• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF SKRIPSI - metrouniv.ac.id"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

Judul Topik: MENGELOLA PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF DI KOTA METRO (STUDI KOMUNITAS RUANG KREATIF CAMPURAN). Penelitian ini berangkat dari keberhasilan komunitas Baur Creative Space dalam melahirkan enam belas brand indie sebagai penggerak ekonomi kreatif di Kota Metro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengelolaan yang diterapkan Baur Creative Space dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Metro dan hasil penerapan model tersebut pada anggota masyarakat.

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

14 Erin Nurfajriah, “Mengelola pengembangan ekonomi kreatif pada komunitas perajin untuk memberdayakan usaha berbasis masyarakat di kecamatan Mena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan yang diterapkan pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari model ini adalah pengembangan ekonomi kreatif Perekonomian di Kota Metro 50 Zul Asfi Arroyhan Daulay, “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Menggunakan Metode Triple Helix (Studi Kasus UMKM Kreatif di Kota Medan), Tansiq, Vol.

  • Pengertian dan Unsur Manajemen
  • Fungsi Dasar Manajemen
  • Ekonomi Kreatif
    • Pengertian Ekonomi Kreatif
    • Dimensi Ekonomi Kreatif
    • Pengembangan Ekonomi Kreatif
  • Komunitas
    • Pengertian Komunitas
    • Komunitas Kreatif dan Model Kegiatannya

Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif oleh Komunitas Baur Creative Space Kota Metro Creative Space Kota Metro. Sementara itu, setiap pihak yang tergabung dalam komunitas Baur juga mempunyai peran dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif di Kota Metro. Pola pengelolaan Baur Creative Space untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Metro dilakukan melalui tujuh aspek, yaitu: prinsip operasional yang diterapkan; sistem pembagian tanggung jawab dan wewenang; Manajemen Sumber Daya Manusia; merek; komunikasi pemasaran; inovasi juga; kolaborasi dan integrasi vertikal.

Ketujuh poin tersebut diintegrasikan dalam tujuan masyarakat yaitu sebagai inkubator bisnis, branding event, peningkatan kesejahteraan ekonomi, pemeliharaan keterampilan dan sebagai pilar pengembangan ekonomi kreatif di Kota Metro. 34; Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Menggunakan Metode Triple Helix (Studi Kasus UMKM Kreatif di Kota Medan). 3 Pemasaran Memahami proses dan metode media komunikasi branding dan pemasaran yang digunakan Baur sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Metro khususnya bagi para anggotanya.

Ketahui strategi dan inovasi yang dikembangkan dan diterapkan Baur. mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Metro. 1 1) Pengetahuan tentang potensi yang dimiliki anggota komunitas ruang kreatif campuran serta kesesuaian langkah... untuk mengembangkan subsektor ekonomi kreatif yang... mereka ikuti dengan menggunakan strategi pengembangan campuran. 6 Untuk mengetahui informasi penting secara rinci yang tidak terdapat pada sub pembahasan namun terkait dengan pengelolaan.. pengembangan ekonomi kreatif di Komunitas Ruang Kreatif Baur.

Maka bersama ini kami sampaikan kepada anda bahwa para mahasiswa tersebut di atas akan melaksanakan penelitian/penyelidikan di BAUR CREATIVE SPACE, dengan maksud untuk menyelesaikan tugas akhir/skripsi bagi mahasiswa yang bersangkutan dengan judul “PENATAAN PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF DI KOTA METROPOLITAN (STUDI PADA BAUR) KOMUNITAS RUANG KREATIF) ”.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis Penelitian

Sifat Penelitian

Sumber Data

  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Sedangkan secara kebetulan menggambarkan teknik snowball yang dilakukan secara tidak terencana dan tanpa perencanaan terhadap responden anggota, artinya peneliti mengagendakan wawancara dengan pemrakarsa Baur, kemudian langsung melakukan wawancara terhadap anggota Baur yang berada di tempat wawancara (secara kebetulan). Dengan teknik Incidental Snowball, peneliti berhasil mewawancarai empat orang, yaitu tiga penggagas dan satu anggota Komunitas Baur Creative Space. Burhan Bungin, Sumber data sekunder adalah sumber yang secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data 70 Sumber data sekunder berfungsi sebagai penguat terhadap sumber data primer terutama dalam menganalisis permasalahan yang ada.

Kajian Teoritis Strategi dan Kinerja Bisnis Berbasis Kewirausahaan, Orientasi Lingkungan dan Manajemen yang ditulis oleh Dr. Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Pendekatan Teoritis-Praktis ditulis oleh Fendy Suhariadi pada tahun 2013 dan Manajemen Sumber Daya Manusia ditulis oleh Priyono dan Marnis pada tahun 2008 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Solusi Manajemen Komunikasi Pemasaran Terpadu untuk Menembus Hati Pelanggan Ditulis oleh Sri Widyastuti pada tahun 2017 tentang Komunikasi Pemasaran.

Manajemen Organisasi yang ditulis oleh Muhammad Rifa'i dan Muhammad Fadhli pada tahun 2013 berkaitan dengan Aspek Organisasi dan Operasional. Wanta, “Pandangan Gaya Manajemen. dokumen yang menjadi informasi pendukung atas fenomena yang terjadi sehubungan dengan judul penelitian; 71 Fuad Gani, “Pengelolaan Dokumen Perusahaan”. https://staff.ui.ac.id/system/files/users/fuadg/publication/manajemendocumentbisnis1.doc, diakses pada 03 November 2020 pukul 11.55 WIB).

Teknik Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Dokumentasi

Kemudian untuk mengetahui hasil penerapan pola manajemen pembangunan yang dilakukan Baur pada anggotanya, peneliti menyiapkan pedoman wawancara yang akan digunakan untuk menggali data responden. Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh informasi melalui sumber atau dokumen tertulis, baik dari buku, majalah, peraturan, risalah rapat dan lain sebagainya. 73 Dokumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah buku, jurnal, media massa, Risalah Rapat dan Kegiatan Rutin , Bagan Organisasi Peraturan, Prosedur Standar, Visi dan Misi serta dokumen-dokumen lain yang ditemukan dalam proses di lapangan sebagai penguat dan tambahan informasi.

Tabel  3.1  Daftar Informan
Tabel 3.1 Daftar Informan

Teknik Analisis Data

Pada awal proses penelitian, peneliti mengumpulkan data apa saja yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai keterampilan dan aktivitas yang mendukung keberhasilan Baur Creative Space dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis komunitas di Kota Metro, baik melalui observasi maupun dokumentasi. Berdasarkan observasi lapangan dan catatan selama pengumpulan data dokumentasi, peneliti membagi wilayah tersebut menjadi empat bagian, yaitu (1) organisasi masyarakat dan wilayah operasional; (2) sektor sumber daya manusia; (3) komunikasi branding dan pemasaran; dan (3) bidang strategi dan inovasi. Setelah mengenali bidang-bidang tersebut, peneliti mulai mengembangkan pedoman wawancara untuk memperoleh konfirmasi dan data yang lebih mendalam.

Setelah menyusun pedoman wawancara untuk memperoleh data rinci mengenai domain yang ada, peneliti akan mengalihkan fokus pada analisis taksonomi yang merupakan kelanjutan dari analisis domain. bidang. Baik melalui observasi, wawancara atau dokumentasi sehingga domain tersebut menjadi istilah umum dan dalam analisis taksonomi ini hasil akhirnya adalah istilah yang inklusif. Pada fase ini, peneliti menyoroti komponen-komponen yang disesuaikan dengan sumber data sekunder berdasarkan penelitian sebelumnya, buku, jurnal dan konfirmasi dari anggota Baur Creative Space.

Tahap akhir menganalisis peneliti dengan menggunakan konsep tema budaya, yaitu upaya mencari “benang merah” yang menyatu di seluruh domain yang ada. 76 Hasil yang akan diperoleh adalah hubungan sebab-akibat dan/atau 'konstruksi konstituen dari budaya tersebut. objek yang sedang dipelajari. Sehingga ketika analisis ini selesai, peneliti akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang ada. Untuk mempermudah, Gambar 3.1 di bawah ini menyajikan tahapan proses analisis yang dilakukan peneliti dengan menggunakan model analisis data Spradley.

Dari gambar tersebut tahap pertama merupakan fenomena umum, diselidiki pada poin-poin yang telah dihilangkan dan diakhiri dengan kesimpulan berupa kerangka konstruktif dari fenomena awal.

Pengujian Validitas Data

Baur resmi didirikan pada tanggal 8 Agustus 2018 atas inisiasi delapan anak muda yang memiliki impian akan kemampuan finansial kreatifnya. Padahal, anggota Baur dituntut untuk aktif di industri kreatif, yang lebih tepat dikatakan “bergairah belajar bisnis, semangat berbisnis, menghasilkan uang”. Jadi, jika Anda setidaknya memiliki keterampilan keuangan kreatif, itu sebenarnya tidak terlalu bagus. Campuran Kerangka Konstruktif untuk Menghasilkan Aktivis Industri Kreatif. Modal yang sangat penting bagi pelaku ekonomi kreatif adalah ide. Modal yang sangat penting bagi pelaku ekonomi kreatif adalah ide, pemikiran atau kreatifitas.

