• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Ramadan 2025

N/A
N/A
VIRDATUN NA'IMAH

Academic year: 2025

Membagikan "Pedoman Ramadan 2025"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

Jalan Raya Bandara Juanda Nomor 26 Sidoarjo 61253 Telepon (031) 8686014; PTSP Center 08113018113

Website: www.jatim.kemenag.go.id; E-mail: [email protected]

Nomor : B-574/Kw.13.04/BA.04/02/2025 10 Februari 2025 Sifat : Biasa

Lampiran : 1 Bendel

Hal : Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik Di Satuan Pendidikan Tahun 1446H / 2025M Yth.

1. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur;

2. Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Jawa Timur;

3. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Jawa Timur.

Menindaklanjuti Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025, Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025, Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400. 1/320/SJ, Tentang Pembelajaran Di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/ 2025 Masehi. Berikut kami kirimkan Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik Di Satuan Pendidikan Tahun 1446 H/2025 M berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor 63 Tahun 2025 Tentang Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik Di Satuan Pendidikan Tahun 1446 H/2025 M.

Agar pedoman ini digunakan oleh semua pihak terkait sebagai acuan, pedoman, rambu - rambu dan penyeragaman dalam melaksanakan kegiatan selama bulan Ramadan pada semua jenjang yang pelaksanaannya melibatkan Kepala Seksi PAIS/PAKIS, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Guru PAI, Kepala Satuan pendidikan, Dinas Pendidikan maupun Cabang Dinas Pendidikan.

Demikian atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.

a.n. Kepala Kantor Wilayah

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam,

${ttd}

Moh. Amak Burhanudin

Tembusan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara

(2)

PEDOMAN KEGIATAN RAMADAN

PESERTA DIDIK DI SATUAN PENDIDIKAN TAHUN 1446 H/2025 M MELALUI PROGRAM PAISLOVE RAMADAN

BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

NOMOR 63 TAHUN 2025

BIDANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2025

(3)

${ttd1}

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabaarokaatuh

Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah menganugerahkan rahmat dan inayah- Nya atas terbitnya Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik di Satuan pendidikan Tahun 1446 H/2025M melalui PAISLove Ramadan. Dalam rangka mewujudkan peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Allah Swt., berakhlak mulia, dan taat beribadah.

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan dapat diberikan melalui kegiatan Ramadan di satuan pendidikan dengan tajuk PAISLove Ramadan 1446 H.

Tujuan disusunnya Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik di Satuan pendidikan ini adalah untuk memberi kemudahan dalam melaksanakan kegiatan selama bulan Ramadan bagi peserta didik pada satuan pendidikan sehingga terciptanya peserta didik muslim yang saleh/salehah, beriman dan bertakwa, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam penyusunan pedoman ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, perlu adanya masukan, kritik, dan saran guna perbaikan di masa mendatang. Semoga pedoman ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat bagi satuan pendidikan atau lembaga yang akan melaksanakan kegiatan Ramadan di satuan pendidikan.

Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi demi kesempurnaan pedoman ini. Semoga bermanfaat dan menjadi amal ibadah kita semua, Aamiin.

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabaarokaatuh

Sidoarjo, 5 Februari 2025 a.n. Kepala Kantor Wilayah

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam,

Dr. H. Moh. Amak Burhanudin, S.Ag., M.Pd.I. NIP. 197501131998031002

(4)

${ttd2}

KATA SAMBUTAN

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, puji syukur patut dihaturkan kepada Allah Swt. karena melalui maunah-Nya, pedoman kegiatan Ramadan telah dapat dijadikan pedoman untuk mewujudkan peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Allah Swt. dan mampu melaksanakan ibadah puasa melalui proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di satuan pendidikan pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.

Kegiatan Ramadan di satuan pendidikan dilaksanakan dalam rangka memberikan tambahan dan memantapkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan ajaran agama Islam, khususnya ibadah selama bulan Ramadan yang secara menyeluruh merupakan program PAISLove Ramadan 1446 H.

Selanjutnya agar pedoman ini digunakan oleh semua pihak terkait sebagai acuan, pedoman, rambu-rambu dan penyeragaman dalam melaksanakan kegiatan selama bulan Ramadan pada semua jenjang yang pelaksanaannya melibatkan Kepala Seksi PAIS/PAKIS, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Guru PAI, Kepala Satuan pendidikan maupun Dinas Pendidikan.

Semoga kegiatan Ramadan 1446 H ini dapat berjalan lancar sehingga dapat mengantar peserta didik menjadi insan yang bertaqwa.

Sidoarjo, 5 Februari 2025 Kepala Kantor Wilayah,

Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. NIP.

197204122000031002

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

KATA SAMBUTAN ...

DAFTAR ISI ...

LAMPIRAN ...

ii ii i i v v

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ... 1

B. Dasar Hukum ... 2

C. Tema dan Bentuk Kegiatan Ramadan. . ..……….……….…...…. 3

D. Sasaran... 3

BAB II : PENGERTIAN DAN TUJUAN A. Pengertian ………... 5

B. Tujuan …... 5

BAB III : PELAKSANAAN KEGIATAN RAMADAN A. Persiapan... 7

B. Pelaksanaan Kegiatan Ramadan …... 7

C. Jadwal dan Pembiayaan... 12

D. Bentuk Kegiatan Ramadan... 12

E. Tempat Kegiatan dan Narasumber... 14

F. Kegiatan Pondok Ramadan ... 14

BAB IV : ASESMEN DAN MONITORING A. Asesmen... 25

B. Instrumen Asesmen... 25

C. Indikator Ketercapaian Pelaksanaan Kegiatan ………….……... 26

D. Pelaporan Kegiatan Pondok Ramadan... 26

E. Monitoring... 27

BAB V : PENUTUP... 28

(6)

LAMPIRAN

1. Format Pemantauan Kegiatan Ramadan ...

2. Format Penilaian Membaca Alquran...

3. Format Penilaian Cinta Menulis Alquran...

4. Format mengikuti Kajian Ramadan...

5. Format Pemantauan mengikuti NGOPAI Ramadan...

6. Materi kegiatan Pondok Ramadan...

7. Instrumen Asesmen dan Refleksi Kegiatan Ramadan...

8. Sistematika Laporan Pelaksanaan Kegiatan...

9. Sistematika Laporan Pelaksanaan Kegiatan...

29 46 49 53 56 57 80 88 89

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik. Peserta didik hari ini adalah pemimpin bangsa di masa yang akan datang, potensi mereka adalah harapan bagi masa depan bangsa.

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan di semua jalur jenjang dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama.

Sejalan dengan itu, Bidang PAIS Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menetapkan 8 (delapan) indikator sasaran pencapaian mutu Pendidikan Agama Islam yang tersusun dalam akronim PAIS JATIM BERKARAKTER yakni, BErakhlakul karimah, Rajin mengaji, Kejar fadilah duha, Aktif salat fardu, Ramah dan moderat, Aktif dan siap supervisi, Kreatif dan inovatif serta TERus berprestasi.

Berdasarkan hal tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Agama Islam bermaksud mengoptimalkan pembentukan karakter peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka di bulan istimewa yang penuh rahmat dan ampunan ini menyelenggarakan kegiatan melalui program PAISLove Ramadan 1446 H.

