Desa Wisata Kubu Gadang
UJIAN T EN GAH SEM EST ER M ATAK ULI AH SEN I W I SATA VIO LA RAT U K IRAN I
0 3 1 0 1 9 20
Latar Belakang
Secara geografis, Desa Kubu Gadang dikelilingi oleh area perbukitan yang hijau dan subur, serta sawah terasering yang menghiasi lanskap desa. Keadaan alam ini menggambarkan kondisi tipikal dari Sumatera Barat serta sumber daya alam yang mempengaruhi gaya hidup dan kehidupan masyarakat desa. Keberadaan sumber air dan lahan pertanian yang subur memungkinkan masyarakatnya untuk Bertani dan mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Kubu Gadang kini telah berkembang menjadi desa wisata yang menonjolkan kekayaan budaya Minangkabau dan keindahan alam sekitarnya. Kehidupan sehari-hari masyarakat desa menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan dan mengenal lebih dekat upacara adat, tarian tradisional, serta kegiatan seni dan budaya lainnya. Melalui kegiatan wisata ini, desa Kubu Gadang berupaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan warisan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya, serta memberikan pengalaman unik bagi pengunjung yang datang.
Begini Penjelasan dari Seorang Pengelola Desa Wisata Kubu Gadang (Yuliza Zen) perjalanan
menuju 75 besar ADWI.
Sejarah berdirinya Desa Wisata Kubu Gadang bermula dari keinginan masyarakat untuk
melestarikan kebudayaan Minangkabau dan sekaligus menjadi sumber penghidupan baru yang berbasis Pariwisata. Dengan memadukan kekayaan budaya, arsitektur, dan keindahan alam yang dimiliki Kubu Gadang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Perjalanan Kubu Gadang menjadi Desa Wisata dimulai dengan inisiatif masyarakat dan
pemerintah setempat untuk mengelola, mempromosikan, dan mengembangkan berbagai aspek yang menjadi daya tarik wisata di desa ini. Program pembinaan desa, peningkatan kualitas
pelayanan dan fasilitas, serta pengelolaan kegiatan seni dan budaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Kubu Gadang.
Kemudian, melalui Kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan sector swasta, Desa Kubu Gadang mulai dikenal lebih luas dan menarik minat wisatawan. Promosi dan pengembangan
pariwisata dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, promosi wisata, dan partisipasi dalam event atau festival.
Dalam Perjalanannya, Kubu Gadang berhasil masuk ke dalam 75 besar desa wisata di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan prestasi yang telah dicapai oleh Desa Wisata Kubu Gadang dalam mengembangkan dan melestarikan budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakatnya.
Keberhasilan ini mencerminkan komitmen dan Kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku pariwisata dalam menciptakan destinasi wisata berkualitas yang menawarkan
pengalaman unik dan otentik bagi para pengunjung. Dengan terus berupaya mengingkatkan kualitas dan daya Tarik pariwisata, Desa Wisata kubu Gadang diharapkan dapat terus
berkembang dan menjadi contoh bagi desa wisata lain di Indonesia.
Lalu, apa yang menjadi daya tarik wisata Kubu Gadang?
Desa Kubu Gadang, sebagai sebuah desa dengan budaya Minangkabau yang kental, memiliki berbagai jenis kesenian yang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi local. Berikut beberapa kesenian yang dapat ditemukan di Kubu Gadang.
1. pemandangan alam yang elok. Adanya hamparan sawah yang sangat luas dan terlihat asri, menciptakan pemandangan alam yang indah dan menarik. Desa wisata Kubu Gadang memiliki lingkungan yang asri dengan perbukitan hijau, udara segar, dengan suasana pedesaan yang tenang, menjadikannya destinasi yang ideal untuk relaksasi dan menikmati keindahan alam.
2. Desa Wisata Kubu Gadang memiliki wisata kuliner. Desa ini menawarkan hidangan khas Minangkabau yang lezat seperti rendang, sate padang, gulai ayam dan lain-lainnya. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner ini di warung dan restoran lokal.
3. Desa Wisata Kubu Gadang memaksimalkan wisata buatan dengan mendirikan pasar digital Kubu Gadang tahun 2018 yang dilengkapi dengan permainan tradisional seperti permainan Pacu Upiah. Desa wisata Kubu Gadang juga memiliki fungame seperti ice breaking Randai dan permainan Outbond, experiental learning dimana wisatawan diajarkan bagaimana cara menanam padi, membuat pupuik batang padi, memetik lado kutu atau cabe rawit, dan membuat kelas belajar seperti belajar Bahasa Inggris.
4. adanya pertunjukan Randai atau drama tradisional Minangkabau. Randai ini tidak hanya hiburan, namun juga diselipkan Pendidikan moral, karena semua kisah yang diangkat dalam randai
mengusung ajaran tentang budi, malu, Susila, dan Pendidikan karakter.
5. adanya pertunjukan pencak silat yang dikenal dengan Silek Lanyah atau bersilat di dalam lumpur.
6. desa ini juga memiliki alat music tradisional yang menjadi daya tarik wisata, seperti alat music tambua, tasa, dan talempong. Alat music tersebut juga dimainkan saat upacara penyambutan tamu yang dating ke desa wisata kubu gadang. Tak hanya itu, alat music tradisional tersebut juga diajarkan kepada wisatawan.
7. adanya budaya yang dijadikan sebagai daya tarik wisata, yaitu Makan bajamba. Selain itu juga ada yang namanya Makan baradaik, yang dilaksanakan dengan diiringi petatah-petitih atau pantun. Dan ada juga tradisi manyerak bareh kunyik, adalah prosesi yang digunakan untuk penyambutan tamu dengan diiringi petatah-petitih oleh Bundo Kanduang kemudian dilakukan penaburan beras kunyit kepada tamu
8. akomodasi yang beragam. Desa Kubu Gadang menawarkan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari penginapan tradisional hingga hotel berbintang, yang menawarkan fasilitas yang memadai dan
layanan yang ramah.
Berikut beberapa gambar yang menjadi daya tarik wisata kubu gadang.
Gambar 1. Homestay di Desa Wisata Kubu Gadang
Sumber: Website “BeritaMinang.com” diakses 10 Oktober 2023.
Gambar 2. Silek Lanyah
Sumber: Website “EVENTGUIDE.ID” diakses 10 Oktober 2023
Gambar 3. Wisata Edukasi Memandikan Kerbau Sumber: Website “Padek.co” diakses 10 Oktober 2023
Gambar 4. Wisata Edukasi Menanam Padi
Sumber: Website “Kitasiar.com” diakses 10 Oktober 2023
Gambar 5. Randai
Sumber: Website “repo.bunghatta.ac.id” diakses 10 Oktober 2023
Gambar 6. Makan Bajamba
Sumber: Instagram “kominfopadangpanjang” diakses 10 Oktober 2023
Gambar 7. Koin Kubu Gadang
Sumber:Website @Travelingyuk.com diakses 10 Oktober 2023
Gambar 8. Lapak pedagang untuk Pasar Digital Kubu Gadang Padang Panjang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023
Gambar 9. Panggung Seni Kubu Gadang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023
Gambar 10. Area Atraksi Silek Lanyah Kubu Gadang Sumber: Photo Pribadi akses 10 Oktober 2023
Apa Faktor Internal dan Eksternalnya?
A. Faktor Internal
◦ 1. Kekuatan
◦ - kemampuan untuk menarik perhatian melalui keindahan alam dan kekayaan budaya
◦ - ketersediaan dana anggaran untuk pengembangan pariwisata di daerah tersebut
◦ - Padang Panjang dianggap sebagai salah satu Kawasan startegis Pariwisata
◦ 2. Kelemahan
◦ - pengelolaan potensi pariwisata yang belum maksimal untuk mendukung peningkatan ekonomi kreatif
◦ - keterampilan dan kemampuan SDM dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih kurang mencukupi
◦ - minimnya sarana dan prasarana penunjang pada objek wisata.
B. Faktor Eksternal
◦ 1. Peluang
◦ - kolaborasi antara provinsi dan 4 kota di Sumatera Barat dalam rangka pengembangan sector pariwisata
◦ - lokasi kota Padang Panjang yang menguntungkan secara geografis, didukung oleh iklim dan keindahan alamnya
◦ - terbukanya peluang untuk mempromosikan pariwisata dengan memanfaatkan teknologi informasi
◦ 2. Ancaman
◦ - pertumbuhan objek-objek wisata di luar kota Padang Panjang semakin meningkat
◦ - meningkatnya persaingan pariwisata sebagai dampai adanya perdagangan bebas.
Faktor Pengaruh Keberlanjutan Pariwisata budaya
Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pariwisata budaya di desa wisata Kubu Gadang adalah penduduk setempat, karena merupakan pihak yang paling banyak dieksploitasi. Apabila mereka mendapatkan lebih banyak dampak negatif daripada positif maka masyarakat setempat akan menolak kegiatan pariwisata apapun. Hal tersebut akan membuat industri tidak berkelanjutan, baik dari segi pembangunan ekonomi di daerah maupun dari segi sosial budaya.
Bagaimana penyusunan strategi
pengembangan desa wisata Kubu Gadang?
Berikut adalah strategi pengembangan desa wisata Kubu Gadang dengan menggunakan teori 4A+1C yang dikemukakan oleh Mahriani.
1. Attraction (Atraksi/Daya Tarik): mengidentifikasi dan mengembangkan daya tarik wisata di Kubu Gadang, baik yang berhubungan dengan alam maupun budaya. Ini dapat mencakup
pelestarian arsitektur tradisional, promosi seni dan tradisi Minangkabau, serta pengembangan wisata alam.
2. Accessibility (Aksesibilitas): memastikan mudahnya akses bagi wisatawan ke Desa Wisata Kubu Gadang. Hal ini dapat mencakup pengembangan infrastruktur transportasi, seperti jalan, jalur transportasi public, dan peta panduan bagi wisatawan.
3. Amenity (Fasilitas): menyediakan fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti penginapan, restoran, dan toilet umum. Selain itu, juga penting untuk memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan wisata.
4. Ancillary (Layanan Pendukung): mengembangkan layanan pendukung yang diperlukan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, seperti informasi dan bantuan wisata, layanan
perbankan, internet, dan penyediaan oleh-oleh khas. Layanan pendukung ini akan menggugah ketertarikan dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
5. Community (Masyarakat): melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengembangan dan pengelolaan desa wisata Kubu Gadang. Hal ini mencakup partisipasi aktif warga dalam
pengambilan keputusan, promosi produk dan jasa lokal, serta penciptaan pekerjaan di sector pariwisata. Keterlibatan masyarakat membantu menciptakan kesadaran akan pentingnya
pariwisata dan pelestarian lingkungan dan budaya bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan menerapkan prinsip 4A+1C dalam penyusunan strategi pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang, akan tercipta lingkungan Pariwisata yang berkualitas, menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, dan memajukan destinasi wisata secara keseluruhan.