Kemampuan berpikir siswa dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika dalam muatan bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Kemampuan siswa dalam menalar dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika dalam muatan aljabar untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Kemampuan siswa dalam menalar dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika dalam muatan geometri untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
Kemampuan siswa dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika tentang isi data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Siswa menyadari pentingnya akhlak yang baik terhadap sesama manusia, alam dan negara, namun hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menyadari pentingnya berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, namun belum sepenuhnya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa mempunyai kesenangan dan pengalaman dalam menghasilkan pemikiran, gagasan, dan karya yang baru dan berbeda, namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memahami adanya minat terhadap keberagaman di berbagai negara dan pentingnya kepedulian terhadap isu-isu global, namun hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajarkan untuk mengelola pikiran, perasaan dan tindakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa menyadari pentingnya mengelola pikiran, perasaan dan tindakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
TIDAK ADA KESENJANGAN ADA KESENJANGAN KESENJANGAN SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan
KESENJANGAN LITERASI
KESENJANGAN NUMERASI
TIDAK ADA KESENJANGAN ADA KESENJANGAN KESENJANGAN SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan capaian
KESENJANGAN INDEKS KARAKTER
Kesenjangan indeks nilai siswa terdiri atas: kesenjangan antar kelompok gender; perbedaan antara status sosial ekonomi; dan perbedaan antar kelompok regional. TIDAK ADA MULLER ADA FORKS SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan performa Tidak ada perbedaan performa. Terdapat perbedaan pencapaian kelas berdasarkan kelompok gender, kelompok sosial ekonomi dan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Terdapat perbedaan yang sangat tinggi dalam pencapaian karakter berdasarkan kelompok gender, kelompok sosial ekonomi dan antara perkotaan dan pedesaan. Tidak terdapat perbedaan indeks karakter satuan pendidikan di perkotaan dan perdesaan.Perbedaan rata-rata indeks karakter satuan pendidikan perkotaan dan satuan pendidikan di perdesaan. Terdapat perbedaan yang sangat tinggi antara indeks karakter satuan pendidikan di perkotaan dan perdesaan.
OPTIMAL TERARAH DISORIENTASI Pembelajaran menunjukkan
KUALITAS PEMBELAJARAN
Suasana di seluruh kelas kondusif untuk pembelajaran dan semua guru berupaya aktif untuk melibatkan siswa dalam pengelolaan kelas. Di beberapa ruang kelas suasana pembelajaran kondusif dan sejumlah guru melakukan upaya aktif untuk melibatkan siswa dalam pengelolaan kelas. Suasana kelas belum kondusif untuk pembelajaran dan hanya sedikit guru yang melakukan upaya aktif untuk melibatkan siswa dalam pengelolaan kelas.
Dukungan afektif berupa perhatian, kepedulian dan umpan balik untuk meningkatkan harapan profesional secara konstruktif diberikan oleh guru. Dukungan afektif berupa perhatian, kepedulian dan umpan balik untuk meningkatkan harapan profesional diberikan guru sesuai hasil pemetaan kebutuhan siswa. Dukungan afektif berupa perhatian, kepedulian dan umpan balik untuk meningkatkan harapan akademik diberikan guru ketika siswa memintanya.
Pembelajaran terintegrasi antara praktik dan teori, mendukung sarana dan prasarana standar serta selalu mencakup dunia kerja. Pembelajaran seimbang antara teori dan praktik, standar sarana dan prasarana mulai mendukung, serta inklusi dalam dunia kerja mulai terjadi. Pembelajaran masih bersifat teoritis, sarana dan prasarana yang terstandar belum terdukung dan inklusi dalam dunia kerja belum dilakukan.
REFLEKSI DAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN OLEH GURU
Guru aktif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dan lain-lain. untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Guru tidak intensif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dan lain-lain. untuk meningkatkan kualitas pengajaran, sehingga intensitasnya masih perlu ditingkatkan. Guru yang pasif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dan lain-lain. untuk meningkatkan mutu pengajaran, maka diperlukan bantuan untuk mengaktifkan semangat guru dalam belajar.
Proses refleksi telah dilakukan secara berkala dan konsisten, dilanjutkan dengan mencari sumber belajar dari buku, diskusi, praktik baik dari pihak lain dan berbagai sumber belajar lainnya untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan inovasi. Proses refleksi untuk meningkatkan kualitas tidak hanya sebatas pada saat timbul permasalahan saja, namun tidak dilakukan secara rutin dan konsisten. Guru terbiasa mencari metode, alat, dan strategi pengajaran baru untuk melakukan inovasi pembelajaran dan meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Guru mulai aktif mencari metode, alat, dan strategi pengajaran baru untuk berinovasi dalam pembelajaran dan meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Guru yang pasif mencari metode, alat, dan strategi pengajaran baru untuk berinovasi dalam pembelajaran dan meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
BERDAMPAK TERARAH TERBATAS Kepemimpinan instruksional yang
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL
Visi dan misi sekolah menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja sekolah dan dikomunikasikan kepada warga sekolah yang memantau kemajuan dalam mewujudkan visi dan misi sekolah dengan menggunakan data. Visi dan misi sekolah menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja sekolah dan dikomunikasikan kepada warga sekolah. Visi dan misi sekolah tidak menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja sekolah serta tidak dikomunikasikan kepada warga sekolah.
Dukungan untuk refleksi guru Program, sistem insentif dan sumber daya yang mendukung refleksi guru dan peningkatan pembelajaran. Sekolah telah memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung guru untuk melakukan refleksi dan meningkatkan pembelajaran. Sekolah telah memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang mulai mendukung guru untuk melakukan refleksi dan meningkatkan pembelajaran.
Sekolah belum memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung guru untuk melakukan refleksi dan meningkatkan pembelajaran.
AMAN WASPADA RAWAN Satuan pendidikan memiliki
IKLIM KEAMANAN SEKOLAH
MAJUGuru merasa mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari satuan pendidikan sehingga mereka bersemangat penuh dalam menjalankan perannya sebagai pendidik. Guru masih belum sepenuhnya merasa menjadi bagian dari satuan pendidikan, sehingga hanya menikmati perannya sebagai pendidik dalam situasi tertentu. Guru tidak merasa menjadi bagian dari satuan pendidikan sehingga merasa tidak menikmati perannya sebagai pendidik.
Kepala sekolah dan guru mempunyai pandangan yang benar dan yakin dengan pengetahuan dan keterampilannya di bidang bullying. Kasus bullying masih terjadi di satuan pendidikan, padahal kepala sekolah dan guru sudah familiar dengan konsep tersebut dan sangat yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya. Kasus perundungan sering terjadi di satuan pendidikan karena kepala sekolah dan guru masih menganggap perundungan sebagai hal biasa.
Kepala sekolah dan guru mempunyai pandangan yang benar dan yakin akan pengetahuan dan keterampilannya di bidang hukuman fisik. Kasus hukuman badan masih terjadi di satuan pendidikan, padahal kepala sekolah dan guru sudah familiar dengan konsep tersebut dan cukup yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya dalam menghadapi hukuman badan. Di satuan pendidikan, kasus hukuman badan sering terjadi karena kepala sekolah dan guru masih menganggap hukuman badan sebagai hal yang lumrah.
Kepala sekolah dan guru sudah memahami dan meyakini konsep, definisi, bentuk, metode pencegahan dan kemampuan menangani pelecehan seksual. Kepala sekolah dan guru sudah memahami konsep, definisi dan bentuk-bentuk pelecehan seksual, namun masih belum cukup yakin akan kemampuannya dalam mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual. Satuan pendidikan harus mendapat intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual.
Di satuan pendidikan masih terdapat kasus terkait penyalahgunaan narkoba karena kepala sekolah dan guru hanya memahami pengertian narkoba namun tidak memahami contohnya. Di satuan pendidikan, kasus terkait penyalahgunaan narkoba sering terjadi karena kepala sekolah dan guru kurang memahami pengertian narkoba dan penyalahgunaan narkoba.
KAWASAN BEBAS
NARKOBA
KESENJANGAN IKLIM KEAMANAN
MEMBUDAYA MERINTIS PERLU PENINGKATAN Satuan Pendidikan secara
IKLIM KESETARAAN GENDER
KESENJANGAN IKLIM KESETARAAN GENDER
TIDAK ADA KESENJANGAN ADA KESENJANGAN KESENJANGAN SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan indeks
MEMBUDAYA MERINTIS PERLU PENINGKATAN Satuan pendidikan sudah
IKLIM KEBINEKAAN
Satuan pendidikan hanya mendukung dan menampung peserta didik tertentu untuk memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas. Satuan pendidikan aktif melakukan sosialisasi dan dukungan terhadap pentingnya mewujudkan persamaan hak sipil antara kelompok agama dan budaya mayoritas dan minoritas sesuai prinsip keadilan. Satuan Pendidikan mendukung persamaan hak sipil antara kelompok agama/keyakinan dan budaya mayoritas dan minoritas.
Satuan pendidikan belum mendukung persamaan hak sipil antara kelompok agama/keyakinan dan kelompok budaya. Satuan Pendidikan menyadari lemahnya komitmen nasional dan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut dengan cara yang tidak demokratis seperti pemecatan, diskriminasi, dan lain-lain. TIDAK ADA GAPS ADA GAPS SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan indeks Tidak ada perbedaan indeks.
Terdapat kesenjangan dalam indeks keanekaragaman iklim baik berdasarkan kelompok sosial ekonomi maupun antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Terdapat perbedaan yang sangat besar dalam indeks keanekaragaman iklim baik menurut kelompok sosial ekonomi maupun antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
KESENJANGAN IKLIM KEBINEKAAN
AKOMODATIF BERKEMBANG PERLU PENINGKATAN Satuan pendidikan sudah
IKLIM INKLUSIVITAS
Satuan pendidikan telah mempunyai pengetahuan, sikap dan kemampuan yang sesuai untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat khusus. Satuan pendidikan mulai mempunyai pengetahuan, sikap dan kemampuan yang sesuai untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat khusus. Satuan pendidikan memerlukan pengetahuan, sikap yang benar, dan kemampuan melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat khusus.
Siswa kurang mempunyai pandangan positif sehingga merasa tidak nyaman dan menolak berteman dengan siswa penyandang disabilitas. Terdapat kesenjangan dalam indeks kelapangan-iklim baik berdasarkan kelompok sosial ekonomi maupun antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Terdapat perbedaan yang sangat besar dalam indeks iklim inklusif baik berdasarkan kelompok sosial ekonomi maupun antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
KESENJANGAN IKLIM INKLUSIVITAS
TIDAK ADA KESENJANGAN ADA KESENJANGAN KESENJANGAN SANGAT TINGGI Tidak ada perbedaan fasilitas
KESENJANGAN FASILITAS LITERASI SATUAN PENDIDIKAN
Kesenjangan kepemilikan buku dan akses lainnya terkait literasi siswa (membaca, berhitung, dll) menurut kelompok ekonomi. Tingkat kesenjangan kepemilikan buku dan akses lainnya terkait literasi siswa (membaca, berhitung, dll) berdasarkan pengelompokan wilayah. Tidak terdapat perbedaan kapasitas pembelajaran literasi antara satuan pendidikan di perkotaan dan di pedesaan.
Satuan pendidikan di perkotaan mempunyai fasilitas pembelajaran literasi yang lebih tinggi dibandingkan satuan pendidikan di perdesaan. Satuan pendidikan di perdesaan memiliki fasilitas pembelajaran literasi yang lebih tinggi dibandingkan satuan pendidikan di perkotaan. Satuan pendidikan di perkotaan mempunyai fasilitas pembelajaran literasi yang jauh lebih baik dibandingkan satuan pendidikan di perdesaan.
Satuan pendidikan di perdesaan memiliki fasilitas pembelajaran literasi yang jauh lebih baik dibandingkan satuan pendidikan di perkotaan.
PENGELOLAAN SEKOLAH YANG PARTISIPATIF, TRANSPARAN, DAN AKUNTABEL
INKLUSIF SELEKTIF RESTRIKTIF Satuan pendidikan telah
E.1.1 Partisipasi