• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF ii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF ii"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Penulisan skripsi ini merupakan bagian dari tugas akhir penulis dalam menyelesaikan studi penulis untuk memperoleh gelar Magister Studi Agama Islam, Konsentrasi Ilmu Syariah, Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta. Banyak hal yang penulis lalui dalam menyelesaikan disertasi ini, kendala dan keterbatasan penulis dalam melakukan penelitian menjadi bagian dari penyelesaian disertasi ini yang akhirnya dengan ijin Allah disertasi ini diberi judul, “Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Keputusan Dualy (MFID) Tentang Likuiditas Perbankan Syariah” dapat teratasi dan tentunya masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki kedepannya. Yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu dalam proses peningkatannya. pengetahuan ilmiah dan spiritual penulis;

Yang telah banyak memberikan jasa, pengalaman dan pengajaran selama penulis menempuh pendidikan di Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta (IIQ). Guru-guru penulis selama mengikuti Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta telah memberikan ilmu yang sangat berharga bagi penulis dan nantinya akan menjadi modal yang sangat penting bagi penulis untuk mengabdi di masyarakat. Semua teman-teman yang telah membantu dan memberikan dukungan serta doa kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Diharapkan melalui penelitian terhadap keputusan Majma' Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Dualy (MFID) dapat memberikan dorongan bagi pengembangan instrumen likuiditas dan akad bank syariah.

سلا َ

اب

نل

لاَ ت

س َ لا

وَ لا

تلا

ئا

لا َ ما

فَ ئا

رلاَ ب َ

ىف

ت َ لا

خآ َ

لا

لاَ ة

ضا

لا َ ك

سلا

لاَ م

را

عَ ما

ما

فلا َ

وَ ئا

رلاَ ب َ دَ

م َ ىف

لاَى

خلا

راَ ة

مَ َ ها

تا

جا َ ت

فاَ ة

م َ كا

عَ لا

ها

راَ ي

كا

رَ َ خآ

ماَ ل

بلاَ ن

بَ دا

شلا

سلا َ ةَ

جا َ تح

تا و

لاَ ي

يفَا

قا

فَ ئا ََ

راَ ةَ

ساَى

لا َ

تمل َا

لاَى ل

عَ َ ئا

راَ ت

مَ لا

وَ زا

ظا

سلا َ ب

لا َ ةَ

عَ ئا

يف

صملا َ ةَ

بلا َ

رَ را

م َ تا

لاَ ف

دلاَي

ي(MFID)

مي َ

صملا

لاَ ذ

حلا

دا

Latar Belakang Masalah

Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai lembaga perantara antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang tidak mempunyai dana yang produknya harus sesuai dengan prinsip syariah. 7 Kegiatan perbankan syariah pertama kali dilakukan sekitar tahun 1940-an di Pakistan dan Malaysia. Namun baik bank konvensional maupun bank syariah wajib mengelola likuiditasnya karena pengelolaan likuiditas diperlukan untuk memenuhi kewajiban bank, terutama kewajiban jangka pendek.17.

Sebuah studi yang disponsori oleh Bahrain Monetary Agency (BMA, 2001) menunjukkan bahwa bank syariah umumnya menghadapi fenomena kelebihan likuiditas. Total aset bank syariah dalam sampel adalah 13,6 miliar dolar, dan 6,3 miliar dolar ditemukan sebagai aset likuid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank konvensional rata-rata memiliki likuiditas 46,5% lebih rendah dibandingkan bank syariah.19.

Akibatnya, bank syariah rata-rata memiliki jumlah alat likuid yang lebih besar dibandingkan bank konvensional.22. Fatwa tersebut menyatakan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral dapat menerbitkan instrumen moneter berdasarkan prinsip syariah yang disebut SWBI yang dapat digunakan oleh bank syariah untuk mengatasi kelebihan likuiditasnya. 27 Bank syariah yang mengalami kendala pendanaan jangka pendek dapat mengajukan FPJPS jika memiliki kebutuhan modal minimal 8 persen.

Instrumen yang saat ini tersedia untuk mengelola likuiditas bank syariah melalui Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) 28 antara lain Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Deposito Antar Bank Syariah, Sertifikat Investasi Antar Bank (SIMA) Mudharabah Syariah, Fasilitas Bank Indonesia Syariah (FASBIS), Short- Fasilitas Keuangan Berjangka Bagi Bank Umum Syariah (FPJPS) dan Fasilitas Likuiditas Intrahari Bagi Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah (FLIS) 29. Pasar uang antar bank yang dibenarkan adalah yang berdasarkan prinsip syariah, dan pelaku pasar uang syariah adalah: pertama, bank syariah sebagai pemilik atau penerima dana; kedua, bank konvensional hanya sebagai pemilik dana. Dana yang berhasil dihimpun bank syariah dalam bentuk simpanan investasi mudhârab terutama diinvestasikan pada transaksi murabahah, salam, istishna', ijârah, ijârahmintaiya bittamlik dan lainnya.

Di kalangan bank syariah yang ada, terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai respon terhadap surat berharga. Kedua, dalam keadaan tertentu, termasuk bank syariah di Indonesia, bank syariah di Malaysia menerima transaksi surat berharga.

