• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - Hamzanwadi

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - Hamzanwadi"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

Boni Susmalina (2017) “Pengaruh pendekatan logoterapi dalam menghadapi siswa berkepribadian introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terapi wicara dalam mengatasi permasalahan siswa berkepribadian introvert di kelas X.1 MA Birrul Walidain NW Rensing Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data keadaan awal siswa sebelum menerima bimbingan belajar individu diperoleh dengan menggunakan angket pada siswa introvert dengan total skor 68 yang termasuk dalam kategori introvert karena berkisar antara 60 sampai 78 .

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “PENGARUH PENDEKATAN LOG THERAPY UNTUK MENGATASI SISWA DENGAN KEPRIBADIAN INTROVERT DI MA BIRRUL WALIDAIN Tahun Ajaran adalah asli dan saya buat sendiri.

PENDAHULUAN

  • Identifikasi Masalah
  • Fokus penelitian
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian

Pengaruh konseling dengan pendekatan logoterapi terhadap penyelesaian masalah siswa berkepribadian introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing tahun pelajaran 2016/2017. Bagaimana profil siswa berkepribadian introvert yang mengalami kesulitan pada tahun pelajaran MA Birrul Walidain NW Rensing. Bagaimana dampak penyuluhan dengan pendekatan logoterapi dalam mengatasi siswa berkepribadian introvert di tahun ajaran MA Birrul Walidain NW Rensing.

Untuk mengetahui pengaruh pendekatan logoterapi dalam mengatasi masalah komunikasi pada siswa berkepribadian introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing tahun ajaran 2016/2017.

PEMBAHASAN

Kepribadian Intovert a. Pengertian kepribadian

Adaptasi terhadap dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sulit bergaul, sulit bergaul dengan orang lain dan kurang mampu menarik perhatian orang lain. Seorang introvert cenderung menyimpan banyak rahasia tentang masalahnya, serta banyak rahasia tentang masalah orang lain. Seorang introvert dikenal sebagai orang yang pendiam dan tidak dapat diprediksi, seringkali menarik diri dari suasana yang sibuk.

Mereka harus berpikir dengan hati-hati sebelum mengambil resiko untuk menjawab di depan orang lain (Zaman dan Abdillah, 2009).

Tabel 01. Ciri-ciri Anak Berkepribadian introvert dan ekstrovert.
Tabel 01. Ciri-ciri Anak Berkepribadian introvert dan ekstrovert.

Aspek-aspek masalah siswa berkepribadian Introvert

Mereka harus berpikir dengan hati-hati sebelum mengambil risiko menjawab di depan orang lain (Zaman dan Abdillah, 2009). proses komunikasi yang menunjukkan ekspresi menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini terjadi perubahan atau tidaknya proses komunikasi yang ditunjukkan dengan suasana hati yang tenang. e) Tanggung jawab (responsibility), yaitu kesiapan menerima resiko dari tindakan atau tindakan yang dilakukan. Ditinjau dari kondisi siswa Introvert yang menunjukkan proses komunikasi secara bertanggung jawab atas kepentingannya sendiri dalam rangka keterpaduan dalam proses belajar mengajar. f) Kemasyarakatan, merupakan disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi.

Menurut kondisi siswa introvert yang menunjukkan proses komunikasi yang tidak mengalami hambatan atau adanya kemudahan dalam menjalin hubungan dengan orang lain yang efektif dalam proses belajar mengajar.

Saat dikenalkan dengan orang lain, anak introvert mungkin hanya bersembunyi di balik tubuh ibunya, tapi itu wajar. Maka tidak heran jika melukis atau membaca adalah hal yang lebih diminati oleh para introvert daripada menyanyi atau menari. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak introvert dan juga mengurangi kepribadian introvertnya.

Pilihan seperti ini akan melatih anak-anak introvert untuk menentukan sendiri apa yang mereka inginkan dan menjadikan mereka bukan lagi individu yang selalu menyerah pada keadaan.

Gambar 01 a. Kenalkan Anak Pada Lingkungan
Gambar 01 a. Kenalkan Anak Pada Lingkungan

Layanan konseling menggunakan pendekatan Logoterapi a. Pengertian konseling Logoterapi

  • Mengatasi masalah siswa berkepribadian intovert

Makna hidup setiap orang hanya dapat ditentukan olehnya, karena manusia memiliki kebebasan yang hampir tidak terbatas. Untuk menemukan makna hidup bagi siapa saja yang ingin mengembangkan hidup yang bermakna, Logoterapi menerapkan cara-cara sebagai berikut: (1) Pemahaman diri (sesuai dengan harga diri); (2) Bertindak Positif (sesuai dengan UU as); 3) Mengenali hubungan (sesuai dengan Mendirikan pertemuan pribadi); (4) Pendalaman nilai-nilai catur (sejalan dengan Menggali Nilai-Nilai Manusia untuk Makna Pribadi); (5) Ibadah (sesuai dengan Penempatan dengan Yang Mahatinggi). Tujuan dari kelima metode tersebut adalah untuk menggali sumber-sumber makna dalam kehidupan yang tersirat dari pengalaman pribadi, kehidupan sehari-hari, dan lingkungan sekitar.

