• Tidak ada hasil yang ditemukan

Destinasi Wisata Kubu Gadang Padang Panjang

N/A
N/A
Rwd Byu

Academic year: 2023

Membagikan "Destinasi Wisata Kubu Gadang Padang Panjang"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER SENI WISATA

“Destinasi Wisata Kubu Gadang Padang Panjang”

Diajukan kepada Ibu Yade Surayya, S.Sn., M.Sn. dan Bapak Wilman Iswira Novatianus, M.Sn. untuk memenuhi UTS Seni Wisata

OLEH:

VIOLA RATU KIRANI NIM: 03101920

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI INSTITUT SENI INDONESIA PADANG PANJANG

JURUSAN SENI MUSIK FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN

2023

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan objek pariwisata yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki keunggulan sendiri- sendiri termasuk potensi alam dan budayanya. Pariwisata sebagai andalan perekonomian dalam operasionalnya bertumpu pada kebudayaan serta partisipasi masyarakat di destinasi pariwisata. Peran destinasi pariwisata menjadi penting terutama dalam mengemas kehidupan masyarakat dan kebudayaan lokal menjadi sebuah daya tarik wisata.

Daya tarik tersebut dikemas menjadi produk wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, baik produk wisata yang ditawarkan dalam bentuk terpisah maupun produk wisata yang berbentuk paket wisata. Dengan demikian akan terjadi hubungan timbal balik antara kebudayaan dengan partisipasi masyarakat setempat. Hubungan timbal balik tersebut harus saling menguntungkan artinya pariwisata harus mampu meningkatkan kebudayaan dan sebaliknya dapat menumbuhkan kemajuan pariwisata sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, membuka lapangan kerja, memberantas kemiskinan, dan meratakan pembangunan.

Salah satu daerah yang sedang melakukan pengembangan pariwisata dan menjadi daerah tujuan wisata di Sumatera Barat adalah Kota Padang Panjang.

Sesuai dengan visi Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, “Terwujudnya Padang Panjang sebagai Kota Tujuan Wisata yang Berdaya Saing”. Sehubungan dengan visi pemerintah Kota Padang Panjang tersebut, saat ini Kota Padang Panjang terus meningkatkan sektor pariwisata dan melakukan pengembangan pada objek-objek wisata yang dianggap potensial untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Padang Panjang. Salah satu objek wisata yang potensial untuk dikembangkan adalah Desa Wisata Kubu Gadang,

(3)

Secara geografis, Desa Kubu Gadang dikelilingi oleh area perbukitan yang hijau dan subur, serta sawah terasering yang menghiasi lanskap desa. Keadaan alam ini menggambarkan kondisi tipikal dari Sumatera Barat serta sumber daya alam yang mempengaruhi gaya hidup dan kehidupan masyarakat desa.

Keberadaan sumber air dan lahan pertanian yang subur memungkinkan masyarakatnya untuk Bertani dan mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Kubu Gadang kini telah berkembang menjadi desa wisata yang menonjolkan kekayaan budaya Minangkabau dan keindahan alam sekitarnya. Kehidupan sehari-hari masyarakat desa menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan dan mengenal lebih dekat upacara adat, tarian tradisional, serta kegiatan seni dan budaya lainnya. Melalui kegiatan wisata ini, desa Kubu Gadang berupaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan warisan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya, serta memberikan pengalaman unik bagi pengunjung yang datang.

B. Tujuan Analisis Lapangan

Adapun tujuan analisis dalam penulisan ini, yaitu:

1. Mengidentifikasi karakteristik destinasi wisata Kubu Gadang di Kota Padang Panjang

2. Menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi destinasi wisata Kubu Gadang

3. Mengidentifikasi faktor pengaruh keberlanjutan pariwisata budaya pada destinasi wisata Kubu Gadang

4. Mengidentifikasi penyusunan strategi pengembangan pariwisata.

(4)

BAB II

METODE ANALISIS

A. Deskripsi metode analisis yang digunakan

Metode analisis yang digunakan mengenai desa wisata Kubu Gadang ini menggunakan metode analisis deskriptif Kualitatif. Analisis data kualitatif adalah proses mencari data dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh, baik dalam bentuk catatan lapangan, dokumentasi, dan bahan-bahan lain dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, yang diakhiri dengan membuat kesimpulan, sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

B. Penjelasan tentang data yang dikumpulkan

Penulisan ini menggunakan teknik analisis data dengan metode studi literatur.

Semua data yang terkumpul melalui jurnal dan artikel dari website yang berkaitan dengan desa wisata Kubu Gadang, dirumuskan dan dianalisis kemudian diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan Penulis yang dituangkan ke dalam tulisan.

(5)

BAB III HASIL ANALISIS

A. Identifikasi Karakteristik destinasi wisata budaya

Sejarah berdirinya Desa Wisata Kubu Gadang di Jalan Haji Miskin, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang hingga berhasil masuk 75 besar. Setelah tiga kali ikut ajang gelar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Desa Wisata Kubu Gadang akhirnya masuk 75 besar pada tahun 2023 ini. Pengelola Desa Wisata Kubu Gadang, Yuliza Zen mengungkapkan sejarah berdirinya dan perjuangan Desa Wisata Kubu Gadang menuju 75 besar ADWI tahun 2023. Beliau mengungkapkan, Desa Wisata Kubu Gadang yang terdiri dari 2 RT ini, penduduknya awalnya bekerja bercocok tanam padi di sawah. Dengan kondisi daerah yang memiliki hawa sejuk dan dingin serta tanah yang subur, Beliau (Yuliza) bersama pemuda-pemudi Kubu Gadang berkeinginan mengembangkan pariwisata di desa ini.

Pada tahun 2014 silam, Yuliza bersama pemuda-pemudi Kubu Gadang berkesempatan mengikuti pelatihan desa wisata. Melalui pelatihan inilah yang menjadi cikal bakal merubah desa ini bisa berkembang.

Pada tahun 2015, lahirlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kubu Gadang.

Dengan pengembangan wisata yang dilakukan, desa wisata ini memberanikan diri ikut ADWI. “Pada tahun 2021 Desa Kubu Gadang berhasil masuk 100 besar ADWI. Kemudian tahun 2022 ikut lagi dan juga masuk 100 besar. Pada tahun 2023 ini berhasil masuk 75 besar,” ungkap Yuliza dihadapan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno yang berkunjung ke desa Kubu Gadang, Sabtu, April 2023.

Perjuangan mengembangkan Desa Wisata Kubu Gadang tersebut dirintisnya tanpa menggunakan dana desa dan hanya mengandalkan swadaya masyarakat.

Pada tahun 2018 dengan menghadirkan pasar digital dan berkat sejumlah program paket wisata, di desa wisata ini transaksi penjualannya mencapai

(6)

Rp.268.000.000,00. Namun, sejak pandemi Covid-19, mengalami penurunan hingga Rp.61.000.000,00 per tahun.

Kemudian, pada tahun 2022 mulai meningkat dengan transaksi penjualan mencapai Rp.284.000.000,00. Bahkan pada triwulan pertama tahun 2023 ini transaksi penjualan sudah mencapai Rp.43.000.000,00. Yuliza mengungkapkan, Desa Wisata Kubu Gadang berhasil masuk 75 besar ADWI tahun ini, karena menurut penilaian juri, memenuhi 100 persen lima kategori desa wisata, dari segi daya tarik pengunjung.

Desa wisata Kubu Gadang yang tidak memiliki potensi alam, namun memiliki manusia kreatif yang membuat pengunjung tertarik datang. Aktivitas masyarakat seperti menanam cabai, memandikan kerbau di pagi hari berhasil dijadikan daya tarik wisata. “Jadi aktivitas masyarakat di des aini yang kita jual dan menarik pengunjung datang,” ungkap Yuliza.

Di desa ini juga ada seni budaya yang dikemas dalam paket wisata, baik itu randai dan seni tradisi. “Kita juga punya event internasional dan nasional dengan paket wisata,” terangnya. Desa ini juga ada paket menu rumah makan yang nikmat. Namun, diakuinya saat ini memiliki keterbatasan dari segi packaging.

Desa wisata Kubu Gadang juga memiliki fasilitas 20 Homestay. Dari 20 Homestay itu, tujuh homestay sudah standar CHSE. Namun, di desa ini terkendala keterbatasan fasilitas toilet.

