• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Pembelajaran Bahasa Inggris Teori Dan Praktik - Unj

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF Pembelajaran Bahasa Inggris Teori Dan Praktik - Unj"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

SMA/SMK/MA DENGAN KERANGKA TPACK:

TEORI DAN PRAKTIK

(3)

ii

(4)

iii

PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

SMA/SMK/MA DENGAN KERANGKA TPACK:

TEORI DAN PRAKTIK

Nur Arifah Drajati, dkk.

(5)

iv

Pembelajaran Bahasa Inggris SMA/SMK/MA dengan Kerangka TPACK:

Teori Dan Praktik

Copyright © Nur Arifah Drajati, dkk.

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang All Rights Reserved

Cetakan Pertama, Desember 2019

Penulis : Nur Arifah Drajati, dkk.

Editor : Nur Arifah Drajati Rancang Sampul : Muhammad Kavid Tata Letak : M. Yoga Oktama, dkk.

Pracetak : Wahyu Saputra

Okta Dwi Purnama

Penerbit:

Yuma Pustaka

Jl. Samudra Pasai No. 47, Kleco, Kadipiro Surakarta 57136 Telp. 0271-723523. Fax. 0271-654 394,

Hunting 081391423540

E-mail: [email protected] Facebook: @Yuma Pustaka

xx + 198 hal, 21 cm x 29 cm ISBN: 978-623-7128-49-6

Percetakan dan Pemasaran:

YUMA PRESSINDO

E-mail: [email protected] Telp. 0271-9226606/085647031229

Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa seizin tertulis dari penulis atau penerbit. Isi diluar tanggungjawab percetakan.

(6)

v DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Daftar Isi ... iii

Sambutan Presiden TEFLIN ... xi

Kata Pengantar ... xiii

Biodata Penulis ... xv

BAB 1 KONSEP INTEGRASI TEKNOLOGI DAN KERANGKA TPACK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ... 1

1. Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Framework TPACK: Kesempatan dan Tantangan Guru Abad 21 ... 1

Nur Arifah Drajati 2. Active Learning pada Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Kerangka TPACK ... 13

Hilda Rakerda 3. Inovasi Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris From Stand- alone Computer to Mobile Phone ... 22

Gumawang Jati 4. Asesmen TPACK pada Pembelajaran Bahasa Inggris ... 35

Muchlas Suseno 5. Keyakinan Guru Terhadap Penerapan Kerangka TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Inggris ... 43

Lita Liviani Taopan BAB 2 MENDESAIN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMA/SMK/MA DENGAN KERANGKA TPACK ... 53

1. Berkreasi dengan Puisi: Pembelajaran Bahasa Inggris SMA dengan Kerangka TPACK ... 53

Arni Ferra Sinatra dan Dewi Rochsantiningsih 2. Pembelajaran Bahasa Inggris SMK dengan Kerangka TPACK ... 61

Tri Wardati dan Dyah Setyowati Ciptaningrum

(7)

vi

3. TED ED dan Google Suite for Education untuk Pembelajaran Teks ... 74 Diki Riswandi dan Sri Haryati

BAB 3

APLIKASI PENDUKUNG PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ... 87

1. Socrative ... 90 Agustina Tyarakanita

2. Speed Reading ... 91 Amanda Ummu Haniah

3. Learn English Through Story ... 92 Giyaning Rahma

4. 1000 English Stories... 93 Shin Puan Maharani

5. Newsela ... 94 Surya Agung Wijaya

6. Tinycards ... 95 Surya Agung Wijaya

7. Charades ... 97 Anggun Mukti Prima Bakti

8. Lingbe ... 98 Ivan Rifai

9. Babbel ... 99 Nuzul Qurrota Sukma

10. Neo Study ... 100 Shin Puan Maharani

11. Poro ... 101 Yohana Eva Mau Kasi

12. Englsih Speaking Practice ... 102 Endah Kurtianti

13. Lingodeer ... 104 Aulia Rahma Eka Kusuma Dewi

14. Remind: School Community ... 105 Aulia Rahma Eka Kusuma Dewi

(8)

