PROPOSAL
PENELITIAN DISERTASI
POTENSI EKSTRAK TERTARGET LUNASIN DARI BIJI KEDELAI PADA PENGHAMBATAN KARSINOGENESIS KANKER PAYUDARA TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG
DIINDUKSI DMBA
Oleh;
NUMLIL KHAIRA RUSDI (0425108101) ADITYA INGGRAYNI (ANGGOTA 1) ADRIAN MUHAMAD RIZKY (ANGGOTA 2)
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS PROGRAM STUDI FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA JAKARTA
2021
LEMBAR PENGESAHAN PENELITIAN DISERTASI DOKTOR Judul Penelitian
Potensi Ekstrak Mengandung Lunasin dari Biji Kedelai pada Penghambatan Karsinogenesis Kanker Payudara Tikus Sprague-Dawley yang Diinduksi DMBA
Ketua Peneliti :Numlil Khaira Rusdi
Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/837
Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978
Fakultas /Program Studi:………/ ………..
Anggota Peneliti :Click or tap here to enter text.
Link Profil simakip :Click or tap here to enter text.
Anggota Peneliti :Click or tap here to enter text.
Link Profil simakip :Click or tap here to enter text.
Nama Mahasiswa : Aditya Inggrayni NIM 1404015005 Adrian Muhamad Rizky NIM 1404015006 Waktu Penelitian : 10 Bulan
Pililhan Fokus Riset UHAMKA
Fokus Penelitian UHAMKA:Obat dan Kesehatan Luaran Penelitian
Luaran Wajib :Jurnal International bereputasi Status minimal : In review Luaran Tambahan :Hak kekayaan intelektual Status minimal : Granted
Mengetahui, Jakarta, 5 Maret 2021
Ketua Program Studi Ketua Peneliti
Dr. apt. Siska, S.Si., M. Farm Numlil Khaira Rusdi
NIDN. 0325107703 NIDN.0425108101
Menyetujui,
Dekan Fakultas Farmasi dan Sains Ketua Lemlitbang UHAMKA
Apt, Dr. Hadi Sunaryo, M.Si Prof. Dr. Suswandari, M.Pd
NIDN.0325067201 NIDN. 0020116601
RINGKASAN
Lunasin merupakan senyawa yang dapat mencegah kanker, ditemukan pertama kali dari semua genotipe yang dianalisis dari koleksi plasma nutfah kedelai yang berasal dari AS dan tersedia secara komersial. Permasalahannya adalah harga lunasin komersial ini sangat mahal karena biaya sintesis lunasin yang besar dan memakan waktu cukup lama, serta kurangnya metode untuk memperoleh berat lunasin murni dari sumber tanaman. Analisis kultivar kedelai yang berbeda menunjukkan bahwa kandungan lunasin juga bervariasi secara signifikan. Maka dari itu, perlu dikembangkan penelitian tentang efektifitas antikanker lunasin yang berasal dari kedelai asli Indonesia sebagai salah satu alternatif terapi adjuvan kanker. Hasil penelitian sebelumnya tentang uji insilico dan in vitro Ekstrak tertarget lunasin (ET-Lun) menunjukkan ET-Lun mempunyai aktivitas terhadap penghambatan kanker payudara melalui penghambatan ekspresi ER, HER2 , dan EGFR, dan mempunyai CC50 103 µg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak tertarget lunasin (ET-Lun) dari biji kedelai memiliki aktivitas antikanker payudara (secara in vivo) melalui penghambatan karsinogenesis tikus SD yang diinduksi DMBA. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan ethical approval ke komite etik, penyiapan alat dan bahan, pembuatan bahan uji (ET-Lun), dan pengelompokan hewan coba yaitu kelompok normal (diberi pembawa corn oil), kontrol negatif (diinduksi dengan DMBA yang dilarutkan dengan corn oil), kontrol positif (diinduksi DMBA dan diberi tamoxifen), kelompok ekstrak (diinduksi DMBA dan diberi ET-Lun). Setelah volume tumor berukuran 1-2 cm3, hewan coba diperlakukan sesuai kelompok masing-masing selama 2 bulan. Setelah perlakuan, tikus diterminasi, dan diambil tumornya. Volume tumor diukur, dan dilakukan pemeriksaan eskpresi ER menggunakan qPCR.