Program PAISLove Ramadan 1446 H adalah program yang diperuntukkan bagi peserta didik di satuan pendidikan jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan untuk membentuk kepribadian, penanaman nilai-nilai religi dan memberikan kesadaran bahwa pendidikan agama merupakan kebutuhan bagi setiap muslim. Dalam kegiatan tersebut juga ditanamkan serta dibangun sikap religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, penguatan moderasi beragama dan karakter peserta didik sehingga memiliki semangat amar ma’ruf nahi munkar dan berakhlak mulia untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Agar kegiatan Ramadan dapat berjalan dengan baik dan lancar, perlu disusun pedoman pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai acuan berbagai pihak untuk kegiatan Ramadan 1446 H sesuai dengan kondisi masing-masing penyelenggara.

(8)

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Dasar RI 1945 dan perubahannya;

2. Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan Pra Sekolah;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6762);

6. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 596);

7. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Penguatan Karakter;

8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2024 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;

11. Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Kementerian Agama;

12. Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah;

13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj.I/12A Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;

14. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025, Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025,

(9)

Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400. 1/320/SJ, Tentang Pembelajaran Di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/ 2025 Masehi..

C. Tema dan Bentuk Kegiatan Ramadan

Kegiatan Ramadan 1446 H terdiri dari beberapa bentuk kegiatan yang dirangkum dalam program PAISLove Ramadan yang pada Ramadan tahun ini mengambil tema: ”Dengan PAISLove Ramadan kita kuatkan karakter peserta didik yang religius, nasionalis, cinta lingkungan menuju generasi emas yang hebat dan berakhlakul karimah”

Berikut ini, program PAISLove Ramadan yang dapat dilaksanakan:

1. Cinta Puasa Ramadan 2. Cinta Mengaji

3. Cinta Menulis 4. Cinta Ilmu 5. Cinta Rasul 6. Cinta Pondok 7. Cinta Digital 8. Cinta Lingkungan 9. Cinta Indonesia (NKRI)

D. Sasaran

Berikut sasaran pengguna Pedoman Kegiatan Ramadan 1446 H adalah:

1. Guru Pendidikan Agama Islam jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB pada satuan pendidikan di Kabupaten/Kota sebagai pelaksana program kegiatan Ramadan.

2. Organisasi guru PAI yaitu FKG, KKG, MGMP SMP, MGMP SMA, MGMP SMK dan FGPAI SLB sebagai pelaksana program kegiatan Ramadan di Kecamatan, dan Kabupaten/Kota.

3. Kepala Satuan pendidikan sebagai penanggung jawab program kegiatan Ramadan pada satuan pendidikan.

4. Komite satuan pendidikan sebagai pendukung pelaksanaan program kegiatan Ramadan pada satuan pendidikan.

5. Pengawas sebagai pendamping dan penjamin mutu pelaksanaan program kegiatan Ramadan pada satuan pendidikan di Kabupaten/Kota.

6. Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai penanggung jawab program kegiatan

(10)

Ramadan di Kabupaten/Kota.

7. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai penanggung jawab kegiatan pembelajaran selama Bulan Ramadan.

8. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai institusi yang menetapkan kebijakan terhadap program kegiatan Ramadan serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Ramadan.

-o0o-

(11)

BAB II

PENGERTIAN DAN TUJUAN

A. Pengertian

Kegiatan Ramadan adalah seluruh kegiatan Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan oleh pihak satuan pendidikan dengan memanfaatkan momentum belajar di bulan Ramadan untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama.

Kegiatan Ramadan mengandung arti suatu rangkaian kegiatan pembelajaran agama secara kondisional yang dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan di bulan Ramadan dalam rangka mempersiapkan anak didik untuk menjadi generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan berkepribadian Islami.

Adapun yang dimaksud dengan program PAISLove Ramadan adalah program kegiatan keagamaan bagi peserta didik dalam mengisi bulan Ramadan yang dipantau oleh guru dan orang tua peserta didik dalam hal: cinta puasa Ramadan, cinta mengaji, cinta menulis, cinta ilmu, cinta rasul, cinta pondok, cinta digital, cinta lingkungan, dan cinta Indonesia (NKRI).

B. Tujuan

Melalui kegiatan Ramadan diharapkan agar warga satuan pendidikan dapat:

1. Meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.

2. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Menerapkan dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari dalam membentuk mental spiritual yang memiliki kepribadian muslim yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan negatif yang datang dari dalam maupun luar dirinya.

4. Memberikan pemahaman dan pengalaman tentang dirasah Islamiyah, wawasan kebangsaan, wawasan lingkungan hidup, citra diri anak saleh, adab pergaulan

(12)

muslim, kepemimpinan, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

5. Memberikan pemahaman tentang moderasi beragama dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

6. Menguatkan karakter kemandirian, keberanian, kejujuran, kebersamaan, toleransi, peduli lingkungan, peduli sosial dan cinta tanah air.

7. Menyemarakkan syiar Islam di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat.

-o0o-

(13)

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN RAMADAN

A. Persiapan

1. Perencanaan

a. Pembentukan Panitia/Tim pelaksanaan kegiatan Ramadan.

b. Penyusunan program dan jadwal kegiatan.

c. Penyusunan materi kegiatan Ramadan.

d. Pembuatan instrumen evaluasi pelaksanaan kegiatan Ramadan.

2. Persiapan sarana dan prasarana a. Tempat ibadah di satuan pendidikan

b. Berupa masjid, Musala, atau ruang kelas bagi satuan pendidikan yang belum memiliki sarana ibadah yang memadai.

c. Tempat wudu

d. Peralatan salat dan mushaf Alquran

e. Perangkat/gadget untuk kegiatan pembelajaran f. Media penyampaian materi

3. Persiapan fisik dan mental peserta didik a. Kesehatan dan Kebugaran

b. Ketahanan terhadap puasa saat berkegiatan c. Niat dan Motivasi

d. Kesiapan Sosial dan Emosional B. Pelaksanaan Kegiatan PAISLove Ramadan

1. Cinta Puasa Ramadan

Cinta Puasa Ramadan adalah bentuk rasa kasih dan penghormatan yang mendalam terhadap ibadah puasa yang dilakukan selama bulan Ramadan. Cinta ini muncul dari kesadaran akan makna dan manfaat puasa, baik secara spiritual maupun sosial. Contoh kegiatan cinta puasa : melaksanakan ibadah puasa Ramadan, menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur

Peserta didik diarahkan, dibina, dibimbing untuk melaksanakan puasa Ramadan sesuai syarat rukunnya. Pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan usia serta jenjang pendidikan peserta didik. Pada peserta didik semua jenjang TK, SLB dan SD (kelas

(14)

1,2,3), guru PAI bisa melatih untuk membiasakan berpuasa ramadan. Sedangkan pada peserta didik tingkat SD (kelas 4,5,6), SMP dan SMK/SMA serta SLB yang baligh dan mampu diwajibkan berpuasa.

2. Cinta Mengaji

Cinta mengaji adalah rasa kasih, penghormatan, dan ketertarikan mendalam terhadap aktivitas membaca, memahami, dan mengamalkan isi kitab suci Alquran.

Cinta mengaji mencerminkan hubungan spiritual seseorang dengan Alquran sebagai pedoman hidup, yang diwujudkan melalui konsistensi, keikhlasan, dan semangat dalam belajar. Contoh kegiatan cinta mengaji : mengaji Alquran secara mandiri / bersama, menghafal ayat Alquran, tadarus Alquran di Masjid/Musala

Peserta didik jenjang SD (kelas IV s.d. VI), SMP dan SMA/SMK diarahkan, didampingi dan dipantau untuk banyak membaca Alquran secara mandiri baik di satuan pendidikan maupun di rumah dengan target satu hari satu juz (One Day One Juz).

