PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Partisipasi
Kerja sama masyarakat Adisasmit merupakan pemberdayaan masyarakat, partisipasinya dalam penyusunan rencana pelaksanaan program/proyek pembangunan serta merupakan aktualisasi dan kemauan masyarakat untuk menyerah dan berkontribusi terhadap terwujudnya program pembangunan. Partisipasi masyarakat adalah penyertaan masyarakat sesuai dengan hak dan kewajibannya sebagai subjek dan objek pembangunan. Partisipasi pada tahap ini berarti keikutsertaan seseorang dalam tahap perencanaan dan penyusunan strategi dalam penyusunan panitia dan anggaran kegiatan/proyek.
Partisipasi pada tahap ini berarti keterlibatan seseorang dalam tahap eksploitasi suatu proyek setelah proyek tersebut selesai. Partisipasi masyarakat pada tahap ini berupa tenaga dan uang untuk mengoperasikan dan memelihara proyek yang telah dibangun. Dari berbagai konsep yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan bahwa konsep partisipasi masyarakat dalam penelitian ini.
Masyarakat Lokal
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam bab 1 Ketentuan Umum pasal 1 angka 32 menyebutkan bahwa masyarakat hukum adat adalah kelompok masyarakat yang secara turun temurun hidup dalam wilayah geografis tertentu karena adanya ikatan asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan lingkungan hidup. dan adanya sistem nilai yang mendefinisikan institusi ekonomi, politik, sosial dan hukum. Berdasarkan berbagai konsep terkait masyarakat yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat lokal Pulau Komodo merupakan sekelompok masyarakat yang bertempat tinggal pada suatu wilayah di Pulau Komodo yaitu Desa Komodo yang masyarakatnya mempunyai kesamaan identitas dan mempunyai kesamaan. kuat. hubungan adat dan sosial, ekonomi dan spiritual satu sama lain dan dengan lingkungannya.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Ekowisata
Ross dan Wall (1999) menyatakan bahwa fungsi utama ekowisata adalah perlindungan kawasan alam, penciptaan keuntungan, pendidikan dan partisipasi masyarakat lokal dan pengembangan masyarakat. Sedangkan penelitian Okazaki (2008) menyimpulkan bahwa pendekatan partisipasi masyarakat direkomendasikan sebagai bagian integral dari pembangunan pariwisata berkelanjutan. 2012) menjelaskan bahwa ekowisata merupakan suatu bentuk pariwisata yang menekankan partisipasi masyarakat dalam pengembangannya. Dari berbagai penjelasan yang diberikan mengenai ekowisata, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan ekowisata.
Menurut Goodman, tahapan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata berbeda-beda, mulai dari perencanaan, penentuan desain, pelaksanaan hingga pemantauan dan penikmatan hasilnya atau yang disebut dengan “partisipasi sejati” atau dengan kata lain masyarakat sebagai pelaku pariwisata (Pitana, 2002). . Partisipasi masyarakat dapat diartikan sebagai suatu proses dimana masyarakat umum berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik sebagai individu maupun atas nama perkumpulan atau perkumpulan (André, 2012). Berbagai teori partisipasi masyarakat yang telah dijelaskan digunakan untuk menganalisis rumusan masalah pertama dalam penelitian ini, yaitu bagaimana masyarakat Desa Komodo berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat
Syerly (2003), meneliti partisipasi masyarakat dalam program pembangunan perumahan nelayan di Desa Penjajap di Desa Pemangkat, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Hasil penelitiannya menemukan bahwa faktor penghambat partisipasi adalah perencanaan terpusat, sifat ketergantungan masyarakat dan kebiasaan masyarakat, sedangkan faktor yang mendorong mereka bersedia pindah adalah kondisi dan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal, peran fasilitator. dulu. (tim penyuluhan dan pembinaan pemukiman kembali) dan peran tokoh formal dan informal desa Penjajap dalam mendukung program. Dewi (2014) dalam disertasinya yang salah satu tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, ia menemukan ada tujuh faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat.
Faktor yang mempengaruhi adalah faktor motivasi, kualitas modal, pemahaman, manajemen, komunikasi, faktor sosial budaya dan manajerial. Dari berbagai temuan penelitian dan teori terkait faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa; Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dibedakan menjadi dua macam, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat partisipasi masyarakat. Berbagai teori faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yang telah dijelaskan akan digunakan untuk mempertajam analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Manfaat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan
McIntosh dan Goeldner (1986) menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat luas dalam mencapai lima tujuan pembangunan pariwisata, yaitu sebagai berikut; Berbagai teori mengenai manfaat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata yang telah dijelaskan akan digunakan untuk mempertajam analisis mengenai rumusan masalah ketiga penelitian ini, yaitu mengenai dampak positif pengembangan ekowisata terhadap pendapatan Masyarakat Desa Komodo.
Kerangka Pikir
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini, seperti data statistik Taman Nasional Komodo, jumlah penduduk yang tinggal di Desa Komodo, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo, dan lain sebagainya. Menurut Sugiyono (2007), sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data tersebut dapat diperoleh dari buku teks, hasil penelitian, majalah, publikasi ilmiah dan arsip resmi yang berkaitan dengan penelitian dan lain sebagainya.
Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen publikasi, seperti jurnal penelitian, buku teks, data statistik Desa Komodo, Renstra Balai Taman Nasional Komodo, kumpulan peraturan perundang-undangan, dan lain sebagainya.
