Penulis berharap buku ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman para pembacanya serta dapat digunakan sebagaimana mestinya. Akhir kata, saya berharap buku ini dapat diterbitkan dan dimanfaatkan sesuai fungsi dan isinya.
Pengertian Hukum dan Unsur-unsur Hukum
Meyers, undang-undang ialah segala peraturan yang mengandungi pertimbangan akhlak yang ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan menjadi pedoman bagi penguasa negara dalam melaksanakan tugasnya. Van Kant, undang-undang adalah peraturan paksaan yang dikekalkan untuk mengawal dan melindungi kepentingan orang dalam masyarakat.
Tugas dan Tujuan Hukum
Selain itu, teori utilitarian Jeremy Bentham menyatakan bahwa tujuan hukum adalah untuk menjamin kebahagiaan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Berdasarkan tujuan undang-undang tersebut, Soedjono Dirdjosisworo mengatakan bahwa tujuan hukum sebenarnya adalah mengupayakan keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat bersama.
Fungsi Hukum
Tentu saja fungsi hukum di atas harus dijalankan di samping fungsi hukum sebagai sistem kontrol sosial. Theo Huijbers menyatakan bahwa fungsi hukum adalah menjunjung tinggi kepentingan umum dalam masyarakat, melindungi hak asasi manusia, dan mewujudkan keadilan dalam hidup bersama.
Pengertian Tata Hukum
Tatanan hukum yang sah dan berlaku pada waktu tertentu di suatu negara disebut hukum positif (ius constitutum). Sistem hukum Indonesia adalah sistem hukum yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yang terdiri dari peraturan-peraturan hukum yang disusun atau disusun sedemikian rupa, dan peraturan-peraturan tersebut saling berhubungan dan menentukan satu sama lain.
Sejarah Tata Hukum di Indonesia
Di bidang hukum, peraturan yang berlaku bagi masyarakat Belanda tidak mengalami perubahan, tinggal menunggu kodifikasi hukum yang direncanakan oleh pemerintah Belanda. Pada masa ISIS mulai berlaku, sistem hukum yang berlaku di Hindia Belanda sebagian besar bersifat tertulis dan tidak tertulis (hukum adat) dan masih bersifat pluralistik, khususnya hukum perdata.
Masyarakat dan Hukum
Artinya suatu peraturan dikatakan baik apabila masyarakat menjunjung dan menghargai serta menaati peraturan tersebut. Peraturan tersebut dapat diubah atau dinyatakan tidak berlaku sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Kaidah Hukum
Penganutnya meyakini dan menerima bahwa aturan hidup berasal dari Tuhan dan menjadi pedoman hidup. Peraturan hukum adalah peraturan yang timbul dari peraturan hukum itu sendiri, dibuat baik tertulis maupun tidak tertulis oleh penguasa dan pelaksanaannya dilaksanakan.
Moral dan Hukum
Aturan hukum berasal dari aturan-aturan sosial lain dalam masyarakat, yang muncul dari proses perampasan kembali, legitimasi, dari aturan sosial non-hukum (moralitas, agama, kesusilaan) menjadi aturan hukum. Peraturan hukum yang dikeluarkan oleh penguasa tertinggi adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu dan dinyatakan langsung dalam bentuk peraturan hukum, dan sama sekali tidak bersumber dari peraturan sosial sebelumnya. pelaksanaan dan kapasitas kerjanya. Hukum sebagai pengaturan perilaku heteronom berbeda dengan moralitas dalam hal jaminan pelaksanaannya.
Hukum dimaksudkan untuk hidup berdampingan secara tertib dan membebani orang dengan kewajiban terhadap orang lain. Moralitas yang bertujuan pada kesempurnaan manusia, mengarahkan sila-silanya kepada manusia sebagai individu demi kepentingan manusia itu sendiri.
Pengertian Sumber Hukum
Misalnya, sumber hukum dilihat dari sudut pandang filosofis tidak sama dengan sumber hukum dari sudut sejarah atau sejarah. Demikian pula memahami sumber hukum dari sudut pandang ekonomi tidak sama dengan memahami sumber hukum dari sudut sosiologi. Mencari sumber hukum berupa undang-undang, keputusan hakim di pengadilan, undang-undang, buku literatur hukum, majalah.
