• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Tasawuf Renungan - repository.iainpare.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Tasawuf Renungan - repository.iainpare.ac.id"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

Penulis: Muhiddin Muhammad Bakri Kata Pengantar: Dr. REFLEKSI MUHAMMAD MUTAWALLI AL-SYA'RAWI TERHADAP SUOFISME, Penulis: Muhiddin Muhammad Bakri;. Manuskrip asal tesis ini bertajuk "Wacana Rohani dalam Islam: Kajian Pemikiran Tasawuf Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi".

Pengantar Editor

Selanjutnya bagaimana konsep maqam dan ahwal al-Sya'rawi, dan terakhir bagaimana corak pemikiran tasawuf al-Sya'rawi. Terakhir, pada bab utama buku ini akan terlihat pemikiran al-Sya'rawi tentang tasawuf.

Prolog

Karya paling monumental yang diterbitkan oleh murid-muridnya adalah Tafsir al-Sya'rawi. Perenungan (khawathir) Al-Sya'rawi yang terlihat pada dirinya adalah pancaran ketuhanan yang tercurah padanya.

PENDAHULUAN

Al-Qur'an turun serta merta pada malam Lailat al-Qadr dari Bait al-Izzah ke al-sama' al-dunya'. Istilah hakikat atau ma'rifat adalah satu bentuk penyelidikan kerohanian yang telah tersebar luas dalam ajaran Islam seperti yang terdapat dalam al-Quran dan Hadis.

Seolah-olah dengan segala kerendahan hati, al-Sya'rawi tidak mahu mengisytiharkan bahawa karya beliau adalah kitab tafsir. Selain cintanya kepada kitab Allah, al-Sya'rawi juga mencintai Rasulullah saw, sehinggakan beliau pernah melihat Rasulullah dalam mimpinya.

WACANA SPIRITUAL DI DALAM ISLAM

Seperti yang berlaku dalam agama Yahudi, penggambarannya tentang Tuhan tidak ada kaitan dengan zat Tuhan. Menurut al-Sya'rawi, Tuhan yang boleh dikenali melalui pancaindera secara tidak langsung membayangkan Tuhan itu boleh disentuh dan dirasai.

Islam tidak mengenal pemaksaan dalam beragama karena pemaksaan atas kesenangan akan melahirkan kemunafikan murni. Proses pembenaran dalam hati dihadapkan pada hal-hal ghaib (allam al-guyub) tanpa ada benih keterpaksaan di dalamnya 11 QS.

Selain itu, kelebihan al-Sya'rawi adalah kemampuannya dalam menyelaraskan teks-teks Ilahi dengan kehidupan umat manusia sehari-hari.34. Di antara praktik keagamaan tersebut ada yang digambarkan oleh Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi sebagai sosok yang intelektual dan kualitasnya tidak diragukan lagi. Al-Sya'rawi mencatat bahwa; Memang benar Rasulullah tidak mengetahui hal gaib, namun Allah SWT mengajarkan kepadanya menyikapi hal gaib itu sendiri.

Hal ini berdampak pada perbedaan pola pikir dalam memperoleh keyakinan, serta model pelaksanaan peraturan (undang-undang) yang mempunyai ciri khas tersendiri. Metodologi aqliyah (rasional) tentu berbeda dengan metodologi yang ditawarkan naqliyah (irasional).64 Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa pola berpikir manusia sangat syamil (universal). Namun universalitas manusia dalam memahami al-ulum dan al-funun didasarkan pada satu prinsip yaitu rabbani al-.

Substansi tauhid al-asasi (ajaran dasar tauhid) yang telah ada sejak manusia diciptakan di muka bumi ini tidak mengalami penggelapan dan perubahan (tahrif), seperti yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat terdahulu yang mengubah substansi tersebut. Pernyataan ini melatarbelakangi munculnya pluralisme agama yang meyakini bahwa agama-agama tersebut adalah sama dan satu, sejak keberadaan Nabi Adam AS hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Pemahaman ini sangat picik; mereka tidak memahami bahwa agama selain Islam telah mengalami perubahan dan mengaburkan makna hakikat tauhid.

