PROPOSAL
PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEKS
FORMULASI SEDIAAN TABLET KUNYAH EKSTRAK KENTAL DAUN WUNGU (GRAPTOPHYLLUM PICTUM. (L.) GRIFF.)DENGAN
PENGIKAT BAHAN ALAM
Oleh;
apt. Ari Widayanti, M.Farm. Ketua (0328017603) apt. Fahjar Prisika, M. Farm. Anggota (0311048101)
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN APOTEKER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA
JAKARTA
2021
Judul Penelitian
LEMBAR PENGESAHAN
PENELITIAN PENGEMBANGAN IPTEK (PPI)
Formulasi Sediaan Tablet Kunyah Ekstrak Kental Daun Wungu (Graptophyllum pictum.
(L.) Griff.) dengan pengikat bahan alam
Ketua Peneliti :apt. Ari Widayanti, M.Farm.
Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/593 Fakultas /Program Studi: Farmasi dan Sains / Apoteker
Anggota Peneliti :apt. Fahjar Prisiska, M.Farm.
Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/671 Anggota Peneliti :Click or tap here to enter text.
Link Profil simakip :Click or tap here to enter text.
Nama Mahasiswa : Nama Mahasiswa 1 NIM:
Nama Mahasiswa 2 NIM:
Waktu Penelitian : 6 Bulan Pililhan Fokus Riset UHAMKA
Fokus Penelitian UHAMKA:Obat dan Kesehatan Luaran Penelitian
Luaran Wajib :Publikasi Jurnal Sinta 2 Status minimal : Review Luaran Tambahan :Proseding Seminar Nasional Status minimal : Submitted
Mengetahui,
Ketua Program Studi Apoteker Ketua Peneliti
Dr.apt. Siska, M. Farm. apt. Ari Widayanti, M. Farm.
NIDN. 0325107703 NIDN.0328017603
Menyetujui,
Dekan Fakultas Farmasi dan Sains Ketua Lemlitbang UHAMKA
Dr. apt. Hadi Sunaryo, M. Si. Prof. Dr. Suswandari, M.Pd
NIDN.0325067201 NIDN. 0020116601
Ringkasan penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang penelitian, tujuan dan tahapan metode penelitian, luaran yang ditargetkan,
Latar belakang penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang dan permasalahan yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bagian ini perlu dijelaskan uraian tentang spesifikasi khusus terkait dengan skema.
RINGKASAN
Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang memiliki prevalensi dan morbiditas yang sangat tinggi. Karies gigi menyerang semua kalangan masyarakat dan pada semua tingkatan status sosial ekonomi. Mikroorganisme yang sangat berperan pada terjadinya karies gigi adalah Streptococcus mutans. Pada penelitian kali ini akan dibuat tablet kunyak dari ekstak kental daun Wungu yang mempunyai aktivitas antibakteri, dengan mengembangkan bahan alam yang ada disekitar kita sebagai pengikatnya. Bahan pengikat yang akan digunakan adalah pati biji cempedak dan pati biji sukun.Pati sukun dan biji cempedak mudah diperoleh dipasaran, namun pemanfaatannya saat ini hanya sebatas pada makanan saja. Untuk kali ini diboca untuk dikembangkan sebagai eksipien atau bahan tambahan pada tablet kunyah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan Formula tablet kunyah ekstrak daun Wungu yang mempunyai karakteristik fisk yang baik dan sesuai syarat Farmasetika dan juga untuk memanfaatkan bahan alam yang ada disekitar kita sebagai alternatif bahan tambahan pada formulasi tablet kunyah.
Penelitian ini dimuali dengan Ekstraksi daun Wungu kemudian dikarakteristik fisik, dilanjutkan dengan pembuatan pati biji cempedak dan pati sukun. Penelitian dilanjutkan dengan membuat granul dan memgevalusi granul. Terakhir dilakukan proses penabletan yang dilanjutkan dengan evaluasi fisik tablet kunyah. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANAVA dan Uji Hedonis terhadap uji kesukaan.
Kata Kunci : Daun Wungu, Pati biji Cempedak, pati Sukun, tablet kunyah
Latar Belakang
Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang memiliki prevalensi dan morbiditas yang sangat tinggi. Karies gigi menyerang semua kalangan masyarakat dan pada semua tingkatan status sosial ekonomi (Rangeeth, 2011). Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukan terjadinya peningkatan angka prevalensi karies pada penduduk Indonesia tahun 2007 sampai 2013 yaitu dari 43,4 menjadi 53,2%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 6 tahun telah terjadi peningkatan prevalensi karies gigi aktif di Indonesia sebesar 9,8% (Anonim, 2013). Mikroorganisme yang sangat berperan pada terjadinya karies gigi
adalah Streptococcus mutans.
