Penyusunan buku ini mengacu pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) setelah menyinkronkan dan menyusun garis besar program perkuliahan mata kuliah pengantar pendidikan yang ditetapkan Ditjen Dikti. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini.
Hakekat Manusia
Hal ini memperkuat teori pendidikan sepanjang hayat “lifelong education”, yang tidak hanya terbatas pada “kehidupan” di dunia, tetapi memiliki makna yang lebih filosofis yaitu jauh, dalam bahkan berarti keabadian. Dua aspek yang sangat sempurna ini menyatu dalam wujud makhluk ciptaan Allah SWT yang disebut manusia.
Hakekat Pendidikan
Alur pendidikan merupakan pemikiran dalam bidang pendidikan yang membawa inovasi sesuai dengan zaman dan tantangan. Buku ini membahas dua jalur pendidikan, yaitu jalur pendidikan klasikal (dibahas pada subbab pandangan tentang pendidikan) dan jalur pendidikan arus utama di Indonesia.
ALIRAN PENDIDIKAN PERGURUAN KEBANGSAAN TAMAN SISWA
Asas-asas Perguruan Nasional Taman Siswa Ada tujuh asas di Perguruan Nasional Taman Siswa yang disebut “Asas 1922” sebagai berikut. Taman Siswa terkenal dengan konsep yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarsa sung tuladha (Menjadikan teladan bagi siswa di depan), Ing madya mangun karsa (Membangun semangat siswa di tengah), Tut wuri handayani (mengarahkan siswa agar tidak berbuat salah jika tertinggal).
ALIRAN PENDIDIKAN RUANG PENDIDIK INDONESIA NEDERLANDSCHE SCHOOL (INS)
PENDIDIKAN ALIRAN PENDIDIKAN INDONESIA RUANG NEDERLANDSCHE SCHOOL (INS) . Pendidik INS) pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayutanam 9 Sumatera Barat (Raharja, 2008). Beberapa upaya yang dilakukan Ruang Edukasi INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai kursus pendidikan, melatih guru atau tenaga pendidik, serta menerbitkan majalah dan buku pelajaran anak bersama.
ALIRAN PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH
Ahmad Dahlan, tujuan pendidikan adalah untuk mengenal dan menumbuhkembangkan umat beragama, umat Islam yang menguasai ilmu agama dan ilmu umum, tetapi juga dimana secara individu segala potensi/sifatnya tumbuh secara optimal, sehingga mampu menjadi pribadi yang siap memperjuangkan solusinya. masalah dan kemajuan sosial. Mewujudkan hasil pendidikan yang memenuhi standar mutu Majelis Pendidikan Dasar, yaitu mutu Islam, bahasa Indonesia, keilmuan, bahasa dan keterampilan.
ALIRAN PENDIDIKAN MA’ARIF
Lembaga Pendidikan Ma'arif menganut akidah Islam menurut Ahlussunnah Waljama'ah (Pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Pusat, 2014). Pada tahap ini, pendidikan Ma'arif mampu mendirikan MI, MTs, MA, SLTP, SMU dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITY) Yogyakarta.
Peran Modal Manusia dalam Pembangunan
Jumlah sumber daya manusia yang besar akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan nasional dan pembangunan ekonomi negara (Purwanto, 2006). Distribusi biaya yang digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi.
Peran Pendidikan dalam Pembangunan
Salah satu bentuk dukungan sumber daya tersebut adalah kegiatan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Bagaimana modal manusia dan tingkat pendidikan tenaga kerja dapat mempengaruhi produksi dan pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan
Konsekuensi dari digitalisasi, globalisasi, kemajuan teknologi dan perubahan kualitas sosial harus diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan agar tujuan pendidikan untuk menghasilkan warga negara yang berkualitas dapat tercapai (Mustari & Rahman, 2014). Pendidikan tidak hanya harus dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses pemberdayaan warga negara menjadi manusia yang berkualitas.
Pendahuluan
Pada bagian ini akan dibahas tentang pengertian dan fungsi lingkungan pendidikan, trisentrum pendidikan dan pengaruh timbal balik trisentrum pendidikan terhadap perkembangan peserta didik.
Pembahasan
Sedangkan pendidikan berasal dari kata murid, dengan awalan “pe” dan akhiran “an”, yang berarti proses perubahan sikap dalam upaya mematangkan manusia melalui usaha pengajaran dan latihan. Istilah pendidikan merupakan terjemahan dari kata Yunani paedagogie yang berarti pendidikan, dan pedagogia yang berarti bergaul dengan anak-anak. Kata ini berasal dari kata paedos yang berarti anak, dan agoge yang berarti memimpin atau memimpin.