Namun dijelaskan, tujuan Baur mengandung unsur yang sederhana, jelas, berorientasi dan mewakili kebutuhan anggota, yakni menjadi wadah bagi talenta-talenta baru pegiat ekonomi kreatif di Kota Metro, yang difasilitasi dalam bentuk ruang inkubator yang memelihara dan mengembangkan kemampuannya (thistalents.pen). 88 Prinsip ini harus dimiliki oleh seorang pegiat industri kreatif, bukan hanya karena ekonomi kreatif bertumpu pada modal intelektual, namun juga agar proses penyelesaian pekerjaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien. 96 Carunia Mulya Firdausy, Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia, (Jakarta: .. 6) Memperluas jaringan pelaku pengembangan ekonomi kreatif (pemerintah, akademisi, komunitas lainnya) melalui kolaborasi.

Sehingga hal ini memberikan manfaat dalam skala yang lebih besar bagi seluruh pelaku pengembangan ekonomi kreatif. Model pengelolaan ini mempengaruhi pola interaksi dan komunikasi agar tercipta loyalitas dan profesionalisme secara konstruktif serta senantiasa membangun keberlanjutan dalam meneruskan tongkat estafet pengembangan ekonomi kreatif. Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif Santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuayu Pamoroh Kadur Pamekasan", Tadris, Volume 14, No 1, (2019).

Indrawijaya, S., Syafri, R.A., & Isnaeni, N., “Model Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Untuk Meningkatkan Daya Saing Kota Jambi”, Jurnal Terapan Manajemen dan Keuangan, Vol 7, nr. 3, (2018).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Manajemen Pengembangan Ekonomi Kreatif oleh Komunitas

  • Bidang Organisasi dan Operasional
  • Bidang Sumber Daya Manusia
  • Bidang Pemasaran
  • Bidang Strategi dan Inovasi

Disampaikan Dimas Santoso yang dibenarkan Agung dan Lutfi, belum ada struktur organisasi di Baur. Sudah sepantasnya, seperti yang diungkapkan Agung Prabowo dan Galih, kepemimpinan Baur (Dimas Santoso.pen) memiliki karakter syariah dalam pembangunan masyarakat. Lebih lanjut peneliti menggambarkan rantai komando masyarakat Baur sebagai ring satu dan ring dua dengan Dimas Santoso sebagai pusat orbit (pemimpin).

Dimas Santoso berperan sebagai pengkonsep dan evaluator terhadap acara yang akan dilaksanakan oleh Komunitas Ruang Kreatif Baur, apalagi jika acara tersebut merupakan acara outdoor yang melibatkan banyak orang. Di masyarakat Baur sendiri, pembagian kerja dan tanggung jawab tumbuh secara organik, seiring dengan kesepakatan yang dilaksanakan oleh Dimas Santoso. Budaya tersebut terjadi melalui kesadaran Dimas Santoso untuk bertindak sebagai pemimpin yang ideal.

Hal ini disampaikan Dimas Santoso dalam wawancaranya dengan peneliti: “Saya bahkan sampaikan kepada masyarakat: “Pada dasarnya tidak ada seorang pun yang boleh meng-cover lagu di sini, kecuali saya”. katanya sambil tertawa. Hal ini disampaikan Dimas Santoso dengan tujuan agar anggota memiliki keterampilan yang tidak terspesialisasi pada satu bidang, namun dibekali konsep yang matang dan metode yang tepat. Selain itu, Dimas Santoso juga mengundang anggota Baur yang ingin mengikuti pameran kreatif atau kompetisi produk kreatif hingga tingkat nasional.

Tak hanya itu, Dimas Santoso menyampaikan motivasi dan dukungan penuh kepada anggotanya yang ingin menyelenggarakan pameran mandiri.

Kerangka Konstruktif Baur dalam Mencetak Pegiat Industri

  • Dukungan Iklim, Budaya, Struktur dan Sistem Komunitas

Campuran kerangka konstruktif dalam penciptaan pegiat industri kreatif Modal yang sangat penting bagi pelaku ekonomi kreatif adalah ide. Para peneliti melakukan studi mendalam tentang pola pengelolaan Baur dan hasilnya dalam pembangunan ekonomi. ( https://repository.fisip-untirta.ac.id/414/1/manajemen%20pengembangan%20economic%20kreatif%2 0pada%20komunitas%20pengrajin%20emping%20untuk%20pemberdayaan.

Kerja sama keluarga dalam proses pengembangan ekonomi kreatif. koreksi saya jika saya salah) 2) Bagaimana menurut Anda...manajemen campuran dimulai dengan proses perekrutan; .. pembinaan, . otorisasi dan penggunaan; serta penilaian kompetensi anggota campuran.

Gambar

Tabel  3.1  Daftar Informan

Referensi

Dokumen terkait

Kurva Cadsvs t untuk penentuan waktu kontak optimum Berdasarkan kurva Cads terhadap t untuk penentuan waktu kontak optimum, dapat dilihat bahwa lamanya waktu kontak pada proses