Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para penggemar karya sastra mengenai aspek-aspek yang terkandung dalam cerpen Cinta Pria Biasa Karya Asma Nadia. Dalam pandangan Sugihastuti, karya sastra merupakan media yang digunakan sastrawan untuk menyampaikan gagasan dan pengalamannya.
Rumusan Masalah
Cerpen ini memunculkan konflik nyata di masyarakat, sehingga penulis tertarik untuk menganalisis salah satu karya sastra Asmarani Rosalba atau Asma Nadia, seorang sastrawan Indonesia yang sangat produktif, lahir pada tanggal 26 Maret 1972 di Jakarta. Berbagai penghargaan yang diraihnya di bidang penulisan: Derai Sunyi terpilih sebagai novel terpuji oleh Dewan Sastra Asia Tenggara 2005.
Tujuan Penelitian
Tinjuaun Pustaka
Penelitian Relevan
Penelitian lain dilakukan oleh Triyono (1993) dengan judul Potret Kemiskinan Masyarakat Perkotaan dalam novel Ibu Kita Raminten dengan menggunakan analisis sosiologi sastra. Penelitian selanjutnya, skripsi berjudul “Konflik Antar Kelas dalam Novel Germinal Karya Emile Zola” ditulis oleh Suluh Edi Wibowo, mahasiswa magister sastra, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas.
Teori-Teori Pendukung 1. Hakikat Sastra
Jenis-Jenis Sastra
Novel merupakan suatu bentuk karya sastra berbentuk prosa yang mempunyai unsur internal dan eksternal. Cerpen adalah cerita pendek, suatu jenis karya sastra yang menggambarkan cerita atau narasi tentang manusia dan seluk beluknya melalui tulisan pendek.
Puisi
Struktur batin puisi merupakan unsur penyusun puisi yang tidak terlihat secara langsung dalam penulisan kata-katanya. Unsur-unsur tersebut akan melengkapi karya puisi sehingga pembaca dapat memahami atau memaknai maknanya dan pembaca juga dapat mengkritisi puisi dengan menganalisis unsur-unsur tersebut.
Drama
Pada dasarnya role-playing merupakan bagian dari drama, sehingga ruang lingkup pementasannya lebih sederhana yaitu pemain hanya memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam naskah drama. Walaupun memerankan suatu tokoh didukung oleh unsur-unsur lain, namun memerankan suatu peran hanya sebatas memerankan tokoh dalam naskah lengkap dengan dialognya saja sudah cukup.
Pengertian Cerpen
Alur progresif, alur ini menceritakan alur cerita yang berurutan dari awal perkenalan tokoh, situasi kemudian memunculkan masalah. Oleh karena itu tema merupakan salah satu unsur yang harus ada dalam sebuah cerita, karena tema merupakan landasan dalam menyampaikan cerita. Dengan demikian, istilah penokohan mempunyai arti yang lebih luas dari pada tokoh atau tokoh, karena penokohan juga mencakup siapa tokoh cerita, seperti apa tokoh itu, serta bagaimana ia ditempatkan dan digambarkan dalam sebuah cerita untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.
Protagonis, tokoh ini merupakan tokoh yang berperan utama dalam cerpen (protagonis), tokoh ini biasanya berkelakuan baik. Tritagonis, tokoh ini merupakan tokoh pendukung tokoh utama dan nantinya akan menjadi penengah konflik antara tokoh antagonis dan tokoh utama. Latar waktu berkaitan dengan permasalahan kapan terjadinya peristiwa yang dinarasikan dalam sebuah karya fiksi.
Dalam sudut pandang orang pertama tunggal, pengarang adalah aktor sekaligus narator, menggunakan kata ganti "aku". Pesan atau pesan dalam karya tulis tidak selalu tersurat (jelas), namun bisa juga tersirat (tersembunyi).
Unsur-unsur Ekstrinsik Cerpen a. Latar Belakang Masyarakat
Karya sastra yang mempunyai gaya bahasa yang baik akan berdampak pada minat pembaca dalam membaca karya tersebut, semakin indah gaya bahasa yang digunakan pengarang maka akan semakin indah pula karya tersebut. Pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembacanya berupa nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan teladan atau teladan. Penyampaian pesan selalu didasarkan pada tema dan tujuan yang telah ditetapkan pengarang sendiri ketika menyusun cerita.