Keluarga
Fungsi dan Peranan Pendidikan Keluarga a) Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak
Suasana pendidikan keluarga ini sangat penting untuk diperhatikan, kerana dari sinilah keseimbangan jiwa ditentukan dalam perkembangan selanjutnya individu. Dalam keluarga, ia juga mewakili penanaman prinsip moral yang utama untuk anak-anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan tingkah laku ibu bapa sebagai contoh untuk diikuti oleh anak-anak. Masa kanak-kanak adalah masa yang terbaik untuk menetapkan prinsip-prinsip asas kehidupan beragama, dalam hal ini sudah pasti berlaku dalam keluarga.
Sekolah
Seorang guru yang ikhlas akan selalu terpanggil jiwanya untuk memberikan yang terbaik kepada setiap muridnya dan tidak khawatir dengan rezeki yang mereka dapatkan dan percayalah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik atas segala kebaikan yang diberikannya kepada muridnya. Seorang guru yang ikhlas dalam mengajar tidak pernah mengharapkan sederet ucapan terima kasih dari murid-muridnya. Guru yang menjalankan tugasnya tanpa menuntut seuntai rasa terima kasih dari anak didiknya adalah pejuang sukses yang telah mengorbankan dirinya untuk kepentingan umum.
Masyarakat
Lembaga pendidikan yang menurut UU No. 20 Tahun 2003 disebut jalur pendidikan nonformal ini bersifat fungsional dan praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik yang berguna bagi upaya peningkatan taraf hidupnya. Lingkungan pendidikan yang kondusif, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, dapat membantu siswa mengembangkan kemampuannya. Lingkungan pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu aset penting dalam membangun karakter peserta didik menjadi baik, cerdas dan berakhlak mulia.
Sejarah Sistem Pendidikan Nasional
Oleh karena itu, kurikulum pertama dikenal dengan “Rencana Pelajaran 1947”, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950, yang juga menjadi Undang-Undang Sistem. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan landasan pendidikan nasional yaitu Pancasila dan UUD 1945. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia diakses pada 17 Juni 2021.
Ketentuan Umum Sistem Pendidikan Nasional Mengacu pada UU Nomor 20 tahun 2003, definisi
Dasar, fungsi, Tujuan dan Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Nasional
Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai budaya dan kebhinekaan bangsa. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi teladan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat melalui keikutsertaan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
Hak dan Kewajiban Warga Negara, Orang tua, Masyarakat dan Pemerintah dalam pendidikan
Hak dan kewajiban masyarakat dalam pendidikan Masyarakat berhak berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program pendidikan. Hak dan kewajiban pemerintah di bidang pendidikan Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengendalikan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Warga negara asing dapat menjadi mahasiswa pada satuan studi yang diselenggarakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jalur, Jenjang dan Jenis Pendikan Nasional
Perguruan tinggi yang memenuhi syarat pendirian dan dinyatakan layak menyelenggarakan program tertentu dapat memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi sesuai dengan program yang diselenggarakannya. Perorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan yang bukan perguruan tinggi dilarang memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi. Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau bisnis terbukti menjiplak.
Bahasa Pengantar, Wajib Belajar, dan Standard Nasional Pendidikan
Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan capaian secara nasional dilakukan oleh badan standardisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan.
Kurikulum, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu
Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi satuan pendidikan dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin mutu pendidikan. Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban melatih dan mengembangkan tenaga pendidik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Penyelenggara pendidikan masyarakat mempunyai kewajiban membina dan mengembangkan tenaga pengajar pada satuan-satuan studi yang diselenggarakannya.
Sarana dan Prasarana, Pendanaan dan Pengelolaan sitem Pendidikan Nasional
Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban membantu pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Akreditasi program dan satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga independen yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Pendirian Satuan Pendidikan, Penyelenggaraan Pendidikan Oleh Lembaga Negara Lain, Pengawasan,
Kegiatan pendidikan dengan menggunakan sistem pendidikan negara lain yang diselenggarakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Banjarmasin: FKIP, Universitas Amangkurat Lambung https://suparlan.org/1554/History-perkembangan-rumusan-target-education-nasional-dalam-tiga-undang-undang-undang-sistem-education-nasional-di-indonesia diakses 17 Juni 2021. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 3, yaitu mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas hidup dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya pencapaian tujuan nasional.
ASAS PENDIDIKAN
Prinsip belajar sepanjang hayat merupakan pandangan dari sisi lain pendidikan sepanjang hayat. Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi pemecahan masalah. Di sini, belajar mandiri lebih diartikan sebagai usaha siswa untuk melakukan kegiatan belajar berdasarkan niatnya untuk menguasai suatu kompetensi tertentu.