vii 15. English Writing Book ... 106

Fransiskus Dinang Raja

16. English Grammar Ultimate... 107 Amelia Adityas Farida

17. TEDtube: Study English ... 109 Nuzul Qurrota Sukma

18. Podcast British Council ... 110 M. Yoga Oktama

19. Cambridge English Listening... 111 Fransiskus Dinang Raja

20. Seesaw ... 113 Adi Irma Suryadi

21. Storybird ... 114 Amanda Ummu Haniah

22. Kahoot ... 115 Amelia Adityas Farida

23. Trello ... 116 Anggi Purwa Lestarina

24. Teacher Class 123 ... 117 Dedy Yulianto

25. Quizizz ... 118 Fatimah Zahro Assidiq

26. Cakap ... 119 Febry Khunto Sasongko

27. Edmodo ... 120 Joan Nofila Nurlinita1

28. ClassDojo ... 121 Latifah Fatmawati

29. Facebook ... 122 M. Yoga Oktama

30. Hellotalk ... 123 Nito Majid Mujtahid

31. Hello Pal ... 124 Pradhita Ramadhani

(9)

viii

32. E-Learning App ... 125 Yohana Eva Mau Kasi

33. Tandem ... 126 Zahrotul Lutfiana

34. Clapp ... 127 Dyah Retno Wulan

35. EWA: Learning EnglishLanguage ... 128 Anggi Purwa Lestarina

36. Mondly Languages ... 129 Anggun Mukti Prima Bakti

37. Improve English ... 130 Dedy Yulianto

38. Hello English ... 131 Pradhita Ramadhani

39. Quizlet ... 132 Latifah Fatmawati

40. Learn English Daily ... 133 Febry Khunto Sasongko

41. Beelingualapp ... 134 Joan Nofila Nurlinita

42. Duolingo ... 135 Zahrotul Lutfiana

43. Voscreen ... 136 Fatimah Zahro Assidiq

44. ABA English ... 137 Ivan Rifai

45. Busu... 138 Giyaning Rahma

46. Google Expedition ... 139 Agustina Tyarakanita

47. Lingualia ... 140 Dyah Retno Wulan

48. Olalla ... 141 Endah Kurtianti

(10)

ix 49. Fun Easy Learn ... 142

Nito Majid Mujtahid

50. English Central ... 143 Adi Irma Suryadi

BAB 4

WEBSITE PENDUKUNG PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ... 144

1. FluentU (www.fluentu.com) ... 145 Nuzul Qurrota Sukma

2. Wordsmile (www.wordsmile.com) ... 146 M. Yoga Oktama

3. Learn A Language (www.learnalanguage.com) ... 147 Nito Majid Mujtahid

4. Perfectly Spoken (perfectlyspoken.com) ... 149 Amelia Adityas Farida

5. Speaky (www.speaky.com) ... 150 Zahrotul Lutfiana

6. Grammarly (www.grammarly.com) ... 152 Amelia Adityas Farida

7. Tlk.io ... 153 Anggun Mukti Prima Bakti

8. Schoology (www.schoology.com)... 154 Aulia Rahma Eka Kusuma D

9. Unilang (forum.unilang.org) ... 155 Endah Kurtianti

10. Edublogs (www.edublogs.com) ... 156 Adi Irma Suryadi

11. Moodle (moodle.org) ... 157 Giyaning Rahma

12. Coggle (coggle.it) ... 158 Pradhita Ramadhani

13. Fanfiction (www.fanfiction.net) ... 159 Surya Agung Wijaya

(11)

x

14. Esl-Lab (www.esl.lab.com) ... 161 Surya Agung Wijaya

15. TED (www.ted.com) ... 162 Aulia Rahma Eka Kusuma D

16. Slideshare (www.slideshare.com) ... 164 Febry Khunto Sasongko

17. Zenius (www.zenius.net)... 165 Febry Khunto Sasongko

18. Futurelearn (www.futurelearn.com)... 166 Zahrotul Lutfiana

19. Englishpage (www.englishpage.com) ... 167 Yohana Eva Mau Kasi

20. Memrise (www.memrise.com) ... 168 Pradhita Ramadhani

21. EWE (www.easyworldofenglish.com) ... 169 Yohana Eva Mau Kasi

22. ESOL Courses (www.esolcourses.com ... 170 Latifah Fatmawati

23. Educreations (www.educreations.com)... 171 Latifah Fatmawati

24. Hinative (www.hinative.com) ... 172 Joan Nofila Nurlinita

25. Khan Academy (id.khanacademiy.org) ... 173 Joan Nofila Nurlinita

26. Open Culture (www.openculture.com ... 174 Ivan Rifai

27. Listen and Write (www.listen-and-write.com) ... 175 Franciskus Dinang Raja

28. Interpals (www.interpals.net) ... 176 Ivan Rifai

29. Basic English Speaking (basicenglishspeaking.com) ... 177 Franciskus Dinang Raja

(12)