Rencana luaran wajib penelitian ini adalah Jurnal international bereputasi, dan luaran tambahan berupa Hak kekayaan intelektual.
Kata Kunci: Lunasin, kanker-payudara, DMBA, in-vivo, ER
Latar Belakang
Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu tanaman yang sedang dikembangkan aktivitasnya sebagai obat. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan aktivitas farmakologi senyawa aktif dari kedelai diantaranya sebagai antikanker, osteoporosis, gangguan kognitif, penyakit kardiovaskuler, gangguan fungsi ginjal, dan lain sebagainya (Kurosu, 2011). Konsumsi produk kedelai diketahui dapat menurunkan insiden dan mortalitas kanker payudara (Messina, 2016), kanker prostat (Jacobsen, 1998), kanker kolon (Yan L, 2010), dan kanker paru (Yang W, 2011). Kandungan kimia kedelai yaitu isoflavon (genistein, daidzein, dan glycitein), phytic acid, lipid (lecithins, carotene), phytoalexin (zat antimikrobial yang disintesis tanaman dan terakumulasi dengan cepat ketika ada infeksi patogen), coumesterol (fitoestrogen karena molekul ini berikatan dengan reseptor estrogen), saponin, lectin, hemagglutinin, vitamin dan lunasin (Wang W, 2008 dan Kurosu, 2011). Senyawa yang berperan
Kata Kunci Maksimal 5 Kata
Latar belakang penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang dan permasalahan yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bagian ini perlu dijelaskan uraian tentang spesifikasi khusus terkait dengan skema.
Ringkasan penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang penelitian, tujuan dan tahapan metode penelitian, luaran yang ditargetkan,
sebagai antikanker pada kedelai adalah isoflavonoid genistein, daidzein, dan glycitein serta lunasin. Isoflavon adalah senyawa kelompok flavonoid yang diketahui merupakan antioksidan kuat. Banyak manfaat kedelai bagi kesehatan yang didapat dari isoflavon (Kurosu, 2011).
Meskipun telah dikembangkan penelitian untuk memahami potensi efek antikanker isoflavon, namun tidak semua efek antikanker yang terkait dengan konsumsi kedelai kemungkinan disebabkan oleh isoflavon. Studi terbaru membuktikan bahwa komponen signifikan sebagai antikanker dari kedelai adalah peptida bioaktif dengan nama lunasin (Vuyyuri, 2018).
Permasalahannya adalah harga lunasin komersial ini sangat mahal karena biaya sintesis lunasin yang besar dan memakan waktu cukup lama, kurangnya metode untuk memperoleh berat lunasin murni dari sumber tanaman (Seber 2012 dan Krishnan 2015) serta analisis kultivar kedelai yang berbeda menunjukkan bahwa kandungan lunasin juga bervariasi secara signifikan (Gonzales, 2004). Penelitian Hsieh et al, mengembangkan aktivitas antikanker lunasin dari diet protein kedelai/ Soy protein concentrate (SPC) dengan komposisi rendah isoflavon dan Lunasin-enriched soy protein concentration (LES) secara in vitro dan in vivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet protein yang diperkaya lunasin dari kedelai dapat menghambat insiden kanker payudara, sehingga dapat digunakan sebagai pencegahan kanker payudara (Hsieh et al, 2010).
