Pertama, pada tahap awal dilakukan pengumpulan data mengenai kebutuhan santri, kebutuhan guru, survey terhadap buku berbahasa Inggris yang digunakan di pesantren Madresah Aliyah, dan pengetahuan moderasi beragama. Ketiga, tahap validasi mengacu pada validasi atau penilaian beberapa pakar dan praktisi yang meliputi Majelis Ulama Indonesia (MUI), pakar kajian Islam, pakar pendidikan Islam, pakar bahasa Inggris, praktisi bahasa Inggris di Madresah Aliyah. Data analisis kebutuhan diperoleh dari empat praktisi Bahasa Inggris dari tiga Madrasah Asrama Aliyah di Provinsi Lampung, yaitu: (1) MA Raudhotul Jannah Sidokerto, Lampung Tengah; (2) MA Darul A'mal Kota Metro; dan (3) MAN Sarjana Lampung Timur.
Untuk mengetahui pandangan dan wawasan penutur bahasa Inggris, dilakukan wawancara dengan empat guru bahasa Inggris di tiga Madrasah Aliyah berbasis pesantren di Provinsi Lampung. Bahasa Inggris akan memberikan pidato, mungkin seseorang akan bercerita, menyanyikan lagu." (Husnil dan Luthfi, MA Darul A'mal). Pertama, nilai-nilai moderasi beragama harus diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, terutama karena pluralitas bangsa Indonesia.
Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa tidak ada buku bahasa Inggris yang sekaligus memuat aspek-aspek berupa khutbah Jumat, pidato, cerpen, ucapan, daftar kosakata (vocabulary building) dan pembahasan tata bahasa (grammar discussion). Aspek pembahasan tata bahasa tidak dimasukkan dalam buku yang sedang dikembangkan karena tata bahasa Inggris banyak digunakan dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.
Teori Moderasi Agama
Keberhasilan implementasi moderasi beragama diukur dengan empat indikator yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan sikap lunak terhadap budaya lokal. Selama ini skema implementasi moderasi beragama dilaksanakan melalui praktik keagamaan di tingkat keluarga, diskusi dan inklusi isu moderasi di tingkat nasional dan negara (Penyusun. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, integrasi nilai-nilai moderasi beragama dilaksanakan melalui skema pendidikan atau pengajaran dan skema alam atau pengembangan budaya sekolah.
Skema pertama dilakukan melalui pengajaran nilai-nilai moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh) dan keadilan (i'tidal). Secara khusus, dalam konteks pendidikan Aswaja an-nahdliyyah, nilai-nilai moderasi juga dipraktikkan melalui kegiatan membaca asmaul husna dan sholawat, membaca surah Yasin dan Tahlil serta Istighotsah (Saefudin & Fatihah.
Teori Supplementary Materials
Secara lebih spesifik, bahan ajar pembelajaran bahasa Inggris, baik inti maupun tambahan, dapat dirancang untuk memenuhi berbagai fungsi, antara lain fungsi informatif, instruksional, eksperiensial, menggugah, dan eksploratif. Fungsi yang berbeda tersebut seringkali tidak tersaji secara tegas dalam satu bahan ajar saja, sehingga diperlukan bahan ajar tambahan. Bahan ajar bahasa Inggris yang solid tidak hanya berisi informasi linguistik tetapi juga mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan menggunakan bahasa target sesuai dengan konteks kebutuhan belajar mereka.
Untuk mencapai kriteria tersebut, bahan ajar utama seringkali perlu didukung oleh bahan ajar tambahan atau bahan pelengkap. Dewasa ini, bahan ajar komersial yang dikembangkan dari atas ke bawah dihadapkan pada persoalan keaslian (authenticity). Guru dan praktisi bahasa Inggris harus menghasilkan bahan ajar berdasarkan analisis kebutuhan dari konteks yang mereka hadapi.
Dalam penelitian ini, aspek otentisitas merupakan hubungan simbiosis antara gerakan moderasi beragama dan gerakan mengembangkan bahan ajar bahasa Inggris yang mengakomodasi perbedaan identitas dan budaya. Pada tataran praktis, konsep otentisitas yang terkandung dalam kedua pendekatan tersebut akan dijabarkan dalam kegiatan pengembangan bahan ajar, khususnya dalam kegiatan memilih teks dan merancang tugas dan kegiatan kelas (assignments and activities).
UNIT TWO
INSTRUCTIONS TO THE STUDENTS
Khutbah Jumat
- Tema: Komitmen Kebangsaan
- Islam dan Budaya Lokal
Long before the coming of the prophet, the Jews had popularized a prophecy that if the prophet came, they would win against their enemies. This belief was based on the Old Testament, the prophet was thought to be a Jew just like the previous prophets. The Prophet first built a mosque, which was used not only as a place of worship, but also as the central activity of the Muslims.