Sedangkan sumber daya hukum yang memungkinkan pembentuk undang-undang meneliti bahan dalam penyusunan undang-undang mengacu pada penyusunan rancangan undang-undang. Zevenbergen sebagaimana dikutip Achmad Ali menyatakan bahwa sumber hukum adalah sumber hukum, sumber yang melahirkan hukum.
Sumber-sumber Hukum Material dan Formal
Undang-undang adalah peraturan negara dengan kekuatan undang-undang yang mengikat yang ditadbir dan dikuatkuasakan oleh pemerintah negara. Undang-undang dalam erti kata rasmi: setiap keputusan kerajaan adalah undang-undang kerana cara ia dibuat (contohnya: diambil oleh kerajaan bersama-sama dengan parlimen); Syarat mutlak untuk sesuatu undang-undang berkuat kuasa pada tarikh yang ditetapkan dalam undang-undang itu sendiri.
Undang-undang tersebut secara tegas dicabut oleh lembaga yang membentuknya atau badan yang lebih tinggi. Penjelasan mengenai undang-undang tersebut terdapat dalam Tambahan Lembaran Negara yang memiliki nomor urut.
Asas Hukum
Asas hukum didasarkan pada satu atau lebih nilai yang menentukan situasi berharga yang ingin diwujudkan. Pertama, asas hukum berakar pada realitas masyarakat dan kedua pada nilai-nilai yang dipilih sebagai pedoman hidup bersama. Selain itu, fungsi asas hukum dalam hukum adalah melengkapi sistem hukum: menjadikan sistem hukum fleksibel.
Karena sifatnya yang abstrak, asas-asas hukum pada umumnya tidak dituangkan dalam peraturan atau pasal yang konkrit. Oleh karena itu, asas-asas hukum pada umumnya hanya berupa dugaan saja. asumsi) yang menggambarkan bukan kenyataan melainkan cita-cita atau harapan.
Pembagian Asas Hukum
Asas hukum pada umumnya bersifat dinamis, berkembang menurut kaidah hukum, sedangkan kaidah hukum akan berubah tergantung perkembangan masyarakat, sehingga dipengaruhi oleh waktu dan tempat: “historich besttimmt”. Walaupun asas-asas hukum pada umumnya bersifat dinamis, namun menurut Scholten terdapat asas-asas hukum yang bersifat universal, yaitu asas kepribadian, asas perkumpulan, asas persamaan, asas kewenangan, dan asas pemisahan antara yang baik dan yang buruk. Menurut Sudikno Mertokusumo, tampak dalam lima asas hukum yang dikemukakan Scholten terdapat cita-cita dan harapan kemanusiaan yang melekat pada diri manusia.
Kesadaran Hukum
Akhir-akhir ini kita banyak mendengar dan membaca tentang kesadaran hukum, peningkatan kesadaran hukum, peningkatan kesadaran hukum adalah istilah-istilah yang tidak asing lagi. Kesadaran hukum sebagai berada dalam hukum, kesadaran hukum sebagai mentaati hukum, berada dalam hukum, menurut kaidah-kaidah hukum yang kita ketahui atau pahami; Kesadaran hukum sebagai perlawanan terhadap hukum, kesadaran hukum berupa perlawanan terhadap hukum atau pelanggaran terhadap hukum.
Pemahaman tentang kesadaran hukum sebenarnya berkisar pada pemikiran bahwa kesadaran dalam diri anggota masyarakat merupakan faktor penentu keabsahan hukum. Permasalahan kesadaran hukum pada mulanya muncul dalam proses penegakan hukum positif tertulis.
Cara-cara Meningkatkan Kesadaran Hukum
Perlu dicatat bahwa Krabbe dan Kranenburg termasuk di antara mereka yang mengembangkan teori kesadaran hukum. Jadi kesadaran hukum berarti kesadaran akan apa yang sebaiknya kita lakukan atau lakukan atau apa yang tidak boleh kita lakukan atau lakukan, terutama terhadap orang lain. Pada hakikatnya kesadaran hukum masyarakat tidak lain hanyalah pandangan-pandangan yang hidup dalam masyarakat tentang apa itu hukum.
