PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa saja faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar?
Tujuan Penelitian
Manfaat/Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Funsi Dan Peran Orang Tua Bagi Pendidikan Anaknya
Konsep Dasar Motivasi
Motivasi berasal dari kata “motif” yang berarti segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi sendiri merupakan suatu dinamika yang ada dalam diri seseorang, merupakan suatu gerak, sehingga motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan17. Motivasi adalah suatu keadaan dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan, yang mana setiap kegiatan yang dilakukan seseorang didorong oleh sesuatu yang berasal dari diri orang itu sendiri”.
Motivasi merupakan suatu daya penggerak lain yang timbul dari dalam diri seseorang untuk berbuat sesuatu, dimana motivasi memberikan tujuan dan arah pada tingkah laku manusia”. Sejalan dengan hal tersebut, Sardiman menyatakan bahwa: “Motivasi adalah daya penggerak yang berasal dari dalam dan dalam diri subjek untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan”20. Dinyatakan bahwa: “Motivasi juga merupakan suatu proses yang dapat mengarahkan orang tua pada pengalaman dan suatu saat dapat mengarahkan perhatiannya pada suatu tujuan22”.
Dari uraian tersebut terlihat jelas bahwa timbul berbagai macam motif dalam diri seseorang, yang akan mendorong orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, manusia mengandung faktor-faktor penyebab yang menimbulkan tindakan, karena motivasi merupakan kekuatan-kekuatan dalam diri manusia yang mengarahkan individu untuk bertindak, keadaan ini dapat digolongkan sebagai stimulus dan kebutuhan. Motivasi sendiri muncul karena adanya keinginan dalam diri seseorang atau seseorang untuk berusaha melakukan kegiatan atau tindakan atau sikap tertentu, baik dalam bekerja, belajar atau kegiatan lainnya, guna mencapai tujuan yang diinginkan atau diidamkannya. .
Motivasi sendiri merupakan keadaan ketidakseimbangan dalam diri individu akibat pengaruh dari dalam atau luar dirinya, yang mempengaruhi dan mengarahkan tindakan individu untuk memperoleh kembali keseimbangan.
Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anak
Motivasi intrinsik adalah motif-motif (kekuatan pendorong) yang menjadi aktif atau bekerja tanpa perlu adanya rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah terdapat dorongan untuk melakukan sesuatu. Dorongan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu bermula dari adanya kebutuhan yang perlu dipenuhi. Setiap manusia mempunyai keinginan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani.
Keinginan seseorang untuk dapat terpuaskan segala kebutuhannya dapat mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu yang mengarah pada tercapainya pemenuhan kebutuhan. Hal ini dapat memotivasi seseorang untuk membekali dirinya dengan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Motivasi intrinsik atau motivasi yang timbul dari diri seseorang dalam penelitian ini adalah motivasi yang timbul dari dalam diri orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya.
Misalnya karena pengaruh dari keluarga dalam hal ini orang tua, pengaruh dari teman sekolah atau teman pergaulan atau teman sebaya. Motivasi ekstrinsik atau motivasi yang datang dari luar orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya, karena adanya dorongan dari teman, baik teman sekolah maupun teman pergaulan atau teman bermain, dari tingkat pendidikan orang tua itu sendiri dan dorongan dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya24. Keinginan seseorang untuk dapat memenuhi segala kebutuhannya dapat mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu yang mengarah pada tercapainya pemenuhan kebutuhan.
Hal ini dapat menimbulkan motivasi dalam diri seseorang untuk membekali dirinya dengan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.
Bentuk-Bentuk Motivasi
Lokasi penelitian ini berada di masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar berdasarkan pertimbangan. Dan objek penelitiannya adalah masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar yang tidak melanjutkan pendidikan. Pendidikan Anak Berkelanjutan di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan kelanjutan studi dari pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi.
Kegiatan yang dilakukan untuk melanjutkan pendidikan anak di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar bertujuan untuk memberikan motivasi belajar guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pendapatan orang tua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat anak melanjutkan pendidikan di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar. Artinya dengan meningkatnya pendapatan orang tua maka minat siswa untuk melanjutkan pendidikan anaknya akan meningkat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dengan demikian penelitian menunjukkan bahwa kondisi pendapatan orang tua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendidikan lanjutan anak di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar. Motivasi melanjutkan pendidikan anak di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar bisa dimulai dari dorongan orang tua, keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan lain-lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak untuk melanjutkan pendidikan di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar adalah faktor pendapatan orang tua, faktor motivasi orang tua, faktor pendidikan orang tua, faktor tempat tinggal orang tua dan faktor teman.
Selain itu, perlu dipromosikan di Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai kawasan strategis agar banyak pengusaha yang bisa membuka usaha.
Funsi Motivasi
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
- Lokasi Dan Objek Penelitian
- Fokus Penelitian
- Deskripsi Fokus Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Sumber data disini dibuat dengan mencari data tertulis atau bukti nyata terkait pendapatan orang tua dan motivasi belajar anak untuk melanjutkan pendidikan di Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar. Di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pasimasunggu Timur dan di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pasimarannu. Desa-desa yang ada di Kecamatan Pasimasunggu Timur adalah: Desa Bontobulaeng, Desa Bontomalling, Desa Bontobaru, Desa Lembang Baji, Desa Ujung.
Kecamatan Pasimasunggu Timur mempunyai fasilitas perekonomian seperti : pasar, kios dan pertokoan yang semuanya merupakan sarana perekonomian. Berdasarkan statistik Pemerintah Kabupaten Pasimasunggu Timur menunjukkan bahwa mayoritas (100%) penduduk Pasimasunggu Timur beragama Islam. Di sisi lain, masih terdapat sebagian masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur yang masih mempercayai hal-hal gaib atau animisme dan dinamisme.