Elya dan Kusmardi (2017), mengembangkan aktivitas antikanker ekstrak tertarget lunasin (ET- Lun) dari biji kedelai. ET-Lun adalah ekstrak yang didapatkan dengan cara mengekstraksi lunasin dari serbuk biji kedelai yang telah dihilangkan lemaknya kemudian diekstraksi menggunakan PBS dengan pH sekitar 7,4 (Kusmardi, 2019). Dengan menggunakan HPLC didapatkan kandungan lunasin pada ET-Lun yaitu 0,861 mg/g ekstrak kedelai. ET-Lun merupakan crude ekstrak yang selain mengandung lunasin juga mengandung isoflavon dan senyawa aktif lainnya sehingga diharapkan dapat memberikan efek sinergis sebagai antikanker. Tujuan jangka panjang adalah menjadikan sediaan ET-Lun sebagai sediaan fitofarmaka. Beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait aktivitas ET-Lun adalah ET-Lun dapat menurunkan ekspresi COX-2 pada dosis 150 mg/ kg BB dan 200 mg/ kg BB mencit secara signifikan dengan p<0,05 dan penurunan ekspresi iNOS pada dosis 150 mg/ kg BB mencit (Wjiasih, dkk, 2017). Penelitian selanjutnya pada varietas dan kadar yang sama dari ET-Lun didapatkan aktivitas terhadap penghambatan jumlah sel Goblet dan densitas pembuluh darah mikro (Putri dkk, 2017), menghambat kanker kolon dengan cara meningkatkan apoptosis pada dosis 150 mg/ kg BB mencit dan menurunkan displasia pada dosis 200 mg/ kg BB mencit (Amalia, 2017). Kadar lunasin dalam ekstrak adalah 0,84 mg/g. Hasil pendahuluan uji insilico dan in vitro menunjukan ET-Lun mempunyai aktivitas terhadap penghambatan kanker payudara melalui penghambatan ekspresi ER, HER2, dan EGFR, dan mempunyai CC50 103 µg/mL. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan pengembangan penelitian tentang aktivitas ET-Lun sebagai antikanker payudara secara in vivo melalui pemeriksaan ekspresi ER menggunakan qPCR.
Urgensi Penelitian
Lunasin merupakan senyawa yang dapat mencegah kanker, ditemukan pertama kali dari semua genotipe yang dianalisis dari koleksi plasma nutfah kedelai yang berasal dari AS dan tersedia secara komersial. Masalahnya adalah harga lunasin komersial ini sangat mahal. Maka dari itu, perlu dikembangkan penelitian tentang efektifitas antikanker lunasin yang berasal dari kedelai asli Indonesia. Beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait aktivitas ET-Lun adalah ET-Lun dapat mengahmabat kanker kolon dengan menurunkan ekspresi COX-2 pada dosis 150 mg/ kg BB dan 200 mg/ kg BB mencit secara signifikan dengan p<0,05 dan penurunan ekspresi iNOS pada dosis 150 mg/ kg BB mencit (Wjiasih, dkk, 2017). Penelitian selanjutnya pada varietas dan kadar yang sama dari ET-Lun didapatkan aktivitas terhadap penghambatan jumlah sel Goblet dan densitas
pembuluh darah mikro (Putri dkk, 2017), menghambat kanker kolon dengan cara meningkatkan apoptosis pada dosis 150 mg/ kg BB mencit dan menurunkan displasia pada dosis 200 mg/ kg BB mencit (Amalia, 2017). Uji pendahuluan aktivitas ET-Lun pada kanker payudara menunjukkan ET-Lun dapat ekspresi ER, HER2, dan EGFR, dan ET-Lun secara in vitro mempunyai CC50 103 µg/mL. Maka perlu dilakukan uji aktivitas ET-Lun pada kanker payudara secara invivo, menggunakan hewan coba tikus Sprague Dawley yang diinduksi DMBA, sebagai model kanker payudara.
TINJAUAN PUSTAKA
State of the Art
Prevalensi kanker payudara masih tinggi baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan yang paling umum pada wanita di seluruh dunia (Bray et al, 2018).