SEPUTAR TENTANG MUHAMMAD MUTAWALLI AL-SYA’RAWI

Saat diuji, al-Sya'rawi sengaja salah membacanya agar gagal dalam ujian. Al-Sya'rawi juga mengikuti semua kegiatan tersebut, di bawah pengawasan ketat ayahnya.15. Al-Sya'rawi adalah seorang pekerja keras dan profesional di bidangnya, dalam karir profesionalnya.

RENUNGAN MUHAMMAD

MUTAWALLI AL-SYA’RAWI TENTANG TASAWUF

Ahmad Umar Hasyim mengatakan dalam kitabnya al-Imam al-Sya`rawi Mufassiran wa Daiyan bahwa pertemuannya dengan al-Sya'rawi di tempat itu merupakan yang kesekian kalinya. Dalam silaturahmi ini, mereka terinspirasi dan menikmati arus spiritual al-nuraniyah (pencerahan spiritual) dari al-Sya'rawi. Badan majlis al-A'la yang bertanggung jawab terhadap tarekat-tarekat ini mencatat beberapa pendapat al-Sya'rawi dalam bidang tasawuf dan selanjutnya dimuat dalam majalah tasawuf al-Islami.

Oleh itu, Allah swt menciptakan alam ini agar manusia dapat hidup di dalamnya terutama manusia dapat mengetahui alam kejadian. Allah swt telah menciptakan benda bergerak untuk manusia dan bergerak bersama manusia, benda bergerak untuk manusia akan diperolehi tanpa perlu berusaha dan berusaha seperti yang dijelaskan di atas. Penciptaan alam ini sangat sempurna dengan kesempurnaan qudrah Allah dalam mencipta segala yang penuh keindahan.

Pemberian yang dibincangkan di atas merupakan satu bentuk rububiyyah Allah swt dalam menciptakan segala sesuatu untuk kemaslahatan hamba-hambaNya, yang harus diperhatikan agar manusia pun yakin akan kebesaran Allah swt. Selanjutnya, bentuklah uluhiyah Allah swt dengan beribadah kepada-Nya tanpa menyekutukan diri dengan menyembah selain Allah swt. Untuk mengetahui dari tanda-tanda kebesaran dan keagungan-Nya, Allah swt menciptakan al-sam'u (pendengaran), al-bashar (penglihatan) dan al-fu'adu (hati) untuk manusia.

Ketiga hal tersebut akan bersinergi dengan tanda-tanda keajaiban alam (al-ayat al-mu'jizat fi al-kaun).

Pandangan-pandangan yang diuraikan di atas merupakan pemikiran al-Sya’rawi tentang pemahaman al-Qur’an, sehingga pemahamannya terhadap nash mencerminkan pemikiran kaum mutasahawwif. Pada dasarnya al-Sya'rawi berpendapat bahwa manusia mempunyai peranan penting dalam menggali potensi fitrahnya dengan mengamati segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT disekitarnya. Al-Sya’rawi memberi istilah ta’ammul dan tadabbur fi al-kaun (pengamatan manusia terhadap lingkungan alam).

Allah SWT menjadikan manhaj al-haj (aturan hidup) yang harus dihormati, diasimilasikan dan direnungkan demi keagungan-Nya. Kehidupan dunia sangatlah singkat, diciptakan Allah SWT sebagai tempat ujian yang memaklumi kehidupan yang baik dan kekal selama-lamanya. 26 Pengertian ibadah secara sekilas menurut al-Sya’rawi adalah ibadah tidak hanya sebatas pada rukun Islam yang lima, sebagai landasan suatu agama, namun ibadah juga mencakup perbuatan manusia yang berujung pada dunia. Dengan syarat amalan yang dilakukan hanya untuk menambah dan menguatkan keimanan-Nya, maka ia pun taat dan beribadah kepada-Nya.