Bagi peserta didik jenjang TK, SD (kelas I s.d. III) dan SLB juga diarahkan, didampingi dan dipantau untuk membaca Alquran dengan target yang menyesuaikan kondisi dan kompetensi peserta didik masing-masing. Kemudian bagi peserta didik yang mampu menyelesaikan target sesuai jenjang dianjurkan untuk diberi apresiasi oleh penyelenggara.

3. Cinta Menulis Alquran

Cinta menulis Alquran adalah rasa kasih, hormat, dan ketulusan dalam menuliskan ayat-ayat suci Alquran sebagai bentuk ibadah dan dedikasi terhadap firman Allah SWT. Aktivitas ini mencerminkan penghayatan spiritual, penghargaan terhadap keindahan Alquran, dan usaha untuk menjaga kemurniannya. Contoh kegiatannya : menebali, menyambung huruf – huruf hijaiyah, menulis surat-surat pendek, dan menulis lembaran Alquran.

Peserta didik jenjang SMP dan SMA/SMK diarahkan, didampingi dan dipantau untuk melaksanakan kegiatan menulis Alquran dengan target satu bulan 1 juz. Bagi peserta didik jenjang SD diarahkan, didampingi dan dipantau untuk melaksanakan kegiatan menulis Alquran dengan target yang disesuaikan dengan kondisi dan kompetensi peserta didik masing-masing. Untuk jenjang TK dan SLB, kegiatan menulis Alquran difokuskan pada cara menulis setiap huruf Hijaiyah yang benar.

(15)

4. Cinta Ilmu

Cinta ilmu adalah rasa antusias, perhatian, dan semangat yang tinggi dalam mencari, memahami, dan mengamalkan ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Dalam Islam, cinta ilmu juga menjadi tanda seseorang mendekatkan diri kepada Allah karena menuntut ilmu adalah ibadah dan kewajiban sepanjang hayat.

Cinta ilmu bisa diimplementasikan dalam bentuk: mengikuti kajian Islami baik secara langsung maupun melalui digital, baik di satuan pendidikan maupun masyarakat, di masjid maupun tempat lainnya; membaca buku atau artikel Islami, berbagi ilmu dengan orang lain. Pada jenjang TK dan SLB, cinta ilmu dapat diimplementasikan dengan kegiatan memegang, membuka, membaca atau dibacakan buku oleh guru melalui sudut baca di satuan pendidikan.

Peserta didik jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK dan SLB diarahkan dan dimotivasi untuk setiap hari mengikuti melakukan kegiatan cinta ilmu serta membuat rangkuman singkatnya yang kemudian pada akhir Ramadan rangkuman tersebut dijadikan portofolio oleh guru masing-masing.

5. Cinta Rasul

Cinta Rasul adalah rasa kasih sayang, penghormatan, dan ketaatan yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Cinta ini diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau, menjalankan sunnahnya, dan menyebarkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, cinta kepada Rasulullah SAW merupakan tanda iman yang sejati, sebagaimana sabda beliau, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga aku lebih dia cintai daripada dirinya sendiri, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun kegiatan cinta Rasul antara lain: memperbanyak shalawat, menghafal dan mengamalkan hadis Nabi, melakukan ibadah yang dilakukan oleh Rasul selama bulan Ramadan (salat fardhu, Duha, Taraweh, Witir, Tahajjud, Tasbih, sedekah, tadarrus, i’tikaf, berbagi ta’jil, silaturrahim saat Idul Fitri dll)

Peserta didik jenjang SD, SMP, SMA/SMK diarahkan dan dimotivasi untuk setiap hari rajin melaksanakan amalan cinta Rasul tersebut. Untuk peserta didik jenjang TK dan SLB diarahkan dan dimotivasi untuk rajin melaksanakan amalan sunnah sesuai kondisi masing-masing.

(16)

6. Cinta Pondok Ramadan

Cinta Pondok Ramadan adalah rasa kebanggaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kegiatan pondok Ramadan sebagai tempat pembelajaran dan ibadah selama bulan suci. Cinta ini diwujudkan dengan semangat mengikuti pondok Ramadan, menjaga adab dan tata tertib serta berkontribusi dalam kegiatan yang mendukung suasana pondok Ramadan menjadi lebih kondusif dan penuh berkah.

Peserta didik jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB diwajibkan mengikuti kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan satuan pendidikan atau FKG PAI/

KKG PAI/ MGMP PAI/ FGPAI SLB yang pelaksanaan teknisnya akan dijelaskan pada bagian lain di pedoman ini.

7. Cinta Digital

Cinta digital adalah sikap bijak, positif, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ibadah, pembelajaran, dan dakwah selama bulan Ramadan. Sikap ini melibatkan kesadaran dalam menggunakan perangkat digital secara aman, bermanfaat, dan sesuai dengan nilai-nilai Islami, sehingga teknologi menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan amal ibadah. Implementasi cinta digital antara lain; mengikuti kajian keislaman secara digital (melalui YouTube PAIS JATIM, FKG PAI, KKG PAI, MGMP PAI, FGPAI SLB, POKJAWAS PAI), membuat konten dakwah kreatif digital, dan menyebar konten dakwah digital.

Peserta didik jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA, dan SMK setiap menjelang berbuka puasa (ngabuburit) diarahkan untuk mengikuti kajian Ngobrol Pendidikan Agama Islam di bulan Ramadan (NGOPAI RAMADAN) secara virtual melalui channel YouTube PAIS JATIM BERKARAKTER, dengan membuat rangkuman pada konten yang ditampilkan setiap harinya.

Adapun sebagai pemateri kegiatan Kajian NGOPAI RAMADAN adalah perwakilan peserta didik jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA, dan SMK dari Kab/Kota se-Jawa Timur, yang secara teknis telah diarahkan, dibimbing dan dilatih oleh guru PAI setempat dan terpilih sebagai konten terbaik tingkat kabupaten/kota.

Materi konten sebagaimana ditentukan pada materi di pedoman. Konten dapat berupa ceramah/kajian, podcast/talkshow, dakwah inovatif dengan durasi 10 - 15 menit, tidak mengandung SARA, dan menggunakan bahasa Indonesia.

(17)

8. Cinta Lingkungan

Cinta lingkungan adalah sikap peduli, bertanggung jawab, dan aktif dalam menjaga, melestarikan, serta memelihara kelestarian alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat bumi dan segala isinya. Dalam konteks Ramadan cinta lingkungan bisa diimplementasikan dalam bentuk: menjaga kebersihan lingkungan, mengampanyekan “Ramadan Hijau” secara langsung, melalui konten digital atau tulisan, menanam pohon atau tanaman hias, membuang dan mengelola sampah, serta menyebarkan konten digital tentang peduli lingkungan. Kampanye Ramadan Hijau akan dilaksanakan secara serentak se Jawa Timur pada tanggal 17 Ramadan 1446 H secara virtual

Peserta didik jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK diberi motivasi dan pengarahan untuk melakukan kegiatan cinta lingkungan selama bulan Ramadan.

Kegiatan tersebut dimasukkan jurnal Ramadan atau buku pendamping yang disiapkan oleh guru PAI.

