• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Surat Pernyataan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Surat Pernyataan"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian .1 Tujuan Umum

Manfaat

Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya yang harus membuat studi kasus asuhan keperawatan pada anak yang didiagnosa gastroenteritis. Selain itu untuk mengetahui profesi keperawatan dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosis gastroenteritis.

Metode Penelitian .1 Metode

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari keluarga atau kerabat klien, rekam medis perawat, hasil pemeriksaan dan tim kesehatan lainnya. Kajian pustaka mengkaji buku-buku sumber yang berkaitan dengan judul studi kasus dan permasalahan yang dibahas.

Sistematika Penelitian

Pada Bab 2 akan dijelaskan secara teoritis mengenai konsep penyakit dan asuhan keperawatan pada anak dengan gastroartritis.

Diare akut adalah diare yang sering terjadi secara tiba-tiba pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. Zat-zat yang akan dikeluarkan dari tubuh berupa feses, urine dan CO2 sebagai hasil dari proses pernafasan.

Konsep Anak .1 Pengertian

Pada tahap ini terjadi perubahan fisik dan mental pada usia biologis seperti orang dewasa, sehingga tampaknya ada kontraindikasi bagi orang lain. Pada tahap ini, dewasa muda belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain secara lebih mendalam.

Tabel 2.2 Perkembangan anak usia 25-36 bulan  GERAKAN
Tabel 2.2 Perkembangan anak usia 25-36 bulan GERAKAN

Mereka mungkin menunjukkan ketidakpuasan dengan kepulangan atau kepergian orang tua mereka; menolak untuk mengamati rutinitas yang biasa pada waktu makan, waktu tidur atau buang air atau kembali ke tingkat perkembangan yang lebih primitif. Secara umum, anak usia sekolah lebih mampu menghadapi perpisahan, stres, dan seringkali akibat penyakit atau rawat inap dapat meningkatkan kebutuhan mereka akan kepastian dan bimbingan dari orang tua mereka. Anak-anak usia sekolah menengah dan akhir mungkin lebih bereaksi terhadap pemisahan dari kegiatan dan teman sebaya yang biasa mereka lakukan daripada ketidakhadiran orang tua.

Anak prasekolah juga menderita kehilangan kendali yang disebabkan oleh keterbatasan fisik, perubahan rutinitas, dan ketergantungan yang harus dihormati. Anak-anak usia sekolah biasanya rentan terhadap peristiwa yang mengurangi rasa kendali dan kekuasaan mereka. Orang tua mungkin bereaksi dengan tidak percaya pada awalnya, terutama jika penyakitnya muncul tiba-tiba dan serius.

Jika ini tidak memungkinkan, orang tua harus dapat melihat anak mereka setiap saat untuk menjaga kontak. komunikasi antara orang tua dan anak. Orang tua diharapkan dapat berpartisipasi dalam perawatan anak yang sakit, terutama dalam perawatan yang dapat dilakukan. Teknik untuk meminimalkan gangguan dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari adalah dengan menggunakan jadwal kegiatan terstruktur yang mencakup kegiatan penting bagi anak, seperti prosedur tindakan, bermain dan menonton TV. Formulir ini telah disiapkan oleh perawat, orang tua dan anak secara bersama-sama.

Konsep asuhan keperawatan .1 Pengkajian

Berat badan normal 2,5 kg – 4 kg, panjang bandan normal 49 – 52 cm, status kesehatan baik, Apgar score, ada tidaknya kelainan bawaan. Pada umumnya penyakit diare mempunyai daerah epidemik di sebagian besar wilayah dan kumuh, hal ini berkaitan dengan masalah ekonomi, lingkungan penyebab diare dapat berhubungan dengan wabah air, tanah dan lalat. Inspeksi : bentuk dada simetris, pola nafas teratur, irama nafas teratur, frekuensi nafas normal, tidak ada kontraksi otot pernafasan tambahan, tidak ada batuk.

Pemeriksaan : Kesadaran menurun, GCS menurun, tidak ada kelainan saraf kranial, tidak kejang, tidak ada nyeri kepala. Inspeksi : tidak ada fraktur, tidak ada dislokasi, kebersihan kulit Palpasi : akral hangat, turgor kulit kembali < 3 detik, kelembaban kulit kering, elastisitas menurun, biasanya pada anak dengan diare ubun-ubun cekung. Bau: tidak ada kotoran, penciuman tajam, tidak ada kelainan Pendengaran: bentuk telinga normal, pendengaran akut, tidak ada kelainan.

Tidak ada pembesaran tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar parotis, tidak ada hiperglikemia, tidak ada hipoglikemia. Kriteria Tujuan/Hasil Intervensi Rasional Setelah 1x24 jam aktivitas keperawatan tidak ada resiko syok hipovolemik. Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan diare pasien hilang.

