PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Membantu klien untuk mengartikulasikan perilaku tertentu yang dilakukannya, menciptakan role model terapis sebagai guru yang lebih bersifat mendidik. Mendukung terapi emosional rasional (REBT) dengan teknik social modeling yaitu pembentukan perilaku baru melalui model sosial dengan imitasi dan observasi. 3). Konseling perilaku dengan teknik pelatihan afirmasi, yang berfokus pada kasus-kasus yang mengalami kesulitan mengungkapkan perasaan yang tidak pantas.
Pembatasan Masalah
Konseling realitas menggunakan humor yang mendorong suasana sejuk dan santai, tidak menjanjikan pengampunan bagi konselor karena terlebih dahulu dibuat kesepakatan untuk melakukan suatu perilaku tertentu sesuai dengan keberadaan klien. Subyek penelitian ini dibatasi pada seorang siswa yang tidak menerima keadaan rumah bobrok di kelas XII Madresah Aliyah NW Tanak Maik tahun pelajaran 2016/2017.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Konselor diharapkan lebih mahir mengubah konsep diri negatif menjadi konsep diri positif dengan menggunakan konseling individual. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan konselor untuk membantu mengubah konsep diri negatif menjadi konsep diri positif dengan menggunakan konseling individual dengan pendekatan konseling realitas.
KAJIAN PUSTAKA
Kesulitan Anak Menerima Keadaan Keluarga Broken Home
Banyak anak mengalami konflik kesetiaan ketika mereka dipaksa memilih salah satu orang tua. Anak-anak sering kali merasa terpukul ketika melihat pengkhianatan yang dilakukan salah satu orang tuanya. Beberapa anak menyembunyikan kemarahannya. Anak-anak dari orang tua yang bercerai melaporkan bahwa mereka sangat marah kepada ayah mereka karena membolos sekolah dan tidak bisa tidur. Sebagaimana telah dijelaskan di awal, anak-anak yang mengalami perceraian menderita karena kehilangan rasa aman, perlindungan, dan kehilangan kehadiran salah satu orang tuanya.
Hasil Penelitian Yang Relevan
KI Iya Kak, kadang aku juga marah Kak” dan begitu aku mendengar orang tuaku bertengkar, aku pun mendengarnya. KO OK...kalau begitu kakak, aku sudah berjanji dan besok kamu akan melihat perubahannya. KI Emmm, sejujurnya aku masih belum menerima perceraian orang tuaku, kak” (menangis) KO Emmm, kak” bisa mengerti perasaanmu.
KI Goed kak”, perceraian orang tuaku terjadi saat aku duduk di bangku kelas dua Mts. KO OK kalau itu yang kamu pikirkan" Aku terlalu suka dengan masalah yang aku alami sendiri, memang benar. AI Sejak orang tuaku bercerai dengan kakakku, aku merasa tidak ada orang di sekitarku yang menyayangi dan peduli padaku sus" (isak tangis sedih ).
KI iya kk", aku merasa bersalah pada orang tuaku, mereka sering mengunjungiku, tapi aku tidak pernah mau bertemu dengan mereka. KI Amin insyaallah kakak, “aku akan selalu mengingat janji yang aku ucapkan terima kasih kakak, kalau belum punya kakak.” KI aku rasa tidak ya kakak, karena sampai saat ini aku Aku selalu sendirian dan dijauhi oleh teman-temanku, aku tidak lagi menerima kasih sayang orang tuaku.
KI Baik, kk" insyaAllah saya akan tunaikan janji dan komitmen yang saya buat.
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Dan desain subjek tunggal (single subject design), sedangkan subjek tunggal berfokus pada data individu sebagai sampel penelitian. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa desain eksperimen adalah suatu teknik penelitian yang terdiri dari dua jenis, yaitu desain kelompok pertama dan desain subjek tunggal yang kedua. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu subjek (single subject design). 1) Memahami desain eksperimen subjek tunggal.
Dalam desain subjek tunggal, pengukuran variabel terikat atau realitas target dilakukan berulang kali selama jangka waktu tertentu, misalnya mingguan, harian, atau setiap jam. Dalam penelitian desain subjek tunggal, perbandingan selalu dibuat antara fase baseline dan setidaknya satu fase intervensi. Dari uraian pemikiran di atas dapat disimpulkan bahwa desain eksperimen subjek tunggal adalah desain yang pengukuran variabel terikatnya dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu dan tidak dilakukan perbandingan antar individu.
Menurut DeMario dan Crowley dalam Sunanto, Takeuchi, Nakata mengatakan bahwa desain di bidang modifikasi perilaku dengan menggunakan eksperimen single-subject secara umum terbagi menjadi dua kategori yaitu plant design dan multi-baseline design. yang terdiri dari tiga jenis (a) desain A-B, (b) desain A-B-A, (c) desain A-B-A-B dan dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain turnaround A-B. Desain A-B merupakan desain dasar penelitian eksperimental subjek tunggal. Proses perancangan ini disusun berdasarkan apa yang disebut logika dasar dengan penjelasan sederhana, logika dasar tersebut menunjukkan satu kali pengulangan pengukuran perilaku atau realitas sasaran paling sedikit pada dua kondisi yaitu keadaan dasar. (A) dan kondisi intervensi (B), oleh karena itu dalam penelitian dengan desain kasus tunggal selalu dilakukan pengukuran realitas sasaran pada fase dasar dan pengulangan minimal satu fase intervensi. Hasselt dan Hersen di Sunanto, Takeuchi, Nakata. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa alasan pemilihan desain subjek tunggal adalah agar hasil eksperimen disajikan dan dianalisis berdasarkan subjek individu.