9. Cinta Indonesia (NKRI)

Cinta Indonesia (NKRI) adalah rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab terhadap tanah air yang diwujudkan dalam perilaku menjaga persatuan, menghormati keberagaman, mematuhi aturan negara, serta berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Dalam bulan Ramadan, cinta NKRI dapat diwujudkan melalui aktivitas-aktivitas antara lain; mengadakan dan mengikuti doa bersama untuk bangsa, menonton film perjuangan, membaca biografi pahlawan, mendengarkan / menyanyikan lagu nasional, mengenalkan nilai kebangsaan melalui dakwah, membuat tulisan atau konten digital bertema cinta Indonesia (NKRI) dan meningkatkan ukhuwah dengan teman yang berlatar beragam.

Peserta didik jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK diberi motivasi dan pengarahan untuk melakukan kegiatan cinta Indonesia (NKRI) selama bulan Ramadan.

Untuk semua kegiatan PAISLove Ramadan ini, guru PAI dapat mengontrol kegiatan peserta didik melalui buku pendamping / jurnal / cheklist / instrumen yang dibuat oleh Guru PAI yang disesuaikan dengan asesmen kurikulum satuan pendidikan masing-masing. buku pendamping / jurnal / cheklist / instrumen yang dibuat oleh Guru PAI dianjurkan untuk melibatkan tiga (3) pilar pendidikan yakni keluarga.

(18)

C. Jadwal dan Pembiayaan

1. Jadwal kegiatan PAISLove Ramadan,

Satuan pendidikan dapat memberikan penugasan untuk kegiatan implementasi 9 cinta PAISLove Ramadan sesuai SEB 3 Menteri tahun 2025 sebagai berikut :

a. Tanggal 27 dan 28 Februari serta tanggal 3, 4, dan 5 Maret 2025, selama 7 hari di rumah kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan.

b. Tanggal 6 sampai dengan tanggal 25 Maret 2025 merupakan kegiatan pembelajaran dilaksanakan di satuan pendidikan. Selama 20 hari Ramadan selain kegiatan pembelajaran, diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian utama.

c. Tanggal 26, 27, dan 28 Maret serta tanggal 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025, merupakan libur bersama Idul fitri bagi satuan pendidikan/madrasah/ satuan pendidikan keagamaan. Selama 6 hari ramadan terakhir memaksimalkan ibadah ramadan dan 8 hari awal Syawal, peserta didik diharapkan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan.

2. Pembiayaan

Anggaran kegiatan Ramadan dapat bersumber dari dana BOS, BOSDA, Komite, atau sumbangan sukarela, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

D. Bentuk Kegiatan Ramadan

Adapun contoh bentuk kegiatan Ramadan, antara lain:

1. Kegiatan Pembiasaan di Satuan pendidikan dan Masyarakat a. Kegiatan pembiasaan di satuan pendidikan, antara lain:

- Tadarus Alquran secara berjamaah sebelum memulai pelajaran.

- Shalat fardu berjamaah dan Duha bersama di aula atau masjid satuan pendidikan.

- Membiasakan siswa mengucapkan salam dan berdoa sebelum dan sesudah belajar.

- Menanamkan sikap hormat kepada guru dan saling menghargai antar siswa.

- Membiasakan antrian dengan tertib di kantin Ramadan atau lokasi pembagian takjil di satuan pendidikan.

- Gerakan "Infaq Harian" di satuan pendidikan, seperti membawa uang sedekah

(19)

setiap hari.

- Membagikan takjil gratis yang dikelola oleh OSIS atau kelompok siswa.

- Menggalang dana untuk donasi kepada masyarakat kurang mampu.

- Program kerja bakti membersihkan masjid satuan pendidikan dan kelas sebelum kegiatan Ramadan.

- Membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya dengan pengelolaan sampah organik dan non-organik.

- Menanam tanaman hias, bunga, pohon maupun sayuran di lingkungan sekolah - Membaca buku kisah nabi atau buku Islami di perpustakaan Ramadan.

- Lomba hafalan surat pendek atau doa harian antar kelas.

- Menulis jurnal Ramadan untuk mencatat amal ibadah harian. Workshop tentang pentingnya menjaga akhlak di era digital.

- Mengadakan dzikir dan doa bersama setelah shalat Dzuhur berjamaah.

- Hafalan surat pendek

- Menulis huruf Hijaiyah atau ayat Alquran - Mendengarkan / menyanyikan lagu nasional - Membaca biografi pahlawan

- Menonton film perjuangan / pahlawan nasional

b. Contoh kegiatan pembiasaan di masyarakat:

- Launching secara serentak kegiatan PAISLove Ramadan di Kab/Kota - Mengikuti shalat tarawih berjamaah di masjid atau musalla lingkungan.

- Tadarus Alquran bersama warga di masjid/Musala

- Mengadakan / mengikuti kajian Islami atau ceramah setelah shalat tarawih.

- Membiasakan bertegur sapa dengan tetangga dan masyarakat sekitar.

- Menunjukkan kepedulian kepada tetangga, seperti membantu warga lanjut usia atau yang sakit.

- Menghindari aktivitas yang mengganggu orang lain, seperti berisik saat malam hari.

- Membagikan paket sembako Ramadan kepada warga yang kurang mampu.

- Mengadakan takjil gratis di masjid atau Musala lingkungan.

- Menggalang donasi untuk anak yatim atau korban bencana alam.

(20)

- Gotong royong membersihkan masjid, Musala, dan lingkungan sekitar.

- Menanam pohon atau bunga di area tempat tinggal untuk mempercantik lingkungan.

- Membiasakan warga membawa wadah makanan sendiri untuk mengurangi sampah plastik saat berbuka bersama.

- Kampanye hemat energi dan air.

- Membagikan pamflet/flyer / poster ajakan menjaga lingkungan, ukhuwah, toleransi antar umat beragama dan nasionalisme

- Mengadakan seminar atau kajian tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah.

- Melaksanakan takbiran, salat idul fitri dan silaturrahim

2. Pondok Ramadan

Pondok Ramadan adalah program pendidikan agama yang diadakan selama bulan Ramadan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama Islam, khususnya dalam hal ibadah dan akhlak, serta membentuk karakter Islami di kalangan peserta didik. (penjelasan spesifik pada sub-sub bab selanjutnya)

E. Tempat Kegiatan dan Nara Sumber 1. Tempat kegiatan

Kegiatan Ramadan dapat dilaksanakan di rumah, satuan pendidikan, masjid / Musala dilingkungan sekitar, pondok pesantren atau tempat lain yang relevan.

2. Nara Sumber

Yang dapat menjadi narasumber kegiatan Ramadan adalah guru PAI, tokoh agama, pengurus organisasi keagamaan atau profesi lain yang berkompeten di bidangnya dan moderat.

F. Kegiatan Pondok Ramadan

1. Tipe dan Kategori Pelaksanaan a). Tipe pelaksanaan kegiatan

Ada beberapa tipe pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadan yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Pondok

(21)

Ramadan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe sebagai berikut:

a. Tipe A

1) SD/SMP/SMA/SMK : Dilaksanakan selama 3 hari dan menginap 2 malam.

2) TK/SLB : Dilaksanakan selama 3 hari dan menginap 1 malam b. Tipe B

1) SD/SMP/SMA/SMK : Dilaksanakan selama 3 hari dan menginap 1 malam.

