PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
Menurut Ahmad Tafsir, Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu pendidikan agama Islam dalam keluarga merupakan bimbingan yang diberikan orang tua kepada peserta didik agar berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang memberikan petunjuk dan bimbingan kepada anak dalam ajaran agama Islam, sebagaimana telah disebutkan.
Tujuan penelitian ini adalah Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa Kelas III SMK Tri Tunggal 45 Makassar. Dengan melihat judul di atas “Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa Kelas III SMK Tri Tunggal 45 Makassar. Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai usaha yang disengaja untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya pembimbing terdidik. atau membimbing seseorang berdasarkan ajaran Islam menuju pembentukan kepribadian primer, demikianlah pendidikan agama Islam dalam keluarga.
Bentuk pendidikan agama Islam pada keluarga siswa SMK Tri Tungal 45 Makassar lebih ke arah perubahan sikap dan perilaku yang lebih dominan ke arah amalan. Peran Pendidikan Agama Islam Terhadap Sikap Keagamaan Siswa SMK TRI Tunggal 45 Makassar Siswa SMK TRI Tunggal 45 Makassar. Peranan pendidikan agama Islam terhadap perilaku siswa di SMK Tri Tunggal 45 Makassar sangatlah penting karena perkembangan dunia saat ini sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku siswa, perkembangan dari waktu ke waktu harus dituntun oleh pendidikan agama.
Dan hal serupa juga dijelaskan oleh Ny. Nurmadia, S.Ag sebagai guru pendidikan agama Islam di SMK Tri Tunggal 45 Makassar. Bentuk pendidikan agama Islam pada keluarga siswa SMK Tri Tungal 45 Makassar lebih bertujuan untuk menanamkan rasa ketaqwaan beribadah kepada Allah SWT dan berujung pada perubahan sikap dan perilaku yang ditandai dengan tingkah lakunya sehari-hari. Alim, Muhammad Pendidikan Agama Islam: Upaya Membentuk Pemikiran dan Kepribadian Umat Islam (Bandung: Pt. Melawan Rosdakarya. 2011).
KAJIAN PUSTAKA
Pendidikan Agama dalam Keluarga
- Pengertian Pendidikan Agama Islam
- Dasar Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup PAI
- Pengertian Keluarga
- Pengertian Sikap
- Pengertian agama, beragama dan keagamaan
Terbentuknya sikap keberagamaan
Merupakan upaya untuk memberikan peran rasionalitas (akal) siswa dalam memahami dan membedakan berbagai bahan ajar ditinjau dari standar materi dan kaitannya dengan perilaku buruk dalam kehidupan duniawi.44. Emosi berperan dalam pembentukan karakter seseorang, bahkan pendekatan emosional dijadikan salah satu pendekatan dalam ajaran Islam. Metode pengajaran yang digunakan dalam pendekatan emosi adalah metode ceramah, sosiodrama dan bercerita. Keteladanan dalam pendidikan sangatlah penting dan efektif, apalagi dalam upaya pembentukan sikap religius, seorang anak akan lebih paham atau mengerti bila ada yang bisa ditirunya.
Namun jika pendidiknya adalah seorang pembohong, pengkhianat, durhaka, pelit, pengecut dan hina, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang suka berbohong, pengkhianat, pelit, pengecut dan hina. Agama Islam sangat mementingkan pendidikan yang teratur, karena diharapkan melalui pembiasaan seorang anak dapat mengamalkan agamanya secara terus menerus. Betapapun tingginya nilai suatu pengalaman, akan tetapi disadari betapa pentingnya pengalaman bagi perkembangan jiwa anak, artinya pengalaman dijadikan sebagai pendekatan.
Sebab Rasulullah menempatkan peran orang tua pada posisi yang menentukan terbentuknya sikap keagamaan dan pola perilaku anak. Pernyataan tersebut menggambarkan tentang fungsi peran ibu dan ayah dalam keluarga dalam pembentukan jiwa keagamaan pada anak.
Jenis Penelitian
SMK Tri Tunggal 45 Makassar merupakan sebuah sekolah menengah kejuruan yang terletak di Jalan Glory Bangka Tamalanrea Makassar. Khusus bagi siswa SMK Tri Tunggal 45 Makassar, pola/bentuk pendidikan yang diberikan oleh keluarganya umumnya lebih pada pemahaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan. Dan lebih lanjut berdasarkan hasil wawancara dengan Maha Rezky siswa SMK Tri Tunggal 45 Makassar mengatakan hal tersebut.
