LATAR BELAKANG
Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil penelitian mengenai dampak modernisasi teknologi pertanian terhadap interaksi sosial petani padi adalah sebagai berikut. Interaksi sosial petani mengenai penggunaan alat dan mesin pertanian berbentuk interaksi asosiatif terlihat pada tabel 11, terdapat kerjasama antar petani dalam ingin menggunakan alat pertanian terkini dan interaksi disosiatif terlihat pada tabel 12, terdapat persaingan mengenai peningkatan hasil produksi. .
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Konsep Modernisasi
- Teknologi
- Modernisasi Teknologi Pertanian
- Interaksi Sosial
- Perubahan Sosial Masyarakat Petani
Pada tabel berikut dapat dilihat tingkat pendidikan di Desa Mekar Sari Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur. Dampak juga dapat diartikan sebagai pengaruh kuat yang membawa akibat (baik negatif maupun positif), termasuk interaksi sosial dalam masyarakat petani. Saling berbagi pengetahuan antar petani atau bersedia meminjamkan peralatan kepada petani lain tentunya akan menciptakan interaksi sosial bahkan dapat membawa pada perubahan sosial.
Penggunaan sarana produksi pertanian terhadap interaksi sosial petani menunjukkan terjadinya interaksi asosiatif pada Tabel 5: interaksi antar petani sangat erat, sehingga dari pengetahuan baru sistem tanam, komunikasi langsung dari petani menciptakan pengetahuan tersebut. Interaksi sosial yang terjadi pada Pengetahuan Pengelolaan Tanaman berbentuk Asosiatif dan Disasosiatif, pada tabel 7, 8 dan 9 interaksi yang terjadi menunjukkan Disasosiatif akibat protes petani dan persaingan antar petani dan pada tabel 10 menunjukkan interaksi asosiatif akibat kerjasama antar petani untuk memberantas hama. Interaksi sosial petani mengenai penggunaan alat dan mesin pertanian berbentuk interaksi asosiatif terlihat pada Tabel 11 yaitu kerjasama antar petani atas keinginan menggunakan alat pertanian terkini, dan interaksi disosiatif terlihat pada Tabel 12 yaitu persaingan untuk meningkatkan hasil produksi. dan kurangnya interaksi antar petani terkait penggunaan jasa.
Pada Tabel 7, 8 dan 9 interaksi sosial yang terbentuk bersifat disaosiatif akibat adanya protes dan kompetisi antar petani dan pada Tabel 10 terlihat interaksi asosiatif akibat adanya kerjasama antar petani dalam pemberantasan hama. Penggunaan sarana produksi pertanian terhadap interaksi sosial petani menunjukkan adanya interaksi yang berbentuk asosiatif dilihat dari tabel 5 dan tabel 6 yaitu interaksi asosiatif yang berupa akomodasi dan kerjasama. Salah satu kegiatan yang akan saya lakukan adalah dengan melakukan penelitian, judul penelitian saya adalah DAMPAK MODERNISASI TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PETANISAWAH DI DESA MEKAR SARI KEC.
METODOLOGI PENELITIAN
Metode Penelitian dan Pengumpulan Data
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu penelitian mendalam terhadap individu, kelompok, organisasi, program. Kemudian data sekunder berupa data tertulis yang dapat berupa file-file yang berkaitan dengan apa yang diteliti. Observasi/pengamatan, adalah suatu kegiatan terhadap suatu proses atau objek dengan tujuan untuk merasakan dan kemudian memahami, mengetahui suatu fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam melakukan suatu penelitian untuk melanjutkan.
Dalam penelitian ini dilakukan observasi untuk melihat kondisi sosial masyarakat dan melihat bagaimana interaksi masyarakat petani pasca berkembangnya teknologi di desa Mekar Sari. Wawancara, teknik ini dilakukan untuk memperjelas atau melengkapi data yang diperoleh melalui observasi dan melakukan wawancara terhadap sejumlah responden terpilih yaitu petani sebagai pelaku sejarah pertanian sebelum dan sesudah diperkenalkannya modernisasi pertanian di Mekar Sari. Desa. Wawancara kami lakukan dengan pendekatan kekeluargaan, yaitu dengan mengenal petani secara mendalam dan mempercayai serta memperdalam karakternya, sehingga informasi yang diperoleh akurat.