2) TK/SLB : Dilaksanakan selama 5 hari dan tanpa menginap, (2-3 jam/hari).

c. Tipe C

1) SD/SMP/SMA/SMK : Dilaksanakan selama 3 hari tanpa menginap (pelaksanaan sampai shalat dhuhur)

2) TK/SLB : Dilaksanakan selama 3 hari tanpa menginap (2-3 jam/hari)

Pelaksanaan tipe tersebut berlaku untuk masing – masing siswa selama 3-5 hari. Satuan pendidikan diperbolehkan melaksanakan pondok ramadan lebih dari ketentuan tersebut.

b). Kategori penyelenggara pondok Ramadan a. Tingkat Satuan Pendidikan

Kegiatan Pondok Ramadan yang dikelola dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan bertempat di satuan pendidikan.

b. Tingkat Kecamatan

Kegiatan Pondok Ramadan yang dikelola oleh FKG PAI/KKG PAI/MGMP PAI/FGPAI SLB Kecamatan dan dilaksanakan di tingkat Kecamatan setempat.

c. Tingkat Kabupaten/Kota

Kegiatan Ramadan yang dikelola oleh FKG PAI/KKG PAI/MGMP PAI/FGPAI SLB Kabupaten/Kota dan dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota setempat.

2. Ragam Kegiatan Pondok Ramadan

Dalam pelaksanaan kegiatan pondok Ramadan, ada beberapa macam kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh penyelenggara pondok Ramadan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penyelenggara, antara lain sebagai berikut:

(22)

a. Salat Duha

Salat Duha dilaksanakan berjamaah dilanjutkan dengan membaca do’a bersama- sama serta kultum Duha.

b. Salat fardu berjamaah

Salat fardu berjamaah dilanjutkan dengan pemberian materi syarat dan rukun iktikaf. Yang menjadi imam adalah guru PAI atau guru yang dianggap mampu atau peserta didik yang ditunjuk. Peserta dijadwalkan menjadi petugas adzan, iqamah dan pemimpin dzikir setelah salat sebagai sarana melatih diri dan pembentukan karakter c. Salat Tarawih dan Salat Witir

Salat Tarawih dan salat Witir dilaksanakan dengan imam dan penceramah adalah guru PAI atau guru yang dianggap mampu atau peserta didik yang ditunjuk. Peserta didik dijadwalkan untuk menjadi muazin dan bilal tarawih sebagai sarana melatih diri dan pembentukan karakter

d. Salat Tahajud

Salat Tahajud adalah salat sunnah yang dilaksanakan di malam hari, setelah tidur, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat ini dilakukan dengan dua rakaat dan bisa ditambah sesuai kemampuan

e. Kultum Ramadan

Kultum Ramadan dilakukan oleh guru PAI atau guru yang dianggap mampu atau peserta didik yang ditunjuk. Materi kultum meliputi wawasan dan pengetahuan tentang ajaran agama Islam dalam hal peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menggunakan metode cerita Islami, dongeng karakter, ceramah, presentasi, penayangan video dan lain-lain

f. Tadarus Alquran

Kegiatan membaca, mempelajari, dan mengulang-ulang ayat-ayat Alquran dengan tujuan untuk memahami, menghayati, serta mendalami makna dan pesan yang terkandung dalam Alquran. Tadarus dapat dilakukan secara individu maupun secara bersama-sama dalam kelompok dengan dipandu oleh guru atau teman sejawat, dan biasanya dilakukan pada bulan Ramadan, tetapi bisa juga dilakukan kapan saja sebagai amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam

g. Menghafal dan menulis Ayat- ayat Alquran

Kegiatan menghafal atau menulis ayat-ayat Alquran dengan tekun dan penuh kesungguhan, sehingga seseorang dapat melafalkan dan menulis ayat-ayat tersebut

(23)

dengan benar

h. Peningkatan Wawasan Keagamaan dan Pengembangannya Kegiatan ini dengan berbagai materi, antara lain:

1) Dirasah Islamiyah

Studi atau kajian mengenai ajaran Islam, yang mencakup berbagai aspek kehidupan yang diatur dalam agama Islam, seperti akidah, hukum Islam (fiqh), akhlak, sejarah Islam, fikih, tafsir Alquran, hadis, dan ilmu-ilmu agama lainnya.

2) Pengajian Kitab Kuning

Kegiatan belajar atau kajian yang dilakukan dengan mempelajari kitab- kitab klasik atau kuno dalam tradisi Islam, terutama kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu

3) Pengembangan Kajian Kontekstual

Pendekatan dalam studi atau kajian yang menyesuaikan teori, ajaran, atau pengetahuan dengan konteks atau situasi tertentu di mana kajian tersebut diterapkan. Dalam konteks keislaman, kajian kontekstual berusaha untuk menafsirkan dan mengaplikasikan ajaran-ajaran agama Islam sesuai dengan kondisi sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang ada pada zaman atau tempat tertentu

i. Praktik Ibadah

Serangkaian kegiatan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pondok Ramadan, baik yang dilaksanakan di satuan pendidikan maupun di pesantren, menjadi sarana untuk menguatkan iman dan meningkatkan kualitas ibadah siswa selama bulan Ramadan.

Praktik ibadah bisa dalam bentuk; praktik salat, praktik taharah (wudu, tayamum, membersihkan najis), praktik merawat jenazah, belajar membaca Alquran dan lain sebagainya.

j. Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman peserta didik tentang ketentuan, proses pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

k. Kegiatan Sosial

Kegiatan ini berupa kunjungan dan pemberian santunan ke panti asuhan/panti jompo/fakir/miskin, pembagian takjil dan pembersihan masjid/Musala/lingkungan.

(24)

3. Materi Kegiatan Pondok Ramadan (Peningkatan Wawasan Keagamaan dan Pengembangannya)

Dalam pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadan materi yang dapat diberikan kepada peserta didik adalah sebagai berikut yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing penyelenggara:

a. Kajian Kitab Kuning sesuai kebutuhan dan usia siswa.

b. Kajian Keislaman, merupakan kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan ajaran Islam.

c. Wawasan kebangsaan, merupakan materi untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan patriotisme.

d. Wawasan lingkungan hidup, yang mengajarkan kesadaran dan kepedulian terhadap keseimbangan dan kelestarian alam.

e. Citra diri anak saleh, yakni mengenalkan potensi diri agar bisa berperan sebagai anak saleh menurut Alquran dan hadits.

f. Adab pergaulan muslim, yakni pembiasaan diri dalam bergaul dengan sesama muslim dalam kehidupan sehari-hari.

g. Kepemimpinan, yakni memberi pemahaman dan pengalaman terkait kepemimpinan yang Islami.

h. Pencegahan penyimpangan sosial dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA)

i. Penguatan moderasi beragama dengan penguatan konsep dan penerapan Islam rahmatan lil alamin.

j. Perundungan (Bullying), materi yang berkaitan dengan perilaku menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain secara berulang

k. Etika Puasa di Era Digital, yakni pengaruh teknologi dan media sosial terhadap puasa dan ibadah di bulan Ramadan.

l. Sains Ramadan , hubungan antara ilmu pengetahuan (seperti biologi atau kedokteran) dengan praktik puasa, serta dampak positif puasa bagi kesehatan tubuh dan mental

4. Model Penyampaian Materi Pondok Ramadan

Pendekatan pengajaran yang dirancang untuk membuat kegiatan pembelajaran di Pondok Ramadan diharapkan lebih interaktif, menarik, dan relevan bagi peserta didik.

