• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF dspace.hangtuah.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF dspace.hangtuah.ac.id"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Tujuan penulisan buku ini adalah untuk mengetahui apa saja yang dimiliki oleh kerang putih dan kerang merah, mulai dari perkembangan, pertumbuhan, reproduksi, hingga kegunaannya. Kepala LPPM UHT yang telah memfasilitasi kegiatan penelitian di kupang sehingga materi penulisan buku ini lebih baik.

PENDAHULUAN

Latar belakang

Di kawasan Kenjeran merupakan tempat yang cocok sebagai habitat hidup kerang putih dan kerang merah. Dari hasil penelitian, kerang putih dan kerang merah tidak bisa hidup berdampingan.

Karakteristik Surabaya

Keberadaan Jembatan Suramadu dan Pantai Kenjeran diharapkan dapat meningkatkan potensi dan peran Kota Surabaya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) II-5 Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan daerah. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi menjadi kawasan komersial dan jasa dalam skala regional seperti terlihat pada data Produk Domestik Regional Bruto (PDB) Kabupaten Bulak. Kota Surabaya mempunyai kawasan-kawasan strategis yang berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan guna menunjang eksistensi pengembangan kawasan kota di masa depan, antara lain: a) Kawasan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kawasan yang akan dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah.

Gambar 1. 1  Posisi Surabaya di Pulau Jawa
Gambar 1. 1 Posisi Surabaya di Pulau Jawa

PERAN MOLUSKA BAGI MANUSIA

Pemanfaatan kerang dalam bid.kesehatan

Pemanfaatan cangkang kerang

Pemanfaatan Tepung Kerang Darah (Anadara granosa) sebagai sumber kalsium pada pakan Ikan Lele (Clarias batrachus sp) (Azizah Mahary, 2017). Penelitian Lailatul Fitria menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai tekstur penambahan tepung cangkang kerang hijau 5% (3,99).

METODOLOGI

Lokasi

Cara ini biasanya hanya menemukan spesies umum, yaitu spesies yang populasinya relatif besar, tersebar merata, dan jarang bersembunyi. Namun ketika sumber daya, waktu dan personel terbatas, Jaeger (1994) menyatakan bahwa metode transek merupakan salah satu metode yang terbaik untuk digunakan.

Tabel 3. 1   Alat-alat yang digunakan dalam penelitian
Tabel 3. 1 Alat-alat yang digunakan dalam penelitian

Mengumpulkan data

Indeks kesamaan spesies dihitung untuk mengetahui kesamaan komunitas pada dua lokasi atau habitat yang berbeda. Kemungkinan perjumpaan dapat ditentukan dengan membagi jumlah total individu tipe i dengan waktu pengamatan (Fitri dkk. 2003).

Studi literatur

KUPANG PUTIH (Corbula faba)

  • Biologi kupang putih
  • Potensi kupang putih
    • Kegiatan penangkapan kupang
  • Kandungan nutrisi kupang putih
  • Kemanfaatan kupang
    • Diambil dagingnya
    • Ladon, kaldu hasil rebusan kupang
    • Cangkang
  • Logam berat berbahaya
  • Mikroba dalam kupang

3. Analisis kandungan gizi kerang merah (Musculista senhousia) dan kerang putih. Corbula faba Hinds) Parameter Kupang merah. 5 Kandungan mineral dan logam berat pada tepung cangkang kerang putih (Corbula .faba) dan kerang merah (Musculista senhousia). Dilihat dari kandungan nutrisinya, tepung cangkang kerang putih dan tepung cangkang kerang merah banyak mengandung kalsium.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji formula optimal berbagai bahan pengisi (pati) untuk produksi petis Kupang Putih (Corbula faba hinds), memilih dan menentukan konsentrasi pati terbaik sebagai bahan pengisi dalam produksi petis Kupang Putih (Corbula faba hinds), dan menentukan anggota panel penerimaan terhadap aplikasi Kupang Putih. Pada penelitian tahap kedua dibuat petis kupang putih dengan menambahkan bahan pengisi (pati) berupa bubur tepung terigu, bubur tepung tapioka, bubur tepung beras dan air kanji. Kerupuk ikan dibuat dari campuran tepung tapioka dan daging ikan tenggiri, dicampur bumbu bawang merah dan bubuk cangkang kerang merah putih dengan persentase berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa kadar tepung cangkang putih dan merah masih dibawah batas deteksi alat.

