Sungguh aku tidak tahu, rasa sakit itu semakin dekat, aku tidak tahu harus kemana. Orang-orang yang selalu menginspirasi dan orang-orang yang merasa bahwa saya adalah bagian terkecilnya. Transliterasi kata Arab yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini berpedoman pada Keputusan Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.
Semua Ta'marbutah ditulis dengan huruf h, baik di akhir satu kata yang dibaca mati maupun di tengah-tengah gabungan kata (kata..diikuti kata sandang “al”). Jika diikuti huruf Syamsiyyah, maka ditulis dengan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya, dan huruf “al” dihilangkan.
Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya
ﺽﺭلأاﻭ ةوﻤسﻟا كﻠخ ةﻨسﻟاﻞﻫﺃ
ﺭاهﻨﻟا يف ﻞيﻟا جﻟوي ﻦيحﻟاصﻟا ﻦﻣ يﻨﻠعجاﻭ
Abu Bakar al-Razi adalah seorang filosof Islam yang pemikirannya sering dipinggirkan dalam wacana filsafat Islam awal. Munculnya penilaian atheis terhadap al-Razi mengenai pengingkaran kenabiannya tidak lepas dari faktor sosial agama yang melingkupinya. Al-Razi dikenal sebagai sosok yang baik dan menghormati sosok nabi dalam Islam.
Dalam buku al-Ra>zi seterusnya, Anestesia, dia jelas memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad. Abu Hatim al-Ra>zi merasionalkan kritikan al-Ra>zi terhadap kenabian secara berat sebelah.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Oleh karena itu, kewajiban umat Islam adalah menjunjung tinggi Nabi dan Kenabian dengan dalil-dalil yang sesuai dengan kapasitas intelektual dan intuisi yang dapat diterima masyarakat serta membantah segala bentuk pengingkaran terhadap Nabi, baik di dalam Islam maupun di luar Islam. Kewajiban Islam 4 Hal ini sangat kuat tercermin di kalangan filosof muslim, seperti al-Farabi, yang sangat konsisten mengukur kenabian dengan akalnya. Ada dua tokoh yang diduga skeptis terhadap kenabian Islam, yakni Ibnu Rawandi dan Abu Bakar al-Ra>zi. Ibnu Rawandi, sebagai pionir skeptisisme, diketahui mengadopsi doktrin Brahman dan Mani untuk menyudutkan peran nabi dan kenabian dalam Islam.
Beberapa karyanya berisi kritik terhadap Mu'tazilah, pengingkaran terhadap Nabi dan penolakan terhadap Al-Qur'an.9. Contoh lain, Al-Makmun yang mengadili Ibnu Hanbal (mihnah; sidang) yang mengatakan tentang keberadaan Al-Qur'an (khalq al-). Kedua, ada sosok Abu Bakar Ibnu Zakariyya al-Ra>zi yang dianggap sepaham dengan Ibnu Rawandi dalam pandangannya mengenai anti agama dan kenabian.
Menurut Abu Hatim al-Ra>zi, radikalismenya menjalar ke sikap skeptis yang tidak berdasar. Islam misalnya, tentang pengingkaran terhadap mukjizat Al-Quran, kritik terhadap kitab suci agama dan kenabian. Pemikiran keagamaan Al-Ra>zi merupakan pendapat yang diambil dari satu sumber yaitu teks Abu Hatim al-Ra>zi, seorang ulama sekaligus penentang perdebatan al-Ra>zi.
Pertanyaannya: benarkah filsafat al-Razi sangat anti profetik, menuduhnya atheis, dan apakah orisinalitas pemikirannya bisa dijelaskan? Kontradiksi ini jelas sangat menarik dan perlu dikaji ulang agar al-Razi tidak menjadi pribadi ganda yang saling bertentangan di mata umat Islam. Hingga saat ini umat Islam masih mempunyai pandangan kurang puas terhadap al-Razi yang dianggap telah merusak kenabian Islam.