“Di desa ini juga ada fasilitas outbond, family chatering. Juga ada paket wisata lumpur dan edukasi dari pemadam kebakaran (Damkar). Desa wisata Kubu Gadang juga sudah layak jadi tujuan MICE,” terangnya.

Dari segi fashion, di desa wisata Kubu Gadang juga menggelar Festival Baju Saisuak. Desa ini juga menghasilkan seni kriya yang masih manual dengan mengolah bambu dan tempurung menjadi produk. “Wisatawan bisa belajar langsung mengolahnya,” terangnya.

Dari segi digital kreatif, Desa wisata Kubu Gadang satu-satunya desa wisata yang memiliki theme song. Punya akun media sosial Tiktok, Instagram dan Facebook. Dari segi kelembagaan Desa wisata Kubu Gadang, mengalami

(7)

perubahan dari pokdarwis menuju koperasi pariwisata syariah saat menuju usia 10 tahun. Desa wisata Kubu Gadang juga menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Sumbar dan juga mitra pendampingan PT Pertamina.

Berikut ini adalah struktur Organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Kubu Gadang.

(8)

Pembina

1. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat

2. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Panjang

Penasehat

1. Camat Kecamatan Padang Panjang Timur 2. Lurah Kelurahan Ekor Lubuk

3. Ketua RT 7,8,9, dan 11 4. Niniak Mamak Kubu Gadang 5. Pemuka Masyarakat Kubu Gadang 6. Persatuan Pemuda Kubu Gadang (PPKG)

Pengurus Harian Ketua: Noviendy, SE

Wakil Ketua: Riandri Joni Sekretaris: Yuliza Zen SE,Sy Wakil Sekretaris: Rahma Dewi Bendahara: Fani Arsyad

Wakil Bendahara: Revi Yernita

1. Seksi Kesenian 2. Seksi Homestay 3. Seksi Guiding 4. Seksi Souvenir 5. Seksi Kuliner 6. Seksi Pendidikan

7. Seksi Fotografi dan Dokumentasi 8. Seksi Permainan Tradisional 9. Seksi Outbond

10. Seksi SDM dan Humas 11. Seksi Sarana dan Prasarana 12. Seksi Keamanan dan Ketertiban 13. Seksi Kebersihan dan Keindahan

(9)

Kubu Gadang yang memiliki semboyan “Jadikan Kubu Gadang Kampung Halaman Anda di Sumatera Barat” ini, meramu desa dengan penuh sentuhan inovasi dalam bentuk komodifikasi tradisi-tradisi Minang menjadi gerbang paket wisata berupa kesenian, kuliner hingga permainan tradisional berbalut edukasi. Berikut yang menjadi daya tarik terhadap pesona Kubu Gadang.

1. Pemandangan alam yang elok. Adanya hamparan sawah yang sangat luas dan terlihat asri karena hampir 70% area persawahan dan ladang yang begitu produktif mewarnai desa Kubu Gadang.

2. Desa wisata Kubu Gadang memaksimalkan wisata buatan dengan mendirikan pasar digital Kubu Gadang pada tahun 2018 yang dilengkapi dengan permainan tradisional seperti permainan pacu upiah. Tak hanya itu, desa wisata Kubu Gadang juga memiliki fungame seperti ice breaking randai dan permainan outbond, experiental learning dimana wisatawan diajarkan bagaimana cara menanam padi, membuat pupuik batang padi, memetik lado kutu atau cabe rawit dan membuat kelas belajar seperti belajar Bahasa Inggris.

3. Desa wisata Kubu Gadang memiliki berbagai seni yang bisa dinikmati oleh wisatawan, diantaranya Randai atau drama tradisional Minangkabau. Pertunjukan Randai tidak hanya hiburan namun diselipkan juga pendidikan moral, karena semua kisah yang diangkat dalam randai mengusung ajaran tentang budi, malu, susila, dan pendidikan karakter.

4. Pertunjukan Pencak Silat. Adanya pertunjukan pencak silat di desa wisata Kubu Gadang yang dikenal dengan Silek Lanyah atau bersilat di dalam lumpur.

5. Desa ini juga memiliki alat musik tradisional yang menjadi daya tarik wisata seperti alat musik tambua, talempong, dan tasa. Alat musik tradisional ini juga digunakan untuk penyambutan tamu yang datang ke desa wisata Kubu Gadang. Tak hanya itu, alat musik tradisional ini diajarkan juga kepada wisatawan.

