Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pembentukan Karakter Islami Siswa di Sekolah Berbasis Alam (Studi Kasus Siswa di Sekolah Al-Amien Bojonggede Bogor)” sepenuhnya asli karya saya kecuali kutipan yang telah disebutkan. Tesis berjudul “Pembentukan Karakter Islami Siswa di Sekolah Berbasis Alam (Studi Kasus Siswa Sekolah Al-Amien Bojonggede, Bogor)” oleh Fildzah Syauqina dengan NIM 12311158 diulas pada sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Ilmu Qurani (IIQ) Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2016. Menelaah latar belakang permasalahan tersebut, maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian yang bertajuk “Pembentukan Karakter Islami pada Siswa di Sekolah Berbasis Alam (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Al-Amien, Bojonggede Bogor)".
Bagaimana peran sekolah alam dalam pembentukan karakter islami siswa di Sekolah Al-Amien Bojonggede Bogor. Untuk mengetahui peran sekolah berbasis alam dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Al-Amien Bojonggede Bogor. Dapat memberikan wawasan baru kepada guru dalam mendidik siswa untuk membentuk karakter islami pada siswa.
Sebagai informasi bagi siswa dan guru, untuk mengajarkan dan menghadirkan pendidikan karakter sebagai energi positif dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat. Beberapa penelitian juga membahas tentang proses pembelajaran khususnya bagi siswa dan guru diantaranya. Penulis menggunakan metode ini untuk mengamati sejauh mana upaya guru dalam membentuk siswa dalam pendidikan karakter di sekolah berbasis alam pada kelas VI di SD Al-Amien Bojonggede, Bogor.
Dengan menggunakan metode tersebut, penulis memperoleh data tentang upaya guru dalam membentuk karakter siswa di sekolah di sekolah tersebut.
PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penelitian
- Sistematika Penulisan
Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
- Karakter dan Pendidikan Karakter
- Strategi Pendidikan Karakter
- Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter
- Nilai-nilai Pendidikan Karakter
Pengertian Sekolah Alam
METODOLOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
- Pengumpulan Data
- Sumber Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN
Sejarah Sekolah
Sekolah Al Amien Bojonggede didirikan pada tanggal 14 Juli 2008 di bawah Yayasan Al Amien Bojonggede, Bogor, Indonesia. Sejak awal berdirinya, sekolah ini menggunakan konsep sekolah alam yang mengutamakan pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai Islami dalam setiap aktivitas siswa. Sekolah Al-Amien Bojonggede merupakan lembaga pendidikan Islam di bawah Yayasan Al-Amien Bojonggede Indonesia yang berupaya membuka ruang belajar lebih luas dengan menjadikan alam sebagai tempat dan objek pembelajaran.
Menjadi insan yang berakhlak al-Quran, yang mampu mengurus alam dengan bijak untuk kesejahteraan bersama.
Visi dan Misi Sekolah
Dalam upayanya membentuk peserta didik yang berkarakter, Sekolah Al-Amien Bojonggede melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan istilah Kegiatan Sehari-hari. Pengumpulan data dengan menggunakan angket siswa Sekolah Al-Amien Bojonggede yang diperoleh merupakan data konkrit yang dapat digunakan. Dinyatakan bahwa siswa kelas VI pada dasarnya masih memerlukan bimbingan/pengajaran dalam pelaksanaan shalat 5 waktu.
Dari grafik di atas terlihat terdapat 15% siswa yang selalu membantu orang tuanya di rumah dan 85% yang terkadang membantu orang tuanya di rumah. Jadi siswa kelas VI belum bisa membantu orang tua dalam pekerjaannya karena masih memerlukan bimbingan. Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa 8% siswa menjawab ya, 61% tidak, dan 31% kadang-kadang menjawab ya.
Dari diagram di atas terlihat terdapat 23% siswa yang bersikap lemah lembut dan tidak kasar terhadap temannya, 15% siswa yang tidak lembut dan kasar, dan 62% siswa yang kadang lembut dan tidak kasar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih sering berperilaku tidak pantas dan kasar terhadap teman sebayanya. Dapat disimpulkan bahwa siswa terkadang masih tidak menghormati gurunya, padahal sebagian besar siswa selalu menghormati gurunya.
