• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1

Latar Belakang

Salah satu fitur pemanfaatan jaringan komputer yang sering digunakan pada saat ini adalah Hotspot. Karena pemakaiannya mudah dan tidak memerlukan banyak biaya untuk media atau perangkatnya. Hotspot tidak lagi membutuhkan kabel terlalu banyak untuk dapat sharing data.

Sebab Hotspot mengandalkan media transmisi nirkabel atau tanpa kabel yang menggunakan sinyal(Stmik & Padang, 2013). Pada saat ini, manajemen hotspot dapat dilakukan secara terpusat pada suatu jaringan komputer. Manajemen user yang sebelumnya harus dilakukan secara terpisah dapat digabungkan menjadi satu manajemen yang telah disentralisasikan. Manajemen hotspot yang sudah tersentralisasikan dapat meningkatkan efektifitas dalam mengelola jaringan.

Terdapat penelitian sebelumnya yang sudah mengangkat topik sentralisasi manajemen hotspot yang mencakup tentang konfigurasi yang digunakan untuk merancang sentralisasi manajemen hotspot. I Putu Hariyadi (2017) telah melakukan penelitian terkait dengan Sentralisasi Manajemen Hotspot dengan menerapkan Transparent Bridge Tunnel EoIP over SSTP pada konfigurasi hotspot sehingga manajemen user hotspot yang aktif dapat dilakukan secara terpusat serta pembuatan titik hotspot baru dapat dilakukan dengan konfigurasi minimal sehingga lebih efektif dan efisien.

Penelitian sebelumnya hanya berfokus mengembangkan sentralisasi hotspot menggunakan metode transparent bridge tunnel EoIP over SSTP yang dikonfigurasi melalui Winbox dimana untuk melakukan konfigurasi harus membuka jendela Winbox yang berbeda. Dimana manajemen konfigurasi belum maksimal dikarenakan manajemen sentralisasi hotspot

(2)

yang seharusnya dapat dilakukan secara terpusat ternyata masih membutuhkan konfigurasi yang dilakukan secara terpisah dalam jendela Winbox yang berbeda. Hal ini akan menyebabkan munculnya masalah seiring dengan semakin bertambahnya titik hotspot baru, konfigurasi harus diketik manual berulang-ulang yang akan mengurangi efisiensi manajemen sentralisasi hotspot yang sudah ada dikarenakan rentan akan masalah seperti kemungkinan salah memasukkan perintah serta membutuhkan waktu yang lama.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, peneliti melihat dari saran yang telah ada. Yaitu mengembangkan aplikasi manajemen dan monitoring sentralisasi hotspot untuk meningkatkan efisiensi dalam melakukan proses manajemen. Peneliti tertarik untuk mengembangkan aplikasi manajemen sentralisasi hotspot dengan menggunakan metode yang berbeda, yaitu BCP over SSTP. Karena untuk sentralisasi hotspot dengan menggunakan BCP over SSTP lebih mudah dibandingkan dengan Transparent Bridge Tunnel EoIP over SSTP dikarenakan jumlah konfigurasinya yang lebih sedikit dan keamanan yang terdapat di SSTP sudah cukup aman tanpa harus menggunakan Tunneling EoIP.

Dengan dikembangkannya aplikasi manajemen sentralisasi hotspot berbasis Bridge Control Protocol (BCP) over SSTP ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam memanajemen sentralisasi hotspot dalam manajemen penambahan titik baru dan monitoring user yang terhubung.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang yang sudah ada, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana desain dan implementasi aplikasi manajemen sentralisasi hotspot berbasis Bridge Control Protocol (BCP) over SSTP? ”

(3)

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah yang ditetapkan dalam penelitian ini untuk menjadi lebih terarah adalah sebagai berikut:

1. Rancangan ujicoba akan disimulasikan menggunakan virtualisasi VMWare Workstation 15 Pro. Terdapat 8 Virtual Machine (VM), 6 VM yang terinstall Mikrotik RouterOS v 6.48.3 dan 2 VM yang terinstall Linux Lubuntu v.18.04 x86 yang akan digunakan, rinciannya adalah sebagai berikut:

a. 1 VM sebagai server utama yang dijadikan sebagai SSTP Server untuk sentralisasi hotspot.

b. 3 VM sebagai router yang dijadikan switch/jalur.

c. 2 VM sebagai SSTP Client untuk dijadikan titik hotspot.

d. 2 VM sebagai Client yang akan mengakses hotspot.

2. Aplikasi akan dirancang dengan bahasa pemograman PHP dan framework yang digunakan adalah CodeIgniter 3.0 untuk kerangka halaman dan Bootstrap 3.0 untuk desain webnya.

3. Database yang akan digunakan adalah MySQL.

4. Fitur-fitur yang akan dikembangkan di dalam aplikasi adalah monitoring log router, manajemen profil router, manajemen SSTP Server, manajemen SSTP Client, manajemen hotspot, dan manajemen user hotspot.