Tabel 4. 1.  Keberadaan kupang putih (Corbula faba)                        perm 2
Tabel 4. 1. Keberadaan kupang putih (Corbula faba) perm 2

KUPANG MERAH (Musculista senhousia)

Kupang merah

Kupang merah disebut juga kupang jawa, osi kupang, mempunyai cangkang tipis, lonjong, memanjang. Berdasarkan identifikasi jenis kerang yang hidup di zona pasang surut Pantai Kenjeran, terdapat dua jenis kerang yang mempunyai nilai ekonomi yaitu kerang merah. Pemburu kerang menangkap ikan, terutama kerang merah (Musculista senhausia), sepanjang tahun di berbagai wilayah eksploitasi.

Berdasarkan kebiasaan hidupnya, kerang merah membentuk koloni yang menempel kuat satu sama lain, dan bentuknya seperti sarang tawon. Masyarakat setempat menyebutnya kupang putih atau kupang nasi, sedangkan kupang merah dikenal dengan sebutan kupang awung, kupang tawon, kupang oyot atau kupang abang. Kerang merah termasuk dalam kelas bivalvia atau disebut juga pelecypoda karena mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral tanpa kepala sebenarnya, terdiri dari dua katup dan badan bagian dalam lunak yang menempel pada kedua katup tersebut (Storer dkk, 1983).

Di wilayah pesisir yang kerang putih tidak mampu beradaptasi, maka akan digantikan oleh kerang merah karena koloni kerang merah lebih bersifat soliter dan mampu beradaptasi pada kondisi kekeringan saat air laut sedang pasang.

Biologi kupang merah

Kupang merupakan kerang kecil dari kelompok moluska dengan panjang maksimal sekitar 30 mm, namun biasanya memiliki panjang 10 – 25 mm dan lebar lebih dari 12 mm. Kupang mempunyai nama-nama umum: kerang asia, kerang kurma asia, kerang jepang, kerang senhuis, kerang hijau, kerang saku hijau dan mempunyai nama lokal kupang jawa, kupang tawon, kupang abang/merah. Senhousia tetap tegak, bagian anterior dan umbo di bagian bawah menempel pada benang bisus, sedangkan bagian posterior mengarah ke atas sehingga memungkinkan air masuk melalui siphon untuk memperoleh makanan.

Penyebaran kupang merah

Perkembangan kupang merah

Berbeda dengan bivalvia pada umumnya, M. senhousia hidup di sedimen, di kantong-kantong yang terbentuk dari byssus (serabut). Keberadaan komunitas tersebut akan mengubah secara drastis habitat asli bentik, mengubah kondisi fisik asli dan komunitas makrobentos. Meskipun dapat meningkatkan jumlah beberapa spesies, keberadaan lapisan kerang dapat mengurangi kepadatan kerang asli dan pertumbuhan sisa kerang (NIMPIS, 2002; Allen dan Williams, 2003).

Mereka hidup sebagai hewan bentik di bawah permukaan sedimen, tempat mereka menyaring fitoplankton dari kolom air dengan sifon pendek.

Reproduksi

Makrozoobentos

3 Kerang palo merah (Musculitas senhousia) Kupang merupakan salah satu sumber daya hayati perairan kelompok kerang. Gambar 5.5 menunjukkan Ordo Kupang sudah mulai membentuk koloni-koloni kecil yang disebut palo. Dalam perkembangannya, terbentuklah palo, yaitu kumpulan komunitas kerang merah yang bergerombol dan mempunyai hubungan yang erat satu sama lain.

Kelimpahan kerang merah bervariasi antar individu/m2, dari pengamatan 1 ke pengamatan 2, 3 dan seterusnya terdapat kecenderungan penurunan kelimpahan. Heterogenitas spesies sangat rendah, hal ini menunjukkan terdapat satu jenis yang melimpah yaitu kerang merah (Musculista senhousia). Spesies yang terdapat relatif sedikit dibandingkan dengan habitat lain yang saat ini tidak dihuni oleh kerang merah.

Pada survei pertama ditemukan kerang merah (Musculista senhousia) yang baru mulai tumbuh, organismenya lebih beragam yaitu. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah organisme makrozoobentos yang ditemukan di stasiun pengamatan relatif sedikit, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kerang merah. Indeks Keanekaragaman Anova dan indeks dominasi kerang merah (Musculista senhousia) pada pengamatan 1 sampai 7 in (ind. per meter persegi).