Sebagai inspirasi pembahasan kenabian al-Ra>zi, bagaimana sebenarnya al-Ra>zi merupakan bentuk anti kenabian yang dianggap merusak landasan kenabian Islam, atau mungkin al-Ra>zi sedang terpojok. konteks, seperti angka pada Ulama, filosof, tokoh agama memilih mengeluarkan pernyataan kepada kaum awam yang seolah-olah tidak memahami realitas yang dihadapi umat Islam. 15.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Telaah Pustaka
Dalam bab lima beliau menerangkan falsafah a-Razi dan kedudukan akal dalam falsafah al-Razi (manzilah al-aql). Dan beberapa bahagian mengatakan bahawa al-Razi adalah seorang ahli falsafah yang berakal (failusufan aqliyan) dan seorang pemikir (insa>n mufakkir). Dia juga menulis tentang mazhab al-Ra>zi, yang tidak pernah ditulis oleh penulis lain. 16.
Dalam Jurnal Studia Islamica, Goodman juga menulis The Epicurean Ethics of Muhamad Ibnu Zakariya al-Ra>zi. Beliau secara spesifik menjelaskan etika epicurean yang mempunyai pengaruh sangat kuat terhadap al-Razi. Artikel ini setidaknya bertujuan untuk memetakan posisi al-Razi sebagai filsuf Islam yang banyak dipengaruhi oleh filsafat Yunani.
Buku ini menghadirkan dua pemikir bebas; Ibnu Rawandi dan Abu Bakar al-Ra>zi. Selain itu, Stroumsa menawarkan sudut pandang berbeda mengenai pemikiran al-Razi yang oleh sebagian peneliti dianggap ateis. Al-Razi di mata Stroumsa adalah seorang pemikir yang disegani dan diapresiasi atas pencapaian teoritisnya.
Dalam buku “Tujuh Filsuf Muslim”, Ahmad Zainul Hamdi secara singkat mencatat biografi dan filsafat lima al-Razis yang abadi. Pernyataan tersebut hampir menghapus pesona al-Razi dalam kancah pemikiran filsafat Islam di Indonesia. Kenabian yang dimuat dalam beberapa ensiklopedi filsafat Islam, secara umum menitikberatkan pada pemikiran Abu Hatim al-Razi.
Metodologi Penelitian
Sedangkan sumber data sekunder merupakan data yang membantu peneliti mengkaji pemikiran dan gagasan pengingkaran al-Razi terhadap kenabian. Data pendukung penelitian ini adalah berbagai jenis data yang diperoleh melalui karya tokoh lain baik berupa buku, artikel, majalah, jurnal, internet, dan lain-lain, yang mempunyai korelasi dengan diskusi dan memberikan interpretasi serta penjelasan data primer untuk menjelaskan. pembahasan penelitian ini. Kemudian data-data yang masih tersebar di berbagai tempat tersebut diklarifikasi sesuai permasalahannya masing-masing.
Permasalahan yang dihadapi peneliti adalah ketika data yang dianggap primer sulit disajikan atau terdapat pertentangan antar data yang tersedia. Kedua, setelah tidak dapat menemukan titik temu di antara keduanya, penulis melakukan interpretasi atau membiarkan data apa adanya, dengan beberapa penjelasan seperlunya. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis filosofis, yaitu analisis filosofis dengan penyelidikan mendalam terhadap suatu keadaan atau objek.26.
Sebagaimana layaknya metode filosofis, dalam penelitian ini peneliti berupaya menganalisis seluruh faktor yang berkaitan dengan pemikiran al-Razi, khususnya mengenai gagasan kenabiannya, melalui data kepustakaan yang dijadikan acuan dasar. Untuk mempertajam analisis, disajikan berbagai ilmu pembantu, seperti filsafat, khususnya teori pengetahuan dan kekuasaan Foucault, sejarah dan sosiologi – dalam batas-batas tertentu. Sebab meskipun ruang lingkup kajian al-Razi di sini adalah filsafat Islam, namun secara umum berkaitan dengan kajian filsafat umum.
Sejarah dan sosiologi diperlukan untuk membedah sisi sosio-kultural kehidupan al-Ra>zi, baik dari sketsa pemikiran maupun pengalaman sosialnya, mengingat masih kurangnya penelitian yang membedah secara menyeluruh latar belakang al-Ra>zi. hidup Zi. Holistik: Objek yang dijadikan subjek penelitian tidak hanya dilihat secara atomik (apa adanya), namun harus dilihat dalam interaksinya dengan realitas yang berbeda.