Logoterapi Konseling berorientasi pada masa depan dan opini.

Penelitian yang relevan

Penerapan teknik khusus ini untuk mengubah perilaku komunikasi siswa low introvert menggunakan teknik dialog diskusi dalam suasana kekeluargaan, diharapkan dengan teknik ini siswa introvert akan merasa nyaman dan terbuka untuk mengungkapkan pikiran, perasaan dan idenya tanpa beban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi anak berkepribadian introvert setelah mendapat pengajaran kelompok dan bernyanyi. Penelitian terdahulu dijadikan acuan bagi peneliti dalam menentukan indikator yang akan dijadikan dasar penelitian ini. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dalam upaya mengatasi masalah kepribadian introvert pada mahasiswa.

Kerangka berfikir penelitian

Menurut Nazir, penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan cara memanipulasi objek penelitian dan melakukan kontrol. Sugiono (2011:72) mengatakan bahwa eksperimen adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh suatu perlakuan terhadap sesuatu yang lain dalam kondisi yang terkendali. Dari beberapa pendapat di atas, penelitian eksperimen adalah penelitian untuk mencari pengaruh terhadap variabel bebas dan variabel terikat.

Dengan demikian, dalam penelitian eksperimen, peneliti berhadapan dengan variabel bebas dan mengamati perubahan yang terjadi pada variabel terikat. Menurut Rosnoe dan Rosenthal (dalam Sunanto et al., desain eksperimen secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok: desain kelompok dan desain subjek tunggal). Desain kelompok berfokus pada data yang berasal dari kelompok individu sedangkan subjek individu fokus pada data individu sebagai sampel penelitian.

Gambar 02: Kerangka Berfikir Penelitian
Gambar 02: Kerangka Berfikir Penelitian

Desain Penelitian Ekperimen Subjek Tunggal

  • Prosedur Desain A-B-A Subyek Tunggal

Sampel penelitian ini diambil dari beberapa siswa MA Birrul Walidain NW Rensing kelas X.1 karena dari hasil observasi lapangan dan wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 17 April 2017 terdapat beberapa siswa yang cenderung memiliki kepribadian introvert. Pada penelitian ini yaitu penggunaan konseling logoterapi sebagai variabel bebas yang berdampak pada peningkatan kemampuan komunikasi siswa berkepribadian introvert. Penerapan konseling logoterapi merupakan suatu proses dengan pendampingan konselor, yang berorientasi pada upaya peningkatan kemampuan komunikasi siswa introvert.

Instrumen dalam penelitian ini adalah alat yang digunakan untuk memperoleh data mengenai masalah komunikasi siswa introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing tahun ajaran 2016/2017. Jenis kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih. Instrumen penelitian berupa angket siswa berkepribadian introvert yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek dan indikator masalah komunikasi siswa introvert sesuai dengan arahan dosen pembimbing.

Berdasarkan kisi-kisi angket siswa berkepribadian introvert di atas, jumlah butir soal adalah 24 yang dirangking menggunakan skala model Likert, dimana setiap butir soal disediakan 4 alternatif jawaban untuk dipilih sesuai dengan kondisi siswa, yaitu: Selalu (SL) , Sering (SR), Jarang (JR) ). Analisis data dalam suatu penelitian ilmiah merupakan bagian yang sangat penting, karena dengan menganalisis data permasalahan dalam penelitian dapat ditemukan jawabannya.

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui apakah masalah komunikasi siswa introvert dapat dikurangi melalui konseling logoterapi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan hasil perhitungan skor pre-test (penilaian awal) dan post-test (penilaian hasil).

Gambar 03: Grafik Prosedur dasar disain A-B-A
Gambar 03: Grafik Prosedur dasar disain A-B-A

Persiapan penelitian

Bab ini menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan beserta analisis data dan pembahasannya. Sebelum melakukan proses penelitian, ada beberapa hal yang dilakukan untuk menunjang kelancaran proses penelitian atau biasa disebut persiapan penelitian.

Pelaksanaan penelitian

Pada kesempatan ini pula, peneliti mengadakan kontrak waktu dan kegiatan dengan subjek penelitian mengenai kapan pengambilan data kondisi awal dan layanan konseling individu dapat dilakukan. Data skor keadaan awal untuk setiap aspek kepribadian introvert yang disusun berdasarkan data skor untuk setiap item kuesioner (tabel 03) adalah sebagai berikut. Untuk lebih memahami makna skor kondisi awal klien pada aspek kepribadian mahasiswa introvert tersebut, dibuatkan bagan berikut di bawah ini.

Dari data tabel 03 dan gambar 05 di atas terlihat bahwa perilaku spesifik per aspek yang akan diubah menjadi lebih baik melalui perlakuan konseling individual adalah sebagai berikut. Pengumpulan data skor kondisi klien setelah mendapatkan konseling individual dilakukan pada tanggal 26 Juni. Berdasarkan data skor kondisi klien setelah mendapatkan perlakuan konseling individu dengan pendekatan logoterapi dianalisis sebagai berikut.