Metode Pengumpulan Data
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan kepada informan dengan tujuan untuk memperoleh informasi terkait dengan topik penelitian. Wawancara tatap muka dalam penelitian ini maksudnya peneliti melakukan wawancara tatap muka dengan informan dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan topik penelitian. Sedangkan wawancara jarak jauh dalam penelitian ini maksudnya peneliti melakukan wawancara terhadap informan tanpa bertatap muka.
Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang diyakini mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang cukup mengenai topik penelitian tersebut. Bentuk pertanyaan yang diajukan pada saat proses wawancara dengan informan dalam penelitian ini dapat dilihat secara lengkap pada lampiran pedoman wawancara pada halaman 31. Hal ini dilakukan agar proses wawancara tetap terfokus pada tujuan awal yaitu menggali informasi mengenai permasalahan yang timbul, dirumuskan dalam penelitian ini.
Informan Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam proses wawancara adalah panduan wawancara, daftar pertanyaan atau angket, alat perekam dan buku catatan. Dalam proses wawancara, informasi yang diberikan informan atau sumber didokumentasikan dengan alat perekam atau ditulis dalam buku catatan. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dinilai peneliti mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang cukup mengenai topik penelitian tersebut (purposif).
Daftar informan yang telah diuraikan adalah pihak-pihak yang berkepentingan. pemangku kepentingan pariwisata di TNK pada umumnya dan Pulau Komodo pada khususnya yang mempunyai pengetahuan mengenai situasi atau fenomena yang terjadi saat ini.
Definisi Operasional
Metode Analisis Data
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Kondisi Geografis
Kondisi Sosial
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Desa
Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo tidak lepas dari campur tangan berbagai pemangku kepentingan. Berbagai dukungan pemangku kepentingan inilah yang mendorong masyarakat Desa Komodo untuk ikut serta dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Dukungan dari Balai Taman Nasional Komodo mendorong masyarakat Desa Komodo untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan mendorong masyarakat Desa Komodo untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tersebut, masyarakat Desa Komodo berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Pada bab sebelumnya telah dibahas mengenai bentuk partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Bapak Iskandar (47 tahun) merupakan salah satu warga Desa Komodo yang turut serta dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Terbatasnya anggaran pengelolaan BTNK mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo.
Fluktuasi kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo menjadi salah satu faktor penghambat partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penghambat partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Masyarakat Desa Komodo yang ikut serta dalam upaya ekowisata di Pulau Komodo menghasilkan produk ekowisata berupa barang dan jasa.
Kesulitan dalam memasarkan produk ekowisata menjadi salah satu faktor penghambat partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam upaya ekowisata di Pulau Komodo.
Dampak Positif Pengembangan Ekowisata Terhadap Pendapatan
Masyarakat Desa Komodo sebagai masyarakat lokal Pulau Komodo merupakan masyarakat dengan budaya yang dibangun dari aspek kelautan dimana laut merupakan sumber daya alam yang menjadi sandaran kehidupan. Informasi yang diberikan oleh Ny. Dewi Kusnia menegaskan, partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo menunjukkan hal positif. Dalam artian, masyarakat Desa Komodo yang awalnya merupakan nelayan tradisional menyadari bahwa ekowisata di Pulau Komodo berpotensi memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, sehingga masyarakat mulai turut serta dalam sektor ekowisata.
Informasi lain mengenai dampak positif pengembangan ekowisata di Pulau Komodo dalam membuka lapangan kerja baru bagi warga Desa Komodo datang dari Pak Supardin yang merupakan warga Desa Komodo yang berprofesi sebagai pengrajin patung Komodo. Meningkatnya pengembangan ekowisata di Pulau Komodo membuat masyarakat desa Komodo semakin terbuka dalam usaha ekowisata. Namun seiring dengan berkembangnya pariwisata di Pulau Komodo, perlahan-lahan masyarakat Desa Komodo mengalami pergeseran mata pencaharian dari sektor kelautan ke sektor ekowisata.
Peralihan pekerjaan masyarakat Desa Komodo secara tidak langsung berdampak positif terhadap terjaganya ekosistem perairan di sekitar Pulau Komodo. Berikut petikan wawancara dengan Ny. Dewi Kusnia (35 tahun) dari Balai Taman Nasional Komodo menunjukkan adanya pergeseran mata pencaharian masyarakat Desa Komodo dari sektor kelautan ke sektor ekowisata. Dalam hal ini, masyarakat Desa Komodo yang awalnya merupakan nelayan tradisional menyadari bahwa ekowisata di Pulau Komodo memiliki potensi.
Ia mencontohkan masyarakat Desa Komodo yang mengalami peralihan mata pencaharian dari sektor kelautan ke sektor ekowisata sebagai penjual oleh-oleh di Loh Liang. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama menjadi warga Desa Komodo, ia mengalami pergeseran mata pencaharian dari yang semula sebagai nelayan kemudian beralih ke bidang usaha ekowisata sebagai penjual oleh-oleh di Loh Liang. Informasi lain mengenai peralihan mata pencaharian masyarakat Desa Komodo dari sektor kelautan ke sektor ekowisata datang dari Bapak. Supardin datang.
Tn. Supardin merupakan salah satu warga Desa Komodo yang saat ini bermatapencaharian sebagai pengrajin patung Komodo.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran