• Tidak ada hasil yang ditemukan

pedoman qa/qc untuk inventarisasi grk

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pedoman qa/qc untuk inventarisasi grk"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Salah satu upaya untuk melaksanakan komitmen tersebut, diharapkan pemerintah Indonesia dapat melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) aktual atau yang lebih dikenal dengan inventarisasi GRK kepada UNFCCC dengan mengikuti standar yang ditetapkan dalam pedoman IPCC, termasuk yang berkaitan dengan implementasi Quality Assurance and Control (QA)./QC) yang diikuti oleh pelaksana inventarisasi GRK. Pedoman ini disusun oleh Ditjen PPI dengan bantuan tenaga ahli dari Pemerintah Belanda dan IPB dan diharapkan dapat menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan terkait dalam melakukan inventarisasi GRK dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Sistem inventarisasi GRK Indonesia harus dibangun berdasarkan prinsip transparansi, akurasi, kelengkapan, keterbandingan dan konsistensi.

Dalam mewujudkan sistem inventarisasi GRK dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, diperlukan pedoman yang dapat dijadikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pedoman ini membahas secara rinci langkah-langkah yang harus diambil oleh pemangku kepentingan terkait dari sektor, sub-sektor dan unit implementasi inventarisasi GRK nasional dan sub-nasional dalam menjalankan proses QA/QC. Kami sangat berharap pedoman QA/QC ini dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan terkait yang terlibat langsung dalam sistem inventarisasi GRK Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Maksud dan Tujuan
  • Landasan Hukum
  • Ruang Lingkup

Penyusunan laporan kegiatan QA/QC dilakukan oleh penyelenggara inventarisasi TGP (terlampir data TGP dan dokumentasi kegiatan). UU no. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Perjanjian Paris tentang Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (Paris Agreement on the United Nations Framework Convention on Climate Change) iii. Keputusan Menteri LHK no. P.73/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2017 tentang pedoman penyelenggaraan dan pelaporan pencatatan gas rumah kaca.

Manual ini mengatur proses QA/QC yang diterapkan pada sistem inventarisasi GRK nasional dan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang terlibat. Pedoman untuk memeriksa kesalahan dan/atau menjelaskan perubahan emisi sebagai bagian dari prosedur QA/QC.

DEFINISI

Praktik yang baik: adalah serangkaian prosedur yang digunakan untuk memastikan bahwa hasil inventarisasi GRK memiliki akurasi yang tinggi, tepat secara sistematis dan memiliki ketidakpastian yang rendah serta dapat dihitung. Inventarisasi GRK: adalah kegiatan untuk mendapatkan data dan informasi tentang tingkat, status dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi dan serapan. Penyelenggara inventarisasi GRK di kementerian dan/atau lembaga pemerintah nonkementerian terkait meliputi penanggung jawab subbidang dan koordinator bidang.

Control Quality adalah sistem yang dibangun untuk mengontrol secara rutin kegiatan teknis yang berkaitan dengan pengukuran dan pengendalian kualitas inventory selama proses penyusunannya oleh GS inventory organizer. Prosedur QC Level 1: Prosedur QC Level 1 untuk inventarisasi GRK adalah pemeriksaan umum yang dilakukan secara rutin oleh instansi yang bertanggung jawab atas inventarisasi selama persiapan inventarisasi GRK, yaitu prosedur pemrosesan, penanganan, dokumentasi, pengarsipan dan pelaporan untuk semua kategori. dari sumber emisi. Verifikasi: adalah proses untuk mengevaluasi kinerja agen inventaris GS dalam mengikuti standar QC yang telah direncanakan sebelumnya.

TAHAPAN UMUM PEDOMAN QA/QC

Subbidang : adalah subbidang kegiatan yang terjadi emisi gas rumah kaca, tidak mengacu pada pengertian administrasi/instansi yang pada umumnya memandu/mengatur kegiatan. Tujuan kegiatan QA/QC: adalah untuk meningkatkan transparansi, konsistensi, keterbandingan, kelengkapan, akurasi, kepercayaan dan ketepatan waktu inventarisasi nasional. Audit dapat dilakukan pada saat persiapan inventarisasi gas rumah kaca atau pada tahap awal oleh auditor independen untuk memberikan penilaian yang objektif terhadap proses dan data yang dievaluasi.

Secara umum, pedoman QA/QC dalam sistem inventarisasi GRK ini dapat membantu penyelenggara inventarisasi GRK untuk memastikan dan mengatur kualitas data GRK dan telah disesuaikan dengan pendekatan Model 2. Laporan analisis QC (sub-sektor/unit implementasi QC checklist , metode yang digunakan, dll. ) Koordinator Bidang Tahap II. Laporan aktivitas QA/QC untuk setiap tahap. daftar penanggung jawab IGRK nasional, metode yang digunakan, dll.).

Gambar 3-1. Skema pengembangan sistem inventarisasi GRK Nasional
Gambar 3-1. Skema pengembangan sistem inventarisasi GRK Nasional

METODE PENUNJANG DALAM PELAKSANAAN QA/QC

  • Metode pengisian data hilang (data gap filling method)
  • Metode analisis tingkat ketidakpastian (uncertainty analysis)
  • Metode analisis sumber kategori kunci (key category analysis)
  • Metode checking tools untuk aktifitas penjaminan mutu (QA)

Termasuk dalam pedoman ini adalah alat untuk melakukan perhitungan analisis ketidakpastian yang dapat digunakan oleh personel kendali mutu (QC) untuk memahami bagaimana penyiapan inventarisasi GRK mengidentifikasi ketidakpastian dalam sumber emisi. Subsektor/unit pelaksana melaporkan hasil perhitungan emisi GRK, laporan QC dan hasil analisis ketidakpastian kepada koordinator sektor. Selanjutnya, koordinator sektor melakukan analisis kategori utama untuk menentukan sumber/penyerap emisi terpenting untuk sektor tersebut.

Yang pertama adalah menentukan sumber emisi utama berdasarkan tingkat emisi pada tahun inventarisasi dan tren emisi. Kedua, menentukan sumber emisi utama berdasarkan tingkat emisi pada tahun inventarisasi dan tren emisi dengan memperhatikan tingkat ketidakpastian data emisi. Alat-alat ini dapat digunakan oleh koordinator sektor sebagai penjaminan mutu bagi subsektor/unit yang melakukan inventarisasi GRK.

ELEMEN DARI SISTEM QA/QC

Panduan ini juga menyediakan alat untuk melakukan analisis kategori kunci guna meningkatkan pemahaman personel yang menerapkan kendali mutu (QC). Metode ini merupakan adaptasi dari best practice yang dilakukan sistem inventarisasi GRK Belanda dan dapat diterapkan di Indonesia. Pada dasarnya, metode ini digunakan untuk mengecek apakah ada kesalahan atau perubahan emisi yang signifikan dibandingkan dengan emisi tahun sebelumnya.

Kategori emisi yang berubah secara signifikan harus diperiksa dengan sub-sektor terkait untuk perubahan tersebut. Alat-alat ini juga dapat digunakan oleh pejabat IGRK nasional untuk mengkaji perubahan signifikan emisi relatif terhadap total emisi nasional dan sektoral beserta penjelasannya.

PEDOMAN DAN LANGKAH MENJALANKAN QA/QC IGRK

Perencanaan QA/QC

Dokumen ini terdiri dari aktivitas QA/QC yang dilakukan, personel yang bertanggung jawab langsung atas proses QA/QC dan jadwal penyelesaian aktivitas QA/QC.

Personel QA/QC

Sosialisasi Rencana QA/QC

Menyusun dan melaksanakan sosialisasi rencana SC/QC kepada seluruh koordinator bidang dan kementerian/lembaga terkait agar kegiatan tersebut dapat segera dilaksanakan. Melakukan pertemuan awal dengan semua pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan inventarisasi GS (termasuk konsultan, universitas, dll). Agenda pertemuan ini adalah mensosialisasikan QA/QC plan dan membagikan QC checklist (pertemuan ini dapat digabungkan dengan agenda “inventory collection”).

Mengirimkan surat (melalui surat resmi atau email) untuk mengingatkan Koordinator Bidang dan Kementerian/Lembaga terkait tentang tugas dan tanggung jawabnya dalam QA/QC dan jadwal yang telah ditentukan.

Pedoman umum QC (Tier 1) untuk kategori sumber emisi/serapan

Identifikasi parameter (misalnya data aktivitas, konstanta) yang biasa digunakan untuk berbagai kategori emisi/penghilangan dan juga pastikan bahwa nilai yang digunakan dalam perhitungan emisi konsisten. Periksa untuk melihat apakah ada dokumentasi internal yang merinci proses untuk memperkirakan emisi dan menggandakan perhitungan emisi. Periksa apakah data inventarisasi GRK, data pendukung, dan catatan inventarisasi telah diarsipkan dan disimpan untuk memudahkan tinjauan terperinci.

Periksa apakah hasil analisis kesenjangan data yang menyebabkan estimasi emisi/penghapusan tidak lengkap sudah lengkap. Periksa nilai faktor emisi tersirat (nilai total emisi/pembuangan dibagi dengan data aktivitas) untuk deret waktu. Sumber: Model panduan QA/QC ini diadaptasi dari panduan IPCC 2006 untuk sistem inventarisasi GRK nasional.

Prosedur QC (Tier 2) untuk kategori spesifik

Periksa tren data aktivitas yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan atau parameter lainnya.

Prosedur QA

Jika memungkinkan, ahli ini bukan bagian dari badan yang bertanggung jawab atas inventarisasi gas rumah kaca Indonesia. Para ahli dapat berasal dari organisasi nasional, internasional atau lainnya yang memiliki keahlian di bidang gas rumah kaca. Jika ahli pihak ketiga tidak tersedia, staf dari instansi yang bertanggung jawab atas IGRK (tidak terlibat langsung dalam sistem IGRK) dapat melakukan peninjauan.