6. Budaya yang dijadikan salah satu daya tarik desa wisata Kubu Gadang yaitu makan baradaik dengan petatah petitih. Makan baradaik menyuguhkan nuansa makan secara adat dan tradisi Minangkabau yang diiringi dengan petatah petitih atau pantun. Dan

(10)

ada juga tradisi manyerak bareh kunyit, yaitu salah satu prosesi yang digunakan untuk penyambutan tamu dengan diiringi petatah petitih minang oleh Bundo Kanduang kemudian dilakukan penaburan beras kunyit kepada tamu.

7. Desa wisata Kubu Gadang juga mempunyai budaya yang dijadikan daya tarik wisatawan, yaitu Makan Bajamba.

(11)

B. Analisis Faktor Internal dan Eksternal a. Faktor Internal

- Kekuatan

1. Potensi daya tarik wisata baik wisata alam maupun wisata budaya 2. Tersedianya alokasi anggaran pembangunan pariwisata daerah 3. Padang Panjang menjadi salah satu Kawasan strategis Pariwisata.

- Kelemahan

1. Belum optimalnya pengelolaan potensi pariwisata untuk mendukung peningkatan ekonomi kreatif

2. Kualitas dan kapasitas SDM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif belum memadai

3. Minimnya sarana dan prasarana penunjang pada objek wisata

b. Faktor Eksternal - Peluang

1. Adanya kerjasama antara Provinsi dan 4 Kota di Sumatera Barat untuk mengembangkan pariwisata

2. Letak geografis Kota Padang Panjang yang strategis, kondisi iklim dan pemandangan alam yang mendukung

3. Terbukanya peluang promosi pariwisata melalui teknologi informatika

- Ancaman

1. Makin berkembangnya objek-objek wisata di luar kota Padang Panjang.

2. Meningkatnya persaingan pariwisata sebagai dampak adanya perdagangan bebas.

c. Faktor Pengaruh Keberlanjutan Pariwisata Budaya

Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pariwisata budaya di desa Kubu Gadang adalah penduduk setempat, karena merupakan pihak yang paling

(12)

banyak dieksploitasi. Apabila mereka mendapatkan lebih banyak dampak negatif daripada positif, maka masyarakat setempat akan menolak kegiatan pariwisata apapun. Hal tersebut akan membuat industri tidak berkelanjutan, baik dari segi pembangunan ekonomi di daerah maupun dari segi sosial budaya.

C. Penyusunan strategi pengembangan pariwisata

Strategi pengembangan yang dilakukan Desa Wisata Kubu Gadang secara optimal kembali terpilih lagi menjadi Desa Wisata terbaik di Sumatera Barat, untuk melihat tingkat strategi pengembangan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Mahriani bahwa syarat untuk mengembangkan desa wisata harus memenuhi kriteria 4A+1C, yaitu:

a. Atraksi Wisata

Saat ini desa wisata Kubu Gadang sudah memenuhi salah satu faktor unsur pokok yang menunjang pengembangan desa wisata dan potensinya perlu untuk dipertahankan, namun belum berarti Desa Wisata Kubu Gadang dapat bertahan dengan penghargaan desa wisata terbaik di Sumatera Barat, untuk itu diperlukan strategi pengembangan dari pengelola.

Strategi pengembangannya terhadap atraksi yang ada di desa wisata Kubu Gadang yaitu dengan cara mempertahankan dan melestarikan potensinya yang ada yaitu berupa potensi alamnya yang masih asri dan sejuk, potensi kesenian dan kebudayaannya seperti silek lanyah, pacu upiah, menanam padi, makan baradaik, makan bajamba dan tradisi daya tarik lainnya, serta potensi makanan khasnya yang ada seperti nasi baka, dendeng pisang, dan makanan tradisional lainnya.

b. Amenities (Fasilitas)

Adanya inovasi terhadap fasilitas pengembangan desa wisata Kubu Gadang dan secara tidak langsung menunjukkan beberapa strategi pengembangan dan upaya yang dilakukan untuk memperoleh kembali desa wisata terbaik di Sumatera Barat yaitu adanya perencanaan pembuatan café,