Keadaan psikologis ini dipengaruhi oleh permasalahan pribadi yang kita hadapi, kekecewaan terhadap peristiwa yang terjadi di masyarakat dan keadaan yang diharapkan berdasarkan keinginan.
Ciri-ciri Cerpen
Struktur Cerpen
Kesan yang terkandung dalam cerpen begitu mendalam sehingga pembaca dapat merasakan inti ceritanya. Evaluasi merupakan struktur konflik yang muncul dan berujung pada klimaks serta sudah mulai mencari solusi terhadap konflik yang muncul.
Sosiologi Sastra
Konsep Sosiologi Sastra
Konsep sosiologi sastra didasarkan pada dalil bahwa suatu karya sastra ditulis oleh seorang pengarang, dan pengarang adalah makhluk terkemuka, makhluk yang mengalami sensasi-sensasi dalam kehidupan empiris masyarakatnya. Sosiologi sastra tidak hanya membahas tentang karya sastra itu sendiri, tetapi juga hubungan antara masyarakat dengan lingkungannya serta kebudayaan yang memproduksinya. Karya sastra mengungkapkan fenomena sosial masyarakat dimana karya tersebut diciptakan dalam karya sastra yang mengandung nilai-nilai moral, politik, pendidikan dan agama dalam suatu masyarakat.
Sosiologi sastra adalah pengetahuan tentang hakikat dan perkembangan masyarakat dari atau tentang karya sastra para kritikus dan sejarawan, yang mengungkapkan terutama pengarang yang dipengaruhi oleh status strata sosial dari mana mereka berasal, ideologi politik dan sosial mereka, kondisi ekonomi dan kelompok sasaran. Sosiologi sastra adalah studi ilmiah dan obyektif tentang manusia dan masyarakat, institusi dan proses sosial. Pada dasarnya pendekatan terhadap karya sastra ada dua yaitu pendekatan intrinsik dan ekstrinsik.
Sedangkan unsur ekstrinsik berupa pengaruh luar yang terkandung dalam karya sastra antara lain sosiologi, politik, filsafat, antropologi dan lain-lain. Analisis aspek ekstrinsik suatu karya sastra merupakan analisis terhadap karya sastra itu sendiri ditinjau dari isinya, dan sejauh mungkin hubungannya dengan realitas di luar karya sastra itu sendiri.
Problematika Masyarakat Modern
Hal ini menunjukkan adanya kerangka sosiologis yang material, yaitu bahwa perekonomian merupakan faktor penentu kehidupan manusia dan struktur sosial masyarakat. Marx mengidentifikasi struktur sosial masyarakat menjadi dua kelas, yaitu kelas atas dan kelas bawah, yang faktor utamanya didasarkan pada penguasaan alat-alat produksi pada saat itu. Kelas atas adalah kelas yang memiliki alat-alat produksi, sedangkan kelas bawah adalah kelas yang tidak memiliki alat-alat produksi.
Kelas sosial mengacu pada perbedaan hierarki atau tingkatan antara individu dalam suatu masyarakat. Masyarakat modern merupakan masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang berorientasi pada kehidupan pada peradaban masa kini. Akibat terpisahnya ilmu pengetahuan dan teknologi dari hubungan spiritual, ilmu pengetahuan dan teknologi telah disalahgunakan dengan segala implikasi negatifnya.
Akibat lain dari pola berpikir ilmiah tersebut di atas, terutama ilmu-ilmu yang hanya mengakui fakta empiris menyebabkan keimanan masyarakat menjadi dangkal. Pola hubungan satu sama lain ditentukan oleh sejauh mana satu sama lain dapat memberikan keuntungan materi.
Rancangan Penelitian
Definisi Istilah
Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen berjudul Cinta Laki-Laki Biasa karya Asma Nadia yang berjumlah 19 halaman dan diterbitkan di Depok pada tahun 2016 oleh Asma Nadia Publishing House.
Teknik Pengumpulan Data
Catatlah data-data yang mencakup bentuk-bentuk permasalahan masyarakat modern (kelas sosial) atau representasi sosiologi sastra yang terdapat dalam cerpen Cinta Pria Biasa, misalnya bentuk pemikiran, tingkah laku, ciri-ciri, dan sebagainya. dan berapa banyak yang ada di kartu perekam data. Klasifikasi data yang mencakup sosiologi sastra (permasalahan masyarakat modern), misalnya berupa perbedaan kelas sosial berupa pemikiran, tingkah laku, ciri-ciri, dan lain-lain, serta berapa banyak yang ada pada kartu catatan data.