Pendekatan ini mengutamakan metode yang melibatkan siswa secara aktif,

(25)

menggunakan berbagai alat dan media yang inovatif, serta menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda yang semakin terbuka terhadap teknologi dan media digital.

Diantara contoh yang bisa di laksanakan : a. Simulasi “Mini Masjid"

Mengenalkan anak pada tata cara wudhu dan shalat secara sederhana, serta melatih motorik kasar dan membangun rasa cinta terhadap ibadah. Metode ini lebih tepat untuk anak TK dan SD kelas bawah.

Persiapan:

o Area bermain yang disulap menjadi "mini masjid".

o Alat peraga sederhana: ember kecil, gayung, sajadah mini, kostum imam (kopiah/sarung).

o Rekaman adzan atau pengeras suara kecil.

Langkah-Langkah Aktivitas:

a. Pembukaan:

- Guru mengenalkan masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.

- Bernyanyi bersama lagu "Ayo Kita Shalat" untuk membangun suasana seru.

b. Simulasi Wudhu:

- Guru menunjukkan cara wudhu secara perlahan, sambil menghitung basuhan tangan, wajah, dan kaki.

- Anak-anak diajak mempraktikkan wudhu menggunakan gayung kecil (tanpa air jika di ruangan kelas).

c. Simulasi Adzan dan Shalat:

- Satu anak bertugas sebagai muadzin dan melantunkan adzan sederhana.

- Guru memandu anak-anak berdiri dalam saf, mengikuti gerakan shalat dengan membaca doa yang sederhana seperti, "Allah Akbar" atau "Subhanallah".

- Anak-anak bergiliran menjadi imam dan makmum.

d. Penutup:

- Guru memberikan pujian kepada anak yang berpartisipasi.

- Tanya jawab sederhana: "Apa yang kita lakukan di masjid?" dan "Siapa yang ingin jadi imam lagi nanti di rumah?"

b. Proyek "Surat Cinta untuk Allah"

Siswa menulis surat sederhana kepada Allah SWT tentang harapan dan doa

(26)

mereka di bulan Ramadhan. Teknik ini untuk mengasah kemampuan refleksi dan ekspresi diri. Proyek surat cinta untuk Allah ini bisa diimplementasikan pada siswa jenjang SD dan SLB. Adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Guru memberikan contoh surat.

2) Siswa menuliskan surat mereka dan menghiasnya dengan gambar Ramadhan, atau gambar lain yang mengekspresikan isi surat cinta mereka.

3) Guru meminta beberapa siswa yang bersedia untuk membacakan surat cinta mereka. Siswa lain mendengarkan dan mengucapkan kata amin pada surat cinta temannya yang sudah dibacakan.

4) Guru membimbing siswa untuk menulis langkah- langkah pada lembar refleksi agar surat cinta mereka segera dipenuhi (dikabulkan) oleh Allah SWT.

c. "Membuat Jurnal Ramadhan Bergambar"

Deskripsi: Siswa mengisi jurnal bergambar setiap hari dengan aktivitas atau ibadah yang mereka lakukan. Bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK. Langkah - langkahnya:

1) Guru memberikan lembar kosong dengan panduan, misalnya: "Hari ini, saya membantu orang lain dengan cara __."

2) Siswa menggambar kegiatan tersebut atau menempelkan gambar yang sudah disediakan guru.

d. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Siswa diberikan proyek atau tugas yang berkaitan langsung dengan tema Ramadan, di mana mereka dapat bekerja secara kelompok untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, baik secara individu maupun kelompok. Model pembelajaran berbasis projek ini bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK dengan proyek disesuaikan tingkat berpikir serta perkembangannya. Contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan:

1) Proyek Sosial

Siswa dapat diajak untuk terlibat dalam kegiatan sosial seperti mengumpulkan sumbangan untuk orang miskin atau membagikan makanan sahur dan berbuka kepada yang membutuhkan.

2) Proyek Digital

(27)

Mengajak siswa untuk membuat konten kreatif, seperti video pendek tentang Ramadan atau membuat website sederhana tentang puasa dan ibadah selama bulan Ramadan.

3) Kegiatan Kolaboratif

Misalnya membuat infografis tentang manfaat puasa atau menyusun daftar amalan sunnah di bulan Ramadan yang bisa dipraktikkan oleh teman-teman mereka.

e. Pembelajaran Interaktif dan Kolaboratif

Menggunakan metode yang melibatkan interaksi langsung antara pengajar dan siswa serta antara siswa dengan siswa lainnya. Pembelajaran ini lebih berfokus pada diskusi kelompok, kerja sama, dan berbagi pengalaman, sehingga siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Model pembelajaran interaktif dan kolaboratif ini bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK dengan proyek disesuaikan tingkat berpikir serta perkembangannya. Contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan:

1) Diskusi Kelompok

Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk membahas tema-tema Ramadan seperti pentingnya puasa, manfaat tadarus, atau adab berbuka puasa.

2) Tanya jawab aktif

Pengajaran dilakukan dengan dialog dua arah. Pengajar mengajukan pertanyaan kepada siswa dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya atau berbagi pemahaman.

3) Simulasi dan Role-playing

Pengajar mengajak siswa untuk melakukan peran tertentu, seperti berlatih berbagi zakat atau memberi bantuan kepada sesama. Ini membantu siswa memahami nilai-nilai praktis dalam Ramadan.

f. Gamifikasi (Pembelajaran dengan Game)

Menggunakan elemen-elemen permainan atau game dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Model pembelajaran Gamifikasi ini bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK dengan proyek disesuaikan tingkat berpikir serta perkembangannya. Contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan:

1) Kuis dan Trivia

(28)

Mengadakan kuis Ramadan dengan pertanyaan seputar sejarah, adab, dan hukum puasa, di mana siswa dapat berkompetisi secara sehat dan belajar dengan cara yang menyenangkan.

2) Game Edukatif

Menggunakan aplikasi atau permainan berbasis edukasi yang mengajarkan siswa tentang Ramadan, seperti teka-teki seputar Alquran, hadis, atau tantangan amalan baik di bulan Ramadan.

3) Leaderboards dan Poin

Memberikan poin atau penghargaan untuk setiap tugas yang selesai atau aktivitas yang dilakukan dengan baik, yang bisa dilihat dalam leaderboard atau papan skor.

g. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem-Based Learning)

Menggunakan masalah nyata yang dihadapi oleh siswa selama Ramadan sebagai bahan pembelajaran. Siswa diberikan tantangan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pengetahuan yang mereka miliki. Model pembelajaran berbasis masalah ini bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK dengan proyek disesuaikan tingkat berpikir serta perkembangannya. Contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan:

1) Studi Kasus: Siswa diberi studi kasus tentang masalah yang sering terjadi selama Ramadan, seperti masalah kesehatan saat berpuasa, tantangan ibadah di luar rumah, atau manajemen waktu yang efektif. Mereka kemudian diminta untuk mencari solusi bersama.

2) Diskusi Masalah Sosial: Diskusi tentang isu sosial terkait Ramadan, seperti masalah kemiskinan, pemborosan makanan, atau ketidakadilan sosial, dan bagaimana solusi Islam dapat diterapkan.

h. Learning Station atau Pos Aktivitas

Setiap kelompok siswa bergerak ke berbagai pos yang masing-masing memiliki tema tertentu, seperti puasa, shalat, zakat, dan akhlak mulia. Model pembelajaran Learning Station atau Pos Aktivitas ini bisa diterapkan untuk siswa dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, SMA maupun SMK dengan proyek disesuaikan tingkat berpikir serta perkembangannya. Adapun tahapnnya adalah sebagai berikut:

(29)

Pos 1: Game interaktif menggunakan kuis digital (misalnya Kahoot atau Quizizz) tentang pengetahuan dasar Ramadhan.

