Desain Pondasi Desain Pondasi
Amelia Faradila, MT.
Amelia Faradila, MT.
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal
Beban Eksentris pada Pondasi Beban Eksentris pada Pondasi
Pembebanan yang tidak sentris pada pondasi bisa Pembebanan yang tidak sentris pada pondasi bisa terjadi apabila beban vertikal yang bekerja mempunyai
terjadi apabila beban vertikal yang bekerja mempunyai eksentrisitas terhadap titik pusat pondasi atau jika pondasi eksentrisitas terhadap titik pusat pondasi atau jika pondasi menerima momen selain beban
menerima momen selain beban vertikal. Adapun dalamvertikal. Adapun dalam perhitungan, Meyerhof (1953) menggolongkan pengaruh perhitungan, Meyerhof (1953) menggolongkan pengaruh eksentristas beban terhadap kapasitas dukung pondasi segi eksentristas beban terhadap kapasitas dukung pondasi segi empat menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
empat menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu : a. Eksentrisitas satu arah (
a. Eksentrisitas satu arah (Gambar aGambar a)) b. Eksentrisitas dua arah (
b. Eksentrisitas dua arah (Gambar bGambar b))
c. Eksentrisitas dua arah yang disederhanakan (
c. Eksentrisitas dua arah yang disederhanakan (Gambar cGambar c.)..).
Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal
Beban Eksentrisitas Pada Pondasi Beban Eksentrisitas Pada Pondasi 1.
1. Ek Ekse sent ntri risi sita tas s 1 1 ar arah ah
Pondasi merupakan bangunan substruktur yang berfungsi mendukung seluruh beban struktur atas Pondasi merupakan bangunan substruktur yang berfungsi mendukung seluruh beban struktur atas dandan menyalurkan beban tersebut ke
menyalurkan beban tersebut ke dalam tanah. Tdalam tanah. Terkadang beban dari erkadang beban dari struktur atas mengalami eksentrisitasstruktur atas mengalami eksentrisitas yang disebabkan beban yang bekerja tidak terpusat di
yang disebabkan beban yang bekerja tidak terpusat di pusat pondasi dan akibat momen.pusat pondasi dan akibat momen.
Eksentrisitas
Eksentrisitas= beban terpusat yang bekerja pada = beban terpusat yang bekerja pada jarak tertentu dari titik pusat pondasi.jarak tertentu dari titik pusat pondasi.
Dimana : Dimana :
Q = gaya vertikal total Q = gaya vertikal total
M = gaya momen pada pondasi M = gaya momen pada pondasi
Gambar b)menunjukkan gaya yang bekerja sama dengan yang ditunjukkan pada gambar
Gambar b)menunjukkan gaya yang bekerja sama dengan yang ditunjukkan pada gambar a, dimana besarnyaa, dimana besarnya nilai eksentrisitas (e) adalah sebesar :
nilai eksentrisitas (e) adalah sebesar :
Subtisusi persamaan di atas, maka : Subtisusi persamaan di atas, maka :
Dimana : Dimana :
Q = gaya vertikal total Q = gaya vertikal total
M = gaya momen pada pondasi M = gaya momen pada pondasi
Q Q
M M
e = B/6 e = B/6 q
q
maxmaxq
q
minmine < B/6 e < B/6 q
q
maxmaxq
q
minmine > B/6 e > B/6 q
q
maxmaxq
q
minminB B e e
R
R
•• Metode area efektif Metode area efektif
pada tahun 1953, Meyerhoff membuat sebuah teori yang
pada tahun 1953, Meyerhoff membuat sebuah teori yang disebut sebagai “metode area efektif” dalam menghitung beban eksentrisitasdisebut sebagai “metode area efektif” dalam menghitung beban eksentrisitas satu sumbu, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
satu sumbu, dengan langkah-langkah sebagai berikut : a.
a. TTenentutukakan din dimemensnsi efi efekektitif daf dari pri ponondadasisi
a.
a. HitHitung kung kapaapasitsitas daas daya duya dukunkung ultg ultimiimit pont pondasdasi deni dengan mgan mengenggungunakaakan pern persamsamaan :aan :
cat cat : : dalam dalam mencari mencari FFcscsFFqsqsFFγγss= gunakan B' dan L', tetapi untuk F= gunakan B' dan L', tetapi untuk FcdcdFFqdqdFFγγdd= gunakan B dan = gunakan B dan L aktual.L aktual.
Lebar efektif dari pondasi : Lebar efektif dari pondasi : B’ = B – 2e
B’ = B – 2ebb
Panjang efektif dari pondasi : Panjang efektif dari pondasi : L’
L’ = L = L – 2e– 2ell
Sehingga, luas efektif = B’ x Sehingga, luas efektif = B’ x L’L’
q
q
uu= c.N = c.N
c.c.F F
cscs.F .F
cdcd.F .F
cici+ q.N + q.N
q.q.F F
qsqs.F .F
qdqd.F .F
qiqi+ 0.5. + 0.5.
γ.γ.B’.N B’.N
γ.γ.F F
γγss.F .F
γγdd.F .F
γγiic.
c. TTenentutukakan ben bebaban ton totatal ull ultitimimit yat yang mng mamampu dpu dititahahan oan olelehh pondasi dengan menggunakan persamaan :
pondasi dengan menggunakan persamaan :
d
d.. TTeentntukukaan fan faktktor or kekeaamamannanannnyaya
T
Tabel Daya abel Daya Dukung Meyerhof Dukung Meyerhof
Faktor Bentuk, Kedalaman, dan Sudut Beban Pondasi Dangkal
Faktor Bentuk, Kedalaman, dan Sudut Beban Pondasi Dangkal
Faktor Bentuk, Kedalaman, dan Sudut Beban Pondasi Dangkal
Faktor Bentuk, Kedalaman, dan Sudut Beban Pondasi Dangkal
EKSENTRISIT
EKSENTRISIT AS PADA PONDASI DA AS PADA PONDASI DANGKAL NGKAL
Sebuah pondasi menerus dengan eksent
Sebuah pondasi menerus dengan eksent risitas 0,2 m risitas 0,2 m terlihat pada gambar di samping. Hitung besarnya Qult terlihat pada gambar di samping. Hitung besarnya Qult dengan menggunakan persamaan Meyerhof metode area dengan menggunakan persamaan Meyerhof metode area efektif.
efektif.
Contoh :
Contoh :EKSENTRISIT
EKSENTRISIT AS PADA PONDASI DA AS PADA PONDASI DANGKAL NGKAL
Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal Eksentrisitas Pada Pondasi Dangkal
2.
2. Ek Ekse sent ntri risi sita tas s 2 2 ar arah ah
Gambar di samping menunjukkan sebuah Gambar di samping menunjukkan sebuah pondasi yang diberi beban sebesar Qult pondasi yang diberi beban sebesar Qult dengan momen yang terjadi adalah sebesar dengan momen yang terjadi adalah sebesar M, yang mana momen arah X dan Y
M, yang mana momen arah X dan Y disimbolkan sebagai M
disimbolkan sebagai M
xxdan M dan M
yy..
Kondisi ini sama halnya jika beban Qult Kondisi ini sama halnya jika beban Qult tersebut ditempatkan di titik sejauh e
tersebut ditempatkan di titik sejauh e
BBdan e dan e
LL..
a
a.. K Ka as su us s 1 1 : : e e
LL/L ≥ 1/6 dan e /L ≥ 1/6 dan e
BB/B ≥ 1/6 /B ≥ 1/6
b
b.. K Ka as su us s 2 2 : : e e
LL/L < 0,5 dan 0 < e /L < 0,5 dan 0 < e
BB/B < 1/6 /B < 1/6
c
c.. K Ka as su us s 3 3 : : e e
LL/L < 1/6 dan 0 < e /L < 1/6 dan 0 < e
BB/B < 0,5 /B < 0,5
d
d.. K Ka as su us s 4 4 : : e e
LL/L < 1/6 dan e /L < 1/6 dan e
BB/B < 1/6 /B < 1/6
Latihan Latihan
Kasus 2
Kasus 2