Gambar 5. 2  Sampel palo/kokon
Gambar 5. 2 Sampel palo/kokon

Kupang merah sebagai SD hayati perairan

Pengamatan perkembangan kupang merah

  • Penyebaran kupang merah
  • Indeks keanekaragaman
  • Indeks dominansi
  • Perbandingan Indeks Keragaman dan
  • Indeks penyebaran

Dari data pada stasiun I diperoleh rata-rata jumlah kerang merah sebanyak 1775 per kg palo, dengan jangka waktu 2 minggu kemudian ditemukan 1732 per kg palo. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan kerang merah (Musculista senhousia) yang semakin besar, dan kemampuan palo dalam melindungi kerang semakin terbatas sehingga menyebabkan terjadinya ekspansi. Dari uji perbandingan subset terlihat bahwa hasil uji kelimpahan paling tinggi terdapat pada stasiun 4, hal ini dikarenakan pertumbuhan kerang merah relatif lambat, hal ini dibuktikan dari jumlah kerang merah yang relatif banyak dalam satu kilogram palo dengan ukuran cangkang relatif kecil.

Selanjutnya jumlah kerang terbanyak kedua, ketiga dan keempat masing-masing terdapat pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3. Indeks keanekaragaman pada penelitian ini mempunyai nilai lebih kecil dari 1 yang berarti indeks keanekaragamannya rendah yang berarti bahwa organisme yang hidup pada habitat tersebut tergolong memiliki keanekaragaman yang rendah, terbukti kerang merah sebagai organisme yang hidup disana dapat hidup bersama dengan organisme lain dari kelompok moluska, krustasea yaitu kerang glasial, siput, kepiting. Sebab kerang merah yang sudah hidup dengan baik akan mampu mengembang dan mengembang di permukaan dasar perairan (pantai) dan mendominasi relung-relung yang ada.

Munculnya kelompok kerang merah ini menunjukkan kemampuan kerang merah dalam menempati habitat tersebut dan menyingkirkan makrobentos lain yang tidak mampu bersaing dengan kerang tersebut.

Tabel 5. 1  Koordinat lokasi stasiun                      pengambilan sampel.
Tabel 5. 1 Koordinat lokasi stasiun pengambilan sampel.

Perkembangan kupang merah

  • Palo dan komposisinya
  • Pertumbuhan kupang merah

Dari hasil analisis palo diperoleh unsur-unsur yang tersusun dari kupang, serat (byssus) dan air-lumpur. Dari keempat stasiun pengamatan, persentase biomassa kerang terkecil masing-masing terdapat pada stasiun 3, 4, 1. Sedangkan nilai tertinggi terdapat pada stasiun 2. Dengan 1 kg palo terdapat komposisi lumpur air tertinggi dengan nilai yang berkisar antara 74,86 hingga 86,11 persen.

Pertumbuhan kerang merah (Musculista senhousia) Dari hasil perhitungan kepadatan kerang dalam tumpukan Dari hasil perhitungan kepadatan kerang dalam tumpukan diperoleh hasil pada gambar 5.14. Pada Gambar 5.14, pengamatan 1 sampai 8 panjang dan lebar cangkang mengalami peningkatan, namun kepadatan per kg bale cenderung menurun.

Gambar 5. 12  Perkembangan palo dari awal
Gambar 5. 12 Perkembangan palo dari awal

Kemanfaatan kupang merah

Para pencari Kupang akan menjelajahi daerah pesisir hingga ke arah laut untuk mencari kerang merah yang ukurannya layak untuk dikonsumsi/dipanen.

KUALITAS AIR KENJERAN

Kondisi Perairan Pantai Kenjeran

Hasil pengukuran di lokasi penelitian menunjukkan kandungan oksigen terlarut di perairan Pantai Timur Surabaya berkisar antara 1,6 – 1,8 ppm. Selain itu, kandungan oksigen terlarut dalam air diperlukan organisme untuk respirasi dan oksidasi bahan organik. Pantai Kenjeran merupakan kawasan pantai yang terletak di sebelah timur kota Surabaya, Dilihat dari topografinya, Pantai Kenjeran merupakan pantai yang terjal.

Kawasan pantai Kenjeran mempunyai ciri khas yaitu arusnya tenang, substratnya campuran pasir dan lumpur, suhu udara oC. Perairan Pantai Kenjeran masih dipengaruhi oleh pasokan air dari benua tersebut, karena di sepanjang pantai ini terdapat pemukiman penduduk. Perubahan faktor lingkungan di pantai kenjeran terjadi pada saat pergantian musim, yaitu pada musim timur yang ditandai dengan ombak yang kecil dan air di pantai menjadi jernih, sedangkan pada musim barat dapat ditandai dengan perubahan perairan yang menjadi berawan. dan diikuti oleh gelombang besar.

Di perairan pantai timur Surabaya, sekitar 60% nelayan setempat meyakini bahwa kerang yang dihasilkan di kawasan ini adalah kerang putih (corbula faba).

