• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ETOS KERJA - UIN Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF ETOS KERJA - UIN Mataram"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

ETOS KERJA

Definisi Etos Kerja

Dengan kata lain, etos kerja juga dapat berupa gerakan penilaian dan mempunyai gerakan penilaian terhadap setiap individu dan kelompok. Etos kerja secara singkat merupakan standar hidup ganda, yaitu sebagai penggerak di satu sisi dan kekuatan nilai bagi setiap individu atau kelompok di sisi lain.

Karakteristik Etos Kerja

Motivasi intrinsik individu; Individu yang akan memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang mempunyai motivasi tinggi. Oleh karena itu, etos kerja yang baik akan mampu mengubah posisi individu ke arah kesuksesan ekonomi.

ETOS KERJA DALAM ISLAM

Pengertian Etos Kerja dalam Islam

11 Novi Indriyani Sitepu, “Etos Kerja Dilihat dari Perspektif Al-Qur’an dan Hadits (Kajian Ekonomi Dengan Pendekatan Interpretasi Tematik),” Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, Vol.1, No. Etos kerja yang kuat dapat membawa manfaat dan kesadaran akan pentingnya pekerjaan dan tujuan hidup.

Nilai-Nilai Etos Kerja

Sehubungan dengan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa etos kerja dalam Islam mengandung nilai-nilai Al-Quran dan as-Sunnah tentang “bekerja” sehingga dijadikan sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi setiap muslim dalam bekerja. melaksanakan seluruh aktivitas pekerjaannya di berbagai bidang. Cara mereka memahami, menghargai, termasuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dan as-Sunnah, mengenai dorongan bekerja, itulah yang akan membentuk etos kerja Islami. Al-Qur'an memberikan tuntunan dari ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan, bukan pernyataan yang tidak berdampak.

Tetapi setiap ayat dalam al-Quran mesti diterjemahkan ke alam kehidupan yang sebenar. Tetapi makna Jihad sebenarnya ialah Jihad atau Mujahad yang membawa maksud sikap berazam untuk menggunakan segala potensi kita untuk mencapai sesuatu matlamat atau cita-cita. Lebih-lebih lagi bagi seorang ayah, bekerja untuk mendapatkan sesuatu adalah jihad yang halal untuk agama dan keluarga.

Prinsip-prinsip Dasar Etos Kerja dalam Islam

Ayat di atas bermaksud bahawa Dialah Tuhan yang telah menjadikan hidup dan mati untuk menguji siapa di antara mereka yang dapat mengerjakan amal (pekerjaan) yang paling baik, kemudian kamu akan dikembalikan kepada yang ghaib lagi Maha Mengetahuinya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang kamu sudah siap". Artinya: Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Kepunyaan Allah hanyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, maka Dia memberi balasan kepada orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan, dan memberi balasan kepada orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih besar.baik (syurga ).

Maksud yang terkandung dalam ayat di atas ialah Allah SWT akan membalas orang yang melakukan kejahatan dengan balasan yang setimpal dan juga akan membalas orang yang berbuat baik dengan amal yang soleh.” 24 Dalam sebuah hadis disebutkan bahawa “Sesungguhnya nilai semua pekerjaan itu. sesuai dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Komitmen adalah satu bentuk pilihan dan keputusan peribadi yang berkait rapat dengan sistem nilai yang diguna pakai.

Pabrik-pabrik dan proyek-proyek lain yang dibiayai oleh pendapatan zakat dalam penyerapan tenaga kerja harus memberikan prioritas kepada masyarakat miskin yang telah diseleksi dan diberikan keterampilan yang sesuai dengan kesempatan kerja yang tersedia. Keseriusan dalam bekerja ini merupakan wujud wujud amal shaleh, ibadah termasuk jihad, kerja profesional, inovatif dan mandiri untuk menjadi manusia tangguh secara ekonomi. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa kemiskinan sangat dekat dengan segala kekufuran sehingga dapat menyebabkan manusia mengingkari nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja

Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianut seseorang. Setiap muslim yang mempunyai etos kerja yang tinggi akan selalu menetapkan tujuan, membuat rencana kerja kemudian mengevaluasi hasil pekerjaannya. Menumbuhkan etos kerja yang jujur, amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas kerja yang diberikan kepadanya.

Selain itu, norma dan nilai perilaku individu di tempat kerja merupakan wujud budaya kerja yang ada. Budaya kerja yang baik dan berkualitas akan mampu meningkatkan kinerja seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Etos kerja yang baik akan selalu mampu menciptakan semangat dengan penuh rasa percaya diri atau percaya diri.

Hal ini dikarenakan ajaran Islam mengandung semangat dan memotivasi tumbuhnya budaya dengan etos kerja yang sangat tinggi. Meski sulit dipungkiri bahwa kesejahteraan suatu masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh etos kerja masyarakat itu sendiri. Novi Indriyani Sitepu, “Etika Kerja Dilihat dari Perspektif Al-Quran dan Hadits (Kajian Ekonomi dengan Pendekatan Interpretasi Tematik),” Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, vol, 1 no.

HAK PEKERJA DALAM ISLAM

Pengertian Bekerja

Bekerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik diri sendiri maupun orang yang bergantung padanya. Islam sangat mengecam orang yang mampu berusaha mendapatkan tubuh yang sehat namun tidak mau berusaha melainkan hanya bergantung pada orang lain untuk hidupnya. Artinya: Mereka berkata: “Seandainya kami kembali ke Madinah, niscaya orang-orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah darinya.”

