• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF STABILITAS KAPAL KECIL - Hang Tuah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF STABILITAS KAPAL KECIL - Hang Tuah"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

Dalam menghitung kestabilan kapal besar dengan ukuran ≥ 24 meter digunakan aturan International Code on Intact Stability edition, sedangkan untuk kapal < 24 meter atau kapal kecil tetap menggunakan aturan International Code on Intact Stability edition. digunakan. digunakan. , karena belum ada aturan baku khusus untuk kapal kecil. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah menyelesaikan penulisan monografi stabilitas kapal kecil. Tujuan penulisan monografi stabilitas kapal kecil adalah untuk mengidentifikasi kondisi operasional dan melakukan uji eksperimental terhadap stabilitas kapal kecil.

Keunggulan penulisan monografi stabilitas kapal kecil berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan kelembagaan berupa pengembangan bahan ajar pada mata kuliah Teori Pembuatan Kapal.

TINJAUAN PUSTAKA

UMUM

MG : Jarak antara pusat gravitasi (G) dan titik metasentral (M) KB : Jarak antara titik lunas (K) dan titik apung (B) KG : Jarak antara titik lunas (K) dan pusat gravitasi (G). Keadaan dimana suatu kapal mengalami kemiringan akibat adanya gaya luar, maka kapal akan kembali ke posisi semula apabila gaya tersebut hilang. Dalam hal ini letak titik M (metacenter) berada di atas pusat gravitasi G, atau nilai MG bernilai positif. Gambar 2.5: Keseimbangan stabil 2) Keseimbangan labil.

Kondisi ketika kapal terbalik karena adanya gaya luar, maka posisi kapal akan cenderung lebih banyak berubah dari posisi awalnya setelah gaya tersebut hilang.

Gambar 2.1 : Pergeseran titik B akibat kapal oleng
Gambar 2.1 : Pergeseran titik B akibat kapal oleng

KRITERIA STABILITAS UTUH UNTUK KAPAL KECIL DARI GERMANISCHER LLOYD GERMANISCHER LLOYD

Suatu kondisi dimana kapal agak miring dari posisi awalnya karena adanya gaya luar, kemudian benda tetap pada posisi baru meskipun gaya luar tersebut hilang. Untuk perahu layar (termasuk motor yacht) tanpa lunas pemberat, momen akibat tekanan angin lateral tidak melebihi sudut tumit sebesar 30° berdasarkan rumus berikut. Jika air dapat masuk ke kapal melalui bukaan yang tidak terlindungi dengan sudut kemiringan <30°, maka sudut yang diijinkan dapat dikurangi.

Selama uji coba laut, kecepatan ditingkatkan secara bertahap hingga sudut belok 12 atau kecepatan maksimum tercapai.

Gambar 2.7 : Definisi L WL  & L H
Gambar 2.7 : Definisi L WL & L H

ROLLING PERIOD TEST

  • Perkiraan Tinggi Metacenter (GM 0 )
  • Prosedur Pengujian Uji Oleng

Uji roll harus dilakukan dengan hati-hati karena pemeriksaan stabilitas periode roll hanya mengukur titik metacenter (GM0), tidak mempertimbangkan momen recoil; jika hasil pengujian memberikan nilai GM0 kurang dari 0,20 meter, maka pengujian tidak dapat diterima. Karena alasan yang dijelaskan di bawah ini, secara umum tidak disarankan agar hasil yang diperoleh dari osilasi gelinding diambil saat kapal berada di laut. Seringkali pengukuran hanya dapat dilakukan dalam periode yang sangat singkat dari seluruh periode osilasi yang terjadi.

Nilai koefisien deviasi (f) merupakan nilai rata-rata, nilai f yang digunakan sebesar ±0,054 dari nilai pada tabel. Untuk kapal pantai (coaster) berukuran normal (tidak termasuk kapal tanker) dan diperhitungkan nilai rata-ratanya. Jika jarak dari pusat osilasi semakin besar maka diperoleh koefisien periode rotasi yang semakin besar, sehingga diharapkan demikian.