Oleh karena itu, tidak dapat disimpulkan atau dijamin bahwa perubahan target realitas hanya disebabkan oleh variabel independen (intervensi).
Subjek Penelitian
AI Jujur saja tidak gan, “aku merasa kesepian kawan”, aku lebih tenang dan menyendiri kawan, dengan masalah keluargaku kawan. “AI Bukan seperti apa-apa kawan,” tapi mereka hanya ingin melakukan apa yang mereka inginkan tanpa memikirkan apa pun. nasibku sebagai anak mereka. 3 KO Baiklah, langsung saja untuk menghemat waktu, kemarin mbak” saya jelaskan satu per satu permasalahan ADK sesuai dengan hasil kuisioner ADK, maka hari ini kita akan membahas permasalahan ADK, merasa sedih karena kehilangan salah satu keluarga. anggota.
KI Aku ingin mereka kembali seperti dulu, menjagaku, memberiku cinta seperti dulu, tapi itu tidak bisa terjadi. KO Kk” tidak ada bandingannya dengan yang di atas, maka dari itu saya akan memperbanyak ibadah saya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 4 KO Tapi sebelum kita melangkah lebih jauh lagi kakak.” Saya ingin bertanya terlebih dahulu: apakah anda tidak merasa bosan karena setiap hari kita harus bertemu dan melakukan konseling.
KO Alhamdulillah kalau begitu kak aku turut senang mendengarnya.. OK langsung saja hari ini kita akan membahas masalah takut ditolak anggota keluarga, bisakah kamu bilang aku lebih banyak? AI Emmm... jujur aku masih terpukul dengan perceraian orang tuaku mas", aku sering murung, kebanyakan sendirian di kamar, entah apa yang aku pikirkan tapi ada sesuatu dalam benakku hati yang belum terselesaikan, mungkin itu yang membuatku berpikir lebih dan tenang.KO Memang berat bagimu, karena kamu juga pernah mengalaminya, tapi kamu berusaha menerimanya dan ikhlas, alhamdulillah sekarang kita bahagia, malah padahal orang tua kami adalah keluarga baru.
KI Sebenarnya seperti ini kak" dari semua masalahmu, perceraian orang tuamu dan setelah kamu mendapatkan pandangan benar dari dalam hati, kamu ingin memberikan yang terbaik untuk orang tuamu... Aku menginginkannya. KO Karena ini pertemuan terakhir kita untuk konseling, jadi saya mau dengar dulu komitmen apa saja yang sudah anda buat... KO Alhamdulillah... semoga ini bukan sekedar janji saja, karena anda sendiri ingin melihat diri anda menjadi orang sukses.
KO. Kalau terjadi apa-apa jangan sampai lupa ya gan", ikatan kita tidak berakhir hari ini, tapi akan terus berlanjut selamanya. Insya Allah mbak “terima kasih mbak”, alhamdulillah ketemu mbak”, dan masalah kita sama, jadi kita bisa nyambung untuk berbagi pengalaman bersama.
Tehnik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Baiklah abang," cukup sampai di sini, besok kita bertemu untuk terakhir kalinya membicarakan berbagai persoalan, semoga kita selalu dalam lindungan beliau, dan untuk hari ini kita akhiri disini…
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis Dalam & Antar Kondisi
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian akan diberikan gambaran yang jelas tentang kesulitan anak dalam menerima kondisi keluarga yang hancur.XII MA NW Tanak Maik. Gambaran kesulitan anak dalam menerima situasi keluarga yang berantakan pada fase intervensi kelas. Berdasarkan hasil perhitungan data baseline (evaluasi awal), diperoleh hasil yang menggambarkan kesulitan anak dalam menerima keadaan keluarga yang berantakan dari 6 aspek, yaitu aspek Kesedihan karena kehilangan anggota keluarga, aspek Aspek rasa takut aspek ditolak, dibuang dan tidak berdaya, aspek marah sakit hati dan sangat kesepian aspek rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri serta aspek rasa takut dan pengkhianatan.
Penerapan konseling individual dengan pendekatan Realitas untuk mengatasi kesulitan anak dalam menerima keadaan Broken home di kelas. Implementasi konseling individual dengan pendekatan Realitas bertujuan untuk membantu klien meningkatkan kesadaran agar tidak terpengaruh oleh dunia luar atau orang lain. , ke. Dibandingkan dengan penelitian Mashudi, ciri khas penelitian saya adalah bagaimana konseling Realitas mempengaruhi siswa yang tidak menerima keadaan keluarganya yang berantakan.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terapi realitas terbukti berhasil mengatasi perilaku menyontek siswa MTs Montong Tanggi. Dibandingkan dengan penelitian Nurjannah, ciri penelitian saya adalah pengaruh Layanan Bimbingan Realitas untuk mengatasi keadaan siswa yang tidak menerima keadaan keluarga berantakan pada siswa. Dibandingkan dengan penelitian Immanawan, ciri khas penelitian saya adalah bagaimana Layanan Bimbingan Realitas berdampak pada siswa yang tidak menerima keadaan keluarganya yang berantakan.
Berdasarkan temuan penelitian di atas dapat memperkuat penelitian ini bahwa Konseling Realitas ditujukan untuk membantu siswa yang tidak menerima keadaan keluarga rusak rumah tangga di kalangan siswa.
Keterbatasan Dalam Penelitian
Kakak KI Gini" Aku ingin mereka berlaku adil kepadaku, menyayangi anggota keluarga baruku dan menyayangi adikku seperti aku ingin menyayangi keluarga baruku. KI oke kakak” janjiku : aku ingin menjadi lebih dewasa, Saya akan berusaha menjadi orang sukses, tentunya saya perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Grafik Profil Data Siswa Pada Fase Intervensi (B)