Sikap dan perilaku religius siswa SMK Tri Tunggal 45 Makassar biasanya sangat religius dan sangat antusias dalam mempelajari ilmu agama atau kegiatan spiritual.52. Dan lebih lanjut hal serupa juga dijelaskan oleh Drs Hendrik Afdan selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Tri Tunggal 45 Makassar mengatakan hal tersebut. Perilaku keagamaan siswa SMK Tri Tunggal 45 Makassar semakin hari semakin meningkat yang diukur dari kesadaran siswa dalam melaksanakan ibadah (sholat) pada waktu sholat sekolah dan perubahan sikap siswa meskipun belum 100%.
Hal tersebut diungkapkan salah satu siswa SMK Tri Tungal 45 Makassar, Maha Rezky dari wawancara penelitian. Peranan PAI terhadap sikap keberagamaan siswa di SMK Tri Tunggal 45 Makassar sangat besar, karena sejak awal disiplin partisipasi dalam kegiatan kerohanian, tidak hanya dilakukan oleh guru PAI saja, namun sebagian besar guru lainnya sudah menjadi bekal. dari materi spiritual. dan untuk membuat para guru lebih efektif, mereka memiliki kelompok spiritual yang terdiri dari 6 anak.56. Sikap dan perilaku religius siswa SMK Tri Tunggal 45 Makassar sebagian besar sangat religius, sangat antusias mempelajari ilmu agama, membuat siswa sadar untuk melakukan ritual sholat ketika waktu sholat telah tiba.
Peran pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap sikap siswa di SMK Tri Tuggal 45 Makassar menjadi penghalang bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia modern karena pendidikan agama seharusnya menjadi hal terpenting dalam pembentukan kepribadian siswa. berkarakter dan selalu mengajarkan mereka untuk selalu berbuat baik dan selalu bersyukur dalam segala hal.
Lokasi dan waktu penelitian
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Kesimpulan dan gambaran fokus penelitian yang dapat diambil adalah: Pendidikan agama Islam memegang peranan yang sangat penting dalam sikap keberagamaan peserta didik, dimana setiap aktivitas yang mereka lakukan selalu dikaitkan dengan agamanya untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.
Sumber data
Guru PAI : Peneliti menggunakan guru sebagai subjek penelitian karena guru juga merupakan pelaksana pengajaran khususnya guru PAI.
Instrumen Penelitian
Teknik pengumpulan Data
Wawancara merupakan salah satu jenis pengumpulan data melalui tanya jawab sepihak, dilakukan atas dasar tujuan penelitian, dapat dilakukan secara tatap muka antara pewawancara dengan responden, dan memperoleh data berupa kata-kata. Observasi adalah pengamatan melalui kegiatan mengarahkan perhatian pada suatu obyek.Observasi yang digunakan penulis adalah observasi terselubung dan observasi terbuka.Dengan demikian kita ingin memperoleh sesuatu yang wajar dan data yang diperoleh valid dan benar. Pengamatan tersebut penulis lakukan dalam paradigma lingkungan alam/alam (Natural Inquiry) melalui berbagai pertimbangan tergantung situasi dan kondisi; Dimana, kapan dan kepada siapa observasi ini ditujukan. Observasi dilakukan di dalam kelas, baik terhadap guru PAI, siswa maupun peneliti.
Teknik Analisis Data
Sekolah ini telah mengalami beberapa kali pergantian kepala sekolah, dengan pengurus pertama adalah Andi Sosek pada tahun 2002 hingga tahun 2007, kemudian pada tahun 2008 terjadi pergantian pengurus yang digantikan oleh Khalid Mustafa hingga tahun 2012, kemudian pada tahun 2013 dipimpin oleh Aharuddin hingga tahun 2017, dan dari Tahun 2017 hingga saat ini SMK Tri Tunggal 45 Makassar dikelola oleh Aharuddin. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah guru di SMK Tri Tunggal Makassar sudah mencukupi dan mampu mengimbangi jumlah siswa yaitu 308 orang. Hal ini mempunyai potensi yang besar dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah. , mereka umumnya memiliki gelar sarjana. Contohnya seperti salat duha teratur, hafalan surah pendek, amalan dan dakwah. 50 Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam tidak hanya berdasarkan pada ruang lingkup teori yang diperoleh saja, tetapi harus disertai dengan praktik atau implementasi teori tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara kedua narasumber di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk pendidikan agama yang baik tentu tidak hanya bertujuan untuk memberikan materi saja, melainkan memerlukan latihan, pembiasaan, sehingga seseorang akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. pilihan dalam kehidupan sehari-hari. atau mengambil langkah dan tidak akan beroperasi di luar koridor ajaran agama. Berdasarkan hal tersebut dapat ditegaskan bahwa bentuk pendidikan agama Islam dalam keluarga mengandung dua hal penting yang harus dilakukan, yaitu membimbing peserta didik dan membimbingnya agar sesuai dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu diperlukan kreativitas dan metode pengajaran dari para guru pendidikan agama, agar peserta didik mudah memahami materi yang diterima dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan, baik dalam bentuk perubahan perilaku berdasarkan nilai-nilai agama, maupun dalam kehidupan sehari-hari. mereka selalu meninggalkan kesadarannya untuk selalu menjauhi segala sesuatu yang dilarang agama.
Berdasarkan keterangan responden di atas terlihat bahwa hasil pendidikan agama yang berkualitas akan menghasilkan peserta didik yang sadar akan jati dirinya sebagai umat Islam dan akan terus menerus memperbaiki diri dan perilakunya, baik terhadap sesama peserta didik maupun lingkungannya. Sebagai pendidikan yang berlabel keagamaan, maka pendidikan agama Islam mempunyai transmisi spiritual yang lebih nyata dalam proses pendidikannya dibandingkan dengan pendidikan umum, dimana pendidikan agama Islam mengutamakan keseimbangan pengembangan seluruh aspek diri peserta didik, baik spiritual, intelektual, budaya dan kepribadian. aspek. Pendidikan Islam mempunyai paradigma karena berusaha memadukan unsur-unsur profan dan imanen sehingga dapat memenuhi tujuan inti pendidikan Islam, yaitu menghasilkan manusia yang beriman dan berilmu, saling mendukung dan selalu mensyukuri segala nikmat yang dibawa melalui Islam. pendidikan Diberikan. Allah SWT. Jika agama menguasai jiwa peserta didik maka mereka akan bertindak taat atau bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, peran pendidikan agama harus menjadi yang utama karena pendidikan agama mempengaruhi karakter peserta didik.55.
Diharapkan pemerintah selalu mewaspadai status pendidikan agama di sekolah guru dan memberikan bantuan berupa buku pelajaran agama.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Keadaan Sekolah
Bentuk Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Siswa
Sebagai lingkungan pertama dalam pendidikan, peran keluarga dalam membentuk kepribadian dan sikap peserta didik tentu memegang peranan yang sangat mendasar, karena pola pendidikan yang diberikan pasti akan memberikan bekal bagi anak/siswa untuk hidup menghadapinya. Bentuk ajaran agama yang diturunkan dari keluarga (orang tua) adalah tetap berdoa, selalu berpuasa baik itu puasa sunah maupun puasa wajib, berbuat baik kepada sesama, dan sebagainya. 51. Peran keluarga dalam pembentukan sikap religius siswa/anak tentunya mempunyai kedudukan yang sangat sentral karena keluarga merupakan madrasah pertama bagi seorang anak dalam pembentukan kepribadiannya.
Sikap dan Perilaku Keagamaan Siswa SMK Tri Tunggal 45
Dari keterangan kedua responden di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa nilai-nilai keagamaan hendaknya dapat ditanamkan oleh guru kepada siswanya melalui pembelajaran agama yang kreatif dan berkualitas.
Peranan Pendidikan Agama Islam Terhadap Sikap
Pelajaran agama tentunya harus menjadi ikon utama dibandingkan mata pelajaran umum dalam menumbuhkembangkan dan menanamkan akhlak kepada peserta didik serta senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, sehingga dalam kesehariannya menjadi pribadi yang beribadah kepada Allah dengan ketaatan. Diharapkan pihak sekolah terus meningkatkan model pembelajaran PAI dalam mengembangkan kepribadian dan perilaku siswa agar tercipta kepribadian yang unggul. Jalaludin.Psikologi Agama (Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada.. 2006) Kountur.Metode penulisan skripsi dan tesis (Jakarta: Cv.