Saat melakukan QA, para ahli harus fokus pada kategori yang diklasifikasikan sebagai sumber emisi utama atau kategori yang telah mengalami perubahan metodologi yang signifikan. Merujuk pada praktik yang dilakukan oleh UNFCCC, penanggung jawab IGRK nasional yaitu Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan, Pelaporan dan Verifikasi GRK (It IGRK-MPV), tim QA hasil formulir IGRK yang beranggotakan Negara dan sub-direktorat MPV non-Negara dan tenaga ahli yang terdaftar dalam Roster of Expert (RoE) di SRN. Tenaga ahli yang masuk dalam daftar RoE harus memenuhi spesifikasi keahlian tertentu yang terkait dengan IGRK (Tabel 6-4).

Inisiasi pengembangan perencanaan QA/QC

Tambahan QA/QC Checklist

Tingkat ketidakpastian masing-masing komponen ini kemudian digunakan untuk menghitung total ketidakpastian dalam data inventarisasi gas rumah kaca (GRK) nasional satu tahun bersama dengan tren ketidakpastian dari inventarisasi gas rumah kaca nasional dua tahun. Yang pertama adalah identifikasi kategori kunci yang dapat meningkatkan efisiensi sumber daya dalam pelaksanaan inventarisasi gas rumah kaca nasional. Kedua, hasil analisis kategori kunci dapat mendorong penyedia catatan GRK nasional untuk fokus menggunakan metode tingkat tinggi untuk beberapa kategori kunci.

Ketiga, hasil analisis kategori utama dapat mendorong penyelenggara inventarisasi GRK nasional untuk melakukan quality assurance and control (QA/QC) pada beberapa kategori utama. Sebaliknya, jika data inventarisasi GRK yang tersedia hanya data lebih dari satu tahun, maka definisi kategori utama terbatas pada penggunaan metode tersebut. Jika data yang diperlukan untuk analisis kategori utama tidak tersedia sama sekali, maka penyelenggara inventarisasi GRK hanya diperbolehkan menggunakan kriteria kualitatif.

Terlepas dari metode yang digunakan untuk menentukan kategori kunci, badan inventarisasi GRK harus memberi tahu mereka tentang metode tersebut. Dalam beberapa kasus, hasil Key Category Analysis/KCA mungkin tidak mengidentifikasi semua kategori sumber/sink yang perlu diprioritaskan dalam sistem inventarisasi GRK. Metode atau pendekatan analisis kategori utama sangat bergantung pada kelengkapan inventarisasi gas rumah kaca suatu negara.

Key Category Analysis untuk Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Indonesia 2017, yang termasuk dalam Indonesia Third National Communication (TNC), menggunakan Pendekatan I. Hasil estimasi emisi/removal untuk setiap kategori dan jenis gas rumah kaca kemudian dikumpulkan dalam laporan inventarisasi gas rumah kaca nasional. Informasi perubahan nilai emisi yang signifikan menurut kategori dan GRK juga dapat membantu mempercepat proses evaluasi yang dilakukan oleh badan yang bertanggung jawab atas inventarisasi GRK nasional.

Rincian alur proses pemeriksaan hasil inventarisasi GRK penanggung jawab subsektor/regional yang dilakukan oleh koordinator sektor dijelaskan pada Gambar L.4 2-2. Faktor emisi yang digunakan sebagai pembanding antara data inventarisasi GRK tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah implied emission factor (IEF). Perbedaan utama alur yang dilakukan pada tingkat koordinator sektor dengan instansi yang bertanggung jawab atas inventarisasi GRK nasional adalah kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan emisi dari (t-1) menjadi (t), signifikan atau tidak.

Informasi tentang alur penggunaan alat perbedaan emisi IPCC untuk tingkat instansi yang bertanggung jawab atas inventarisasi GRK nasional digambarkan pada Gambar L.4 2-3. Berikut ini adalah panduan terperinci tentang penggunaan alat kontrol untuk diterapkan dalam sistem inventarisasi GRK Indonesia.

Gambar  6-1.  Proses  QA/QC  sub-sektor  ketenagalistrikan  (sumber:  Pedoman  IGRK  Pembangkit, 2018)
Gambar 6-1. Proses QA/QC sub-sektor ketenagalistrikan (sumber: Pedoman IGRK Pembangkit, 2018)

Gambar

Gambar 3-1. Skema pengembangan sistem inventarisasi GRK Nasional
Gambar 3-2. Alur proses tahapan QC umum untuk sub-sektor/unit pelaksana
Gambar 3-3. Alur proses tahapan QA/QC umum untuk koordinator sektor
Gambar 3-4. Alur proses tahapan QA/QC umum untuk penanggung jawab IGRK Nasional  4.  METODE PENUNJANG DALAM PELAKSANAAN QA/QC
+7

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi Kebijakan Perubahan Iklim PERGUB 56/ 2012 TENTANG RAD GRK, DAN DRAFT RAD API Pelaksanaan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Pelaksanaan Program Kampung Iklim