Bagi orang yang sentiasa membantu orang lain, selain mendapat pahala di akhirat, Allah SWT juga akan memberikan rezeki yang secukupnya di dunia. Orang yang tidak meminta-minta dan bergantung hidup kepada orang lain walaupun hidupnya serba kekurangan adalah lebih mulia di sisi Allah SWT. Maka Allah SWT akan memuliakannya dan akan meredhainya sesuai dengan janji Allah SWT dalam al-Quran.

Maka hendaknya umat Islam berusaha memanfaatkan anugerah yang Allah SWT berikan berupa kekuatan dan kemampuannya dalam mencukupi kebutuhan hidup, disertai doa kepada Allah SWT. Adanya kewajiban berjuang bagi manusia bukan berarti Allah SWT tidak berkuasa untuk sekedar memberikan rezeki kepada manusia, namun dimaksudkan agar manusia menghargai dirinya dan usahanya, sekaligus agar tidak mengambil tindakan. tindakan. acak. Dari argumentasi di atas jelas terlihat bahwa jika Allah SWT memberikan penghidupan kepada orang-orang yang tidak mau berusaha, pasti orang tersebut akan semakin korup dan banyak peluang untuk melakukan kejahatan.

Dasar Hukum Bekerja

Maksudnya: Dan sekiranya Allah memberi rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan dengan sederhana apa yang Dia kehendaki. Namun, Dia Maha Bijaksana dan memerintahkan manusia supaya berusaha untuk tidak menyebabkan terlalu banyak kerosakan di muka bumi. Ayat di atas menjelaskan Sesungguhnya Kami telah meletakkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami memberi kamu rezeki (sumber) di muka bumi.

Maksudnya: Apabila telah ditunaikan solat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu berjaya. QS. al-Jumu'ah Daripada beberapa hujah al-Quran di atas, jelas dan boleh difahami bahawa kerja merupakan satu bentuk usaha yang mesti dilakukan. Maka kerja menjadi sebab berlakunya peralihan hak milik antara manusia yang dibolehkan oleh syara’, sehingga pekerjaan itu merupakan salah satu bentuk ibadah, dan melalui kegiatan itu dapat menghapus dosa sekaligus sebagai ibadah. . bermaksud agar hamba mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artinya: Dari Ubaidillah Ibnu Adiy Ibnu al-Khiyar r.a bahwa dua orang menceritakan kepadanya bahwa mereka telah muncul di hadapan Rasulullah SAW. Sangat jelas dan nyata bagaimana Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan seseorang untuk bekerja. Bekerja merupakan ibadah yang sejalan dengan amalan jihad fisabilillah. Bekerja tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga, namun juga merupakan wujud ketaqwaan dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Tujuan Bekerja

Pendapat ini merupakan penjabaran dari teori ekonomi kapitalisme yang menyatakan bahwa “kebutuhan manusia terbatas, sedangkan sarana pemuasan kebutuhan manusia tidak terbatas”. Oleh karena itu, dalam perspektif Islam, kebutuhan manusia pada dasarnya terbatas, sedangkan sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia tidak terbatas. Hal ini terlihat jelas pada keadaan seseorang yang sedang haus dan ingin minum, dimana di hadapannya terdapat lebih dari satu gelas air yang ingin diminumnya.

Jadi, dalam keadaan itu, ketika dia meminum air dari gelas pertama, akan terasa sangat berbeda dengan apa yang dia lakukan saat meminum air dari gelas berikutnya. Jadi, hal ini menjadi bukti pertama bahwa kita menyadari bahwa kebutuhan manusia ada batasnya untuk dipenuhi. Islam menyadari bahwa kebutuhan manusia pada hakikatnya terbatas, sedangkan “keinginan” manusia tidak terbatas.

Adapun sarana pemuasan kebutuhan yang dikatakan “terbatas” itu langka, pada hakikatnya tidak terbatas. Karena ketika Allah SWT menciptakan manusia, Allah SWT juga memberikan rezeki bagi manusia tersebut. Pada zaman dahulu pengertian kerja hanya dipahami untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti pangan, sandang, dan papan.

Prinsip Dalam Bekerja

Pembahasan budaya kerja tidak lepas dari pengertian budaya itu sendiri yang lebih spesifik. Dijelaskan lebih lanjut bahwa budaya kerja yang kuat dan kompak adalah budaya kerja yang mengedepankan nilai-nilai dan norma-norma penting yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Lebih lanjut, budaya kerja dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku individu dan kelompok pejabat pemerintah berdasarkan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Budaya kerja dibangun dengan tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku sumber daya manusia yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Selain itu, budaya kerja merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Artinya budaya kerja mempunyai fungsi menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan terlibat penuh, antusias, dan produktif tinggi.

Budaya kerja yang kuat memberikan karyawan pemahaman yang jelas tentang bagaimana tugas mereka akan diselesaikan. Pada dasarnya masyarakat memerlukan dan memerlukan budaya kerja yang positif karena dapat meningkatkan hasil kualitas pekerjaan itu sendiri. Penerapan budaya kerja mempunyai makna yang sangat mendalam karena akan mengubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai produktivitas kerja yang lebih tinggi guna menghadapi tantangan masa depan.

Untuk membangun budaya kerja yang baik, seorang pemimpin harus membangun inspirasi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan cara sebagai berikut. Seberapa besar budaya kerja suatu masyarakat ditentukan oleh fokus budaya dan kriteria sistem nilai yang digunakan.

Referensi

Dokumen terkait

BAB III PROSEDUR DAN PENILAIAN 1 Prosedur Evaluasi dan penilaian dalam rangka konversi peringkat terakreditasi yang diperoleh dengan instrumen AIPT Akreditasi Institusi Perguruan