Menurut data Globocan 2018 menjelaskan bahwa prevalensi kanker payudara masih tertinggi sebanding dengan prevalensi kanker paru yaitu 11,6% (Globocan 2018). Kanker payudara juga merupakan salah satu kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia (Dewi, 2017). Menurut data Riskesdas 2018 prevalensi kanker payudara di Indonesia meningkat dari 1,4% (Riskesdas 2012) menjadi 1,8%. Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu tanaman yang sedang dikembangkan aktivitasnya sebagai obat. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan aktivitas farmakologi senyawa aktif dari kedelai diantaranya sebagai antikanker, osteoporosis, gangguan kognitif, penyakit kardiovaskuler, gangguan fungsi ginjal, dan lain sebagainya (Kurosu, 2011). Konsumsi produk kedelai diketahui dapat menurunkan insiden dan mortalitas kanker payudara (Messina, 2016), kanker prostat (Jacobsen, 1998), kanker kolon (Yan L, 2010), dan kanker paru (Yang W, 2011). Kandungan kimia kedelai yaitu isoflavon (genistein, daidzein, dan glycitein), phytic acid, lipid (lecithins, carotene), phytoalexin (zat antimikrobial yang disintesis tanaman dan terakumulasi dengan cepat ketika ada infeksi patogen), coumesterol (fitoestrogen karena molekul ini berikatan dengan reseptor estrogen), saponin, lectin, hemagglutinin, vitamin dan lunasin (Wang W, 2008 dan Kurosu, 2011). Senyawa yang berperan sebagai antikanker pada kedelai adalah isoflavonoid genistein, daidzein, dan glycitein serta lunasin. Isoflavon adalah senyawa kelompok flavonoid yang diketahui merupakan antioksidan kuat. Banyak manfaat kedelai bagi kesehatan yang didapat dari isoflavon (Kurosu, 2011).
Meskipun telah dikembangkan penelitian untuk memahami potensi efek antikanker isoflavon, namun tidak semua efek antikanker yang terkait dengan konsumsi kedelai kemungkinan disebabkan oleh isoflavon. Studi terbaru membuktikan bahwa komponen signifikan sebagai antikanker dari kedelai adalah peptida bioaktif dengan nama lunasin (Vuyyuri, 2018).
Permasalahannya adalah harga lunasin komersial ini sangat mahal karena biaya sintesis lunasin yang besar dan memakan waktu cukup lama, kurangnya metode untuk memperoleh berat lunasin murni dari sumber tanaman (Seber 2012 dan Krishnan 2015) serta analisis kultivar kedelai yang berbeda menunjukkan bahwa kandungan lunasin juga bervariasi secara signifikan (Gonzales, 2004). Untuk mengatasi masalah ini, maka dapat dilakukan dengan membuat ekstrak tertarget lunasin (ET-Lun) dari biji kedelai. ET-Lun adalah ekstrak tertarget lunasin yang didapatkan
Tinjauan pustaka tidak lebih dari 1000 kata dengan mengemukakan state of the art dan peta jalan (road map) dalam bidang yang diteliti. Bagan dan road map dibuat dalam bentuk JPG/PNG yang kemudian disisipkan dalam isian ini. Sumber pustaka/referensi primer yang relevan dan dengan mengutamakan hasil penelitian pada jurnal ilmiah dan/atau paten yang terkini. Disarankan penggunaan sumber pustaka 10 tahun terakhir
dengan cara mengekstraksi lunasin dari serbuk biji kedelai yang telah dihilangkan lemaknya kemudian diekstraksi menggunakan PBS dengan pH sekitar 7,4 (Kusmardi, 2019).
Beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait aktivitas ET-Lun adalah ET-Lun mempunyai aktivitas penghambatan kanker kolon, dilihat dari penurunkan ekspresi COX-2 pada dosis 150 mg/
kg BB dan 200 mg/ kg BB mencit secara signifikan dengan p<0,05 dan penurunan ekspresi iNOS pada dosis 150 mg/ kg BB mencit (Wjiasih, dkk, 2017). Penelitian selanjutnya pada varietas dan kadar yang sama dari ET-Lun didapatkan aktivitas terhadap penghambatan jumlah sel Goblet dan densitas pembuluh darah mikro (Putri dkk, 2017), menghambat kanker kolon dengan cara meningkatkan apoptosis pada dosis 150 mg/ kg BB mencit dan menurunkan displasia pada dosis 200 mg/ kg BB mencit (Amalia, 2017). Hasil uji pendahuluan aktivitas ET-Lun pada kanker payudara secara in silico dan in vitro menunjukkan ET-Lun dapat menghambat kanker payudara.