Streptococcus mutans menjadi target utama dalam upaya pencegahan karies gigi (Sabir, 2010).
Salah satu upaya untuk pencegahan karies gigi yaitu dengan menggunakan tanaman herbal yang bersifat antibakteri Streptococcus mutans seperti Daun Wungu (Rahman, 2017).
Daun Wungu memiliki kemampuan sebagai antibakteri dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococus mutans. Hal ini dapat dilihat dari zona hambat yang terbentuk pada pengujian. Konsentrasi yang paling besar dalam menghambat Streptococus mutans adalah 5% dengan rata rata zona hambat yaitu 16,10 mm. Konsentrasi hambat minimum ekstrak Daun Wungu pada Streptococcus mutans adalah 2% yaitu 12,60 mm (Rahman, 2017). Alternatif untuk
Kata Kunci Maksimal 5 Kata
Tinjauan pustaka tidak lebih dari 1000 kata dengan mengemukakan state of the art dan peta jalan (road map) dalam bidang yang diteliti. Bagan dan road map dibuat dalam bentuk JPG/PNG yang kemudian disisipkan dalam isian ini. Sumber pustaka/referensi primer yang relevan dan dengan mengutamakan hasil penelitian pada jurnal ilmiah dan/atau paten yang terkini. Disarankan penggunaan sumber pustaka 10 tahun terakhir
pengobatan karies gigi adalah dengan membuat bentuk ekstrak yang diformulasi dalam sediaan tablet kunyah. Tablet kunyah merupakan tablet yang dimaksudkan untuk dikunyah, memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut, mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit tau tidak enak (Kemenkes, 2014). Syarat kekerasan tablet konvensional 4-8 kgf sedangkan untuk tablet kunyah 3 kgf (Hadisoewignyo, 2016). Keuntungan tablet kunyah yaitu memberikan onset yang cepat, meningkatkan penerimaan pasien (terutama anak-anak) karena memiliki cita rasa yang menyenangkan (Siregar, 2010). Salah satu bahan yang berpengaruh terhadap kekerasan tablet kunyah adalah bahan pengikat (Agoes, 2012). Bahan alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai bahan pengikat yaitu pati. Pati merupakan eksipien polimer alam yang sering digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet. Pati dapat ditemukan pada bagian tanaman yang memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi seperti biji cempedak. Pada analisa yang telah dilakukan di Balai Besar Industri Agro (BBIA), Pati Biji Cempedak yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki kadar amilosa sebesar 40,85% dan amilopektin sebesar 45,1% (Indah, 2010). Secara umum pati dapat digunakan sebagai bahan pengikat adalah mucilago amili 5-10% (Agoes, 2012).
Urgensi Penelitian
Saat ini dikembangkan bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternative sebagai pengikat pada sediaan tablet. Pengikat yang biasa digunakan adalah pengikat sintetis yang dilihat dari segi bugget relative lebih mahal dibandingkan dengan bahan alam. Salah satu bahan alam yang digunakan sebagai pengikat adalah amilum. Amilum manihot atau pati singkong sudah sangan umum digunakan sebagai pengikat. Pada penelitian ini dicari alternative lain dari pengikat, yaitu pati biji cempedak dan pati biji sukun. Penelitian dilakukan agar diperoleh alternative bahan pengikat lain dari bahan alami yang memiliki karakteristik tablet kunyah sesuai aturan farmasetika
TINJAUAN PUSTAKA
State of the art penelitian ini didasarkan pada beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan.
Penjelasan dari masing-masing penelitianya adalah sebagai berikut:
1. Telah dilakukan penelitian tentang Pati dapat ditemukan pada bagian tanaman yang memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi seperti biji cempedak. Pada analisa yang telah dilakukan di Balai Besar Industri Agro (BBIA), Pati Biji Cempedak yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki kadar amilosa sebesar 40,85% dan amilopektin sebesar 45,1% (Indah, 2010).
2. Secara teori dijelaskan bahwa bahan tambahan pati dapat digunakan sebagai bahan pengikat
adalah mucilago amili dengan konsentrasi antara
5-10% (Agoes, 2012).
3. Salah satu upaya untuk pencegahan karies gigi yaitu dengan menggunakan tanaman herbal yang bersifat antibakteri Streptococcus mutans seperti Daun Wungu (Rahman, 2017).