Permasalahan

  • Identifikasi Masalah
  • Batasan Masalah
  • Rumusan Masalah

Proses rekayasa keuangan syariah dipandang sebagai proses membangun instrumen yang kompleks dan sensitif, karena prosesnya harus melibatkan pakar multidisiplin, termasuk tidak hanya pakar ekonomi dan perbankan, namun juga pakar fiqih yang menguasai metode istinbath. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu proses pengembangan instrumen keuangan syariah di Indonesia. Sebagai lembaga yang kredibel di bidang yurisprudensi global, menarik bagi MFID untuk mengkaji lebih jauh hasil fatwa-fatwanya, khususnya terkait masalah likuiditas syariah di industri perbankan.

Harapannya, hasil yang diperoleh dapat memperkuat instrumen keuangan yang diputuskan oleh DSN-MUI dan menjadi landasan pengembangan inovatif dalam menciptakan instrumen baru likuiditas perbankan syariah di Indonesia. Bank Indonesia dengan dukungan Dewan Syariah Nasional telah menerbitkan beberapa instrumen keuangan berdasarkan prinsip syariah dengan peraturan pelaksanaannya. Pada tahun 2009, Majma' Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Dualy (MFID) mengadakan pertemuan di Dubai dan mengundang Syekh 'Ajil Jasim Annasyami untuk membahas permasalahan tauriq dan taskik (keamanan) serta penerapannya dalam mengatasi permasalahan likuiditas syariah. perbankan.

Lembaga fiqh dunia seperti Majma’ Al-Fiqh Al-Islâmiy, Majma’ Fiqh Al-Islâmiy Ad-Dualy (MFID) dan Haiatul Muhâsabah wal Murâja’ah Lilmuassasah al-Mâliyah al-Islâmiyah (AAOIFI) telah meletakkan landasan bagi apa yang dimaksud dengan disebut teknologi keuangan. Sebab, lembaga keuangan syariah yang masih menggunakan instrumen perbankan konvensional belum bisa memenuhi kebutuhannya, terutama dalam masalah likuiditas. Maraknya sukuk dan tawarruq dalam dunia perbankan syariah telah menimbulkan perbedaan pendapat; pertama, mayoritas bank syariah menolak perdagangan surat berharga; kedua, bank syariah di Malaysia dalam keadaan tertentu termasuk bank syariah di Indonesia menerima transaksi surat berharga.

Terlalu banyaknya pembahasan mengenai permasalahan likuiditas bank syariah memaksa penulis untuk menentukan batasan permasalahan yang ingin dijawab; penulis hanya akan mendalami pandangan-pandangan Majma' ulama. Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Dualy (MFID) tentang permasalahan likuiditas bank syariah dan gambaran implementasi keputusan MFID dalam mengatasi permasalahan likuiditas syariah pada bank. Bagaimana gambaran implementasi keputusan Majma' Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Dualy mengenai likuiditas bank syariah?

Tujuan Penelitian

Kami berharap upaya penulis dalam meneliti keputusan-keputusan MFID mengenai masalah likuiditas dapat menambah pengetahuan dan memperkaya kajian fikih muamalah khususnya yang berkaitan dengan masalah likuiditas syariah pada perbankan. Harapannya, penelitian ini juga dapat memberikan landasan bagi pengembangan produk-produk inovatif yang memiliki nilai likuiditas tinggi namun tetap berbasis akad syariah.

Kajian Pustaka

Sirin Samih Abu Rahmah dalam tesisnya yang berjudul, Al-Suyûlah Al-Mashrafiyah Wa atsaruhâ Fil-'âid Wal-Mukhâtharah; Dirâsah Tathbiqiyah 'Alal Mashârif Al-Tijâriyah Al-Falasthîniyah, (Ghaza000 tidak mempunyai pengaruh terhadap Universitas Islam), antara likuiditas dan risiko atau indikator risiko likuiditas pada Bank Umum Palestina. Penulis menyarankan agar Bank Umum Palestina mengembangkan produk investasi untuk meningkatkan profitabilitas dan mengurangi risiko kerugian. Berbeda dengan penelitian yang akan penulis lakukan dari segi tujuannya, Sirin Samih Abu Rahmah ingin mengetahui kemampuan manajemen bank dalam mengelola likuiditas serta dampaknya terhadap pendapatan dan kerugian (return dan risk) dengan objek penelitian Palestina. Bank komersil.

Usamah Abdul Halim45 menulis dalam tesisnya yang berjudul Sukûkul istismâr wa duruha attanmawî fil iqtishâd (Ma'had Dakwah Al-Jami'i Liddirosah Al-Islamiyah, Lebanon, 2009) bahwa sanadât fundamental portofolio investasi dalam sistem kapitalis termasuk dalam kategori riba. Usamah Abdul Halim menyimpulkan bahwa sukûk akan menjadi alat penting dalam realitas bisnis, karena di satu sisi menyempurnakan konsep saham dan di sisi lain melengkapi pasar saham. 45 Usamah Abdul Halim Al-Jauriyah, Sukûkul istmâr wa daûruha al-tanmawî fil iqtishâd, (Mahad Dakwah Al-Jami Liddirosah Islamiyah: Lebanon, 2009).

