulang yang dapat bergerak ke segala arah dengan bertumpu pada tulang. Contoh sendi peluru adalah pertemuan pada lengan atas dengan bahu, yang dapat menyebabkan lengan atas dapat bergerak ke segala arah.
Gambar 5.3. Macam-macam sendi
3) Alat Gerak Aktif (Otot)
Otot sebagai alat gerak aktif dalam sistem gerak bertugas untuk membantu pergerakkan tulang. Otot merupakan jaringan dalam tubuh manusia yang terbentu atas jaringan konektif, jaringan ikat, atau jaringan penyokong). Dalam sistem gerak otot mempunyai tugas utamanya adalah untuk melakukan kontraksi 82 agar dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh.
Sedangkan hewan invertebrata memiliki beragam alat gerak, termasuk kaki, sirip, tentakel, dan banyak lagi, tergantung pada jenisnya. Alat gerak ini membantu hewan bergerak dan beradaptasi dengan lingkungan. Pada tumbuhan, gerakannya lebih pasif, umumnya hanya gerak bagian tubuh tertentu seperti ujung batang, akar dan bunga. Ada beberapa jenis gerak pada tumbuhan, yaitu Gerakan taksis, Gerak nasti, dan Gerakan tropisme. Gerakan- gerakan tersebut terjadi karena adanya reaksi hormone pada tumbuhan, contohnya seperti hormone auksin.
6. Menanggapi Rangsangan (Iritabilitas)
Dalam hal ini makhluk hidup memiliki nervous system. Ini merupakan kemungkinan makhluk hidup ketika merasakan sesuatu saat terjadi suatu perubahan yang ada di lingkungan, makhluk hidup juga dapat bereaksi terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Reaksi ini muncul saat makhluk hidup menerima rangsangan.
Rangsangan disini dapat berupa cahaya, panas, dingin, bau dari gas, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain. Manusia dan hewan menggunakan indra untuk mengenali adanya rangsangan.
Sedangkan pada tumbuhan , kita perlu melakukan secara saksama karena hanya beberapa jenis tumbuhan saja yang dapat mudah teramati, misalnya gerak menutup daun putri malu apabila menerima rangsang berupa sentuhan.
7. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh organisme. Zat-zat sisa ini harus dikeluarkan agar tidak menumpuk dan menjadi racun bagi tubuh. Proses ekskresi ini sangat penting karna dapat menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit serius jika kita tidak membuang zat zat sisa metabolisme yang ada di dalam diri kita.
Adapun sistem ekskresi pada manusia terdiri atas sejumlah organ, yaitu paru-paru, kulit, hati, usus besar, dan ginjal. Masing-masing organ ekskresi tersebut memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk membuang zat sisa dan racun dari dalam tubuh.
Gambar 3. Sistem Ekskresi pada Manusia
a. Ginjal
Fungsi ginjal adalah menyaring sisa makanan, obat-obatan atau racun dari darah. Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengontrol keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika tubuh Anda memiliki kelebihan garam atau mineral, ginjal Anda akan mengeluarkannya. Sampah yang terkumpul kemudian akan diubah menjadi urin dan akan keluar saat buang air kecil.
b. Hati
Fungsi hati adalah menghancurkan sel darah merah, dan eritrosit (hemoglobin) yang sudah tua dan rusak, Organ terbesar ini bertanggungjawab atas produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein pembawanya agar dapat dialirkan dalam darah. Hati juga berfungsi untuk memproduksi hormon pertumbuhan pada anak-anak.
c. Paru-paru
Paru-paru mengeluarkan zat sisa metabolisme tubuh berupa karbon dioksida dan air melalui proses pernapasan. Saat bernapas, oksigen yang dihirup manusia akan menuju paru- paru dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui darah.
d. Kulit
kulit berperan dalam mengeluarkan keringat melalui kelenjar keringat yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Sebagai kelenjar eksresi yang memiliki kelenjar peluh yang mampu membuang kelebihan air dan garam dengan demikian kulit sebagai organ pembantu yang penting bagi paru-paru dan ginjal. Kelenjar keringat ini memproduksi keringat yang mengandung garam, air, atau zat-zat lain yang tidak diperlukan oleh tubuh.
e. Usus Besar
Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan yang bertanggungjawab dalam proses ekskresi. Berbeda dengan ginjal dan kulit yang mengeluarkan zat-zat sisa dalam bentuk cairan, usus besar mengeluarkan zat sisa berbentuk padat, yaitu feses.
Tumbuhan tidak memiliki sistem ekskresi yang kompleks seperti pada manusia ataupun hewan, tetapi mereka tetap melakukan proses ekskresi untuk mengeluarkan zat-zat sisa. Berikut adalah beberapa cara tumbuhan mengeluarkan zat sisa:
a) Pengeluaran Oksigen dan Karbon Dioksida: Melalui proses fotosintesis, tumbuhan menghasilkan oksigen (O₂) yang dilepaskan melalui stomata pada daun.
Sedangkan karbon dioksida (CO₂) dikeluarkan sebagai hasil respirasi seluler.
b) Gutasi: Pada malam hari atau saat kelembapan udara tinggi, tumbuhan mengeluarkan air dalam bentuk cair melalui hidatoda, proses ini disebut gutasi.
c) Ekskresi melalui Lendir atau Kelenjar: Beberapa tumbuhan mengeluarkan zat sisa dalam bentuk resin atau getah melalui kelenjar khusus.
d) Penyimpanan dan Pengendapan: Zat-zat sisa seperti tanin atau kristal kalsium oksalat disimpan di bagian- bagian tertentu tumbuhan, seperti vakuola atau jaringan tua.
e) Transpirasi: Penguapan air melalui stomata yang membantu mengatur suhu tumbuhan dan mengeluarkan sebagian kecil zat sisa.
Sistem Ekskresi dan Pengeluaran Limbah pada hewan invertebrata terdiri dari:
1. Tubulus Malpighi: Serangga memiliki tubulus malpighi yang berfungsi untuk menghilangkan limbah beracun dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
2. Sistem Ekskresi Lainnya: Beberapa invertebrata memiliki organ ekskresi seperti nephridia (pada cacing) atau kelenjar ekskresi khusus.
8. Beradaptasi
Adaptasi adalah proses di mana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Adaptasi memungkinkan makhluk hidup untuk mempertahankan fungsinya meskipun lingkungan sekitarnya berubah. Adapun contoh adaptasi dibagi menjadi tiga yaitu:
Adaptasi Morfologi: Perubahan bentuk atau struktur tubuh untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Contohnya
seperti unta yang memiliki punuk yang menyimpan lemak yang berfungsi sebagai cadangan makanan di padang pasir yang kering dan panas.
Adaptasi Fisiologi: Penyesuaian fungsi-fungsi biologis dalam tubuh. Contoh: Teratai memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan air dari tubuhnya, mengingat lingkungannya yang berair.
Adaptasi Perilaku: Penyesuaian cara hidup atau perilaku agar sesuai dengan lingkungan. Misalnya, banyak hewan yang mengubah pola aktivitas mereka, seperti menjadi nokturnal (aktif di malam hari) untuk menghindari panas di siang hari.