Tesis yang berjudul “OPTIMALASI PERAN PENGEMBANGAN SPIRITUAL ISLAM DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS ANGGOTA POLRI DI MABOL POLRI” yang ditulis oleh Maskat Nomor Pokok telah disetujui untuk diajukan pada Sidang Tesis Konsentrasi Pendidikan Islam Magister Ilmu Islam Fakultas Agama Islam Muhammadiyah Universitas, Jakarta. Penelitian bertajuk “Optimalisasi Peran Pembinaan Kerohanian Islam Dalam Meningkatkan Religiusitas Anggota Polisi di Mabes Polri” ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode studi kasus, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi, Pembatasan dan Rumusan Masalah
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Penyelenggaraan pembinaan kerohanian Islam di Mabes Polri belum maksimal mengingat kecilnya struktur kelembagaan yang berimplikasi pada. Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan literatur berupa sumbangan teori mengenai implementasi pembinaan spiritual Islam dalam meningkatkan religiusitas anggota Polri di Mapolda Metro Jaya.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Religiusitas
Sedangkan menurut Peraturan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pembinaan Jiwa dan Tradisi di Lingkungan Kepolisian Negara, Pasal 1, pembinaan kejiwaan seseorang untuk meningkatkan moral dan akhlak mulia serta memperkuat keyakinan agama. baik dalam hubungan manusia dengan. 33Republik Indonesia, Peraturan Kapolri tentang Pembinaan Spiritual, Mental dan Tradisi di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap No. 40 Republik Indonesia, Peraturan Kapolri tentang Pembinaan Spiritual, Mental dan Tradisi di Lingkungan Kepolisian Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap no.
Kepolisian menurut Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 pasal 1 adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi lembaga Kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan.74. Kepolisian Hindia Belanda modern yang dibentuk antara tahun 1897-1920 merupakan cikal bakal berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.76. Sebelumnya, pada 19 Agustus 1945, Badan Kepolisian Negara (BKN) dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Kepolisian Negara hanya bertanggung jawab dalam hal administratif, sedangkan urusan operasional menjadi tanggung jawab Jaksa Agung. 1/MP/RI1959, ditetapkan jabatan Kapolri diubah menjadi Menteri Muda Kepolisian yang memimpin Kepolisian (bukan Polsek Djawatan Negara).85. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, mempunyai tugas mengayomi, mengayomi, dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.”99.
Sedangkan pada pasal 3 disebutkan fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Polisi Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan/atau bentuk pengamanan mandiri lainnya. Tribrata merupakan pedoman moral dan pada tataran nilai-nilai yang hidup dan berkembang di lingkungan Polri ditetapkan sebagai nilai dasar pedoman hidup Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kajian Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Judul penelitiannya adalah “Peran Fungsi Komando Bintal Dalam Peningkatan Keagamaan Prajurit TNI Melalui Bintal Rohani Islam (Studi Kasus di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta)”. siapa yang baik terhadap agama, maka perhatiannya terhadap aktivitas bintal juga baik. Dengan demikian, peran Islam Bintal Rohani dalam membentuk agama prajurit terutama ditentukan oleh sosok pribadi prajurit TNI AU di Pangkalan Halim Perdanakusuma dan peran Komandan Pangkalan dalam kapasitasnya sebagai pengambil kebijakan dan pemegang komando. Penelitian yang dilakukan oleh Nurudin (2009) di Sekolah Pascasarjana UMJ menyelidiki “Upaya penanaman nilai-nilai Akhlakul Karimah kepada prajurit dan keluarga melalui pembinaan mental spiritual Islami di Markas Besar TNI Angkatan Udara”.
Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan SDM ulama TNI AU, penguatan fungsi komando, penerapan sistem kader (tenaga terlatih) pembinaan kerohanian Islam, penguatan kualitas materi pelatihan kerohanian Islam, dan penguatan kurikulum pelatihan kerohanian Islam di TNI AU. lembaga pendidikan . Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Nur Soleh (2012) di STAIN Salatiga meneliti tentang “Strategi Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Mental Prajurit TNI AD di Korem 073/Makutarama Salatiga”. Strategi pengembangan mental dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pembinaan, bimbingan, nasehat, perawatan dan pelayanan.
Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pembinaan mental, oleh karena itu diperlukan semangat dan tanggung jawab petugas bintal agar pendidikan agama Islam di unit Korem 073/Makutarama dapat berjalan dengan baik untuk menunjang tugas pokok unit. Pada penelitian di atas terdapat persamaan yaitu pembinaan mental yang dilakukan pada satuan militer atau TNI. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, tesis penelitian ini lebih fokus pada optimalisasi peran pembinaan spiritual Islam dalam meningkatkan religiusitas anggota polisi di Mabes Polri.
Kerangka berfikir
Untuk menjawab tantangan tersebut, kami berharap melalui pembinaan spiritual mampu meningkatkan ketaatan dan disiplin beragama dalam menjalankan setiap tugas negara. Oleh karena itu, agar selalu terjaga jasmani dan rohani serta menjaga ketahanan dan kesehatan jasmani, dapat dilakukan dengan cara rajin berolahraga, sekaligus menjaga kerohanian melalui pembinaan kerohanian keagamaan (Islam). Angka kematian pada lansia yang tidak beragama dua kali lebih tinggi dibandingkan pada lansia yang beragama;
Para pemuka agama lebih tabah dan tenang dalam menghadapi kematian.144 Oleh karena itu, diperlukan pembinaan kerohanian yang teratur dan terprogram dengan kebijakan yang mengakomodasi aspek struktur organisasi, anggaran, dan prasarana, serta untuk mencapai tujuan, metode, dan bentuk dukungan yang tepat. kegiatan adalah. materi yang sesuai dengan situasi dan kondisi sebagai anggota Polri juga diperlukan. 144Dadang Hawari, Ilmu Kedokteran Quran dan Kesehatan Jiwa, (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 1997), hal.
METODOLOGI PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Metode Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Untuk mengkaji dan menganalisis metode, bentuk dan bahan yang digunakan dalam optimalisasi pembinaan spiritual Islam untuk meningkatkan religiusitas anggota Polri di Mabes Polri. Mengkaji dan menganalisis kompetensi sumber daya manusia yang diperlukan untuk pengembangan kerohanian Islam di Mabes Polri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu tentang optimalisasi peran pengembangan spiritual Islam dalam meningkatkan religiusitas anggota polisi di Mabes Polri.
Teknik pengumpulan penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu melalui observasi dan investigasi langsung di lapangan mengenai proses penerapan pembinaan spiritual Islam untuk meningkatkan religiusitas anggota Polri di Mabes Polri untuk memperoleh informasi dan informasi yang nyata. Dalam hal ini wawancara dilakukan oleh pihak yang benar-benar mengetahui tentang optimalisasi peran pembinaan spiritual Islam dalam meningkatkan religiusitas anggota Polri di Mabes Polri. Metode observasi atau yang sering disebut observasi meliputi kegiatan memperhatikan suatu objek dengan menggunakan seluruh indera,147 yang bertujuan untuk memperoleh data secara langsung melalui pengamatan terhadap peristiwa, fenomena dan kondisi di lapangan, terutama yang berkaitan dengan hal tersebut. optimalisasi pembinaan kerohanian Islam untuk meningkatkan religiusitas anggota Polri di Mabes Polri seperti faktor politik yang meliputi aspek struktur organisasi kelembagaan yang membawahi pembinaan kerohanian, ketersediaan anggaran dan sarana prasarana yang ada, serta aspek metode yang digunakan, bentuk-bentuk .
Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan untuk melengkapi dan memperkuat data yang diperoleh dengan metode lain. Selain itu data tersebut diperoleh dari buku-buku, arsip-arsip dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan spiritual Islam atau hal-hal yang relevan dengan penelitian. Artinya, data-data yang diperoleh kemudian disusun menurut kerangka penelitian sehingga dapat menjawab permasalahan penelitian dan diuraikan dengan data dan kejadian empiris di lapangan, sesuai apa adanya atau sesuai fakta.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia
- Struktur Organisasi
- Kewenangan
- Pembinaan Mental dan Tradisi Kejuangan Polri
- Pembinaan Rohani (Islam, Protestan, Katolik, Hindu dan Buddha)
152 Republik Indonesia, Peraturan Kapolri tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi Setingkat Kepala Biro Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap no. melaksanakan pengawasan di lingkungan Kepolisian Negara terhadap penjaminan mutu dan pemberian nasihat serta bantuan dalam kegiatan pengawasan lembaga pengawas eksternal di lingkungan Kepolisian Negara; Sumber: Lampiran, Peraturan Kapolri tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi di Tingkat Mabes Polri, Perkap No. 160 Negara Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Bidang Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia, PP no.