xi 30. Brainly (brainly.com) ... 178

Fatimah Zahro Assidiq

31. Learn English Online (learn-english-online.org) ... 179 Fatimah Zahro Assidiq

32. VOA Learning English (learningenglish.voanews.com) ... 180 Anggun Mukti Prima Bakti

33. English Grammar (englishgrammar.org) ... 181 Dedy Yulianto

34. Cloud School (www.cloudschool.com) ... 182 Dedy Yulianto

35. Transparent (education.transparent.com ... 183 Endah Kurtianti

36. Scratch (scratch.mit.edu) ... 184 Agustina Tyarakanita

37. English Club (www.englishclub.com) ... 185 Agustina Tyarakanita

38. Vocabulary (www.vocabulary.com) ... 186 Nito Majid Mujathid

39. Classroom Google (classroom.google.com) ... 187 Anggi Purwa Lestarina

40. News in Levels (www.newsinlevels.com) ... 188 Anggi Purwa Lestarina

41. ESL Partyland (www.eslpartytown.com) ... 189 Shin Puan Maharani

42. Hot Potatoes (hotpot.uvic.ca) ... 190 Shin Puan Maharani

43. English Grammar 101 (www.englishgrammar101.com) ... 191 Amanda Ummu Haniah

44. Islcollective (en.islcollective.com) ... 192 Amanda Ummu Haniah

45. Talk English (www.talkenglish.com) ... 193 Dyah Retno Wulan

46. Italki (www.italki.com) ... 194 Dyah Retno Wulan

(13)

xii

47. Many Things (www.manythings.org) ... 195 M. Yoga Oktama

48. BBC (www.bbc.co.uk) ... 196 Nuzul Qurrota Sukma

49. Ego4u (www.ego4u.com) ... 197 Giyaning Rahma

50. Alison (www.alison.com) ... 198 Adi Irma Suryadi

(14)

xiii SAMBUTAN PRESIDEN TEFLIN

.

Puji syukur kepada Allah SWT untuk segala rahmat Nya sehingga buku ini dapat diterbitkan.

Buku Panduan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Kerangka TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) ini merupakan himpunan tulisan dari dosen, peneliti, guru dan mahasiswa di bawah naungan TEFLIN (The association of Teaching English as a Foreign Language in Indonesia) yang memiliki ketertarikan terhadap pengintegrasian teknologi dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris.

Sejalan dengan fokus TEFLIN yang mengutamakan pengembangan profesionalisme anggota, maka penerbitan buku ini merupakan bukti konkrit bahwa anggota TEFLIN selalu berupaya untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai pengajar bahasa Inggris di Indonesia. Penerbitan buku ini juga merupakan upaya untuk mempersiapkan para pengajar bahasa Inggris di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi.

Buku ini berisi konsep dan implementasi kerangka kerja TPACK dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Selain menyajikan kajian teoretis, buku ini juga menyajikan kisah para guru bahasa Inggris di SMA tentang bagaimana mengaplikasikan kerangka kerja TPACK dalam pembelajaran bahasa Inggris. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak demi tercapainya pembelajaran bahasa Inggris yang lebih berkualitas.

Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd

(15)

xiv

(16)

xv KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan buku ‘TPACK: Teori dan Praktek’ bagi Pembelajaran Bahasa Inggris SMA/SMK/MA. Buku ini bertujuan memberikan pengenalan dan pengetahuan bagi guru dan calon guru bahasa Inggris. Buku ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang TPACK (Technological, Pedagogical, dan Content Knowledge), mengenal aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris, dan mendesain pembelajaran bahasa Inggris dengan kerangka TPACK.

Buku ini terdiri dari tiga bagian yaitu tentang teori kerangka TPACK, contoh desain pembelajaran TPACK di SMA/SMK/MA, dan pengetahuan tentang aplikasi dan website yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh guru bahasa Inggris dan siswanya. Pembelajaran Bahasa Inggris dengan kerangka TPACK ini akan terus dikembangkan seiring dengan waktu dan hasil penelitian yang kami akan laksanakan dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak akan sangat bermanfaat guna penyempurnaan buku selanjutnya dimasa mendatang.

Apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan dan penyempurnaan buku ini.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat.

Surakarta, Januari 2020

Nur Arifah Drajati dan Tim Penyusun

(17)

xvi

(18)

xvii Biodata Penulis

Nur Arifah Drajati menyelesaikan kuliah S1 di pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 1999. Pada tahun 2008, ia menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta dan menyelesaikan gelar doktornya dalam Pendidikan Bahasa Inggris di universitas yang sama pada tahun 2013. Minat penelitiannya meliputi teknologi dalam pembelajaran bahasa dan literasi.