5. Skenario ujicoba yang akan dilakukan terdiri dari 5 tahap. Tahapan pertama adalah pembuatan sentralisasi hotspot melalui aplikasi, pembuatan user hotspot melalui aplikasi, pengujian koneksi user hotspot, penambahan titik hotspot baru melalui aplikasi, dan pengujian koneksi user hotspot pada titik hotspot baru.

6. Parameter unjuk kerja yang dianalisis adalah perbandingan efisiensi jumlah step dan waktu konfigurasi antara CMD, Winbox, dan aplikasi.

(4)

1.4 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dan manfaat yang diharapkan setelah diadakannya penelitian ini adalah:

1.4.1 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang aplikasi manajemen dan monitoring sentralisasi hotspot menggunakan metode Bridge Control Protocol (BCP) berbasis web dan membandingkan apakah konfigurasi yang dilakukan melalui aplikasi lebih cepat daripada konfigurasi secara manual?.

1.4.2 Manfaat

Manfaat yang dapat diterima dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi peneliti, penelitan ini memberikan wawasan baru tentang sentralisasi hotspot menggunakan metode Bridge Control Protocol (BCP) over SSTP dan mengetahui bagaimana cara membangun aplikasinya.

2. Bagi ilmu pengetahuan, penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan metode sentralisasi hotspot yang sama atau berbeda maupun dijadikan sebagai referensi dalam mengambil topik penelitian yang berhubungan.

3. Bagi masyarakat, aplikasi yang telah dibuat diharapkan membantu meningkatkan efisiensi dalam membangun sebuah jaringan hotspot.

Dikarenakan konfigurasi yang sudah tersedia, tampilan grafis yang mudah digunakan dapat mengurangi human error pada saat memanajemen hotspot.

1.5 Metodologi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall. Menurut Sasminto (2017), Metode Waterfall adalah model pengembangan sistem informasi yang sistematik. Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana setiap

(5)

kemajuan proses akan terus mengalir ke bawah seperti air terjun. Metode Waterfall memiliki tahapan proses yang menggambarkan keseluruhan pengembangan perangkat lunak yang terstruktur. Adapun tahapan dari metodologi Waterfall yakni, requirements anaylsis and definition, system and software design, implementation and unit testing, intergration and system testing, dan operation and maintenance. Ke-lima tahapan metode Waterfall tersebut, dapat dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1 Tahapan/Model Waterfall

(Sumber: Sasmito, 2017:8)

Dari lima tahapan yang ada pada metodologi Waterfall penulis hanya menggunakan tiga tahapan pertama yakni requirements anaylsis and definition, system and software design, dan implementation and unit testing sebagai berikut:

1. Requirements anaylsis and definition

Dalam tahapan analisis ini pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, baik dengan melakukan pengumpulan data dari jurnal sebelumnya. Setelah melakukan pengumpulan data maka data tersebut selanjutnya akan dianalisa untuk mengetahui masalah yang ada.

(6)

2. System and software design

Tahap ini membuat rancangan topologi jaringan, rancangan pengelamatan IP, rancangan sistem, rancangan desain perangkat lunak, dan kebutuhan perangkat keras maupun perangkat lunak.

3. Implementation and unit testing

Setelah perangkat lunak telah dibangun, tahapan selanjutnya adalah mengujicobakan kemampuan sistem dengan mengadakan simulasi 5 tahap yang dimulai dari pembuatan sentralisasi hotspot, pembuatan user baru, pengujian koneksi user, penambahan titik hotspot baru, dan pengujian koneksi user pada titik hotspot baru.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam menulis skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah berdasarkan latar belakang, batasan masalah dalam penelitian, tujuan dan manfaat yang didapat, metodologi penelitian yang digunakan serta sistematika penulisan skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini memuat tentang teori yang digunakan di dalam penelitian ini sebagai landasan teori antara lain jaringan komputer, model OSI, TCP/IP, hotspot, tunneling, SSTP, BCP, Web Server, Codeigniter, dan MikroTik RouterOS API.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini memuat tentang tahapan-tahapan metodologi penelitian yang digunakan yaitu tahap pengumpulan data, analisa data, rancangan topologi jaringan, rancangan pengalamatan IP, rancangan alur kerja sistem, rancangan desain aplikasi, dan kebutuhan perangkat keras dan lunak.

(7)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini memuat tentang pembahasan hasil konfigurasi dasar, hasil skenario ujicoba serta analisa terhadap hasil ujicoba yang telah dilakukan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memuat tentang kesimpulan yang didapat setelah melakukan penelitian dan saran-saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manajemen perusahaan merupakan bagian dari proses pengolahan dan pengaturan suatu data maupun informasi yang bertujuan untuk mempermudah