(13)

pembuatan gerbang Kubu Gadang dilengkapi dengan patung Silek Lanyah, membuat beberapa spot foto dengan mengangkat tema tradisi dan alam, membuat petunjuk arah, membuat filosofi Kubu Gadang dan menambah lahan parkir.

c. Accesbility (Aksesbilitas)

Saat ini aksesbilitas yang terdapat di desa wisata Kubu Gadang sudah dikatakan baik karena akses jalannya yang sudah bagus dan beraspal serta letaknya pun sangat strategis dekat dengan destinasi wisata lainnya. Desa wisata Kubu Gadang letaknya yang strategis dekat dengan destinasi lain, oleh karena itu diketahui adanya strategi pengembangan yang dilakukan yaitu menjaga kolaborasi terhadap destinasi lainnya atau destinasi sekitarnya guna untuk menjaga hubungan yang baik sesama destinasi dan saling mempromosikan agar menjadi desa wisata yang berkelanjutan.

d. Ancillaries (Pelayanan Tambahan)

Desa wisata Kubu Gadang terdapat penyediaan pelengkap atau tambahan berupa pemandu wisata, peta dan pusat informasi wisatawan, serta tempat penukaran uang dengan koin ketika pasar digital dibuka, selain itu desa wisata Kubu Gadang juga bekerja sama dengan pihak swasta yaitu travel agent dan photografer.

Adanya dukungan dari pihak luar swasta yaitu travel agent dan photografer dan diketahui adanya upaya strategi pengembangan yang dilakukan oleh pengelola adalah selalu menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan pihak tersebut agar kerjasama yang dilakukan bisa membantu mempromosikan desa wisata Kubu Gadang dan menarik wisatawan untuk berkunjung.

e. Community Involvement (Keterlibatan Masyarakat)

Masyarakat desa wisata Kubu Gadang mendukung pembangunan desa wisata, tetapi dalam prakteknya masih ada sebagian kecil yang belum terlibat.

Oleh karena itu ditemukan strategi yang dilakukan dari pengelola yaitu mencari regenerasi penggerak dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat guna untuk menyadarkan masyarakat atas manfaat

(14)

adanya desa wisata serta memberikan pelatihan bahasa asing bagi pengelola desa wisata Kubu Gadang. Untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri masyarakat, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Padang Panjang juga memberikan penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat. Dinas Pariwisata juga mengajak pengelola khususnya dari anggota Pokdarwis untuk melakukan studi banding ke desa-desa wisata yang sudah berkembang.

(15)

BAB IV KESIMPULAN

Ringkasan hasil analisis lapangan

Berawal dari keinginan Yuliza Zen beserta pemuda-pemudi Kubu Gadang untuk mengembangkan pariwisata di desanya yang akhirnya melahirkan Pokdarwis Kubu Gadang yang terorganisir dengan baik. Dengan usaha dan kegigihan mereka tanpa menggunakan dana desa hanya swadaya masyarakat. Pada tahun 2018 menghadirkan pasar digital yang menghasilkan transaksi ratusan juta rupiah dan pada tahun 2023 berhasil masuk 75 besar ADWI. Desa Kubu Gadang memiliki manusia kreatif sebagai daya tarik wisatanya, disamping seni budaya seperti atraksi silek lanyah, makanan khasnya dan fasilitas-fasilitas yang ada seperti homestay dan sebagainya. Desa Kubu Gadang juga mempunyai akun-akun media sosial. Mereka juga menjalin kerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Sumatera Barat. Sama seperti daerah wisata lainnya. Desa Kubu Gadang tentunya harus terus berbenah untuk lebih menarik wisatawan seperti peningkatan sarana dan prasarana terutama dalam menghadapi persaingan dari daerah wisata-wisata lainnya.

Rekomendasi untuk pengembangan destinasi wisata budaya

Desa wisata Kubu Gadang ini, dengan adanya kesenian, kuliner, dan permainan tradisional yang menjadi wisata edukasi, harus dilestarikan dan dipertahankan. Akan tetapi, ada beberapa saran dari Penulis terhadap desa wisata Kubu Gadang ini, diantaranya:

1. Membuat pusat pagelaran seni yang sesuai dengan iklim Padang Panjang yang mempunyai intensitas hujan yang cukup tinggi, dengan tetap mengutamakan kenyamanan para wisatawan. Dan mereka tetap bisa menikmati keindahan alam dan kebudayaan yang ada di desa Kubu Gadang sambil menikmati makanan khas desa Kubu Gadang di waktu hujan yang justru menambah kenikmatan makanan dan minuman yang kita santap. Sehingga meskipun hujan, kegiatan dapat terus berjalan.