Orang yang paling mulia adalah mengakui perkhidmatannya kepada Tuhan, kerana perkhidmatan kepada-Nya adalah anugerah terbesar. Oleh itu, apabila Rasulullah diberi pilihan untuk memilih antara raja dan nabi atau menjadi hamba dan nabi, baginda dengan tenang memilih untuk menjadi hamba dan nabi. Hamba-Nya yang paling mulia ialah Rasulullah, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya QS.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sentiasa sibuk mengerjakan (mengerjakan) kebajikan, dan mereka berdoa kepada kami dengan penuh harap dan cemas. Adapun doa ahl al-abid (ahli ibadah) yang beribadah dengan penuh khusyuk dan memohon doa, maka tidak dikabulkan, maka itulah yang terbaik untuknya. Maksud ayat di atas ialah Rasulullah melarang Abu Bakar berkabung, dengan alasan Allah bersama mereka.

امهثلاث هلل� نينثاب كنظام

Oleh karena itu pemikiran Rasulullah Abu Bakar beralih dari adat istiadat hukum alam kepada kekuasaan mutlak pencipta hukum alam yaitu Allah SWT yang kekuasaannya tidak terikat oleh hukum alam. Pandangan Al-Sya’rawi dalam bukunya Salah al-Khasyi’in edisi bahasa Indonesia yang berjudul Doa Khusyu’, menjelaskan bahwa shalat merupakan puncak ketaqwaan seorang hamba kepada Khaliqnya, sebagai wujud janji (pengakuan) dan penyerahan diri. yang pantas untuk diberikan kepada-Nya. . Doa merupakan cara seorang hamba bertemu dengan Allah SWT sebagai wujud dan simbol kesetiaan abadi dalam mengabdi.

Al-Sya'rawi memberikan arti al-ihsan (berbuat baik), yaitu melakukan suatu perbuatan melebihi batas yang diwajibkan oleh Allah SWT. Menurut al-Sya'rawi, kiat mendatangkan ketenangan jiwa dalam shalat adalah thuma'ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa). 45. Min Turats al-Imam al-Sya'rawi" pada pembahasan "Kaifa Takunu Aktsaru Khusyu`an fi al-Shalah".

Maqamat dan Ahwal

Menurut Muhammad Mutawalli al- Sya’rawi

Melihat maqam (maqam) ini, al-Sya'rawi tidak terlalu menekankan pemberian rincian seperti yang ditawarkan para sufi. Mahabbah menurut al-Sya'rawi adalah kelemahan dan ketidakmampuan seseorang dalam berbuat dosa. Imam al-Gazaly mengatakan bahwa “taubat adalah dasar maqam, tiang segala sesuatu, dan kunci segala kebaikan.”8 Al-Sya’rawi tidak memberikan syarat-syarat untuk bertaubat, sebagaimana dijelaskan oleh kalangan sufi, termasuk al- Gazali. .

Jadi, menurut al-Sya’rawi, zuhud adalah orang yang mempunyai harga diri dan tetap menjaga kehormatannya. al-Tashawuf al-Islamiy wa al-Akhlaq. Barangsiapa menghiasi dirinya dengan sifat sabar, maka ia akan mendapatkan keridhaan dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.17 Menurut al-Sya’rawi, sabar adalah suatu tekanan batin yang menuntut ia bersedia menerima sesuatu yang tidak ia terima. suka datang kepadanya.18 Iman al-Sya'rawi Gazaly mengatakan, kesabaran berarti yang ada adalah pembangkit ketaatan, bukan pembangkit keinginan.19. Pentingnya perintah dan larangan selalu diamalkan dengan penuh kesabaran. 20 Sholat, misalnya, sulit dilakukan karena Anda mungkin belum terbiasa. 21 Pandangan Al-Sya'rawi dalam menafsirkan ayat di bawah ini; QS.

Al-Sya'rawi mengatakan tawakkal adalah buah keimanan yang terjadi karena seluruh anggota tubuh bekerja, dan hati selalu pasrah. Jadi, menurut al-Sya’rawi, tasawuf yang hakiki adalah orang yang senantiasa hidup dalam kancah kehidupan, tetap bertapa dari segala perbuatan maksiat, berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, namun tetap berusaha dan berkarya. Al-Sya'rawi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-Raja' adalah rasa rendah hati dan selalu berserah diri kepada Allah, yaitu sikap tetap untuk menjalin hubungan manusia dengan-Nya.