Populasi dan Sampel
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Definisi Operasional
Bertahan hidup merupakan aktivitas penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah penduduk menurut mata pencahariannya di Desa Mekar Sari Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 5 menunjukkan bahwa interaksi antar petani sangat erat, sehingga berdasarkan pengetahuan baru tentang sistem usahatani. Komunikasi satu arah petani memungkinkan penyebaran pengetahuan ini dengan cepat dan membentuk interaksi asosiatif. Memasuki musim tanam, banyak hal yang ditakutkan oleh para petani, namun yang terpenting adalah masalah pupuk, seperti terlihat pada Tabel 7.
Pada Tabel 7, minimnya informasi dari kelompok tani membuat komunikasi antar petani menjadi kompetitif dalam mendapatkan pupuk, sehingga interaksi tersebut berbentuk disosiatif. Tabel tersebut menunjukkan bahwa permasalahan kelangkaan pupuk merupakan permasalahan yang paling dikhawatirkan oleh petani saat memasuki musim tanam. Pada Tabel 8 interaksi yang terjadi berupa interaksi disosiatif dengan adanya persaingan memperoleh pupuk nonsubsidi akibat kelangkaan pupuk bersubsidi.
Menurut petani, permasalahan kurangnya pupuk anorganik bersubsidi merupakan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat, seperti terlihat pada Tabel 9. Pada Tabel 10, interaksi antar petani merupakan interaksi asosiatif akibat partisipasi dalam pemberantasan hama. Dari hasil wawancara dengan responden, keinginan petani mengenai perolehan dan penggunaan mesin dapat dilihat pada Tabel 11.
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Luas Wilayah dan Penggunaan
Jumlah Penduduk
Pendidikan
Pada tabel 3 terlihat penduduk yang berpendidikan TK-SD paling banyak sebanyak 46%, disusul pendidikan menengah sebanyak 43%, dan sisanya 11%. Informasi mengenai sistem tanam Jajar Legowo diperoleh dari beberapa sumber, lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Meskipun sistem tanam Jajar Legowo dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi di sawah, namun belum disetujui oleh pemerintah. petani, yang selanjutnya dapat dilihat pada tabel 6.
Pada Tabel 6, interaksi sosial yang terjadi antara petani dan penyuluh dalam penerapan sistem menimbulkan interaksi asosiatif berupa akomodasi yang berarti mengurangi konflik antar individu/kelompok, mencegah pecahnya konflik untuk sementara waktu, sehingga terjalin kerjasama atau rujukan. terhadap upaya – upaya manusia untuk mengurangi konflik, yaitu upaya mencapai stabilitas. Tabel tersebut menunjukkan bahwa belum ada petani yang menerapkan sistem tanam Jajar Legowo, hal ini dikarenakan menurut petani model budidaya Jajar Legowo adalah 1:1, 2:1. Ketidakmampuan konsultan untuk menunjukkan bahwa sistem tanam Jajar Legowo dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produksi menjadi permasalahan utama mengapa teknologi ini tidak diadopsi oleh petani, yang tentunya tidak dapat dipisahkan dari interaksi sosial antara petani dengan petani. .
Ketika hal seperti ini terjadi maka petani akan berinteraksi dengan pihak lain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi seperti terlihat pada Tabel 10. Tabel 11 menunjukkan bahwa petani mempunyai keinginan yang kuat untuk mengadopsi teknologi pertanian dan membentuk interaksi asosiatif, terdapat kerjasama atau keinginan dalam hal adopsi teknologi pertanian. Pada Tabel 12, penggunaan alat pertanian menjadikan petani lebih mandiri, lebih sedikit membutuhkan bantuan petani lain, dan meningkatkan produktivitas Komunikasi antar petani lebih sedikit dibandingkan penggunaan jasa usaha tani dalam pengelolaan lahan, sehingga interaksi antar petani berbentuk pemisahan yaitu persaingan dalam upaya peningkatan produksi tanaman.
Pada kegiatan kelompok tani sebagian besar responden merupakan anggota kelompok tani karena mudahnya mendapatkan pupuk dan informasi bibit atau obat-obatan terbaru yang disediakan oleh pemerintah, namun ada juga yang hanya mengikuti program kelompok tani berdasarkan zonasi lahan. , dimana lahan petani termasuk dalam wilayah kelompok tani tertentu, seperti terlihat pada Tabel 15. Tabel 15 menunjukkan bahwa 80% petani menjadi anggota kelompok tani untuk memudahkan akses terhadap input pertanian dan informasi lain terkait pertanian. Pada Tabel 18, partisipasi petani dalam kegiatan GAPOKTAN besar sangat rendah karena tidak semua petani hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil penelitian ini, saya dapat mengemukakan beberapa saran mengenai perubahan interaksi sosial petani akibat hadirnya modernisasi pertanian, sebagai berikut.