Arni Ferra Sinatra. Menyelesaikan pendidikan S1 pada jurusan Bahasa Inggris FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta dan S2 pada program Pasca Sarjana di universitas yang sama. Pernah meraih medali emas dalam Olimpiade Guru Tingkat Nasional (OGN) pada tahun 2017.

Menerima Seaqil Grant untuk praktik baik pembelajaran berbasis HOTS pada tahun 2018. Berkesempatan mengikuti short course tentang Pedagogy – 21st century learning di Queensland University, Australia pada tahun 2019.

Dewi Rochsantiningsih. Mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Sebelas Maret sejak tahun 1986. Pendidikan S2nya dilaksanakan di Sydney University, Australia dan S3nya diselesaikan di Macquarie University, Australia. Minat dan ketertarikannya ada pada teacher professional development, teacher identity, dan penerapan teknologi dalam pendidikan.

Dyah Setyowati Ciptaningrum adalah dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sejak 2005. Studi S2nya diselesaikan di Monash University, Australia, lalu menerima gelar Ed.D. dari Flinders University, Australia. Thesis, penelitian dan karya ilmiahnya berfokus pada penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris, TPACK, dan pembelajaran profesional guru (teacher professional learning).

(19)

xviii

Gumawang Jati adalah dosen senior Bahasa Inggris di Fakultas Seni dan Desain ITB. Dia menyelesaikan gelar S1 dari IKIP Sanata Dharma pada tahun 1987, dan menyelesaikan gelar M.A. dari University of Warwick pada tahun 1989 dengan spesialisasi dalam CALL. Gumawang Jati mengikuti kursus singkat Manajemen di ELT di Universitas Leeds pada tahun 1992. Ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2010 dengan spesialisasi di bidang Pendidikan dan TIK.

Hilda Rakerda menyelesaikan kuliah S1 di pendidikan Bahasa Inggris dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Pontianak pada tahun 2016. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan masternya di pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Minat Penelitiannya meliputi teknologi dalam pembelajaran bahasa dan literasi.

Lita Liviani Taopan, M.Pd menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 2012.

Kemudian memperoleh beasiswa Magister dalam Negeri dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Republik Indonesia (LPDP RI) dan melanjutkan pendidikan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tahun 2019 menyelesaikan studi Magister pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sebelas Maret. Minat penelitian meliputi teknologi integrasi dalam pengajaran bahasa inggris dan juga tentang pengajaran Bahasa Inggris di daerah 3T.

Muchlas Suseno adalah dosen senior pada Program Studi S2 Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi S3 bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dia menyelesaikan pendidikan tingkat Doktor (S3) di bidang PEP dan tingkat Magister (S2) bidang Pembelajaran Bahasa di UNJ. Sedangkan pendidikan tingkat Sarjana (S1) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris diselesaikan di IKIP Jakarta. Minat penelitiannya, antara lain tentang Pembelajaran, dan Evaluasi Program Pendidikan & Latihan (Diklat)

Pengembangan Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

(20)

xx

(21)

34

4. Asesmen TPACK pada Pembelajaran Bahasa Inggris Muchlas Suseno

Universitas Negeri Jakarta [email protected]

Pendahuluan

Kompetensi guru dalam mengintegrasikan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dengan konten materi ajar serta keterampilan pedagogi atau Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dapat diukur atau dievaluasi pada seluruh aspek kegiatan pembelajaran sejak tahap perencanaan, yaitu saat guru menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Lesson Plan, saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan terakhir pada kegiatan pengetesan atau evaluasi. Pada dimensi lain, kompetensi tersebut juga dapat diukur lebih awal, yaitu di luar atau terpisah dari rangkaian kegiatan pembelajaran. Dalam dimensi ini, salah satu aspek yang diukur misalnya berkaitan dengan ranah afeksi dari guru.

Dalam hal ini, ada empat obyek kompetensi TPACK yang dapat diukur, yaitu (1) persiapan kegiatan mengajar, (2) proses kegiatan mengajar, (3) kegiatan evaluasi belajar, dan (4) atribut-atribut afektif dari pengajar, misalnya percaya diri atau keyakinan guru tentang kemampuannya mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran.

Empat obyek pengujian tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengujian berikut ini, yaitu (a) studi dokumen atau artifak (artifact) pembelajaran, misalnya Rencana Pembelajaran (lesson plan), kurikulum dan/atau silabus pembelajaran dan (b) observasi tindakan guru saat mengajar atau saat pelaksanaan evaluasi belajar, dan (c) laporan diri (self-report) dalam bentuk survey atau melalui interview.