Stabilitas awal juga dapat ditentukan lebih mudah dengan diagram pada gambar berikut. Periode heeling yang dihitung adalah waktu yang diperlukan kapal untuk memperoleh hasil yang akurat. Syarat-syarat yang harus diperhatikan untuk memperoleh hasil pengujian yang akurat adalah sebagai berikut. Setelah ayunan selesai, tindakan ini diulangi setidaknya dua kali. Apabila memungkinkan, setiap kegiatan pencatatan ayunan sempurna dilakukan dengan jumlah pencatatan yang sama untuk menjaga konsistensi, misalnya dengan mengulang pencatatan ayunan kapal itu sendiri hingga Jika waktu memungkinkan maka diambil nilai rata-rata dari sejumlah hasil pencatatan waktu ayunan yang diambil. , yang digunakan sebagai angka untuk perhitungan.

Jika cara menaikkan atau menurunkan muatan digunakan untuk mengayunkan kapal, sebaiknya digunakan derek pantai, dan jika menggunakan derek atau winch kapal, muatan harus ditempatkan pada posisi yang berada tepat di tengah-tengah kapal. setelah berputar. Untuk memeriksa keadaan ini dan memperkirakan jumlah osilasi yang dapat dihitung dan dicatat pada waktunya, osilasi awal dapat dilakukan sebelum pencatatan sebenarnya dilakukan.

Gambar 2.12 : Menentukan GM dari diagram koefisien rolling (f)                           dan Tr
Gambar 2.12 : Menentukan GM dari diagram koefisien rolling (f) dan Tr

METODE PELAKSANAAN

Identifikasi Kondisi Operasional Kapal Kecil

Uji Eksperimental Stabilitas Kapal Kecil

Benda-benda yang berukuran besar dan menggantung serta benda-benda yang dapat bergerak hendaknya diikat agar benda tersebut tidak bergerak. Pengaruh permukaan bebas dari tangki yang tidak terisi penuh harus diminimalkan selama pengujian. Untuk menghindari arus pasang surut, pengujian dilakukan pada saat air surut atau ditambatkan sedemikian rupa sehingga arus kecil mengalir dari haluan ke buritan.

Tempatkan sejumlah orang di tengah-tengah panjang kapal, kemudian orang-orang tersebut diperintahkan berlari searah melintang kapal. Pencatatan dimulai dari saat kapal berayun ke seberang pada posisi simpangan paling besar, misalnya diambil dari posisi kapal miring ke kiri bergerak melalui posisi tegak sampai kapal miring ke kiri, setelah satu kali ayunan pencatatan berlangsung. lanjutkan untuk periode miring berikutnya. Waktu periode ayunan penuh (misalnya untuk satu kali ayunan pergerakan dari/ke lambung kiri-lambung kanan-lambung kiri, atau sebaliknya adalah f : Koefisien bilangan bulat, faktor periode tumit. 8) Selanjutnya nilai GM dianalisis menggunakan batasan kriteria stabilitas kapal kecil.

Gambar 3.1 : M : titik metacenter , G : center gravity,   B : center buoyancy ,
Gambar 3.1 : M : titik metacenter , G : center gravity, B : center buoyancy ,

STABILITAS KAPAL KECIL

IDENTIFIKASI KONDISI OPERASIONAL KAPAL KECIL 1. Data Kapal Kecil di Kecamatan Brondong

  • Data Kapal Kecil di Kecamatan Paciran
  • Data Kapal Kecil di Kecamatan Kranji

Jadi siapapun yang bersedia menjadi anak buah kapal dan berkomitmen bekerja selama pelayaran kapal ini akan langsung diterima bekerja. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di atas kapal, kapal kargo “Berkat Rahmat” yang memiliki rute Lamongan-Sampit merupakan kapal yang relatif aman karena tidak pernah terjadi kerusakan pada lambung kapal selama pelayaran. Kapal ikan yang ditambatkan di salah satu galangan kapal di Kabupaten Paciran ini memiliki ciri-ciri lambung yang tebal.

Dilihat dari kondisi kapal yang memiliki draft yang dalam dan freeboard yang memenuhi ketentuan kelas, kapal Paciran ini memiliki kestabilan yang baik saat terisi penuh di tengah laut. Namun karena kapal yang diselidiki sedang terdampar dan tidak ada pemiliknya, kami tidak dapat memastikan kestabilan sebenarnya dari kapal tersebut. Dari penelitian yang dilakukan dapat dikatakan bahwa ciri-ciri kapal yang ada di pesisir Kabupaten Paciran antara lain memiliki bentuk lambung yang besar dengan draft yang besar sehingga dapat membawa ikan hasil tangkapan lebih banyak.

Kondisi kapal ketika berada di atas air dapat dilihat pada gambar berikut, mirip dengan kapal yang terletak tidak jauh dari tempat Anda mengamati kapal tersebut. Kapal-kapal yang berada di kawasan perkampungan nelayan distrik Kranj ini berukuran sama yakni 18 GT. Pembuatan kapal di Kecamatan Kranj memiliki karakteristik yang mirip dengan kapal di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban.

Jadi untuk ukuran GT yang sama, perahu nelayan di kabupaten Kranji memiliki ketinggian yang lebih rendah dibandingkan perahu di kabupaten Paciran. Survei yang dilakukan memberikan informasi bahwa perahu nelayan rakyat di Kecamatan Kranji mempunyai ciri dan bentuk yang mirip dengan yang ada di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban.

Gambar 4.2.: KM. Berkat Rahmat (Bangunan Atas)
Gambar 4.2.: KM. Berkat Rahmat (Bangunan Atas)

REKAPITULASI DAN ANALISIS SURVEI KONDISI OPERASI KAPAL KECIL KAPAL KECIL

RINGKASAN DAN ANALISIS SURVEI KONDISI OPERASI KAPAL KECIL. kapal penumpang kurang dari 34 GT dan kapal ikan kurang dari 38 GT. Kapal survei kecil ini dibuat di galangan kapal tradisional dengan menggunakan metode yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Persyaratan freeboard mengharuskan setiap bukaan di kapal dilengkapi dengan ambang jendela, namun persyaratan untuk kapal kecil kurang dari 24 m memerlukan pertimbangan khusus.

Alasan kapal-kapal kecil ini tidak memiliki dokumen stabilitas adalah karena kapal-kapal tersebut dibangun di galangan kapal tradisional yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat dokumen stabilitas. Jadi, meski kapal yang dibangun kuat, namun desainnya relatif kurang efisien dan tidak memenuhi unsur keselamatan kapal. Jika galangan kapal tradisional dibantu dengan sosialisasi ilmu desain kapal dan bantuan pembuatan kapal dari pemerintah daerah, maka kapal yang dibangun akan lebih baik.

Survei terhadap kapal-kapal kecil memberikan bukti bahwa gambar kapal dan laporan perhitungan stabilitas kapal yang disampaikan sebagai persyaratan dokumen kapal pun tidak sesuai dengan kondisi kapal yang sebenarnya. Galangan kapal tradisional ini dibantu dengan menyebarluaskan pengetahuan tentang uji stabilitas dan kemiringan kapal, serta cara membuat dokumen stabilitas kapal yang memenuhi standar dan dapat diserahkan untuk diperiksa oleh badan klasifikasi. Karena small yard terus memproduksi kapal sesuai standarnya dan kondisi stabilitas kapal kecil yang ada perlu segera diatasi, maka diperlukan metode sederhana untuk menganalisis stabilitas kapal kecil.

Oleh karena itu, penerapan peraturan keselamatan pada kapal kecil memerlukan pertimbangan bagaimana kapal dapat terus beroperasi tanpa mengganggu operasional kapal. Kapal-kapal kecil yang beroperasi harus diwajibkan melengkapi perlengkapan dasar keselamatan dan navigasi kapal seperti jaket pelampung, jaket pelampung, kompas dan radio komunikasi dalam batas waktu tertentu.

PROSEDUR ROLLING PERIOD TEST

Kapal-kapal yang tidak laik laut dari segi konstruksi kapal dan keselamatan kapal tetap dapat beroperasi dan mempunyai izin berlayar, bahkan ada kapal ikan asing yang sudah dibeli namun belum diberi nama dan juga dapat berlayar. Di satu sisi kapal tidak layak berlayar, namun di sisi lain dibutuhkan karena menyangkut kebutuhan pelayanan dan kebutuhan hidup masyarakat. Selain itu, peran pemerintah diharapkan lebih aktif dalam hal pencegahan, seperti sosialisasi keselamatan kapal kepada operator kapal.

Ketinggian metasentrik adalah jarak dari pusat gravitasi sampai perpotongan dua garis vertikal, salah satunya melewati pusat gaya angkat (Bouyancy) pada saat kapal dalam keadaan setimbang, sedangkan garis lainnya melalui garis tengah daya apung pada saat lambung kapal miring. ke satu sisi (B1 ). Waktu periode ayunan penuh (untuk ayunan, misalnya gerakan dari / ke samping kiri - samping kanan - samping kiri atau sebaliknya f : Koefisien roll, faktor periode roll, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.2: Koefisien gulungan f) Bejana kosong atau bejana berisi air pemberat 0,88 Bejana bermuatan penuh dan mengangkut cairan.

Gambar 4.11 : M : titik Metacenter , G : center gravity , B : center  buoyancy,
Gambar 4.11 : M : titik Metacenter , G : center gravity , B : center buoyancy,

UJI COBA EKSPERIMENTAL ROLLING PERIOD TEST DI KAPAL KECIL KAPAL KECIL

  • Uji Coba Rolling Period Test KM. TRIA JAYA

TRIA JAYA mengingat kapal tersebut merupakan kapal yang berukuran kurang dari 24 meter, jenis kapalnya adalah kapal perikanan dan kapal tersebut merupakan kapal tradisional. Pemilik kapal, seorang awak kapal, dan perwakilan Layanan TPI Kranji berada di kapal selama penyelidikan. Alat-alat yang diperlukan dalam pengujian masa penggulungan adalah meteran, penanda batas penggulungan (bisa menggunakan kapur atau selotip berwarna cerah), pengatur waktu (stopwatch), dan kamera video untuk dokumentasi.

Tria Jaya memerlukan 8 orang untuk memiringkan kapal hingga batas kemiringan maksimal (37,5 cm), pengatur waktu kemiringan meliputi staff untuk memiringkan kapal dan 1 orang sebagai perekam video dan dokumentasi selama percobaan, sehingga total dibutuhkan 9 orang. . Selain bertugas mencatat periode geser, perekam periode pengocokan juga memberikan sinyal untuk memulai percobaan. Pergerakan ini dihitung 1 roll, sehingga kapal harus memindahkan 4 roll sesuai prosedur uji periode rolling.

Kriteria stabilitas kapal kecil kurang dari 24 m menurut Germanischer Lloyd (GL) dan RINA (Registro Italiano Navale) menyatakan bahwa GM harus lebih dari 0,35 m, sedangkan GM KM. Namun, kriteria stabilitas RINA untuk kapal kecil kurang dari 24m menyatakan bahwa pengecualian dibuat ketika kapal kosong, sehingga diperlukan uji periode bergulir dalam kondisi muatan penuh. TRIA JAYA pada saat beban penuh kurang dari 0,35 m maka dapat dipastikan KM.TRIA JAYA tidak memenuhi kriteria kestabilan.

Uji run in period yang dilakukan di Pelabuhan TPI Kranji, Lamongan, Jawa Timur menemui beberapa kendala. Kendala tersebut lebih banyak berkisar pada kondisi pelabuhan yang belum mendukung pelaksanaan uji berkala secara berkelanjutan.

Gambar 4.16: KM Tria Jaya
Gambar 4.16: KM Tria Jaya

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

SIMPULAN

REKOMENDASI

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA PENULIS

Gambar

Gambar 2.1 : Pergeseran titik B akibat kapal oleng
Gambar 2.2 : Titik metacenter (M)  Titik metacenter dapat ditemukan dengan rumus :
Gambar 2.4 : Kurva lengan stabilitas statis (GZ)
Gambar 2.5 : Keseimbangan stabil  2)  Keseimbangan labil.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Identifikasi harga kapal bekas dengan survey market melalui internet pada situs-situs broker penjualan kapal baik dalam negeri maupun luar negeri dan diperoleh data tentang harga, tipe