4. Hasil penelitian sebelumnya (Setiani dkk., 2013) didapatkan bahwa Pati Buah Sukun mempunyai kadar pati total 76,39% dengan kadar amilosa 26,76% dan kadar amilopektin 73,24%.
5. Penggunaan Pati Buah Sukun sebagai bahan pengikat tablet relatif baik karena mengandung kadar amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan kadar amilosa maka akan semakin tinggi
daya rekatnya (Winarno, 2004).
Uji aktivitas antibakteri tablet kunyah ekstrak Daun Wungu TEKNOLOGI
FARMASI 1. Praformulasi 2. Formulasi
tablet kunyah 3. Teknologi
pembuata n sediaan 4. Evaluasi
sediaan Tablet Kunyah
Tablet kunyah ekstrak daun wungu yang terjamin mutu dan aman KARAKTERISTIK
Bahan baku dan eksipient ( Pengikat bahan alam: pati biji cempedak dan pati sukun)
6. Sifat kohesif pengikat dapat mengurangi friabilitas tablet dan membantu meningkatkan
penampilannya (Murtini, 2018).
Roadmap Penelitian (Berisi Paragraf yang menjelaskan roadmap penelitian)
Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dalam pengembangan sediaan tablet Kunyah Daun Wungu sebagai anti caries gigi, dengan bahan pengikat alami, sehingga dapat kedepannya dapat dikembangkan pengikat alternative pada sediaan tablet kunyah. Adapun peta perjalanan (roadmap) penelitian ini terdapat dalam Gambar 1.
Gambar Roadmap Peneliti
TOPIK RISET/Tahap1 Tahap 2 Jangka Panjang
METODE PENELITIAN
Rancangan penelitian yang menggambarkan keseluruhan kegiatan penelitian terdapat pada Gambar 2. Semua tahapan prosedur dirancang secara sistematis dan memiliki kejelasan output agar dapat diulang pada penelitian lainnya. Target penelitian ini adalah diperolehnya formula tablet kunyah ekstrak daun Wungu yang memiliki sifat fisik yang baik dan sesuai dengan persaratan farmasetik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik (Ohaus), friability tester (Tamaru), hardness tester (Tanach), tapped density tester (Tamaru), granule flow tester (Tamaru), stopwatch, V-mixer (lokal), granulator (lokal), moisture balance (lokal), desikator, oven, mesin pencetak tablet (Rimek), ayakan bertingkat, pengayak 18 dan 60, mikrometer sekrup, krus, tanur (Barnsted Thermolyne).
Cara Kerja (1). Karakteristik Ekstrak Kental Daun Wungu,meliputi : organoleptis, kadar abu, susut pengeringan.
(2) Pembuatan Pati Biji Cempedak dan pati buah sukun . Masing- masing Buah cempedak dan buah sukun dikupas diambil bagian bijinya, kulit bijinya dibuang, dicuci bersih hingga hilang kotoran dan getahnya. Dipotong kecil kecil dan diblender dengan penambahan aquadest sampai halus. Lalu disaring dengan kain flannel, peras. Hasil ditampung dalam wadah dan ditambah aquadest, kemudian saring berulang-ulang sampai air saringan bening. Filtrat dibiarkan 48 jam hinggga terbentuk endapan. Pisahkan larutan dan endapan. Jemur endapan sampai kering, kemudian dimasukkan ke dalam lemari pengering selama 24 jam dengan suhu 60°C. Setelah kering digerus dan diayak dengan pengayak mesh 60 hingga diperoleh serbuk amilum biji cempedak, kemudian disimpan dalam toples tertutup rapat dan diberi silica gel (Sapri et al., 2012).
(3) Karakteristik Pati Biji Cempedak dan pati buah Sukun, kadar Abu, susut pengeringan dan kadar Iodium.
(4) Pembuatan Mucilago Pati Biji Cempedak dan Pati Buah Sukun Pembuatan menggunakan 1,0 g pati ditambahkan pada 1 ml air dingin, diaduk untuk memperoleh suspense homogen, lalu ditambahkan pada 4,0 g air panas. Selanjutnya pati akan mengembang, lalu diaduk sampai terbentuk gel yang tembus cahaya atau jernih (Anwar, 2012).