Instrumen yang dipakai pada empat obyek pengujian tersebut berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Instrument yang dipakai pada kegiatan studi dokumen atau artifak pembelajaran adalah rubrik penilaian. Instrument untuk menguji TPACK dalam kegiatan pembelajaran dan/atau evaluasi belajar adalah lembar observasi (observational sheet). Sedangkan untuk menguji atribut afektif yang sifatnya latent digunakan instrument berupa kuesioner.

(22)

35 Berdasarkan penelusuran literatur, terdapat banyak variasi dari tiga instrumen tersebut telah dibakukan oleh para pengembangnya. Dalam hal ini, Schmidt, Ann, dan Koehler (2009) mengidentifikasi beberapa instrument tersebut (Tabel 1).

Tabel 1. Instrument untuk mengukur kompetensi penggunaan TIK dalam pembelajaran

No Instrument Variabel yang diteliti Sumber Rujukan

1

Technology Proficiency Self- Assessment

Teachers’ use of e-mail, Web, integrated applications, and technology integration

Knezek & Christiansen (2004), created in 1999

2

Concerns-Based Adoption Model Stages of Concern (CBAM SoC)

Teachers’ CBAM stage of concern with technology integration as an innovation

Knezek & Christiansen (2004), created in 1999

3

Concerns-Based Adoption Model Levels of Use (CBAM LoU)

Teacher’s CBAM Level of Use of Technology

Knezek & Christiansen (2004), created in 1999

4

Level of Technology Implementation (LoTi) Questionnaire

Teachers’ technology skills, technology integration, stage of instructional development, strategies for technology- related professional development, access to technology

Keller, Bonk, & Hew (2005) adapted Moersch’s (1995) LoTi (both pre-/post- and

intervention/control groups)

5

Integrated Studies of Educational

Technology (ISET) national survey of U.S. teachers, technology coordinators, principals

Teachers’ technology integration, related professional development

implementation and outcomes

SRI International (2002) created survey, complemented with case studies

6 Teaching, Learning, and Computing Survey (TLC)

Teachers’ technology integration, in broader context with approach to teaching, professional engagement, and school-based access to technology

Becker & Riel (2000) created in 1998, complemented with case studies

7

National survey in England of teachers and technology- related professional development providers

Teachers’ technology integration, quality of professional development model and its implementation, school’s engagement with professional

development, teacher access to technology

Preston (2004), complemented with case studies

(23)

36

Selanjutnya, bab ini membahas instrument yang dipakai pada tiga jenis pengukuran sebagaimana dibahas di atas, yaitu rubrik penilaian artifak pembelajaran, rubrik pengamatan kegiatan pembelajaran, dan kuesioner penilaian atribut afektif. Satu per satu instrument tersebut dibahas dan diuraikan dengan harapan dapat digunakan untuk keperluan praktis mengevaluasi kompetensi TPACK para guru di SMA dan SMK.

1) Rubrik penilaian artifak pembelajaran

Instrument dalam bentuk rubrik untuk mengukur artifak pembelajaran masih tergolong langka. Namun demikian, dari penelusuran di berbagai jurnal dapat ditemukan satu instrument yang sering digunakan untuk mengevaluasi persiapan integrasi TIK dalam pembelajaran, yaitu rubrik yang dikembangkan oleh Britten dan Cassady pada tahun 2005 yang dikenal dengan nama Technology Integration Assessment Instrument (TIAI) dan telah direvisi oleh Haris, Grandgenett dan Hofer (2010). Selanjutnya dalam buku ini rubrik TIAI diterjemahkan menjadi Rubrik Penilaian Integrasi TIK pada kurikulum atu rencana pembelajaran. Namun demikian, istilah tersebut tidak menghasilkan akronim yang mudah untuk diingat sehingga istilah TIAI tetap dipergunakan dalam pembahasan selanjutnya.

Rubrik ini digunakan untuk mengukur secara kualitatif kompetensi guru dalam mengintegrasikan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada kegiatan pembelajaran yang tampak pada rencana pembelajaran. Dengan kata lain, rubrik ini digunakan untuk mengukur kompetensi guru dalam merencanakan integrasi TIK sebagai media pembelajaran dan belum mengukur kompetensi praktik tentang pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran. Rubrik TIAI pada versi pertama terdiri dari tujuh komponen, yaitu (1) perencanaan penggunaan TIK, (2) Standar isi atau jenis TIK, (3) Standar TIK, (4) Diferensiasi, (5) Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, (6) Pemanfaatan TIK untuk Pengajaran, (7) Pemanfaatan TIK untuk Asesmen. Namun setelah direvisi, rubrik TIAI diringkas menjadi empat komponen, yaitu (1) tujuan kurikuler dan pemilihan TIK, (2) strategi pembelajaran dan pemilihan TIK, (3) tujuan kurikuler, strategi pembelajaran dan pemilihan TIK, dan (4) keterpaduan (fit) antara tujuan kurikuler, strategi pembelajaran, materi ajar dengan pemilihan TIK. Hal ini, sebagaimana dijelaskan oleh Haris, Grandgenett dan Hofer dilakukan untuk memberi bobot keterkaitan antar komponen dalam TPACK, yaitu komponen pengetahuan tentang teknologi dan pedagogi (TPK), pengetahuan tentang teknologi dan materi (TCK),