LANDASAN PENDIDIKAN
Mutu Pendidikan
Strategi pemerintah khususnya pada tahun 2020 adalah meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan membuat kurikulum pengajaran mandiri yang memuat empat program kebijakan utama pendidikan yaitu, penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), menggantikan Ujian Nasional (UN). ). penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan reorganisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (Baro'ah, 2020). Selain kebijakan pemerintah, beberapa kebijakan yang diterapkan oleh lembaga/sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan antara lain pengembangan program sekolah unggulan (Hayudiyani et al., 2020), peningkatan kualitas personal, profesional dan strategi rekrutmen guru (Utami, 2019). . Selain itu, peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan dengan mengelola sarana dan prasarana (Yulius, 2020), mengelola program sekolah terkait perencanaan program, penyelenggaraan program, memimpin program, monitoring dan evaluasi program, serta mengembangkan budaya sekolah (Wibowo & Subhan, 2020).
Kualitas Sumber Daya Manusia
Di Indonesia kualitas tenaga pendidik dan kependidikan masih rendah atau dengan kata lain kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di Indonesia masih kurang memadai. terinternalisasi dengan baik, b) peluang pengembangan diri tidak merata, c) proses rekrutmen kurang profesional. Pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru dan mendorong sikap positif terhadap sistem pendidikan yang lebih berkeadilan (Pit-ten Cate et al., 2018). Selain itu, pemerintah dapat menyelenggarakan sistem pemilihan pendidik dan tenaga kependidikan yang transparan berdasarkan pendidikannya.
Kesenjangan Pendidikan
Anomali infrastruktur juga terlihat pada struktur fisik yang ada di perkotaan dan perdesaan, serta fasilitas pendidikan. Sekolah di pusat kota memiliki kemudahan akses informasi dan dukungan sumber daya dalam proses pendidikan, tidak seperti sekolah di daerah terpencil. Ada juga kesenjangan dalam hal tenaga: daerah perkotaan memiliki guru/tenaga kependidikan yang lebih profesional dan terlatih, dibandingkan dengan daerah pedesaan/terpencil.
Ketrampilan dalam Penguasaan Teknologi
Penggunaan teknologi memiliki kesenjangan yang jelas oleh kelompok tertentu, misalnya masyarakat yang tinggal di perkotaan akan lebih cepat menguasai teknologi, hal ini didukung oleh infrastruktur yang memadai di perkotaan. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan, dimana infrastruktur teknologi informasi belum dikembangkan secara optimal, banyak kendala dalam penggunaannya. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemerataan infrastruktur teknologi di daerah terpencil yang masih minim pemanfaatan teknologi, kemudian mendorong para pendidik untuk memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Sosial-Budaya
Pendidikan diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang mampu memfasilitasi peserta didik untuk aktif dan mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Presiden Republik Indonesia). , 2021). Suasana belajar mengajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif dalam mengembangkan potensi dirinya dapat diwujudkan melalui proses interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa lain dan siswa dengan lingkungan belajarnya. Interaksi antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa lain, dan siswa dengan lingkungan belajarnya direncanakan oleh guru yang berperan sebagai fasilitator pembelajaran.
Peran Information and Communication Technologies (ICT) Terhadap Peserta Didik
Penggunaan TIK selain dapat mengubah peran siswa dalam belajar juga dapat memberikan siswa akses konektivitas yang meluas. Pemerolehan sumber belajar dan konektivitas yang luas dari siswa dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan mereka dalam proses pembelajaran. Beberapa terobosan pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran di atas telah dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar kapanpun dan dimanapun.
Peran Information and Communication Technologies (ICT) Terhadap Guru
Hal ini juga dilakukan dalam rangka pemerataan kesempatan belajar bagi siswa yang berada di pedesaan atau perkotaan untuk melanjutkan pengembangan proses belajarnya. Selain memberikan informasi tentang kompetensi terkini yang relevan dengan siswa, melalui pemanfaatan TIK guru dapat menemukan strategi, metode, pendekatan, dan teknik pembelajaran terkini yang sesuai dengan karakteristik siswa seiring dengan perkembangan zaman. Pada tahap penilaian pembelajaran, penggunaan alat TIK dan internet dapat membantu guru dalam menyediakan alat penilaian yang beragam/bervariasi, mudah diakses siswa, cepat dan akurat dalam mengukur kemampuan siswa siswa serta menyediakan data penilaian yang mudah, cepat dan akurat. alat analisis agar hasil penilaian dapat cepat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran, menentukan tingkat kompetensi siswa dan menentukan ketercapaian proses pembelajaran.
Peran Information and Communication Technologies (ICT) Terhadap Ketrampilan Peserta Didik di Abad
Beberapa penelitian tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dilakukan oleh (McMahon.G, 2009) yang mengukur hubungan antara pekerjaan siswa menggunakan lingkungan belajar dengan teknologi dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dan teknologi dengan perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian lain terkait integrasi TIK dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dilakukan oleh (Woo.H.L., & Wang.Q, 2009).