(5) Pembuatan Tablet Kunyah dengan pengikat pati yang berbeda. Pembuatan granul dilakukan dengan metode granulasi basah. Siapkan alat dan bahan lalu timbang semua bahan dengan bobot masing-masing (Ekstrak kental Daun Wungu, Pati Biji Cempedak, Sorbitol, Aerosil, Mg stearat, Talk, Manitol). Ekstrak kental etanol 70% Daun Wungu dan Aerosil dimasukkan ke dalam mortar dicampur hingga homogen. Tambahkan Manitol dan Sorbiitol dicampur menggunakan V-mixer sampai homogen (Massa I). Selanjutnya tambahkan Musilago Pati Biji Cempedak sedikit demi
Metode atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ditulis tidak melebihi 600 kata. Bagian ini dilengkapi dengan diagram alir penelitian yang menggambarkan apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dikerjakan selama waktu yang diusulkan. Format diagram alir dapat berupa file JPG/PNG.
Bagan penelitian harus dibuat secara utuh dengan penahapan yang jelas, mulai dari awal bagaimana proses dan luarannya, dan indikator capaian yang ditargetkan. Di bagian ini harus juga mengisi tugas masing-masing anggota pengusul sesuai tahapan penelitian yang diusulkan.
Jadwal penelitian disusun dengan mengisi langsung tabel berikut dengan memperbolehkan penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
sedikit sampai terbentuk masa yang dapat dikepal (banana breaking). Kemudian dibuat granul dengan granulator. Dikeringkan dalam lemari pengering(oven) bersuhu 50°C selama 18 jam.
Granul kering yang didapat diayak dengan ayakan nomor 18. Selanjutnya dilakukan evaluasi granul. Begitupun juga dengan pembuatan tablet dengan pengikat pati sukun.
(6) Lakukan Evaluasi Fisik tablet Kunyah (Kemenkes,2020) dan Uji Hedonis (7). Analisa data hasil evaluasi menggunakan ANAVA
Diagram Alir Penelitian
Penjelasan Jika diperlukan
Dalam hal ini peneliti berencana membuat sendiri patinya dari buah sukun dan biji cempedak, kemudian dikarakteristik fisiknya, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pengikat pada sediaan tablet kunyah.
Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.
Daftar Pustaka ditulis dengan menggunakan APA Style.
No Nama Kegiatan Waktu (bulan)
1 2 3 4 5 6
1 Persiapan alat dan bahan
2 Karakteristik Ekstrak Kental daun Wungu 3 Pembuatan Pati Biji Cempedak
4 Pembuatan Pati Buah Sukun 5 Pembuatan Tablet Kunyah 6 Evaluasi Tablet kunyah 7 Analisis data
8 Penulisan laporan dan luaran artikel Click or tap here to enter text.
Catatan;(informasi tambahan untuk menjelaskan kegiatan)
Click or tap here to enter text.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Goeswin. 2012. Sediaan Farmasi Likuida-Semisolida. Bandung: Penerbit ITB. Hlm. 38, 43
Anwar, Prof. Dr. Effionora. 2012. Eksipien Dalam Sediaan Farmasi Karakterisasi Dan Aplikasi.
Jakarta: PT. Dian Rakyat. Hlm. 71-72
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Farmakope Indonesia Edisi VI. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Hlm. 1368, 2072
Lestari, P.M., Septiana, T. P. 2019. Tablet Kunyah Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Dengan Amilum Sukun Sebagai Pengikat. Jurnal Jamu Indonesia, 4(1). Hlm. 8–16 Murtini, G., Yetri, E. 2018. Teknologi Sediaan Solid. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hlm. 87, 88, 90, 91, 94, 114, 116, 117, 159-171, 224, 236
Poppy Mutiara Indah. 2019. Pengaruh Penggunaan Pati Biji Cempedak Terpragelatinasi Sebagai Bahan Penghancur Pada Tablet Ibuprofen. Skripsi. Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
Hlm. 4, 22
Rahman. 2017. Uji Efek Antibakteri Ekstrak Daun Wungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff.) Asal Kabupaten Enkerang Terhadap Pertumbuhan Streptococus Mutans. Jurnal Media Analis Kesehatan. 8(2). Hlm. 111-117
Rustini, N.L., Ariati, N.K. 2017. Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Ungu. Journal of Applied Research Chemistry. 5(2). Hlm. 145-151.
Sabir, A. 2005. Aktivitas antibakteri flavonoid propolis Trigona sp terhadap bakteri Streptococcus mutans (in vitro). Dental journal. 38(3).