(24)

37 pengetahuan tentang pedagogi dan materi ajar (PCK), serta pengetahuan tentang pedagogi, materi ajar dan teknologi (TPACK). Di samping itu, dalam rubrik tersebut juga dimasukkan pengukuran keterkaitan antara tujuan instruksional dengan teknologi. Rubrik TIAI versi adaptasi dapat dilihat pada lampiran.

Rubrik penilaian TIAI telah dibakukan oleh para pengembangnya melalui serangkaian pengujian kualitatif maupun empiris kuantitatif. Pengujian kualitatif dilakukan dengan cara meminta masukan atau feedback dari sejumlah guru yang telah mempraktikkan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, mereka diundang pada diskusi terpumpun (Focus Group Discussion) untuk mempelajari lebih lanjut tentang tata cara menggunakan TIAI sebelum mereka diminta mempraktekkan penggunaan rubrik TIAI untuk mengevaluasi rencana pembelajaran milik mereka sendiri. Di lain pihak, pengujian secara kuantitatif dilaporkan untuk mendapatkan hasil koefisien reliabilitas inter-rater 0,857, reliabilitas konsistensi internal Alpha Cronbach 0,911, dan reliabilitas test-and- retest 0,87. Validitas yang diuji dengan menggunakan interclass correlation menghasilkan koefisien kesesuaian sebesar 84,1%. Uraian tentang pembakuan rubrik TIAI tersebut memberi justifikasi bahwa instrument TIAI layak dijadikan pedoman untuk mengevaluasi kualitas kompetensi guru dalam merencanakan integrasi TIK dalam pembelajaran.

Validasi rubrik TIAI versi Bahasa Indonesia hasil adaptasi untuk disesuaikan dengan situasi di Indonesia telah dilakukan namun baru pada tahap pengujian empiris sederhana untuk mengukur tingkat validitas muka (face validity) dan reliabilitas test-and-retest. Rubrik TIAI versi Bahasa Indonesia dapat dilihat di lampiran 1.

2) Rubrik Pengamatan Kegiatan Pembelajaran

Salah satu rubrik pengamatan tindakan guru dalam mengaplikasikan TPACK dalam proses belajar-mengajar yang dibahas dalam bagian ini adalah rubrik yang dikembangkan oleh Hofer, Grandgenett, Harris dan Swan yang diberi nama TPACK-based observation rubric (Hofer, Grandgenett, Harris, & Swan, 2011).

Bila dicermati, para pengembang rubrik ini adalah juga para pengembang rubrik TIAI yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, kecuali satu orang tambahan, yaitu Kathy Swan. Selanjutnya untuk mengetahui kaitan kedua instrument tersebut, berikut dipaparkan perbandingan tentang kegunaan serta pengujiannya (Tabel 2).

(25)

38

Tabel 2. Perbandingan Rubrik TIAI dan Rubrik Pengamatan Tindakan N

o Aspek Rubrik TIAI Rubrik Pengamatan Tindakan

1 Kegunaan Mengukur kompetensi guru dalam merencanakan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran.

Mengukur kompetensi guru dalam implementasi

pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran

2 Uji Validitas Melibatkan 6 orang ahli

TPACK dan 6 orang guru yang berpengalaman tentang

TPACK

Melibatkan 7 orang peneliti TPACK dan 12 guru senior yang berepengalaman

mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran.

3 Sumber data Lima belas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dua belas buah rekaman video proses pembelajaran

4 Jenis Validitas

yang diuji Validitas Konstruk dan

Validitas Muka Validitas Konstruk dan Validitas Muka

5 Uji Reliabilitas Tidak disebutkan Melibatkan 12 orang guru yang berpengalaman

mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran.

6 Tenik pengujian reliabilitas

1) Inter-rater reliability, 2) Internal Consistency, 3) test- retest.

1) Inter-rater reliabilitas, 2) Internal Consistency, 3) test- retest.

7 Hasil Uji Reliabilitas

1. Inter-rater reliablity yakni (a) Korelasi inter-class (0,857);

(b) score agreement procedure (84,1%). 2. Internal

Consistency Cronbach Alpha (0,911), 3. Test-retest (87%).