163 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tentang Hak Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, PP No. 164 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Tentang Pembinaan Mental Spiritual dan Tradisi di Lingkungan Kepolisian, Perpol No. 167 Republik Indonesia, Peraturan Kapolri Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Mabes Polri di Republik Indonesia, Perkap No.
Pembinaan kerohanian menurut Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pembinaan Kerohanian adalah pengembangan keadaan kerohanian seseorang untuk meningkatkan akhlak, akhlak mulia dan. Pelaksana pembinaan kerohanian di tingkat Mabes Polri adalah Kepala Biro Pemeliharaan Personil Personel Sumber Daya Manusia Polri (Karowatpers SSDM), sedangkan di tingkat Polda dilakukan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda ( Karo SDM Polda); dan di tingkat Kepolisian Resor oleh Kepala Bagian Sumber Daya Kepolisian Resor (Kabagsumda Polres). Penanggung jawab penyelenggaraan pembinaan kerohanian di tingkat Mabes Polri adalah Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (Sebagai SDM Kapolri), tingkat Polda oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda (Karo SDM Polda); dan tingkat Polres dan Polsek oleh Kepala Bagian Sumber Daya Kepolisian Resor (Kabagsumda Polres).183.
Pelaksanaan Pembinaan Rohani Islam di Mabes Polri
Sedangkan penyelenggara pembinaan rohani adalah Kepala Biro Pemeliharaan Kepegawaian (Karowatpers) berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Kabagbinreligi dibantu oleh Kepala Subbagian Pembinaan Kerohanian Islam (Kasubbag Rohis) berpangkat Wakil Komisaris Polisi (AKBP/PNS IVB), dibantu oleh Pejabat Subbagian Kerohanian Islam (Paur Subbag Rohis) ) berpangkat Komisaris Polisi (Kompol/PNS IVA) dan Pejabat Tata Usaha Subbag Rohani Islam (Pamin Subbag Rohis) berpangkat Wakil Komisaris Polisi (AKP/PNS III C/D). Berdasarkan pantauan penulis, walaupun struktur organisasi pembinaan kerohanian Islam di Mabes Polri sangat minimalis, namun di beberapa satuan kerja terdapat unit yang menjalankan fungsi pembinaan kerohanian walaupun kecil, yaitu.
Begitu pula dengan anggaran pembinaan kerohanian di satuan kerja Polri hanya tersedia untuk sasaran 3.200 orang setahun sekali, dari total personel Polri yang berjumlah lebih dari 30.000 orang. Pendidikan kerohanian Islam tidak hanya diberikan di Satker Jalan Trunojoyo 3, tapi juga di Brimob. Selain prasarana untuk kebutuhan perkantoran tersebut di atas, terdapat pula fasilitas pembinaan kerohanian Islam yaitu Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, tempat pelatihan terpadu (gabungan seluruh satuan kerja Mabes Polri). di Jalan Trunojoyo 3 Kebayoran Baru.
Sementara itu, sarana salat masjid di satuan kerja Mabes Polri di luar Jalan Trunojoyo secara umum tersedia dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembinaan kerohanian Islam bagi anggota Polri yang didukung oleh personel yang menjalankan fungsi di satuan kerja masing-masing. Sebelum membahas tentang bentuk dan materi pembinaan rohani Islam, penulis sampaikan bahwa metode pembinaan rohani Islam yang digunakan sesuai dengan Perkap Nomor 10 Tahun 2018 pasal 8 yaitu ceramah. Pembinaan kerohanian Islam pada satuan kerja di Mabes Polri merupakan kegiatan yang didukung APBN.
234 Biro Pelayanan Personel SSDM Polri, Pedoman Pembinaan Kerohanian Personil Polri, (Jakarta, Rowatpers SSDM Polri, 2019) hal. Salah satu aspek yang menjadi titik tekan dalam pengembangan spiritual Islam adalah aspek moral atau karakter pribadi insan Bhayangkara.