Pos 2: Role-play atau simulasi praktik ibadah, seperti tata cara wudhu atau shalat Tarawih.

Pos 3: Diskusi reflektif dalam kelompok kecil, di mana siswa membahas makna puasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pos 4: Workshop kreatif membuat poster digital atau manual bertema Ramadhan.

i. Drama Kolaboratif "Journey of Fasting": Hikmah Puasa dalam Kehidupan Siswa berkolaborasi membuat drama tentang kisah inspiratif Islami yang mengangkat tema puasa dan keutamaan Ramadhan. Drama Kolaboratif "Journey of Fasting": Hikmah Puasa dalam Kehidupan” lebih tepat diterapkan untuk jenjang SMP, SMA dan SMK.

Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

1) Eksplorasi: Siswa mencari cerita tentang puasa di zaman Rasulullah atau kisah sahabat.

2) Diskusi Kritis: Setiap kelompok berdiskusi tentang pesan moral dalam kisah tersebut.

3) Produksi Kreatif: Mereka menulis skenario dan mempraktikkan akting dengan melibatkan elemen visual dan narasi yang mendalam.

4) Refleksi: Setelah pertunjukan, guru dan siswa bersama-sama membahas nilai- nilai yang terkandung dalam cerita tersebut.

j. Proyek Dokumenter "Diary Ramadhan": Mengasah Kreativitas dan Refleksi Diri

Siswa membuat video dokumenter pendek tentang pengalaman pribadi mereka menjalankan ibadah Ramadhan. Proyek Dokumenter "Diary Ramadhan":

Mengasah Kreativitas dan Refleksi Diri lebih tepat diterapkan untuk jenjang SD tingkat atas, SLB dengan ketunaan tertentu, SMP, SMA dan SMK.

Adapun aktivitasnya adalah sebagai berikut:

1) Eksplorasi: Siswa belajar dasar-dasar pembuatan dokumenter, seperti wawancara, pengambilan gambar, dan pengeditan.

2) Produksi: Mereka merekam aktivitas Ramadhan, seperti sahur, berbuka puasa, shalat berjamaah, atau bersedekah.

(30)

3) Refleksi: Setiap siswa menyisipkan refleksi tentang pelajaran yang mereka dapatkan selama Ramadhan.

4) Pemutaran dan Diskusi: Karya mereka diputar di kelas, diikuti diskusi bersama tentang hikmah yang diangkat.

k. "Ramadhan World Map": Belajar Multikultural Islami

Deskripsi: Siswa mengeksplorasi tradisi dan budaya Ramadhan dari berbagai negara di dunia. Model penyampaian materi ini lebih tepat diterapkan untuk jenjang SMP, SMA dan SMK. Adapun tahapan Deep Learning:

1) Penelitian: Setiap kelompok memilih satu negara, seperti Mesir, Turki, atau Indonesia, untuk mempelajari tradisi unik Ramadhan di sana.

2) Kreativitas: Mereka membuat presentasi visual atau artefak (poster, video, infografis) tentang budaya tersebut.

3) Refleksi Global: Diskusi tentang bagaimana nilai-nilai Islam menghubungkan umat Muslim di seluruh dunia meskipun ada perbedaan budaya.

-o0o-

(31)

BAB IV

ASESMEN DAN MONITORING

A. Asesmen

Asesmen kegiatan Ramadan dimaksudkan untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai peserta, antara lain meliputi:

Penilaian Keaktifan, Penilaian Ibadah Harian, Penilaian Hafalan dan Tilawah Al-Qur'an, Penilaian Materi Keagamaan, Penilaian Kegiatan Praktik Keislaman, Penilaian Akhlak dan Perilaku, Penilaian Kegiatan Sosial dan Kepedulian, Penilaian Kreativitas dan Keterampilan dan Refleksi Peserta didik.

B. Instrumen Asesmen

Instrumen asesmen kegiatan Ramadan dapat dibuat secara manual ataupun menggunakan instrumen berbasis digital/aplikasi antara lain google form, google classroom, quizziz, kahoot, mentimeter maupun aplikasi lain yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.

Asesmen kegiatan dititikberatkan kepada upaya memperoleh gambaran mengenai pengetahuan, karakter, sikap, kepribadian, perilaku keseharian, dan keterampilan peserta dalam menjalankan ajaran agama. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan instrumen asesmen meliputi, antara lain:

1. Pengamatan

Pengamatan dilakukan oleh guru dengan cara mengamati perilaku peserta didik, yaitu tentang: kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, mandiri, sopan santun, toleransi, taat aturan dan lain-lain.

2. Tes lisan

Tes lisan dilakukan oleh guru dengan memberikan pertanyaan secara lisan, yang bertujuan mengukur ketercapaian penyampaian materi pada kegiatan Ramadan.

3. Tes praktik

Tes praktik adalah asesmen yang menuntut peserta didik untuk menampilkan hasil belajar dalam bentuk praktik. Misalnya: tes membaca, menulis dan menghafal

(32)

Alquran, berwudhu, salat, dan lain-lain.

4. Portofolio

Portofolio sebagai pendukung asesmen hasil belajar selama kegiatan Ramadan bisa dikumpulkan secara berkala atau didokumentasikan.

5. Angket/kuesioner

Angket/kuesioner untuk mengetahui kesan peserta sesudah mengikuti kegiatan Ramadan menggunakan aplikasi digital atau kertas angket.

6. Asesmen diri sendiri atau teman sebaya (Self-Assessment atau Peer- Assessment)

Proses di mana siswa menilai dan mengevaluasi hasil kerja, kinerja, atau pencapaian belajar mereka sendiri berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

7. Jurnal Ramadan

Bentuk penilaian yang melibatkan pencatatan kegiatan, refleksi, atau pengalaman siswa selama bulan Ramadan dalam bentuk jurnal harian atau mingguan.

8. Tes Tertulis

Digunakan untuk menilai pemahaman tentang fiqih, akhlak, dan sejarah Islam, serta emahaman tentang hikmah puasa dan ibadah lainnya

C. Indikator Ketercapaian Pelaksanaan Kegiatan

1. Lebih dari 80 % program yang direncanakan dapat terlaksana.

2. Keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan lebih dari 80 % dari setiap bentuk kegiatan.

3. Kesan positif 80% dari peserta didik sesudah mengikuti kegiatan Ramadan.

4. Dukungan yang positif dari orang tua, komite satuan pendidikan, dan masyarakat serta tokoh agama dalam kegiatan Ramadan.

5. Dokumentasi administrasi kegiatan secara tertib selama kegiatan Ramadan dan dilaporkan ke pihak terkait.

6. Khusus peserta pondok Ramadan dinyatakan lulus jika mendapatkan predikat baik.

D. Pelaporan Kegiatan Pondok Ramadan

Dalam setiap katagori penyelenggara pondok Ramadan, baik di tingkat satuan pendidikan, tingkat kecamatan maupun di tingkat Kabupaten/Kota, panitia hendaknya menyusun laporan pelaksanaan kegiatan secara administratif sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanan kegiatan Ramadan, dengan sistematika : Halaman sampu, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan (latar belakang, tujuan dan dasar hukum),

(33)

pelaksanaan kegiatan (waktu, tempat, peserta, panitia, rangkaian acara, metode pelaksanaan), hasil kegiatan (capaian, evaluasi dan refleksi) dan penutup.