Setiani, W., Tety S., and Lena R. 2013. Preparasi Dan Karakterisasi Edible Film Dari Poliblend Pati Sukun-Kitosan. Jurnal Kimia Valensi. Hlm. 100-109
Wahyuningsih Tri. 2014. Pengaruh Penambahan Sukrosa, Dekstrosa, Sorbitol Dan Xylitol Sebagai Pemanis Terhadap Sifat Fisik Tablet Hisap Ekstrak Kental Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc.) Dengan Metode Granulasi Basah. Skripsi. Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA Winarno, F., G. 2004. Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 27
Rancangan Anggaran Keuangan
Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi
Pembelian Kuantitas Harga Satuan
(Rp) Jumlah
Ekstrak Kental Daun Wungu Bahan aktif 1 kilo 800.000/100 g 8.000.000
Buah Sukun Eksipien 20 40.000/biji 800.000
Buah Cempedak Eksipien 20 20.000/biji 400.000
Aerosil Eksipien 1 kg 200.000/kg 200.000
Manitol Eksipien 1 kg 350.000/kg 350.000
Sorbitol Eksipien 1L 150.000/L 150.000
Mg Stearat Eksipien 500 gram 200.000/kg 100.000
Lactosa Sray Dry Eksipient 1 kg 500.000/kg 500.000
Talcum Eksipien 500 gram 200.000/kg 100.000
Aquadest Pelarut 4 L 90.000/L 360.000
Etanol 96% Pelarut 2 L 40.000 80.000
Pereaksi Iodium 2 paket 150.000/paket 300.000
Aluminium Foil 4 35.000/roll 140.000
Milimeter blok 1 10.000/buku 10.000
Sub Total (Rp) 11.490.000 Perjalanan
Material Justifikasi
Pembelian Kuantitas Harga Satuan
(Rp) Jumlah
Balitro LIPI CiBinong Pembelian Ekstrak
2 250.000 500.000
Determinasi Tanaman 2 250.000 500.000
Sub Total (Rp) 1.000.000 Sewa
Material Justifikasi
Pembelian Kuantitas Harga Satuan
(Rp) Jumlah
Hardness Tester Lab 1 paket 150.000 150.000
Friability tester Lab 1 paket 150.000 150.000
Mesin Tablet rotary 8 Punch Lab 1 paket 150.000 150.000
Disintegration Tester Lab 1 paket 150.000 150.000
Set Granul Flow Tester Lab 1 paket 150.000 150.000
Tapped buld Density tester Lab 1 Paket 150.000 150.000
Tanur Lab 1 Paket 150.000 150.000
Sub Total (Rp) 1.050.000 Biaya Publikasi
Material Justifikasi
Pembelian Kuantitas Harga Satuan
(Rp) Jumlah
Penjilidan dan penggandaan laporan
Laporan 1 paket 345.000 275.000
Biaya Determinasi tanaman dan karakteristik Daun Wungu
1 paket 1.000.000 1.000.000
Biaya prosiding 1 1 1.500.000 1.500.000
Biaya publikasi jurnal 1 1 1.500.000 1.500.000
Sub Total (Rp) 4.375.000
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN (Rp) 17.015.000
Terbilang Tujuh Belas Juta Lima Belas Ribu Rupiah
Lampiran Format Susunan Organisasi Tim Pengusul dan Pembagian Tugas
NO Nama/ NIDN Bidang
Ilmu
Alokasi Waktu (jam/minggu)
Uraian Tugas
1 Ari Widayanti 0328017603
Teknologi Farmasi 12 jam / minggu Penyusuna proposal
Pembelian bahan
Karakterisasi Daun Wungu,
Pembuatan pati sukun dan biji cempedak
Karakterisasi pati sukun dan biji cempedak
Formulasi Tablet Kunyah
2 Fahjar Prisiska 0311048101
Teknologi Farmasi Evaluasi granul
Evaluasi tablet kunyah
Analisa Data
Pembuatan Laporan
SEMINAR PROPOSAL DI PROGRAM STUDI
Link
Zoom https://zoom.us/j/7120111997?pwd=ODVRMW41QjhLQndueWRyZ1JqemloUT09 Ketika diklik Linkzoom judulnya harus seminar proposal program studi Farmasi dan ApoteFakultas Farmasi dan Sains tanggal 12 Maret 21.pukul 13.00-15.00 WIB
Screenshoot bukti seminar proposal program studi ( Saat sudah di break out di ruang E ( prodi Apoteker)
Ani Pahiyani
Siska
Vera Ladeska
Adia Putra W
Ari Widayanti
Seminar minimal dihadiri oleh Ketua Prodi/Sekertaris dengan participant dosen minimal 3 Dosen
Saat masih bergabung dengan seluruh peserta dalam 1 Fakultas, yang dibuka oleh Dekan FFS UHAMKA Dr. Hadi Sunaryo, M.Si.Apt.
SURAT PERNYATAAN PENELITI