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan aktivitas ET-Lun pada kanker payudara secara in vivo.
Roadmap Penelitian (Berisi Paragraf yang menjelaskan roadmap penelitian)
Hasil pendahuluan tentang uji insilico dan in vitro Ekstrak tertarget lunasin (ET-Lun) menunjukkan ET-Lun mempunyai aktivitas terhadap penghambatan kanker payudara melalui penghambatan ekspresi ER, HER2 , dan EGFR, dan mempunyai CC50 103 µg/mLterhadap cell line MCF-7 (in vitro). Pada penelitian ini akan dilanjutkan secara in vivo untuk membuktikan aktivitas ET-Lun dalam penghambatan kanker payudara terhadap ekspresi Ermenggunakan qPCR. Hasil penelitian ini akan menjadi salah satu variabel yang mendasari untuk pengembangan ET-Lun menjadi produk obat fitofarmaka, sebagai adjuvan obat kanker payudara.
Gambar Roadmap Peneliti
METODE PENELITIAN
ET-Lun yang digunakan didapatkan dari penelitian sebelumnya. Kadar lunasin ET-Lun diukur menggunakan HPLC dan didapat kadarnya adalah 0,89 mg/g ekstrak. Uji invivo dimulai dari penyiapan hewan coba dan pengelompokkan hewan coba. Hewan coba kemudian diinduksi dengan DMBA. Metode induksi kanker payudara pada hewan coba mengikuti penelitian yang dilakukan oleh Wibowo, et al., yaitu tikus betina SD usia 6 minggu diberikan pakan standar dan air ad libitum. DMBA dilarutkan dalam minyak jagung 2 mg/ml. Induksi DMBA diberikan secara intragastrik dengan dosis 20 mg/kg BB, dilakukan sebanyak 11 kali yaitu dua kali dalam seminggu.
Insiden tumor pada hewan coba diamati, kemudian tikus dengan volume tumor 1-2 cm3 diberikan perlakuan sesuai dengan kelompok masing-masing selama 2 bulan. Jumlah hewan coba per kelompok adalah 6 ekor, sesuai perhitungan menggunakan rumus Federer. Selama perlakuan, dilakukan pengukuran berat badan tikus, diameter tumor, dan volume tumor, setiap 1 kali seminggu. Bobot badan tikus digunakan timbangan digital merk Ohaus adventurer pro dan volume tumor diukur dengan elektronik digital kaliper. Setelah perlakuan, hewan dikorbankan kemudian massa tumor, organ hati, ginjal, paru, limpa dan otak, serta darah dari jantung dikumpulkan.
Jaringan tumor mammae dan jaringan normal mammae sebagian dibekukan dan disimpan pada suhu -80 derajat C untuk pemeriksaan qPCR, dan sebagian disimpan dalam blok parafin pada suhu kamar untuk pemeriksaan IHK. Pemeriksaan ekspresi ER yaitu dengan metode q-RT PCR.
Penilaian Ekspresi ER dan HER2 dengan metode quantitative/ real time reverse transcriptase PCR (qRT-PCR).
Prosedur uji ekspresi ER dan HER2 menggunakan Real time PCR mengikuti teknik penelitian yang dilakukan oleh Qiu Cunping, et al35 Ananda Hanumappa, et al38 dan Haugan Moi, et al.42 Isolasi RNA dari jaringan tumor payudara dilakukan sesuai dengan protokol TRIzol™ Reagent User Guide. Sampel 50-100 mg dilisis dengan 1 mL TRIzol™ Reagent, kemudian dihomogenkan menggunakan homogenizer. Sampel diinkubasi selama 5 menit kemudian ditambahkan 0,2 mL kloroform dan diinkubasi selama 2-3 menit. Sampel dimasukan ke dalam tube kemudian disentrifus 12.000 g pada suhu 40C selama 15 menit. Supernatan (pada bagian atas) dimasukkan kedalam tube baru untuk dilakukan isolasi RNA. Supernatan ditambahkan 0,5 mL isopropanol dan diinkubasi selama 10 menit. Kemudian disentrifuse 12.000 g pada suhu 40C selama 10 menit.