Penduduk Menurut Pencaharian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dampak Pengetahuan Manajemen Pertanian Terhadap Interaksi
Dampak Penggunaan Sarana Produksi Pertanian Terhadap Interaksi
Penggunaan pupuk anorganik merupakan salah satu bentuk modernisasi sektor pertanian di Desa Mekar Sari. Kurangnya pengetahuan dan perbedaan persepsi di kalangan petani menyebabkan waktu pemupukan dan dosis pupuk yang digunakan berbeda-beda antara satu petani dengan petani lainnya. Perbedaan persepsi tergantung pada kemampuan mereka dalam berinteraksi, baik antar petani lain, antara petani dengan penyuluh, maupun antara petani dengan kelompok taninya.
Selama ini petani masih menggunakan pupuk anorganik bersubsidi yang seringkali sulit didapat ketersediaannya, hal ini mengakibatkan waktu dan dosis pemupukan tidak tepat, dan akibat kekurangan tersebut harga pupuk cenderung naik. Permasalahan kekurangan pupuk anorganik bukan hanya karena ketersediaannya yang terbatas, namun karena petani seringkali kekurangan informasi. Petani yang dapat memperoleh informasi mengenai ketersediaan pupuk anorganik tidak khawatir akan kekurangan pupuk, namun lebih khawatir terhadap serangan hama.
Lain halnya dengan petani yang memilih mengurangi dosis pupuk karena keterbatasan modal. Pihak yang bertanggung jawab mengatasi kelangkaan pupuk Tidak ada pihak yang bertanggung jawab Jumlah Responden Persentase. Kebiasaan seperti ini terjadi karena kurangnya pengetahuan petani dan kurangnya kemampuan penyuluh dalam berinteraksi dengan petani untuk meyakinkan petani bahwa hal tersebut tidak dianjurkan, sehingga menjadi kebiasaan yang berlangsung secara turun-temurun.
Dampak Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian Terhadap Interaksi
Hal ini bisa terjadi karena kedekatan dan karena pengajarnya sendiri tidak terlibat dalam masyarakat. Ia mengatakan hal ini saat wawancara, dan menambahkan bahwa banyak petani yang kurang memiliki pengetahuan, itulah sebabnya banyak padi menjadi kurang subur dan hasil panen berkurang. Ketika seorang petani membawa peralatan baru, petani lain datang dan memperhatikan cara kerjanya, efisiensi biaya yang dicapai, dan efisiensi peralatan tersebut.
Terbelakangnya petani dari segi pengetahuan dan permodalan bukan berarti tidak bisa menggunakan alat tersebut, karena interaksi sosial justru akan menjadi lebih cepat di saat seperti itu. Modernisasi teknologi dalam hal penggunaan mesin menjadikan petani mandiri karena dapat menggarap lahannya sendiri tanpa bantuan petani lain atau hanya dengan sedikit bantuan. Selain itu penggunaan alat-alat mesin juga dinilai dapat meningkatkan hasil panen.Modernisasi pertanian berdampak pada terbukanya lapangan kerja bagi para buruh tani, apalagi dengan adanya alat-alat pertanian.
Mungkin hanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat mereka menanam padi, mereka dibayar karena ada pekerjaan untuk mereka dan hal ini tentu saja mempengaruhi interaksi di masyarakat.Tabel 12.
Interaksi Sosial Masyarakat Petani
- Interaksi Sosial Antar Petani
- Interaksi Petani dengan Kelompok Tani
Pembentukan kelompok tani dimaksudkan untuk menjamin pemerataan bantuan pemerintah, termasuk pupuk bersubsidi. Banyak keluhan dari para petani. Tidak ada alasan untuk bergabung dengan kelompok tani. Jumlah responden Persentase. Menurut Pak Saleh, “dia benar-benar mengeluhkan apa yang dilakukan kelompok tani yang menggunakan traktor seenaknya, seolah-olah milik mereka sendiri, tanpa memperhatikan anggota kelompok tani yang lain.” Siapakah yang pertama kali membawa dan memperkenalkan alat-alat pertanian modern di desa Mekar Sari?
Indikator Yang Paling Berdampak Pada Interaksi Sosial Petani
- Dampak Penggunaan Sarana Produksi Pertanian Terhadap Interaksi
- Dampak Pengetahuan Manajemen Pertanian Terhadap Interaksi
- Dampak Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian Terhadap Interaksi
KESIMPULAN DAN SARAN