Analisis Data
- Pendidikan
- Jabatan
- Penghasilan
- Konflik
Menggambarkan permasalahan masyarakat modern (kelas sosial) berupa pemikiran, perilaku dan sikap masyarakat modern sebagai representasi sosiologi sastra yang terdapat dalam cerpen Cinta Men Biasa karya Asma Nadia. Dalam cerpen Cinta Anak Biasa karya Asma Nadia, pendidikan menjadi masalah terbesar dalam cerita tersebut. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan pria mana pun yang kamu inginkan!” (Cinta Laki-Laki Biasa: 5).
Apa yang dimiliki Nania sungguh luar biasa, sedangkan Rafli sama sekali tidak punya apa-apa, sehingga membuat kakak-kakak Nania menyayangkan keputusan Nania menikah dengan pria biasa. Cerpen Cinta Pria Biasa Karya Asma Nadia tidak hanya membahas tentang pendidikan saja, namun terdapat berbagai permasalahan dalam cerita, salah satunya adalah permasalahan kedudukan. Pada dialog Nania dan ibunya di atas, maksud dari dialog tersebut adalah ibu Nania belum yakin dengan keputusan Nania yang memilih Rafli, laki-laki biasa, padahal keluarganya menginginkan laki-laki mapan untuknya, agar masa depan Nania terjamin.
Adik Nania menginginkan laki-laki yang setara atau lebih baik dari Nania, bukan laki-laki yang lebih rendah dari Nania, yang kesuksesannya diharapkan hanya sekedarnya saja. Banyak pria yang menginginkan Nania, tapi kenapa Nania memilih pria biasa. Dalam cerpen Cinta Pria Biasa karya Asma Nadia, konflik yang paling menonjol adalah tokoh utama yaitu Nania dan Rafli mempunyai kelas sosial yang berbeda dalam cerita dimana Nania dan Rafli tidak mendapat restu dari keluarga Nania karena Rafli hanyalah laki-laki biasa. dari keluarga .juga polos.
Kalimat di atas menunjukkan konflik karena seluruh kerabat Nania memandang Nania seolah-olah tidak mengerti pemikiran Nania mengapa Nania harus memilih pria seperti Rafli.
Pembahasan
Jabatan adalah pencapaian keberhasilan seseorang dan kesesuaian pendidikan, yang mana dalam masyarakat merupakan penilaian atas keberhasilan seseorang.Dalam cerpen ini cerita menceritakan tentang rendahnya kedudukan salah satu tokoh utama (seorang laki-laki), sehingga dalam di mata masyarakat, hubungan mereka tidak pantas. Kedua tokoh utama tersebut dibandingkan dalam hal pendapatan dalam keluarga tokoh utama (perempuan), karena penghasilan tokoh utama (perempuan) lebih besar daripada penghasilan tokoh utama (laki-laki). Konflik adalah adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pendapat, karena adanya berbagai pertentangan pendapat dan tanggapan antar tokoh dalam cerpen.
Simpulan
Saran
Diterbitkan di http://id.shvoong.com/social-sciences/1997485-traditional-community-dan-community-modern/ diakses Maret 2017. Konflik antar kelas dalam novel Germinal karya Emile Zola. Tesis. Magister Sastra, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Diponegoro Semarang. Seolah tidak ada yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya bahwa adiknya beruntung memiliki suami seperti Rafli.
Cerpen Cinta Pria Biasa karya Asma Nadia menggambarkan kisah sepasang suami istri yang hendak menikah namun hubungan mereka tidak mendapat respon positif dari keluarga Nania karena keluarga Rafli berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Bahkan setelah keduanya menikah pun pihak keluarga Nania masih tidak menyukai Rafli menjadi suami Nania, tidak hanya keluarga Nania saja, masyarakat dan teman-teman Nania pun masih tidak percaya dengan hubungan mereka. Berasal dari keluarga biasa, Rafli dianggap sangat minder di mata masyarakat, bahkan tetangga Nania mengatakan, “Rafli sangat beruntung memilikinya.
Nania yang tak punya kekurangan, Nania cantik, kaya raya, berpendidikan, punya pekerjaan bagus dan berpenghasilan tinggi, laki-laki mana yang tak punya itu!" Jadi itulah Rafli di mata mereka, laki-laki berpenampilan biasa-biasa saja, dari keluarga biasa-biasa saja dengan pekerjaan dan gaji yang sangat-sangat biasa.