Diagram di atas menunjukkan bahwa 31% siswa tidak pernah terlambat ke sekolah dan 69% masih terlambat ke sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang tidak penulis ketahui yang menyebabkan siswa terlambat ke sekolah. Grafik di atas menunjukkan bahwa 54% siswa mengikuti perintah guru dan 46% terkadang masih mengikuti perintah guru.
Ada beberapa faktor yang mungkin penulis belum ketahui karena terkadang siswa suka menyontek. Hal ini menunjukkan bahwa 38% siswa selalu mendengarkan nasehat guru, sedangkan 62% masih terkadang mendengarkan nasehat guru. Mungkin ada beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang menyebabkan siswa masih belum mendengarkan nasehat guru.
Diagram 17 menunjukkan bahwa siswa lebih banyak yang tidak akur dengan adiknya dengan skor 69%. Dan pada diagram 18 terlihat siswa yang meletakkan barang pada tempatnya dan yang kadang-kadang meletakkan barang pada tempatnya adalah seimbang masing-masing sebesar 38%.
Kurikulim, Guru dan Murid
Program Sekolah
Dari hasil penyajian grafik di atas terlihat bahwa terdapat 8% siswa yang shalat 5 waktu sehari tanpa diminta, dan 92% siswa yang terkadang shalat 5 waktu tanpa diminta. Dari hasil yang tertera pada grafik di atas diketahui bahwa terdapat 8% siswa kelas VI yang selalu membaca Al-Qur'an setiap hari dengan senang hati, dan 92% yang kadang-kadang membaca Al-Qur'an setiap hari sebanyak 92 %. Pembiasaan membaca Al-Qur'an masih memerlukan bimbingan karena masih banyak siswa yang belum bisa membaca Al-Qur'an.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas VI selalu mengucapkan salam setiap hendak masuk ke dalam kelasnya, sehingga ketika anak tidak mengucapkan salam, mereka kembali keluar ruangan untuk sekedar menyapa. Dengan kata lain, terdapat faktor lain yang menjadikan sebagian besar siswa masih belum bersikap lemah lembut dan kasar terhadap temannya. Hal ini memberikan perbedaan yang sangat kecil, sehingga siswa tetap perlu membiasakan diri dan memberikan contoh akibat buruk jika ada yang membuang sampah sembarangan.
Dalam penjelasan rajah tersebut, dapat dilihat bahawa pelajar yang sentiasa bertanggungjawab terhadap tugasan yang diberikan berjumlah 77% dan mereka yang kadangkala bertanggungjawab terhadap tugasan mereka ialah 23%. Dalam erti kata pelajar hendaklah meningkatkan tanggungjawab dalam diri mereka terhadap segala apa yang diberikan kepada mereka. Mengikut carta di atas, menunjukkan bahawa pelajar perempuan kadangkala masih bergaul dengan adik-beradik mereka sebanyak 69%, yang bergaul dengan adik-adiknya hanya 23%, tetapi ada yang tidak bergaul dengan adik-adiknya sebagai hampir 8%.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, baik internal maupun eksternal dalam kaitannya dengan kepribadian siswa. Proporsi siswa Kelas VI yang meletakkan barang pada tempatnya dan yang kadang-kadang masih meletakkan barang pada tempatnya adalah sebesar 38%, sedangkan yang tidak meletakkan barang pada tempatnya hanya sebesar 24%. Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa 77% pelajar selalu menggunakan uang jajannya untuk membeli makanan sehat dan 23% menggunakan uang jajannya untuk membeli makanan yang tidak sehat.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah terbiasa mengucapkan salam setiap memasuki suatu ruangan, meskipun terkadang masih ada yang mengucapkan salam setiap memasuki suatu ruangan. Grafik 5 dan Grafik 6 menunjukkan hasil bahwa siswa masih terkadang berkata kasar dan lemah lembut terhadap teman atau orang lain dengan rata-rata persentase 70%. Itulah pertanyaan mengenai penyebab atau faktor yang membuat siswa terkadang berkata kasar dan bersikap lemah lembut terhadap teman atau orang lain.
Hal ini menandakan bahwa siswa benar-benar dapat berpartisipasi dengan tekun dalam kegiatan pembelajaran dan bersenang-senang saat mengerjakan ulangan. Hal ini membuktikan bahwa siswa perlu diingatkan untuk meletakkan barang pada tempatnya sehingga mereka bertanggung jawab terhadap barang yang digunakannya.