Karena kegiatan di desa Kubu Gadang sering tertunda disebabkan hujan.

(16)

2. Memperluas lapangan parkir. Semakin luas lahan parkir semakin banyak wisatawan yang datang tanpa harus khawatir tidak ada tempat untuk memarkirkan kendaraan mereka.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Desa Wisata Kubu Gadang. (Juli 2020). Universitas Bung Hatta. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2023, dari http://repo.bunghatta.ac.id/5922/Bab%201.pdf Aulia, F, dkk. (Agustus 2021). KOLABORASI PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA KUBU GADANG. Jurnal Administrasi Negara. Volume 13, Number 1.

https://jurnal.unpad.ac.id/jane/article/download/35045/15869. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.

Marshesa, NA, Yulianda, H. (2021). Strategi Pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang Sebagai Salah Satu Desa Wisata terbaik di Sumatera Barat. I-TOURISM. Volume 1, Nomor 1.

https://ojs.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/i-tourism/article/download/4631/2204. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.

Miana, M. (4 April 2023). Yuk Intip Sejarah Berdirinya Desa Wisata Kubu Gadang Padang Panjang Hingga Masuk 75 Besar ADWI 2023. Haluan.com. https://www.harianhaluan.com/news/108325891/yuk-intip- sejarah-berdirinya-desa-wisata-kubu-gadang-padang-panjang-hingga-masuk-75-besar-adwi-

2023?page=3.

(18)

LAMPIRAN

Gambar 1. Homestay di Desa Wisata Kubu Gadang

Sumber: Website “BeritaMinang.com” diakses 10 Oktober 2023.

Gambar 2. Silek Lanyah

Sumber: Website “EVENTGUIDE.ID” diakses 10 Oktober 2023

(19)

Gambar 3. Wisata Edukasi Memandikan Kerbau Sumber: Website “Padek.co” diakses 10 Oktober 2023

Gambar 4. Wisata Edukasi Menanam Padi

Sumber: Website “Kitasiar.com” diakses 10 Oktober 2023

(20)

Gambar 5. Randai

Sumber: Website “repo.bunghatta.ac.id” diakses 10 Oktober 2023

Gambar 6. Makan Bajamba

Sumber: Instagram “kominfopadangpanjang” diakses 10 Oktober 2023

(21)

Gambar 7. Koin Kubu Gadang

Sumber:Website @Travelingyuk.com diakses 10 Oktober 2023

Gambar 8. Lapak pedagang untuk Pasar Digital Kubu Gadang Padang Panjang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023

(22)

Gambar 9. Panggung Seni Kubu Gadang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023

Gambar 10. Area Atraksi Silek Lanyah Kubu Gadang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023

Referensi

Dokumen terkait

Laporan tugas akhir ini berisikan mengenai strategi promosi sesuai permasalahan destinasi wisata budya sejarah Situs Percandian Batujaya. Tujuan dari penelitian ini

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan dari perancangan Pengembangan Taman Wisata Rekadena di Kabupaten Kubu Raya

METI ARAINI, Potensi Destinasi Wisata Pantai Tongaci (Studi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Tongaci sebagai Pusat Konservasi dan LIterasi) Dibimbing

Berdasarkan bagan diatas, pengembangan destinasi wisata di Desa Bukit Terak memiliki beberapa faktor yang menunjang upaya pengembangan dalam membangun sebuah desa

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pengembangan pariwisata kampung nelayan sebagai destinasi wisata baru di Kota Padang dengan pemberdayaan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi desa wisata budaya wayang kulit sebagai destinasi wisata minat khusus dan komoditas pariwisata Indonesia studi kasus Desa Wisata

Konsep Perancangan Konsep perancangan destinasi wisata Desa Sidoharjo memakai penerapan sesuai dengan pendekatan arsitektur ekologis yang meliputi terciptanya kawasan hijau,

Citra Destinasi dan Strategi Positioning secara bersama sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung bagi wisatawan ke destinasi wisata Pantai