Penelitian epidemiologi prospektif menunjukkan bahwa berkurangnya aktivitas fisik membawa risiko penyakit jantung koroner yang lebih tinggi (Petersen et al., 2012). Dengan demikian, aktivitas fisik, terutama olahraga teratur, akan meningkatkan biogenesis mitokondria dan kapasitas oksidatif otot rangka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan (Joseph et al., 2006). Kondisi ini terjadi akibat peningkatan kadar insulin-like growth factor binding protein-1 (IGFBP-1) dan penurunan konsentrasi faktor pertumbuhan epidermal (EGF) (Rundqvist et al., 2013).
Nrf2 kemudian bertranslokasi ke nukleus dan berikatan dengan ARE bersama dengan protein fibrosarcoma musculoaponeurotic kecil (sMaf) untuk menginduksi ekspresi gen sitoprotektif seperti Heme Oxygenase-1 (HO-1), Peroxyredoxin-1 (Prx-1), thioredoxin untuk mengaktifkan -1 (Trx -1), transporter asam amino anionik sistin glutamat (xCT), glutathione-S-transferase (GST), dan NAD(P)H:quinone oxidoreductase (NQO-1) (Son et al., 2008 ). Molekul ini sangat reaktif dan akan menyerang molekul stabil di dekatnya dan mengubahnya menjadi radikal bebas (Kothari et al., 2010). Mekanisme ini menyerupai mekanisme kerja ROS untuk menginduksi ekspresi gen penyandi antioksidan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya (Son et al., 2008).
PENDAHULUAN
Alternatif untuk memberikan sumber belajar yang menarik dan kontekstual kepada siswa adalah dengan menyoroti fenomena lokal asli Indonesia. Beberapa fenomena lokal yang dapat dijadikan sumber pembelajaran adalah keterbelakangan mental di Gunung Kidul, rambut rontok di Dataran Tinggi Dieng, serta tuli dan bisu di Desa Bengkala. , Bali. Ketiga fenomena tersebut sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa, karena di lingkungan sekitarnya banyak dijumpai berupa penyandang disabilitas intelektual, penyandang rambut kusut (kusut), serta tunarungu dan bisu. Fenomena asli Indonesia tidak kalah menariknya dengan fenomena luar negeri. Dengan mempelajari fenomena lokal, memberikan informasi tidak langsung mengenai potensi pewarisan sifat yang akan berdampak buruk atau baik bagi keturunannya di kemudian hari. Berdasarkan penjelasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan; (1) pembelajaran genetika, (2) sumber belajar, (3) fenomena lokal sebagai sumber belajar, dan (4) fenomena lokal asli Indonesia sebagai sumber belajar dalam pembelajaran genetika.
PEMBAHASAN
- Pembelajaran Genetika
- Sumber Belajar
- Fenomena Lokal Sebagai Sumber Belajar
- Fenomena Lokal Asli Indonesia Sebagai Sumber Belajar dalam
- Tuna Grahita di Gunung Kidul Tunagrahita adalah sebutan bagi
- Rambut Gembel di Dataran Tinggi Dieng
- Tuli Bisu di Desa Bengkala, Bali Fenomena tuli bisu di Desa
Itulah beberapa contoh fenomena lokal yang diidentifikasi sebagai sumber belajar untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran atau materi pembelajaran. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai sumber, manfaat penekanan fenomena lokal sebagai sumber pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut. Untuk kajian genetika khususnya materi keturunan manusia, penulis menemukan beberapa fenomena lokal yang dapat dijadikan sumber pengajaran, yaitu keterbelakangan mental di Gunung Kidul, rambul gembel di Dataran Tinggi Dieng, dan tuli dan bisu di desa Bengkala Bali. Ketiga fenomena lokal ini dapat memberikan informasi yang transparan dan relevan mengenai pewarisan sifat dari kedua orang tuanya, serta dapat menghilangkan mitos-mitos yang beredar mengenai fenomena tersebut.
Menjadikan fenomena lokal sebagai sarana pembelajaran merupakan sebuah pilihan sekaligus tantangan bagi guru dan siswa. Sebab, mempelajari fenomena lokal adalah tentang mengungkap “dunia terbuka yang penuh rahasia”.
SIMPULAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil video bilingual siswa antara Model Pembelajaran Konvensional (MPL) dan Model Project Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil video bilingual mahasiswa Unmas Denpasar antara Model Pembelajaran Konvensional dan Model Project Based Learning. Rubrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik analitis dengan interval penilaian sebagai berikut, Awal (1-12), Berkembang (13-24).
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah Pengajaran Biologi Bahasa Inggris Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 17 orang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peningkatan kesadaran lingkungan siswa dengan hadirnya komposter mini.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peningkatan kesadaran lingkungan dikalangan pelajar dengan hadirnya komposter mini. PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA KULIAH KEPERAWATAN DASAR I BAGI SISWA PROGRAM TINGKAT I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penerapan problem based learning pada materi biologi Program Studi Ilmu Keperawatan Dasar (IDK) I Tingkat I STIKES Bali.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan Cronbach's alpha sebesar 0,71. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini akan membahas persepsi mahasiswa mengenai penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran biologi pada mata kuliah Keperawatan Dasar I pada mahasiswa tingkat I Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Bali. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa Program Studi Keperawatan Tingkat I Semester I STIKES Bali.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya.