36 Nur Lia, Masyarakat Desa Bontobaru, (Wawancara, Lokasi, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, 02 Juni 2017). Karena nilai rata-rata pendapatan orang tua yang melanjutkan pendidikan di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar berada pada kisaran Rp hingga Rp, maka rata-rata pendapatan orang tua termasuk dalam kategori rendah. 37 Lihat Tahan, Masyarakat Desa Ujung, (Wawancara, Lokasi, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, 03 Juni 2017).
Motivasi melanjutkan pendidikan anak di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dimulai dari dorongan orang tua, keluarga, lingkungan, dan lain-lain serta keinginan untuk mencapai tujuan dan mampu membawa kemajuan bagi dirinya.
HASIL PENELITIAN
Pendapatan Orangtua Di Kecamatan Pasimasunggu Timur Ka
Menurut Murni S.Pd.I kita menghitung penghasilan yang diperoleh dalam sebulan dari penghasilan terkecil sampai dengan penghasilan terbesar yakni penghasilan beras, gaji CPNS, koperasi, dagang dll. 35. Sedangkan menurut Nur Liya, penghasilan yang diperoleh pada bulan tersebut satu bulan sampai saat ini, penghasilan yang diperoleh dari padi, penggilingan padi, mesin traktor, hasil perkebunan kelapa dan lain-lain. 36. Sedangkan menurut Tahan, penghasilan yang diperoleh dalam satu bulan mencapai 2.000.000, yaitu penghasilan dari jaring ikan, berlayar di sawah , pertukangan dan sebagainya.
Diketahui 15% atau 3 orang tua mempunyai pendapatan kategori tinggi, 35% atau 7 orang tua mempunyai pendapatan kategori sedang, dan 50% atau 10 orang tua mempunyai pendapatan kategori rendah. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi pendapatan orang tua maka semakin tinggi pula peluang orang tua. Pendapatan orang tua adalah segala pendapatan yang diterima seseorang, baik yang berasal dari keterlibatan langsung dalam proses produksi maupun tidak, yang dapat diukur dengan uang dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kolektif dan individu suatu keluarga dalam satu bulan.
Anda dapat melihat pendapatan orang tua sesuai dengan jumlah pendapatan yang diterima orang tua setiap bulannya. Jumlah anak yang menjadi tanggungan orang tua dalam keluarga dan kepemilikan aset bernilai ekonomi seperti dispenser air, televisi, kompor gas, listrik, kendaraan pribadi, dan lain-lain juga dapat menjadi indikator status ekonomi orang tua. Anak yang bersekolah harus terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, minuman, pakaian, pelayanan kesehatan, dan juga memerlukan fasilitas belajar seperti ruang kelas, meja, kursi, penerangan, alat tulis, buku, dan lain-lain.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Andi Intang S.Pd) yang menyatakan bahwa siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari luar, salah satunya adalah lingkungan keluarga berupa: cara orang tua mendidik, hubungan antar anggota keluarga, suasana keluarga dan keadaan ekonomi keluarga wawancara 22 Juni 2017.38.
Motivasi Belajar Anak Untuk Melanjutkan Pendidikan Di Keca
Menurut (Parman Alif), melanjutkan pendidikan tergantung dari semangat dan kemauan anak, karena tidak ada kendala bagi orang tua ketika anak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yang terpenting niat dan semangat anak selalu ada. untuk belajar adalah. untuk melanjutkan pendidikannya. Jupri) mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan seorang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah keadaan pendapatan orang tuanya, faktor keluarga yang menjadi motivasi anaknya dan minat seorang siswa. Sain S.Pd.I) juga menjelaskan bahwa kondisi pendapatan orang tua mempengaruhi motivasi anak untuk melanjutkan pendidikan setelah kuliah.
Jika diperhatikan, orang tua yang memiliki kondisi pendapatan lebih tinggi atau lebih tinggi maka peluang orang tuanya semakin besar. Namun jika pendapatan orang tua rendah maka kebutuhan dasar anak tidak akan terpenuhi, akibatnya motivasi belajar anak akan terganggu dan ia terpaksa harus bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Hal tersebut tentu mengganggu motivasi anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah sebagai berikut.
Jika orang tua mempunyai pendapatan yang cukup untuk membiayai pendidikan anaknya, maka anak akan merasa lebih rileks dalam menempuh pendidikan, sehingga motivasinya dalam mencapai tujuan dan keinginannya akan semakin kuat. Orang tua ingin kualitas hidup anak-anaknya di masa depan jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang telah mereka terima selama ini. Pengaruh teman sebaya mempengaruhi orang tua dalam memotivasi anaknya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Sedangkan menurut (Muh Jusuf) beliau menyatakan bahwa dalam melanjutkan pendidikan seringkali pendapatan dijadikan sebagai hal yang utama, padahal motivasi individu merupakan hal yang mendasar, karena meskipun seseorang berasal dari keluarga kaya dengan pendapatan yang tinggi, jika tidak ada kemauan maka tinggi. kekayaan ekonomi tidak dapat dicapai. Akan berdampak signifikan. Orang tua yang berpendapatan tinggi hendaknya membentuk gerakan pengasuhan adopsi agar anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah dapat memperoleh pendidikan. Orang tua harus menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya di masa depan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Anak
Kesimpulan
Saran-Saran
Tokoh masyarakat hendaknya mengusulkan kepada Pemerintah melalui Departemen Pendidikan untuk mendirikan sekolah menengah yang dibuka secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi.