PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah hal-hal yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait dengan keikutsertaannya dalam pengelolaan objek wisata, antara lain: (a) peningkatan lapangan kerja dan (b) peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata. Penelitian ini berfokus pada permasalahan yang ada pada saat penelitian ini dilakukan mengenai Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Tempat Wisata Topejawa di Kabupaten Takalar. Partisipasi masyarakat merupakan partisipasi aktif, baik dalam (a) perencanaan, (b) pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan, serta (c) monitoring dan evaluasi dalam program pengembangan tempat wisata Topejawa Kabupaten Takalar.
Perencanaan daya tarik wisata yaitu keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pengembangan daya tarik wisata menjadi perhatian pertama. Sayalah yang terlibat langsung dalam pengelolaan objek wisata ini untuk melihat capaian masyarakat yang turut serta dalam pengembangan objek wisata ini” (hasil wawancara dengan PL, 12 Juli 2018. Berdasarkan wawancara di atas, maka Pendiri objek wisata tersebut turut terlibat langsung dalam menjalankan pengelolaannya, sehingga dapat melihat sejauh mana perkembangan partisipasi masyarakat setempat dalam pengembangan tempat wisata Topejawa.
Dari wawancara di atas terlihat bahwa pengelolaan dan pelayanan di tempat wisata merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik. Partisipasi masyarakat terhadap sarana dan prasarana adalah peran serta masyarakat tergantung pada tersedianya (a) sarana transportasi dan (b) prasarana kendaraan serta tempat lain yang disediakan oleh Pengelola Daya Tarik Wisata Topejawa Kabupaten Takalar. Hal ini juga yang diungkapkan oleh masyarakat sebagai pekerja di tempat wisata tentang partisipasinya di bidang fasilitas.
Berdasarkan wawancara diatas, maka perlu dikembangkan perencanaan awal dari pihak pengelola untuk menyediakan fasilitas wisata seperti angkutan umum yang ada serta pintu masuk dan keluar kawasan objek wisata. Hal ini juga yang diungkapkan oleh masyarakat sebagai pekerja di tempat wisata tentang partisipasinya dalam bidang sarana dan prasarana. Hal ini dianggap sebagai hal positif yang diterima oleh masyarakat sekitar tempat wisata” (Wawancara Jumat, 6 Juli 2018.
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata ini diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak kelompok masyarakat yang memiliki penghargaan tinggi terhadap pengembangan pariwisata di wilayahnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Pengembangan Objek Wisata
Konsep Pariwisata
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kepariwisataan, termasuk pengusaha daya tarik dan fasilitas wisata, serta perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Kegiatan pariwisata adalah suatu kegiatan yang tujuannya adalah penyediaan jasa wisata, atau penyediaan dan pengelolaan atraksi dan sarana wisata, kegiatan sarana dan prasarana wisata, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatannya. Melihat secara khusus pariwisata, dapat digunakan sebagai alat untuk mengurangi kesenjangan saling pengertian antara kawasan yang sudah berkembang dan biasanya merupakan kawasan wisata atau kawasan “Pengiriman Wisatawan” dengan kawasan yang mengembangkan pariwisata.
Dalam konteks ini, pariwisata harus dilihat sebagai industri yang memberikan kontribusi terhadap proses pembangunan ekonomi dan sosial, terlepas dari berkembang atau tidaknya wilayah tersebut, maka organisasi dan badan usaha tersebut tetap harus dianggap sebagai unit industri, antara lain: fokus yang tulang punggung perekonomian saat ini bergerak dari industri klasik menuju era revolusi industri, hal ini juga mempunyai dimensi dan pandangan yang berbeda-beda. Apalagi pariwisata merupakan sektor yang kompleks, termasuk industri dalam pengertian klasik, seperti industri cinderamata dan industri kerajinan tangan. Pemahaman klasik tentang industri ini memang membuka jalan bagi pendekatan atau pengakuan yang lebih modern untuk mencapai batas makna jika industri sebagai suatu kelompok badan usaha akan memproduksi barang atau benda dengan cara yang lebih modern untuk mencapai batas makna jika industri tersebut. industri sebagai suatu kelompok badan usaha akan menghasilkan barang tertentu.
Definisi ini juga dapat diperluas mencakup atau mencakup badan usaha yang menghasilkan suatu jenis produksi dan melalui proses yang sama. Suatu produk atau kegiatan yang dapat dikerjakan atau disentuh dan tidak dapat disentuh, apabila memenuhi kebutuhan tertentu seseorang, harus dianggap sebagai produk industri. Apabila suatu rangkaian produk yang akan dihasilkan oleh berbagai organisasi kerja dan badan usaha secara lebih spesifik menunjukkan bahwa keseluruhan fungsi atau kegunaannya berkaitan dan dapat membuktikan status atau kedudukannya dalam kehidupan perekonomian, maka organisasi dan badan usaha tersebut harus dianggap sebagai suatu kesatuan industri. dipertimbangkan...
Kerangka Pikir
Dan yang paling perlu ditekankan oleh berbagai pihak dalam partisipasi ini adalah: a) Partisipasi masyarakat dalam sarana dan prasarana, b) Partisipasi masyarakat dalam mempromosikan daya tarik wisata dan c) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan daya tarik wisata, seperti peningkatan lapangan kerja dan peningkatan daya tarik wisata. pendapatan ekonomi masyarakat.