Corak Pemikiran

Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dalam Bidang Tasawuf

3 الجحيم، عندما تناديني في ألف، نيفليتاخم، نيجانم، نديماتي، يارش، ياراش، ياراشالا، رسفاتلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراش، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراشلا، ياراش، يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارش يارشالا , يارش, يارشالا, يارش, يارش, يارش, ياراش, يارشالا, يارشالا, يارش, يار الرماد، ياراش، ياراش ، يارشالا، يارش، يارش، ياراش، ياراشالا. //forum.turath.com/archive/index.php/t-188.html.Baca juga. هذه هي المرة الأولى التي يستخدم فيها القرآن لقراءة القرآن، ثم يستخدم القرآن لقراءة القرآن. أولئك الذين يستخدمون القرآن لهم الحق في استخدام ما يستخدمونه عند الاستحمام أو الاستحمام، ولكن أيضًا استخدام الأدوات التي يتكون منها القرآن.القائمة متصلة بالهاتف yang diinginkan.

ليوأاتلاو ليزنتلا ةيئانث يه نييوتسم نيب ينآارقلا صنلا يف رهاظلا نيبو اهنيب قباطي يتلا ةيوغللا ةل�لدلا ىوتسم وه ليزنتلا

Tarekat yang mula-mula muncul ialah tarekat Qadiriyah, yang dicetuskan oleh Muhyiddin Abdul Qadir bin Abdullah al-Jailni, atau dikenali sebagai Abdul Qadir Jailany, dan karya terkenalnya al-Gunya li al-Thalib Tariq al-Haq, dengan adanya tarekat inilah yang akan menjadi pelopor kepada lahirnya tasawuf amali. 10.

نطابلا نيبو اهنيب قباطي يتلا

Ta'wil; ialah tahap teks yang menunjukkan simbol atau orang biasa menyebut dengan dil±lah al-Isyari, relevan untuk memberi makna batin (makna abstrak) teks. 11. Timbulnya pendapat dualistik ini kerana mereka melihat di dalam Al-Quran terdapat muhkam dan mutasyabih, pendapat ini juga dikuatkan dengan kehadiran dalam Al-Quran ta'wil al-ahlam dan ta'bir. al-ru' ya, seperti dalam ayat berikut. Dan demikianlah Tuhanmu memilihmu (menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebahagian dari takbir mimpi.

ىهتنملا

Al-Sya'rawi dikenal sebagai seorang mufassir, pemikirannya yang begitu cemerlang, serta pengetahuannya yang sangat mendalam tentang bahasa Arab, balaghah dan juga puisi, sehingga ciri metode penafsirannya antara lain pendekatan analisis linguistik, dan juga. rahasia memilih kosa kata, dalam pengertian al-Sya'rawi bukan hanya memahami dasar-dasar kata, namun lebih dari itu, kemampuannya merasakan apa isi sebuah kata dan makna yang tersirat di dalamnya. Salah satu ciri khusus al-Sya'rawi adalah sebagai seorang penerjemah yang mampu mengungkap rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, sosok al-Sya'rawi tergolong sufi penafsir najhari dengan kepiawaiannya mengamati teks-teks Al-Qur'an dan Fajdh al-Rahman selalu mengabdikan diri padanya.***.

PENUTUPPENUTUP

Al-Sya'rawi adalah seorang penafsir yang mampu mengungkap rahasia yang terkandung dalam Al-Qur'an. Atas Nama Tuhan dari Fiqih Otoritarian ke Fiqih Otoritatif, terjemahan Berbicara Atas Nama Tuhan: Hukum Islam, Kekuasaan dan Wanita. Kemudian pada tahun 1997 mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di al-Azhar Kairo Mesir pada fakultas Ushuluddin jurusan Filsafat Aqidah dan lulus pada tahun 2004.

Referensi

Dokumen terkait