Untuk lebih memahami arti skor kondisi klien setelah mendapat perawatan, berikut dibuat grafiknya di bawah ini. Kondisi perilaku spesifik klien setelah mendapatkan perlakuan konseling individual seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini. Dari Gambar 07 di atas terlihat bahwa kondisi perilaku tertentu setelah melakukan layanan konseling individu ternyata dapat ditingkatkan ke arah yang lebih baik dengan rata-rata 2,00.

Perbandingan skor klien dengan kepribadian introvert sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling individu ditunjukkan pada tabel grafik di bawah ini. Data skor kebugaran klien pasca perlakuan pada aspek kepribadian introvert mahasiswa adalah sebagai berikut: Tabel 09 Rekapitulasi skor kebugaran klien introvert pada aspek kepribadian introvert sebelum dan sesudah mendapat perlakuan konseling individual. Untuk lebih memahami pentingnya membandingkan data skor kondisi klien sebelum dan sesudah dilakukan treatment konseling individual pada Tabel 09 di atas, dibuatkan grafik berikut di bawah ini.

Berdasarkan Tabel 09 dan Gambar 09 di atas dapat diketahui bahwa perbandingan keadaan perilaku spesifik klien introvert sebelum dan sesudah menerima layanan konseling individual dapat dijelaskan sebagai berikut.

Tabel  03  :  Data  Skor  Kondisi  Awal  Konseli  Tentang  Pengaruh Pendekatan Logoterapi  Dalam  Mengatasi  Siswa Berkepribadian  Introvert  di  MA  Birrul  Walidain  NW Rensing Tahun Pelajaran 2017/2018.
Tabel 03 : Data Skor Kondisi Awal Konseli Tentang Pengaruh Pendekatan Logoterapi Dalam Mengatasi Siswa Berkepribadian Introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing Tahun Pelajaran 2017/2018.

Pembahasan

Skor setelah diberikan layanan konseling individu lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan layanan konseling individu. Berdasarkan data yang terkumpul dan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profil siswa yang memiliki kepribadian introvert yaitu: (1) Subyek merasa bahwa mata pelajarannya cepat dipahami dan dikuasai ketika berpikir sendiri. . Selanjutnya dampak treatment konseling dengan pendekatan impact logotherapy pada treatment klien berkepribadian introvert di MA Birrul Walidain NW Rensing tahun ajaran 2016/2017.

Saran

  • Bacalahsecarateliti
  • Berilahcentang (√) padakolongjawaban yang tersedia

Saya malu untuk bertanya kepada guru tentang mata pelajaran yang tidak saya pahami sepenuhnya 10. Klien seringkali malu untuk bertanya kepada guru tentang mata pelajaran yang tidak sepenuhnya mereka pahami. Ya Mbak, mungkin ini yang membuat saya malu di depan teman-teman, karena saya tidak terbiasa untuk sering bersosialisasi.

Iya kak, seperti yang bapak bilang tadi, saya sering belajar sendiri dalam suasana yang sepi, karena dengan itu saya cepat mengerti mata pelajaran. Ok saudari, saya merasa seperti ini dan itu bisa berbahaya bagi diri saya sendiri. Saya akan mencoba mengubah kebiasaan ini. Ya, saya seperti itu, saya selalu menyelesaikan masalah saya tanpa meminta bantuan orang lain.

Oke jadi pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang kebiasaan adik-adik yang sering malu bertanya kepada guru tentang mata pelajaran yang sulit mereka pahami. Dampak dari kebiasaan ini adalah saya bisa bolos pelajaran karena saya sering malu untuk bertanya kepada guru tentang mata pelajaran yang saya tidak mengerti dan itu bisa merugikan diri saya sendiri. Ya saudari, saya akan mengubahnya dengan sangat baik karena waktu kita hampir.

Ya, kak. Sekarang mari kita coba ceritakan sedikit tentang kebiasaan adik-adik yang belum pernah berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling tentang bakat dan minatnya. Iya mbak, saya belum pernah konsultasi ke guru BK tentang bakat dan minat saya, padahal saya malu untuk berkomunikasi dengan guru BK. Iya Kak, saya bersedia.Nah, selanjutnya pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang kebiasaan adik-adik yang tidak mau mengikuti kegiatan ekstrakulikuler atau kegiatan yang diadakan oleh teman-teman.

Iya kak, sama-sama, saya juga berterima kasih karena bisa membantu saya mengubah kebiasaan yang bisa merugikan diri saya sendiri.

Gambar

Tabel 01. Ciri-ciri Anak Berkepribadian introvert dan ekstrovert.
Gambar 01 a. Kenalkan Anak Pada Lingkungan
Gambar 02: Kerangka Berfikir Penelitian
Gambar 03: Grafik Prosedur dasar disain A-B-A
+7

Referensi

Dokumen terkait