Sistematika Pembahasan
Untuk membuktikan orisinalitas dan belum ada pembahasan sebelumnya, subbab kelima menjelaskan tinjauan pustaka terkait permasalahan pokok yang akan diteliti. Subbab keenam berisi tentang prosedur penelitian dan metodologi yang akan digunakan dalam penyusunan skripsi ini. Pemaparan ini meliputi latar belakang kehidupannya, sejarah pendidikan, karya-karya yang dihasilkan al-Razi, dan pemikirannya mengenai kritik terhadap agama.
Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana kemampuan keilmuan al-Razi dalam memandang agama, karena hal ini kemudian dikaitkan dengan gagasannya tentang pengingkaran kenabian. Berisi tentang profetik atau kenabian dalam filsafat Islam: perdebatan heterodoks dan ortodoks, penjelasan pengertian kenabian dalam Islam, urgensi kenabian, munculnya kenabian, kebangkitan profetik dalam filsafat Islam, kenabian dalam filsafat Islam, kritik terhadap kaum ortodoks tentang Kaum Heterodoks, Tipologi dan Kritik Filsafat Kenabian Islam. Dalam bab ini akan dijelaskan wacana kenabian, pengingkaran terhadap kenabian Abu Bakr al-Razi;
Kesimpulannya, disampaikan kesimpulan atau hasil penelitian ini, serta saran untuk penelitian dan kesimpulan selanjutnya.
PENUTUP
Kesimpulan
Kedua, bentuk pengingkaran yang diungkapkan oleh al-Razi merupakan bentuk kritik terhadap hakikat kenabian sebagaimana dipahami oleh kaum Syi’ah Isma’ili. Kritikannya yang tajam sesungguhnya tidak lepas dari konteks di mana al-Razi menjalankan perjalanan intelektualnya. Dengan melihat dimensi sosial dan pemikiran keagamaan lawan debatnya, Abu Hatim al-Ra>zi, al-Ra>zi justru mengarahkan bola panas tersebut ke jantung pertahanan (ima>mah) kelompok Isma'ili- yang sangat agresif dalam mendiskusikan ide-idenya.
Anggapan ini cukup beralasan karena para filosof pasca-al-Razi, seperti al-Farabi dan Ibnu Sina, menghindari kritik dan propaganda. Mereka mampu mengintegrasikan ide-ide Syiah Isma'ili dan mentransfernya ke dalam filosofi kenabian mereka. Jadi, meski sebenarnya bukan pengingkaran terhadap kenabian, al-Razi memberikan kontribusi besar terhadap filsafat kenabian Islam.
Untuk selanjutnya, filsafat profetik Islam disusun secara sistematis dan disinergikan dengan pemahaman Syi’ah agar filsafat profetiknya terhindar dari kritik dan gejolak.
Saran
Salah satunya adalah sulitnya menemukan karya-karya al-Razi dan pembahasan pemikiran filosofisnya. Karya-karya Al-Razi sebagaimana dijelaskan di atas banyak yang hilang sehingga menyulitkan penulis untuk leluasa mengungkapkan pemikirannya. Selain itu, penelitian terhadap sosok al-Razi harus dilakukan secara serius dan memakan waktu yang lama.
Kraus, meskipun penelitiannya terhadap al-Razi belum selesai karena kematian lebih dulu menghampirinya. Lebih jauh lagi, kajian filsafat al-Razi tidak boleh berhenti sampai di sini, apalagi mengeluarkannya dari ruang akademis filsafat Islam. Semoga kedepannya dapat dituliskan pemikiran-pemikirannya dalam bidang Metafisika (al-Qadama' al-Khamsah) dan Etika (Etika Epicurean dalam Filsafat Islam) untuk memajukan filsafat Islam.
Pilih Islam atau Madzhab; Otokritik Para Penuduh Perselingkuhan dan Sesat, diterjemahkan oleh Ahamd Dzulfikar. Sejarah Filsafat Muslim dengan Uraian Singkat Disiplin Lain dan Renaisans Modern di Negeri Muslim, Vol.