MENUMBUHKAN SIKAP ILMIAH DAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KOLABORASI
PEMBELAJARAN IPA DENGAN CERITA DONGENG
METODE PENELITIAN
Sampel penelitiannya adalah 40 siswa kelas X SMAN 8 Mataram (2 kelas) yang ditentukan melalui purposive sampling. Dari dua kelas yang dipilih, satu kelas ditetapkan secara acak sebagai kelas kontrol dengan menggunakan strategi konvensional dan satu kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model PBL. Analisis data digunakan analisis deskriptif dan uji statistik Anakov yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (LSD) pada taraf signifikansi 5% (p <0,05) dilakukan untuk menguji hipotesis menggunakan SPSS for Windows.
HASIL PENELITIAN
- Keterampilan Pemecahan Masalah Hasil penelitian ini menunjukkan
- Keterampilan Berpikir Kritis
- Kesadaran Metakognitif
Keterampilan pemecahan masalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi dengan PBL berpengaruh signifikan terhadap skor keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Paidi (2008) yang melaporkan bahwa PBL yang dipadukan dengan strategi metakognitif dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi. Hasil penelitian ini tidak mendukung teori Ausubel (Lohnan, 1996) bahwa kemampuan akademik siswa mempunyai pengaruh.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa interaksi antara strategi pembelajaran dan keterampilan akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap skor keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi dengan PBL berpengaruh signifikan terhadap skor berpikir kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tidak berbeda secara signifikan antara siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan rendah.
Temuan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Setiawan (2005), Hadi (2007) dan Muhfahroyin (2009), yang menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah mengenai kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi. Namun hasil penelitian ini berbeda dengan temuan Usman (1996), Tindangen (2006), Winarni (2006) dan Indriwati (2007) yang melaporkan bahwa siswa dengan kemampuan akademik tinggi memperoleh nilai berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi. . dengan kemampuan akademik rendah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak terdapat pengaruh strategi pembelajaran, keterampilan akademik dan interaksinya terhadap skor kesadaran metakognitif pada siswa sekolah menengah di Mataram.
Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan penelitian Retnosari (2008) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh strategi PBL terhadap keterampilan metakognitif siswa SMA. Namun hasil penelitian Paidi (2008) menyimpulkan bahwa PBL berpengaruh terhadap keterampilan metakognitif siswa SMA di Sleman. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut: (1) Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berpengaruh signifikan terhadap skor keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap skor keterampilan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kritis. skor kesadaran metakognitif.
SARAN
Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Data berupa hasil penelitian antara lain, (1) strategi eksplorasi lingkungan sekitar sekolah (outdoor learning) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi. Penerapan strategi eksplorasi lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 9 ditinjau dari mata.
Berupa kajian ilmiah terhadap hasil belajar biologi kelas Dalam bentuk kajian ilmiah terdapat hasil belajar siswa Kelas X Biologi SMA Negeri 1 Sukawati tahun pelajaran. Terdapat pengaruh pemanfaatan taman kota sebagai sumber belajar materi ekosistem dengan pendekatan eksplorasi alam terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X MIA SMA Dharma Praja.
Tabel 1d dengan menggunakan uji t menunjukkan terdapat pengaruh pemanfaatan taman kota sebagai sumber belajar materi ekosistem menggunakan pendekatan eksplorasi alam terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X MIA SMA Dharma Praja tahun pelajaran 2015/2016. Data pada tabel 1e dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran langsung terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Blahbatuh tahun pelajaran 2015/2016. Penerapan Strategi Penelusuran Lingkungan Sekitar Sekolah terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi Kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Skripsi Abiansemal tahun ajaran).
Ni Made Ayu Wulan Sri Wijayanti (2012.V.2.0032), dengan judul penelitian: Pengaruh Pemanfaatan Padang Rumput Sebagai Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas X MIA SMA Negeri 1 Abiansemal Tahun Ajaran). Pengaruh pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran langsung terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Blahbatuh pada tahun ajaran skripsi).
PEMBAHASAN
- Seleksi Program Genetik
Ekstrak daun katuk kering dan basah (Sauropus androgynus(L). Merr) mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Ibu hamil dengan anemia cenderung banyak ditemukan pada ibu dengan umur 20-35 tahun, tingkat pendidikan rendah, bekerja kantoran, paritas 0 dan usia kehamilan trimester I. Anemia tidak berhubungan dengan terjadinya KEK, tingkat anemia. pengetahuan dan tingkat kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet zat besi (P >0,05).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa angka kejadian anemia pada ibu hamil relatif rendah, namun tetap diperlukan pencegahan untuk mengurangi dampak anemia terhadap kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional, dengan subjek penelitian adalah ibu hamil yang tinggal di desa Sangkan Gunung. Distribusi frekuensi status anemia, KEK, tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan asupan zat besi pada ibu hamil.
Hasil uji Chi-square menunjukkan anemia tidak berhubungan dengan prevalensi KEK, tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet zat besi (P>0,05). Hubungan anemia dengan status KEK, tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa anemia pada ibu hamil lebih banyak terjadi pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet zat besi, yaitu 26,7%.
Dilihat dari usia kehamilan, ibu hamil dengan anemia lebih banyak ditemukan pada ibu pada trimester pertama: 42,9%. Ibu hamil dengan anemia sering terjadi pada ibu berusia 20-35 tahun, dengan tingkat pendidikan rendah, bekerja kantoran, paritas 0 dan usia. Anemia pada ibu hamil ditemukan tidak berhubungan dengan kejadian KEK, tingkat pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet zat besi (P>0,05).
Namun ibu hamil yang mengalami anemia cenderung banyak ditemukan pada ibu dengan KEK, tingkat pengetahuan yang tinggi, dan konsumsi tablet zat besi.
Putri Sumaryani dan Ni Nyoman Parmithi Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP PGRI Bali