1. Inter-rater reliablity yakni ( a) Korelasi inter-class (0,802), (b) score agreement procedure (90,8%). 2. Internal Consistency Cronbach Alpha (0,914), 3.

Test-retest (93,9%).

Rubrik pengamatan tindakan juga telah dibakukan oleh para pengembangnya melalui uji panel pakar dan uji empiris. Sebagaimana tampak pada Table 2, tujuh pakar ahli dalam bidang TPACK dimintai pendapat dan feed-back dan mereka sepakat menyatakan bahwa rubrik ini telah memenuhi kualitas validitas konstruk (construct validity) dan juga validitas muka (face validity). Sementara itu, reliabilitasnya diuji dengan pengujian Korelasi Intrakelas (Intraclass Correlation) dan menghasilkan koefisein (0,802) dan nilai kesepakatan antar pakar (score agreement) sebesar 90,8%. Uji reliabilitas dengan Teknik konsistensi internal (Internal Consistency) menghasilkan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,914.

Sementara itu, reliabilitas test-and-retest menghasilkan koefisien sebesar 93,9%.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa rubrik observasi ini dapat dinyatakan

(26)

39 valid dan reliable untuk mengukur kompetensi guru dalam mengintegrasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Sejauh ini, Rubrik Pengamatan Tindakan belum dipublikasikan secara utuh oleh para pengembangnya. Namun penjelasan tentang aktivitas pembelajaran berbasis TPACK dalam dipahami lebih jauh pada laman (http://activitytypes.wm.edu/).

3) Technology Proficiency Self-assessment

Technology Proficiency Self-assessment (TPSA) adalah alat ukur atau instrument berupa kuesioner yang dikembangkan pertama kali oleh Ropp pada tahun 1999 untuk mengukur keyakinan guru tentang kemampuannya dalam kompetensi (self- efficacy) terkait pemanfaatan TIK dalam pembelajaran (Gençtürk, Gökçek, &

Günes, 2010). Selanjutnya, kuesioner TPSA disempurnakan oleh Rhonda Christensen dan Gerald Knezet pada tahun 2014 (Christensen & Knezek, 2014).

Pada awalnya kuesioner TPSA terdiri dari 20 butir yang dikelompokkan menjadi empat komponen kompetensi TIK, yaitu kompetensi yang berkaitan dengan (1) email, (2) world wide web (www), (3) aplikasi terintegrasi, dan (4) pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Dalam perkembangan dan penyempurnaan selanjutnya peneliti menambah 14 butir baru sehingga jumlah keseluruhan butir kuesioner menjadi 34. Tambahan butir-butir baru tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan TIK, khususnya terkait dengan teknologi sosial media dan telepon seluler yang waktu itu belum muncul. Walaupun jumlah butirnya bertambah, jumlah kelompok komponennya dipertahankan tetap sama seperti semula.

Dalam instrumen ini, responden diminta menanggapi atau menjawab sesuai dengan keyakinannya masing-masing terhadap kompetensi tentang TIK pada tiap butir kuesioner. Kompetensi tersebut dinyatakan dengan kata kerja dan ditulis pada tiap awal pernyataan butir. Untuk memandu seluruh butir, di awal kuesioner ditulis pernyataan umum berupa teks rumpang yang terkait dengan kompetensi pada tiap butir. Pernyataan awal tersebut berbunyi, ‘Saya merasa yakin bahwa saya mampu memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tentang hal- hal berikut ini: …’ Terjemahan adaptasi dari pernyataan aslinya, ‘I feel confident I could …. . Pada tiap butir kuesioner terdapat lima alternatif pilihan jawaban berupa persetujuan dan/atau ketidaksetujuan dengan skala 1 untuk pilihan ‘sangat tidak setuju’ (strongly disagree) dan skala 5 untuk pilihan ‘sangat setuju’ (strongly agree).

(27)

40

Kuesioner TPSA telah dibakukan atau distandarisasi oleh pengembangnya melalui serangkaian pengujian empiris dan dinyatakan bahwa instrumen ini dapat dan layak dipakai untuk mengukur kompetensi guru tentang pengintegrasian TIK dalam pembelajaran. Uji validitas konstruk menyatakan bahwa semua butir memiliki factor loading > 0,50 sehingga dinyatakan valid sedangkan uji reliabilitas konsistensi internal menghasilkan koefisien Cronbach-Alpha untuk 20 butir (TPSA versi 1) sebesar 0,93. Hasil untuk 14 butir tambahan menghasilkan koefisien Cronbach-Alpha berturut-turut (1) dimensi email = 0,85, (2) dimensi www = 0,87, (3) dimensi integrasi aplikasi = 0,81, dan (4) dimensi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran 0,84. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kuesioner TPSA memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Kuesioner TPSA versi Bahasa Indonesia dilampirkan pada bagian akhir buku ini agar dapat dimanfaatkan untuk mengukur keyakinan para guru tentang kompetensinya dalam hal TPACK. Uji validitas dan reliabilitas TPSA versi Indonesia sudah dilakukan walaupun baru pada tahap uji sederhana (Lampiran 3).