The Prophet's next step was to form a brotherhood with all the inhabitants of Medina by establishing an agreement commonly known as "The Charter of Medina". The verse came down to remind the prophet not to be influenced by the thief's "Islamic identity" and win him over to the Jew. When the Prophet became the leader of a pluralistic society, the Prophet made promises to the Christians living in Najran.
They were received warmly and respectfully by the Prophet, even so many narrations mention that the Prophet allowed them to perform their worship in the Prophet's mosque. Congratulations for carrying out a good tradition on the holiday of Eid al-Adha, as in the Hadith of the Prophet, peace be upon him.
Pidato (Speech) 1. Toleransi Beragama
- Sikap Anti Kekerasan
In the first place, all praise may be to Allah subhaanahu wa te'aala, who bestowed His grace and blessings on us to be able to gather in this beautiful gathering. In the second place, peace and greetings or sholawat and salam on our beloved Prophet Muhammad shollallahu "alayhi wa sallam" who introduced Islam as rahmatan lil "aalamiin or mercy for all beings in the universe. Karenanya Al-Quran sura Al-Isra ayat 27 mempersaudarakan pemboros dengan setan karena sifat mereka sama.
Dalam Al-Qur'an kita menemukan perbuatan akh dalam bentuk tunggal sebanyak 52 kali, ada yang dalam arti saudara, ada juga dalam arti sebangsa, meskipun tidak seagama, sebagaimana firman Allah, Kepada kaum “Ad (orang-orang durhaka) diutus oleh saudara-saudaranya (nabi) Hud (QS 7: 65). Oleh karena itu, dalam Alquran surat Al-Isra ayat 27 terang para pemboros adalah saudara setan, karena sifatnya yang sama. Dalam Al-Qur'an kita menemukan akh 52 kali dalam bentuk tunggal, beberapa dalam arti saudara dan saudari, yang lain dalam arti sebangsa, meski tidak sebagai.
The Prophet himself received a daughter named Mariah as a gift from the Christian ruler of Egypt. He thought that his action would make non-Muslims convert their faith to Islam. In other words, the verse asserts that "do not associate gifts or help with one's faith, but that gifts are only for the sake of brotherhood or humanity." Qurthubij (d. 671 H) in his commentary writes: "This verse deals with matters of charity, so it is as if Allah's instructions explain the permission to give alms to non-Muslims."
Tetapi berurusan secara adil dengan mereka adalah satu kewajipan, sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat 8 dalam Surah Al-Mumtahanah al-Quran. Kedua, semoga salam dan salam selalu tercurah kepada orang yang paling agung dalam sejarah umat manusia, junjungan kita Nabi Muhammad shollallahu alayhi wa alihi wa sallam. Kalau bukan kerana ajarannya, kita tidak akan bercinta dengan nama Allah.
Therefore, the Qur'anic Surah Al-Isra, verse 27 informs that the spendthrifts are the brothers of Satan because their nature is the same. In the Qur'an we find akh in the singular form 52 times, some in the sense of brothers and sisters, others in the sense of compatriots, although not as religious as Allah says, like 'Ad (disobedient) at birth their brother Hud (QS 7:65 ). Ayat ini turun mekke dengan keengganan Asma‟, the daughter of Abu Bakar r.a., taksama tasiyam dari imiywa yang ketika itu belum umkeklar Islam.
Cerita Pendek (Short Story)
- Cerpen Bertema Komitmen Kebangsaan
- Sayings Bertema Anti Kekerasan (Nonviolence) a. Nonviolence is a weapon of the strong (Mahatma Gandhi)
Jika Anda telah mencapai non-kekerasan, Anda akan memperjuangkan hak-hak Anda dan Anda akan melawan ketidakadilan. Seseorang yang telah mencapai tanpa-kekerasan tidak akan dirangsang oleh kemarahan dan tidak akan tergoda oleh kesombongan. Non-kekerasan jauh lebih kuat dan tangguh daripada senjata yang paling tangguh.
Nir-kekerasan dan kebenaran tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling mendukung. Non-kekerasan membutuhkan dua jenis iman, yaitu iman kepada Tuhan dan iman kepada manusia. Ini karena non-kekerasan dapat memotong orang yang salah tanpa melukai mereka, dan dapat memotong orang yang salah untuk menyembuhkan mereka.
Jika Anda tidak membenci orang lain, berarti Anda sudah memiliki sikap tanpa kekerasan dalam aspek spiritual. 82 Bila Anda tidak memukul atau menembak orang lain, berarti Anda sudah memiliki sikap anti kekerasan dalam artian fisik. Orang yang benar-benar pemberani akan memiliki sikap pantang kekerasan karena pantang kekerasan adalah bagian tertinggi dari keberanian.
Mengenai non-kekerasan: adalah kejahatan untuk mengajar seseorang untuk tidak membela diri saat menjadi korban serangan brutal. Non-kekerasan tidak berarti bahwa seseorang tidak dapat membela diri ketika menjadi korban serangan brutal.