Dari segi metode penulisan, Usamah Abdul Halim menggunakan gabungan metode deskriptif dan induktif. Hasil penelitian Ibrahim Abdul Latif Al-Abidi46 yang berjudul, Haqîqatu bay' al-tawarruq al-fikhi wa al-tawarruq al-mashrafi, (Uni Emirat Arab: Dâirotussyuunil Islamiyyati wal-'Amal al-Khairi, 2008), yang membahas pertanyaan konseptual. Tawarruq. Hal ini membawanya pada kesimpulan bahwa Tawarruq yang dibicarakan oleh para ulama klasik berbeda dengan Tawarruq yang dilakukan oleh bank.

Berbeza dengan hasil kajian Ibrahim Abdul Latif Al-Abidi mengenai amalan tawarruq dalam dunia perbankan Syariah yang kesahihannya diperdebatkan secara meluas mengikut undang-undang kes. Penulis melihat tanpa menghiraukan perbahasan ulama terkini sekitar fiqh tawarruq, yang yakin tawarruq mampu menjadi penyelesaian kepada kesulitan perbankan Syariah dalam mengatasi masalah kecairan. 46 Ibrahim Abdul Latif, Haqîqatu Bay' al-Tawarruq al-Fiqhi wal-Tawarruq al-Mashrafi, (Emiriah Arab Bersatu: Dâirotu al-Syuuni al-Islamiyyati wal-'Amal al-Khairi: 2008).

Metodologi Penelitan

Sistematika Penulisan

Bab ini memuat pandangan para ulama Majma' Al-Fiqh Al-Islamy Ad-Dualy (MFID) mengenai likuiditas perbankan syariah, keputusan MFID mengenai likuiditas perbankan syariah dan instrumen likuiditas perbankan syariah, serta gambaran penerapannya.

Kesimpulan

Pelaksanaan Tawarruq adalah bank menjual barang (kecuali emas dan perak) dari pasar komoditi internasional atau lainnya kepada pembeli (mustauriq) dengan harga non tunai dengan syarat bank wajib mewakili Mustauriq untuk menjualnya kembali kepada pembeli lain. dengan harga tunai dan mengembalikan uangnya kepada Mustauriq.

Saran

Memperkuat konsolidasi dan kerja sama antar bank syariah di tingkat nasional dan internasional melalui kerja sama investasi dan pembentukan lembaga kelas dunia untuk mengatasi permasalahan likuiditas yang lazim dialami perbankan syariah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan likuiditas perbankan syariah ditinjau dari fikih Islam secara lebih utuh, sehingga likuiditas tidak hanya diartikan sebagai cara pembayaran aset saja. Al-Ghozali, Abdul Hamid, Asâsiyât Al-Iqtishâdiyat Annaqdiyah Wad'iyyah Waislâmiyan Ma'al Isyârah ilal Ajmah Al-Mâliyah Al-'âlamiyah, (Kairo: Darun Nassyr Liljamiah, 2009).

Amir Machmud dan Rukmana, Bank Syariah; Teori, Kebijakan dan Kajian Empiris di Indonesia, (Jakarta: Air Langga, 2010). Dr., “Idâratul Al-Suyûlah Fil Mashârif Al-Islamiyâh,” makalah yang dipresentasikan pada sidang ke-20 Majma' Al-Fiqh Al-Islami OKI., Makkah Al-Mukarromah 25-29. Desember 2010. Hasan Abdullah Amin, Al-Wadâ'i Al-Mashrafiyah An-Naqdiyah Wa Istismâriha Fil-Islâm, (Jeddah: Darusy Syuruq, 1983).

Hulwati, Ekonomi Islam, Teori dan Praktek Perdagangan Obligasi Syariah di Pasar Modal Indonesia dan Malaysia, (Jakarta: Ciputat Press bekerjasama dengan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, 2009). Ibrahim Abdul Latif, Haqîqatu Ba'i al-Tawarruq al-fqhi wattawarruq al-mashrafi, (Dubai: Dairoh Syuun Al-Islamiyah Wal Amal Khaeri, 2008) Ismail, Perbankan Syariah, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2011). Muhammad Abdul Mun'im Abu Zaed, Dr., Al-Dhamâm Fil-Fiqh Al-Islâmy wa Tethbiqâtuhu Fil mashârif al-Islâmiyah, (Kairo: Ma'had Alami Lil Fiqr Al-Islamy, 1996).

Muhammad Rawas Qal'ah Ji, Al-Mu'âmalah al-Mâliyah al-Muâ'shirah Fî Dhau'il Fiqh wal-Syarî'ah, (Bairut: Darunnafâis, 1999). Muhammad Utsman Syibir, Al-mu'amalât al-Mâliyah al-Mu'âshirah Fil fiqh Al-Islâmy, (Yordania: Darunnafâis, 1999). Syukri Iska, Sistem Perbankan Syariah di Indonesia Dalam Perspektif Fikih Ekonomi, (Yogyakarta: Fajar Media Press, 2012).

Referensi

Dokumen terkait