Berikut sekilas uraian singkat tentang langkah dan prosedur yang ditempuh dalam melakukan adaptasi Kuesioner TPSA. Pertama, kuesioner TPSA yang telah disempurnakan yang terdiri dari 34 butir (versi orisinil dalam Bahasa Inggris) diberikan kepada tiga orang ahli bidang Teknologi Pendidikan. Tiga buah pertanyaan tentang kuesioner TPSA diberikan kepada ketiga ahli tersebut yaitu (1) apakah butir-butir kuesioner TPSA telah mewakili serta menggambarkan kompetensi TIK dalam pembelajaran, (2) apakah pengelompokan butir-butir pernyataan dalam kuesioner telah sesuai, (3) apakah penyebutan contoh pada beberapa butir telah memadai. Kedua, penerjemahan yang dilakukan setelah kuesioner tersebut mendapatkan masukan dari tiga orang ahli bidang Teknologi Pendidikan. Penerjemahan dilakukan sendiri oleh penulis. Ketiga kuesioner TPSA versi Bahasa Indonesia kemudian diberikan kepada tiga orang pakar tersebut untuk mendapatkan komentar dan saran dari mereka.

Dalam proses penerjemahannya, semua unsur yang ada pada kuesioner TPSA diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yaitu butir-butir TPSA yang berjumlah 34 dan pernyataan pengantar (leading statement) yang dijadikan dasar oleh para responden untuk memberikan tanggapan atas butir-butir tersebut. Pernyataan pengantar dalam Bahasa Inggris ‘I feel confident I could ….’ diterjemahkan secara

(28)

41 kontekstual menjadi ‘Saya merasa yakin bahwa saya mampu memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) tentang hal-hal berikut ini …’.

Di samping itu, dalam penerjemahan adaptasi ini, beberapa istilah baku yang telah umum digunakan dalam TIK, misalnya kata-kata email, home page, podcasts, audio books, dan bookmarks tidak diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Sedangkan beberapa kata lainnya yang juga dikategorikan sebagai istilah baku dan umum dalam TIK namun bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia diperkirakan dapat menimbulkan kendala maka yang dilakukan dalam penerjamahan adaptasi ini adalah menerjemahkan kata-kata tersebut dan juga menuliskan kata aslinya langsung setelah kata kata tersebut misalnya kata

subscribe’ diterjemahkan dengan kata ‘mendaftar’ (subscribe); kata ‘search engine’ diterjemahkan ‘mesin pencari tautan’ (search engine). Hal ini dilakukan atas saran para ahli yang dimintai pendapatnya dalam proses validasi dan adaptasi TPSAi.

Daftar Pustaka

Christensen, R., & Knezek, G. (2014). The Technology Proficiency Self-Assessment Questionnaire ( TPSA ): Evolution of a Self-Efficacy Measure for Technology Integration, 311–318. Retrieved from http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/

Gençtürk, E., Gökçek, T., & Günes, G. (2010). Reliability and validity study of the technology proficiency self-assessment scale. Procedia Social and

Behavioral Sciences, 2, 2863–2867.

https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.03.429

Harris, J., Grandgenett, N., & Hofer, M. J. (2010). Testing a TPACK-Based Technology Integration Assessment Rubric.

Hofer, M. J., Grandgenett, N., Harris, J., & Swan, K. (2011). Testing a TPACK-Based Technology Integration Observation Rubric Testing a TPACK-Based Technology Integration Observation Instrument.

Schmidt, D. A., Thompson, A. D., Koehler, M. J., & Shin, T. S. (2009).

Technological Pedagogical Content Knowledge ( TPACK ): The Development and Validation of an Assessment Instrument for Preservice Teachers. JRTE, 42(2), 123–149.

(29)

Gambar

Tabel 1. Instrument untuk mengukur kompetensi penggunaan TIK dalam pembelajaran
Tabel 2. Perbandingan Rubrik TIAI dan Rubrik Pengamatan Tindakan  N

Referensi

Dokumen terkait