Tabel 6. 1  Hasil pengukuran kualitas air di lokasi penelitian
Tabel 6. 1 Hasil pengukuran kualitas air di lokasi penelitian

ORGANISME SIMBIOSIS DENGAN KUPANG

Beberapa organisme yang dijumpai

  • Limpet
  • Kepiting
  • Siput
  • Uca dussuieri
  • Kelomang

Deskripsi: Hewan ini hidup di daerah pasang surut yang berlumpur, terutama di sekitar hutan bakau di daerah tropis. Kepiting kecil ini hidup di lubang-lubang yang digali di lumpur. Mereka membentuk komunitas yang terdiri dari ratusan hingga ribuan orang dan menggunakan kekuatan mereka sebagai alat komunikasi dan serangan. Deskripsi: Cerith adalah siput air kecil berbentuk kerucut pendek yang sering hidup dalam kelompok besar hingga ribuan dan hidup di dasar berpasir atau berlumpur.

Ia membuat lubang untuk bersembunyi, ketika pasangannya sudah mundur, hewan ini cenderung keluar dan berkeliaran bebas di antara kerang.

Gambar 7. 2  Kepiting /Uca  7.1.3   Siput
Gambar 7. 2 Kepiting /Uca 7.1.3 Siput

Peran bentos

Sebaran spasial kerang darah (Anadara maculosa) dan interaksinya dengan ciri habitat di dataran terumbu Teluk Kotania, Seram Bagian Barat, Maluku. Pemanfaatan tepung kerang darah (Anadara granosa) sebagai sumber kalsium pada pakan ikan lele (Clarias batrachus sp). Kajian Keanekaragaman Makro Zoobenthos Sebagai Bioindikator Kualitas Lingkungan Pada Ekosistem Mangrove Di Pantai Timur Surabaya.

CIESM - Atlas Spesies Eksotis di Mediterania http://www.marine.csiro.au/crimp/Marine_pest_infosheet.ht. Pusat Penelitian Hama Laut Introduksi CSIRO (CRIMP) - Sistem Informasi Hama Laut Introduksi Nasional (NIMPIS). Nilai Indeks Dominasi: Indeks dominasi adalah jumlah kepentingan/nilai masing-masing spesies dibandingkan dengan komunitas secara keseluruhan.

Untuk menentukan apakah suatu indeks dominasi mendekati 1 berarti terdapat dominasi oleh suatu spesies dalam suatu komunitas (Odum, 1993).

Tabel 1.  Daya kembang krupuk fortifikasi bubuk cangkang     kupang merah (M. senhousia)
Tabel 1. Daya kembang krupuk fortifikasi bubuk cangkang kupang merah (M. senhousia)

Gambar

Gambar 1. 1  Posisi Surabaya di Pulau Jawa
Gambar 1. 2  Wilayah Pesisir Surabaya (daerah penelitian)
Gambar 4. 1   Kupang putih (Corbula faba Hinds)  Kupang  adalah  salah  satu  jenis  kerang  yang  termasuk  jenis  binatang  lunak  (moluska),  bercangkang  belah  (bivalva  shell)  dengan  insang  berlapis-lapis  seperti  jala  dan  berkaki  kapak  (pele
Tabel 4. 1.  Keberadaan kupang putih (Corbula faba)                        perm 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Indeks keanekaragaman jenis burung pada areal pemukiman memiliki indeks keanekaragaman yang lebih besar dari habitat hutan, namun perbedaan tersebut tidak

Analisis data nilai Indeks Keanekaragaman Jenis (H') tanaman pada ketiga lokasi penelitian menunjukkan bahwa di pekarangan sempit memiliki keanekaragaman lebih rendah yaitu

Oleh karena itu kepiting yang ditemukan pada bagian timur memiliki nilai dominansi rendah, sehingga kepiting yang diperoleh memiliki nilai indeks keanekaragaman

Habitat sempadan sungai memiliki nilai keanekaragaman jenis burung tertinggi, selanjutnya arboretum dan perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang lebih rendah,

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) tingkat keanekaragaman serangga tergolong tinggi dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,830 mendekati nilai indeks

Dari nilai indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi secara umum bahwa perairan Teluk Jakarta memiliki keanekaragaman zooplankton yang rendah (< 2,30), keseragaman

Habitat memiliki wilayah yang relatif terbuka (ditandai dengan nilai GSF yang besar dan nilai LAI yang kecil). Memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan pakan larva, tumbuhan

Simpulan dan Saran Indeks Keanekaragaman Jenis Kepiting Bakau pada kawasan mangrove pesisir Timur Bangka Tengah tergolong rendah dengan nilai rata-rata 0,94 dan kelimpahan jenis