Tabel  2.6  Intervensi  keperawatan  Defisien  volume  cairan  yang  berhubungan  dengan kehilangan cairan aktif
Tabel 2.6 Intervensi keperawatan Defisien volume cairan yang berhubungan dengan kehilangan cairan aktif

TINJAUAN KASUS

Pengkajian .1 Identitas

Ibu pasien mengatakan bahwa ia melahirkan secara normal di klinik dengan bantuan bidan, persalinan memakan waktu ½ jam dan tidak ada komplikasi setelah melahirkan. Ibu pasien mengatakan anaknya mulai dapat makan, nafsu makan sebelum sakit baik, frekuensi makan 3x sehari dengan makan 1 porsi, menu nasi kukus dan pisang 1 buah, tidak ada pantangan makanan, ada tidak ada pantangan pola makan, cara makan disuapi oleh ibunya, ritual saat makan selalu minta digendong dan diajak jalan-jalan. Pada saat sakit anak mengalami penurunan nafsu makan, tidak ada keteraturan makan, hanya minum asi, menu makan hanya asi saja, tidak ada makanan yang dilarang, tidak ada pantangan pola makan, ada tidak ada cara makan, tidak ada ritual saat makan.

Bentuk dada simetris, pola pernapasan teratur, ritme pernapasan teratur, bunyi napas vesikular, susunan tulang belakang normal, fremitus vokal tidak dinilai, tidak ada retraksi otot bantu pernapasan, perkusi toraks nyaring, tidak ada alat bantu pernapasan, tidak ada batuk. Tidak ada nyeri dada, irama jantung teratur, nadi kuat terasa di arteri radialis, bunyi jantung s1 s2 tunggal, CRT <3 detik, tidak ada sianosis, tidak ada jari tabuh. Kesadaran compos mentis, GCS : 4-5-6, reflek isap ada, ada menggenggam, ada Babinsky, ada Moro, tidak ada kejang, leher tidak kaku, tidak ada sakit kepala, tidak ada kelainan saraf kranial, ibu pasien mengatakan anaknya tertidur. Di rumah 3 jam dari jam 11.00 WIB sampai 14.00 WIB, tidur 9 jam dari jam 20.00 WIB sampai 04.00 WIB.

Bentuk kelamin normal, uretra normal, alat kelamin bersih, frekuensi buang air kecil 2x/hari, warna kuning, bau khas urin, produksi urin 150 ml/hari dan popok, tidak ada alat bantu yang digunakan, tidak ada masalah dengan pengeluaran urin. Kemampuan menggerakkan sendi dan tungkai dengan bebas, kekuatan otot/tonus otot tidak dinilai pada pemeriksaan pasien pilih-pilih, tidak ada fraktur, tidak ada dislokasi, kulit sekitar anus merah, akral hangat, turgor <3 detik, tidak ada edema, ubun-ubun cekung dan masalah perawatan yang yang terjadi adalah rusaknya integritas kulit. Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar parotis, tidak ada hiperglikemia, tidak ada hipoglikemia.

Analisa Data

Diagnosa Keperawatan .1 Daftar masalah keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan Tanggal : 21 November 2019

Ajari orang tua pasien cara membersihkan pantat dengan lembut menggunakan sabun lembut non-alkali dan air hangat. Sehingga dapat dibersihkan dengan hati-hati karena feses penderita diare sangat mengiritasi kulit. Setelah melakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit diharapkan orang tua pasien memahami proses penyakit dan program pengobatan serta terapi yang diberikan dengan kriteria hasil.

Implementasi Keperawatan

Amati turgor kulit (<3 detik) 7. Amati kram dan nyeri perut. tidak ada kram atau sakit perut). Anjurkan keluarga pasien untuk tetap membersihkan area bokong dengan baik dan tidak menggunakan tisu yang mengandung alkohol.

Catatan perkembangan

Evaluasi Keperawatan

PEMBAHASAN

  • Pengkajian
  • Perencanaan
  • Implementasi
  • Evaluasi

Menurut penulis, tidak ada gap antara literature review dan case review pasien An.A, dengan diare cair kuning 3x. Berdasarkan hasil penelitian terlihat adanya kesenjangan antara literature review dan case review, dimana keluarga pasien pada case review tidak menderita penyakit diare dan lingkungan rumah bersih, jauh dari tempat pembuangan sampah dan sinar matahari. bisa masuk ke dalam rumah. Menurut penulis/peneliti tidak ada gap antara literature review dan case review karena terdapat kesamaan yaitu penurunan nafsu makan dan cairan yang hanya masuk ke ASI.