Sebagai pandangan hidup bermasyarakat, hal itu tidak bersifat individual atau subjektif, melainkan merupakan hasil kesadaran hukum yang subjektif. Oleh karena itu, setelah mengetahui kemungkinan penyebab menurunnya kesadaran hukum masyarakat, maka upaya yang paling penting, efisien dan efektif adalah meningkatkan dan mengembangkannya melalui pendidikan.
Penegakan Hukum dalam Masyarakat
Secara konseptual hakikat dan makna penegakan hukum terletak pada kegiatan menyelaraskan hubungan antara nilai-nilai yang dituangkan dalam aturan-aturan yang stabil dan perwujudan sikap tindakan sebagai rangkaian tahap akhir penerjemahan nilai, untuk menciptakan, melestarikan. dan menjaga kehidupan sosial tetap damai. . Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan undang-undang bukanlah sekedar pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Selain itu, terdapat kecenderungan yang kuat untuk memaknai pelaksanaan hukum sebagai pelaksanaan putusan hakim.
Dengan kata lain, penegakan hukum merupakan upaya untuk mengimplementasikan ide-ide tersebut. Faktor sarana atau fasilitas, tanpa sarana atau fasilitas tertentu tidak mungkin dilakukan penuntutan pidana.
Penegakan Hukum dalam Pengadilan
Ketika membahas aliran dan pendekatan dalam ilmu hukum, realisme menekankan pada praktik yang dilakukan oleh pengadilan sebagai ukuran terbaik untuk mengetahui hukum apa yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kemajuan dalam penelitian perilaku manusia (behavioral Research), yang menekankan bukan pada apa yang terjadi dalam pikiran manusia, melainkan pada apa yang dapat diamati melalui perilakunya dan hubungannya dengan rangsangan eksternal. Schubert menjawab bahwa para hakim mempunyai sikap yang berbeda-beda karena mereka masing-masing pada akhirnya memilih hal-hal tertentu untuk dipercaya dan menolak hal-hal lain, sebagai hasil dari pengalaman hidup mereka.
Oleh karena itu, keputusan dipengaruhi (dipengaruhi) oleh atribut, hanya melalui mediasi variabel perilaku (intermediate behavioral variabel). Oleh karena itu peranan hakim sangatlah penting, untuk mengisi kekurangan-kekurangan yang ada dalam hukum positif dalam rangka perubahan masyarakat.
Hukum Sebagai Sarana Kontrol Sosial
Cara pengendalian sosialnya melalui lembaga melalui lembaga-lembaga sosial yang ada di masyarakat, seperti lembaga pendidikan, lembaga hukum, lembaga keagamaan, lembaga politik, ekonomi, dan keluarga. Cara pengendalian sosialnya adalah kekerasan (coercion), yaitu ancaman fisik agar pelakunya jera dan tidak mengulanginya lagi. Cara pengendalian sosial melalui imbalan bersifat preventif dan memberikan tujuan untuk menjamin terpatuhinya norma dan nilai sosial dalam masyarakat.
Meskipun cara pengendalian sosial melalui hukum biasanya bersifat represif, namun tujuan dari cara ini adalah mengembalikan keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran. Metode pengendalian informal adalah metode pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil yang erat dan bersifat informal dan tidak memiliki aturan tertulis.
Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat
Hukum dapat mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung dalam mendorong perubahan sosial. Misalnya suatu peraturan yang menentukan sistem pendidikan tertentu bagi warga negara mempunyai pengaruh tidak langsung yang sangat penting bagi perubahan sosial. Dalam banyak kasus, hukum mempunyai pengaruh langsung terhadap pranata sosial, artinya terdapat hubungan langsung antara hukum dan perubahan sosial.
- Pengalaman di negara lain dapat membuktikan bahwa hukum, seperti bidang kehidupan lainnya, digunakan sebagai alat untuk mewujudkan perubahan sosial. Dapat dikatakan bahwa peraturan hukum sebagai instrumen untuk mengubah masyarakat memegang peranan penting, terutama dalam perubahan yang diinginkan atau perubahan yang direncanakan. perubahan yang diinginkan atau perubahan yang direncanakan). Dalam hal ini, supremasi hukum mendorong perubahan sosial dengan membentuk badan-badan yang secara langsung mempengaruhi perkembangan di bidang sosial, ekonomi dan politik.
2009, Hukum dan Perubahan Sosial, Tinjauan Teoritis dan Pengalaman di Indonesia, Genta Publishing, Yogyakarta.