Supernatan dibuang menggunakan mikropipet, pellet yang terbentuk pada dasar tube merupakan total RNA yang didapat. Pellet yang didapat diresuspensi dengan 1 mL etanol 75%, divortek, kemudian disentrifus 7500 g pada suhu 40C selama 5 menit. Pellet diresuspensi dengan 20-50 µL Rnase free water, 0,1 mM EDTA dan up and down. Konsentrasi dan tingkat kemurnian RNA diukur dengan spektrofotometer nanodrop ND 2000 260/280 nm (Thermo, Wilmington, USA) dengan volume 1 µL/sampel. Untuk sintesis cDNA dilakukan sesuai protokol dari kit komersial, yaitu dengan pembuatan reverse transcriptation mix dengan komposisi sesuai protokol
Metode atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ditulis tidak melebihi 600 kata. Bagian ini dilengkapi dengan diagram alir penelitian yang menggambarkan apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dikerjakan selama waktu yang diusulkan. Format diagram alir dapat berupa file JPG/PNG.
Bagan penelitian harus dibuat secara utuh dengan penahapan yang jelas, mulai dari awal bagaimana proses dan luarannya, dan indikator capaian yang ditargetkan. Di bagian ini harus juga mengisi tugas masing-masing anggota pengusul sesuai tahapan penelitian yang diusulkan.
ThermoScript RT-PCR System; Invitrogen Life Technology. RNA yang telah diisolasi dikeluarkan dari lemari pendingin -20°C, diletakkan pada wadah tabung yang telah dialasi ice pack dan dibiarkan mencair secara perlahan. RNA dihomogenisasi dengan di-vortex kemudian di-spin down. 1 µg RNA digunakan untuk mensintesis cDNA dan 1 µL RT akan digunakan untuk qRT PCR. Untuk menilai ekspresi gen ERα dan HER2 yaitu dengan menggunakan relative quantification real-time PCR. Primer dan probe untuk urutan encoding gen ERα dan GAPDH sebagai housekeeping gene dirancang dengan:38
ERα (forward) 5′CTT CTG GAG TGT GCC TGG TT3′
ERα (reverse) 5′GTC CCT GTC CAA GAG CAA GT3′
GAPDH (forward) 5′ATG ACT CTA CCC ACG GCA AG3′
GAPDH (reverse) 5′TAC TCA GCA CCA GCA TCA CC3′
Analisa ekspresi gen berdasarkan perbandingan relatif Ct target pada sampel terhadap Ct target pada kalibrator/ sampel kontrol.
∆Ct (sampel) = Ct target (sampel) – Ct endogenous control (sampel)
∆Ct (kalibrator) = Ct target (kalibrator) – Ct endogenous control (kalibrator)
∆∆Ct = ∆Ct (sampel) – ∆Ct (kalibrator).
Relative Expression Level (RQ) merupakan berapa kali ekspresi gen target pada sampel terhadap ekspresi gen target pada kalibrator; RQ = 2-∆∆Ct. Hasil ekspresi menunjukkan berapa kali terjadi peningkatan/ penurunan ekspresi gen dibandingkan dengan kontrol.
Diagram Alir Penelitian
Penjelasan Jika diperlukan
Click or tap here to enter text.
No Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4 5 6
1 Penyusunan Proposal √
2 Penyiapan alat dan bahan √
3 Induksi Hewan coba √ √ √ √
4 Pemeriksaan qPCR √
5 Analisis Data √
6 Penyusunan Laporan √
7 Pembuatan artikel dan publikasi ilmiah √
Catatan;(informasi tambahan untuk menjelaskan kegiatan)
Click or tap here to enter text.
DAFTAR PUSTAKA
1. Amalia AW, Kusmardi, Elya B, et al. (2017). Inhibition of carcinogenesis by seed and soybean meal extract in colon of mice: Apoptosis and dysplasia. Asian J Pharm Clin Res;10(4):22–7.