Menurut penulis, hasil pemeriksaan fisik sistem pernapasan menunjukkan tidak ada perbedaan antara literature review dan case review. Ibu pasien mengatakan bahwa kebiasaan tidur anaknya adalah menyusui dan tidak ada gangguan tidur. Menurut penulis tidak ada gap antara literature review dan case review karena pasien tidak mengalami penurunan output urin.

Menurut penulis terdapat kesenjangan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus dimana diare pasien tidak dikategorikan diare berat sehingga feses pasien tidak keluar darah dan lendir jika terdapat darah dan lendir akibat infeksi pada bakteri Clostridium difficile yang menyebabkan diare hebat disertai dengan tinja berdarah dan berlendir atau yang disebut disentri. Menurut penulis tidak ada gap antara literature review dan case review, hal ini dikarenakan sebagian besar kasus diare pada anak menyerang sistem pencernaan sehingga menyebabkan infeksi usus yang menimbulkan gejala gastrointestinal. Sedangkan pada pemeriksaan kasus ditemukan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar parotis, tidak ada hiperglikemia, tidak ada hipoglikemia.

PENUTUP

Kriteria hasil : orang tua pasien mampu menjelaskan kembali tentang diare, orang tua pasien mampu menyebutkan kembali penyebab diare, orang tua pasien mampu menyebutkan 4 dari 7 penyebab diare, orang tua pasien menyebutkan pencegahan diare . Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis secara aktif melibatkan pasien dalam pelaksanaan asuhan keperawatan karena banyak tindakan keperawatan yang membutuhkan kerjasama antara perawat dan pasien. Aditya, (2012) Hubungan pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten.

Hubungan perilaku pencegahan diare ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kalikajar I Kabupaten Wonosobo. Faktor kejadian diare pada balita dengan pendekatan teori Nola J.Pender di IGD RSUD Ruteng Jurnal Perawat Universitas Airlangga [e-journal] 03:02 WIB.

YAYASAN KERT.へ CENDEKIA

RUMAH SAKI丁 UMUM DAERAH BAN(31L

К ABUPATEN PASURUAN

  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Sasaran
  • Metode 1. Ceramah
  • Setting Ruangan
  • Evaluasi

Sebelum menandatangani (預 baw由, saya memberi tahu lnendOpa量雛意」brc13 tentang tugas menyalin studi kasus ini dengan jelas dari siswa yang ada di sana. Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengalaman dalam hal ini bqpa亜 dan saya telah menerima warna copy fo.1.ini Dalam keadaan infeksi, kebutuhan gizi anak diare akan meningkat, sehingga setiap serangan diare akan menyebabkan gizi buruk.

Diare adalah suatu keadaan dimana frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak-anak. Di usus, penyebab diare yang paling umum pada anak kecil adalah infeksi berbagai bakteri, yang dapat disebabkan oleh infeksi organisme disentri basiler, bakteri selain virus dan protozoa. Kebiasaan personal hygiene yang penting dalam penularan kuman diare adalah mencuci tangan.

Mencuci tangan dengan sabun terutama setelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan/menyusui berpengaruh terhadap kejadian diare. Agar dapat mencuci tangan dengan baik dan benar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti menggunakan sabun dengan baik dan benar. Pencegahan penyakit diare dan penyakit yang ditularkan melalui air lainnya hanya dapat dilakukan dengan penyediaan air bersih, penggunaan jamban saniter untuk pembuangan limbah cair dan padat rumah tangga serta menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar dan sebelum berobat. makanan dan tempat penyimpanan makanan, makanan dalam keadaan tertutup (Kemenkes, 2014).

AKPER KERTA CENDEKIA SIDOARJO

Meneruskan ASI, beri minum 10 cc per kilogram berat badan anak setiap kali BAB untuk mengganti cairan yang hilang.

DIARE

TERUSKAN PEMBERIAN MAKAN

MENCARI PENGOBATAN LANJUTAN

SEGERA BERI BANYAK MINUM

PENGERTIAN DIARE

PENYEBAB DIARE

PENCEGAHAN DIARE

TANDA DAN GEJALA

Gambar

Tabel 2.2 Perkembangan anak usia 25-36 bulan  GERAKAN
Tabel 2.3 Perkembangan anak usia 36-48 bulan  GERAKAN
Tabel 2.4 Perkembangan anak usia 49-60 bulan  GERAKAN
Tabel 2.5 perkembangan anak usia 61-72 bulan  GERAKAN
+7

Referensi

Dokumen terkait

➤ Clinical value of herbal medicine: Herbal remedies for acute rhinitis (head colds) are cheap and safe. They do not damage the mucous membranes of the nose, even when used for