Fokus penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Partisipasi masyarakat dalam bidang sarana dan prasarana merupakan partisipasi masyarakat dengan melihat ketersediaan sarana transportasi yang menjadi acuan utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan penciptaan objek wisata ini dengan melihat sejauh mana pemanfaatannya. itu disediakan. sehingga mudah diakses oleh pengunjung. Ketersediaan prasarana wisata merupakan lahirnya sebuah ide dalam bentuk apapun agar pengunjung semakin tertarik untuk datang, selain memikirkan strategisnya letak tempat wisata yang ditawarkan dan kebutuhan wisatawan terhadap tempat wisata tersebut. Partisipasi masyarakat dalam bidang promosi daya tarik wisata adalah partisipasi masyarakat dengan melakukan sosialisasi atau promosi melalui komunikasi lisan dalam bentuk audio yaitu daya tarik wisata bekerjasama dengan pihak lain untuk mengiklankannya secara luas melalui video pendek atau melalui media sosial dan sosialisasi dalam bentuk tulisan. berupa pembuatan plakat atau poster bagi masyarakat guna mengundang dan menarik minat masyarakat untuk datang dan mengunjungi objek wisata Topejawa Kabupaten Takalar.
Meningkatnya lapangan kerja menjadi faktor yang memberikan pengaruh baik terhadap keberadaan tempat wisata Topejawa dimana masyarakat diberikan kesempatan untuk berkarya secara pribadi dengan berbagai keterampilan dan kreasi yang dimilikinya masing-masing. Peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat merupakan peluang terbesar yang dimiliki masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai faktor yang memberikan pengaruh baik terhadap keberadaan objek wisata Topejawa ini.
METODE PENILITIAN
Jenis dan TipePenelitian
Sumber data
Informan Penelitian
Berdasarkan wawancara di atas dikatakan bahwa yang ikut serta dalam perencanaan pengembangan objek wisata ini adalah masyarakat pada umumnya. “Pengunjung adalah aset terbesar tempat wisata ini, sehingga kita harus melayani mereka dengan baik” (hasil wawancara dengan AN, 13 Juli 2018). Berdasarkan wawancara di atas, pemerintah desa secara tidak langsung bertugas melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja setiap masyarakat yang diberi tugas dan tanggung jawab masing-masing terhadap pengembangan objek wisata ini.
Unsur penting dalam pengembangan suatu kawasan wisata adalah keterlibatan masyarakat terhadap daya tarik wisata dalam segala aspeknya. Unsur penting dalam pengembangan suatu kawasan wisata adalah keterlibatan masyarakat sekitar objek wisata dalam segala aspek objek wisata tersebut. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan berbagai informan, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam bidang promosi merupakan hal yang tidak lepas dari perumusan kebijakan pengembangan atraksi wisata.
Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah hal-hal yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait dengan keikutsertaannya dalam pengelolaan objek wisata, seperti peningkatan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata. Fokus pemerintah daerah terhadap peningkatan lapangan kerja seharusnya menjadi tujuan utama objek wisata ini. Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa keberadaan objek wisata ini dapat mendukung terbukanya banyak lapangan kerja bagi masyarakat sekitar objek wisata.
Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam pengembangan tempat wisata, begitu pula pihak-pihak yang memang ingin menggarap tempat wisata tersebut. Bentuk partisipasi masyarakat selanjutnya adalah partisipasi masyarakat pada kawasan promosi yang tidak lepas dari pengambilan kebijakan pengembangan daya tarik wisata.
Teknik Pengumpula Data
Teknik Analisis Data
Sehingga data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data nantinya ketika diperlukan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data yang paling umum digunakan adalah data dalam bentuk naratif. Penyajian data memudahkan untuk memahami situasi yang terjadi dan merencanakan pekerjaan masa depan berdasarkan apa yang telah dipahami.
Kesimpulan pertama yang akan disampaikan masih bersifat tentatif dan juga akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung dalam proses pengumpulan data selanjutnya. Namun jika kesimpulan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang sahih dan konsisten ketika peneliti kembali ke lokasi pengumpulan data, maka hal tersebut akan merugikan.
Pengabsahan Data
Partisipasi masyarakat melalui berbagai bentuk keterlibatan warga dalam perencanaan kebijakan yang dibuat oleh pihak swasta untuk membangun tempat wisata merupakan suatu hal yang penting. Sejak awal objek wisata ini direncanakan, terlihat pengunjung sangat antusias untuk berkumpul di tempat ini. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk membenahi destinasi pantai setiap harinya selalu sama, sehingga masyarakat terpikir untuk menyerukan didirikannya tempat wisata ini.
Adapun bagaimana seorang pekerja menjalankan fungsinya, maka akan ada pihak yang bertugas memantau dan mengevaluasi tempat wisata. Pengembangan atraksi wisata merupakan perpanjangan dari konsep inti pariwisata yang berarti masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata. Pengembangan atraksi wisata merupakan perpanjangan dari konsep inti pariwisata yang berarti masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata.
Perencanaan awal oleh pihak pengelola harus dikembangkan untuk menyediakan sarana dan prasarana tempat wisata seperti lahan yang luas, akomodasi yang sesuai serta suasana yang baik dan indah. Masyarakat sebagai tenaga kerja merupakan ujung tombak dalam suatu pekerjaan khususnya tempat wisata ini yang memerlukan tenaga dan kerja keras yang cukup besar. Promosi tempat wisata dianggap sebagai rencana atau strategi yang akan dilaksanakan sebagai modal investasi di masa depan.
Berdasarkan wawancara di atas, para pekerja dan manajemen akan terus mengembangkan isu-isu lokal terhadap tempat wisata ini agar kedepannya para pengunjung tetap menjadikan tempat wisata ini sebagai tujuan utama mereka untuk mengajak dan menghibur keluarga mereka. Pengelolanya tidak fokus menjaring warga sekitar tempat wisata saja, tapi juga warga kecamatan lain di Kabupaten Takalar.