2. Bray F, Ferlay J, Soerjomataram I, Siegel RL, Torre LA, Jemal A. (2018). Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. Ca Cancer J Clin;68:394-424.
3. Ghoncheh M, Pournamdar Z, Salehiniya H. (2016). Incidence and mortality and epidemiology of breast cancer in the world. Asian Pacific J Cancer Prev;17(sup3):43–6 4. International Agency for Research on Cancer (IARC). (2012) GLOBOCAN 2012;
Incidence Breast Cancer in 2012.
5. Jacobsen BK, Knutsen SF, Fraser GE. (1998). Does high soy milk intake reduce prostate cancer incidence. The adventist health study (United States). Cancer Causes Control.
1998;9(6):553–7.
6. Kusmardi. (2019). Lunasin Protein Pada Kedelai dan Hasil Riset Terkait Hambatan Pada Perjalanan Kanker Kolon. UI Publishing. Jakarta. Hlm 8, 9, 11, 12, 18, 42
7. Loha M, Mulu A, Solomon MA, Ergete W, Geleta B. (2019). Acute and Subacute Toxicity of Methanol Extract of Syzygium guineense Leaves on the Histology of the Liver and Kidney and Biochemical Compositions of Blood in Rats. Evidence-Based Complementary Jadwal penelitian disusun dengan mengisi langsung tabel berikut dengan memperbolehkan penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.
Daftar Pustaka ditulis dengan menggunakan APA Style.
and Alternative Medicine. 2019;1-15.
8. Messina M. (2016). Impact of soy foods on the development of breast cancer and the prognosis of breast cancer patients. Forsch Komplementarmed;23(2):75–80.
9. Putri AS, Elya Berna, Kusmardi. (2017). Inhibitory activity of Indonesian soybean in comparison with soybean meal on goblet cell count and micro vessel density in colitis- associated mouse colon carcinogenesis. Int J PharmTech Res;10(1):9–18.
10. Vuyyuri SB, Shidal C, Davis KR. (2018). Development of the plant-derived peptide lunasin as an anticancer agent. Curr Opin Pharmacol;41:27–33.
11. Wijiasih, Kusmardi, Elya B. (2017). The effect of soybean and soybean meal extract on COX-2 and iNOS expression in colon preneoplasia of mice induced by azoxymethane and dextran sodium sulfate. Int J ChemTech Res;10(1):39–46.
12. Yan L, Spitznagel EL, Bosland MC. (2010). Soy consumption and colorectal cancer risk in humans: A meta-analysis. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev;19(1):148–58.
13. Yang W, Va P, Wong M, Zhang H, Xiang Y. (2011) Soy intake is associated with lower lung cancer risk: results from a meta-analysis of epidemiologic studies. Am J Clin Nutr;(2):1575–83
Rencana Anggaran Keuangan
Nama Jumlah Satuan Harga satuan
(Rp)
Jumlah (Rp)
Tikus SD 40 ekor 40.000 1.600.000
DMBA 1 botol 6.000.000 6.000.000
Kit ekstraksi RNA (Geneaid)
1 botol 4.000.000 4.000.000
Kit cDNA qPCR (Toyobo)
1 botol 4.000.000 4.000.000
Kit PCR (Sensifas SYBR No-Rox
1 pcs 3.000.000 3.000.000
Rak PCR 4 pcs 800.000 800.000
Primer ER Forward (20 BP)
1 Qt 150.000 150.000
Primer ER Reverse (20 BP)
1 Qt 150.000 150.000
Primer House keeping Gene B actin Forward
1 Qt 150.000 150.000
Primer House keeping Gene B actin Reverse
1 Qt 150.000 150.000
Total Jumlah 20.000.000
SEMINAR PROPOSAL SUDAH DILAKUKAN DI PROGRAM DOKTORAL ILMU BIOMEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UI SALEMBA.
TERLAMPIR LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL DAN NILAI PROPOSAL
SURAT PERNYATAAN PENELITI