Adapun lampiran atau dokumen pendukung bisa berupa: Bagian pendukung untuk melengkapi laporan, seperti: Foto dokumentasi kegiatan, Jadwal atau agenda acara lengkap, Daftar nama peserta serta daftar hadirnya, SK panitia dan daftar hadirnya, daftar hadir pengisi materi, Contoh form penilaian kegiatan, seperti asesmen diri, teman sebaya, atau jurnal Ramadan siswa, serta Laporan keuangan (jika diperlukan).

Pelaksanaan kegiatan Ramadan ini dilaporkan oleh penyelenggara kegiatan kepada pimpinan masing-masing tingkat kegiatan, dengan rincian:

1. Penyelenggara tingkat satuan pendidikan melaporkan kepada kepala satuan pendidikan.

2. Penyelenggara tingkat kecamatan dan kabupaten/kota, melaporkan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama melalui Pengawas PAI dan/atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (bagi FKG PAI, KKG PAI atau MGMP PAI) dan/atau Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota masing-masing (bagi MGMP PAI SMA/SMK).

E. Monitoring

Untuk memantau kegiatan Ramadan telah terlaksana dengan baik, efektif, dan efisien perlu dilakukan monitoring oleh pihak yang berwenang yaitu:

1. Kepala Satuan pendidikan

2. Pengawas PAI/Pengawas Satuan pendidikan

3. Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota.

4. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

-o0o-

(34)

BAB V PENUTUP

Alhamdulillah, Pedoman Kegiatan Ramadan Peserta Didik di Satuan pendidikan tahun 1446 H/2025 M melalui program PAISLove Ramadan telah disusun untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan Ramadan di tingkat satuan pendidikan, tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten/kota.

Diharapkan seluruh stakeholder PAI dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan Ramadan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berkepribadian muslim yang kokoh, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Jika terdapat kekurangan dalam pedoman ini, Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur akan melakukan evaluasi, revisi, dan penyempurnaan, termasuk juga hal-hal lain yang belum diatur dalam pedoman ini.

Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya.

Semoga pedoman ini bermanfaat bagi semua pihak. Aamiin.

-o0o-

(35)

1. JENJANG TK

LAMPIRAN 1

FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN RAMADAN

a. Contoh Check List PAISLOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN RAMADAN 1446 H TAMAN KANAK-KANAK (TK) PROVINSI JAWA TIMUR

TANGGAL

PUASA MENGAJI MENULIS ARAB SHALAT

TARAWIH SODAQOH

Membaca/M emegang bacaan

Tanda Tangan Ortu

Ya Tidak Metode Jilid Hal. BB MB BSH BSB Ya Tidak

1 Ramadan 2 Ramadan 3 Ramadan 4 Ramadan 5 Ramadan 6 Ramadan 7 Ramadan 8 Ramadan 9 Ramadan 10 Ramadan 11 Ramadan 12 Ramadan 13 Ramadan 14 Ramadan 15 Ramadan 16 Ramadan 17 Ramadan 18 Ramadan 19 Ramadan 20 Ramadan

(36)

21 Ramadan 22 Ramadan 23 Ramadan 24 Ramadan 25 Ramadan 26 Ramadan 27 Ramadan 28 Ramadan 29 Ramadan 30 Ramadan

b. Contoh Jurnal Implementasi PAIS LOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

Hari

ke

Implementasi Kegiatan PAISLOVE Ramadan

Cinte menulis Alquran (Surat dan

ayat)

Cinta Ilmu

Cinta Lingkungan

Cinta Indonesia

(NKRI)

Cinta Digital

Cinta Rasul TTD Orangtu

a/Guru

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

(37)

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Keterangan :

- Guru atau orangtua membantu siswa menuliskan kegiatan PAISLOVE Ramadan yang dilakukan baik di satuan pendidikan, rumah maupun masyarakat.

- Tidak harus mengisi semua kolom, diisi sesuai apa yang sudah dilakukan oleh siswa

c. Contoh Jurnal Silaturahim Idul Fitri Nama Siswa :

Kelas :

Lembar Check List Silaturrahim saat Idul Fitri

(38)

Ananda dibantu orangtua memberi tanda silang (X) pada silaturahim yang sudah dilakukan.

1 Orangtua

2 Saudara

(39)

3 Guru

4 Teman

(40)
(41)

2. JENJANG SD

a. Contoh Check List PAISLOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN RAMADAN 1446 H SATUAN PENDIDIKAN DASAR (SD) PROVINSI JAWA TIMUR

Ramad an ke

PAIS LOVE yang diamalkan

Puasa Taraweh Tadarrus Menulis ayat Duha Tahajjud TTD

Ortu ya tidak Ya Tidak Surat ayat Surat Ayat

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

(42)

25 26 27 28 29 30

b. Contoh Jurnal Implementasi PAIS LOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

Tuliskan kegiatan PAISLOVE Ramadan yang dilakukan!

Hari

ke

Implementasi Kegiatan PAISLOVE Ramadan

Cinte menulis Alquran (Surat dan

ayar)

Cinta Ilmu

Cinta Lingkungan

Cinta Indonesia

(NKRI)

Cinta Digital

Cinta Rasul TTD Orang

tua

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

(43)

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Keterangan :

- Untuk siswa kelas bawah, guru atau orangtua dapat membantu siswa mmenuliskankegiatan PAISLOVE Ramadan yang dilakukan baik di satuan pendidikan, rumah maupun masyarakat.

- Tidak harus mengisi semua kolom, diisi sesuai apa yang sudah dilakukan oleh siswa

c. Contoh Jurnal Kunjungan Silaturrahim Hari raya Idul Fitri Nama siswa :

No. Absen :

No Hari/tanggal Nama Tuan Rumah Alamat TTD Tuan Rumah 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10

(44)

3. JENJANG SMP, SMA/SMK

a. Contoh Check List PAISLOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN RAMADAN 1446 H JENJANG SMP/SMA/SMK PROVINSI JAWA TIMUR

Tgl.

Laporan Salat

Projek/Port ofolio PAISLOV

E Ramadan

yang dibuat*

Tadarrus (Surat/ayat)

Puasa

Tanda tangan Guru/

Ortu

dhuhur Asar Maghrib Isya Tarawih Witir Shubuh Duha

Ya Tidak

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

(45)

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

b. Contoh Jurnal Implementasi PAIS LOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

Tuliskan kegiatan PAISLOVE Ramadan yang dilakukan baik di satuan pendidikan, rumah maupun masyarakat!

Hari

ke

Implementasi Kegiatan PAISLOVE Ramadan

Cinte menulis Alquran (Surat dan

ayar)

Cinta Ilmu

Cinta Lingkungan

Cinta Indonesia

(NKRI)

Cinta Digital

Cinta Rasul TTD Orangtua

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

(46)

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Keterangan :

- Siswa mengisi kegiatan PAISLOVE Ramadan yang dilakukan baik di satuan pendidikan, rumah maupun masyarakat.

- Tidak harus mengisi semua kolom, diisi sesuai apa yang sudah dilakukan oleh siswa, karena kejujuran lebih diutamakan

c. Contoh Jurnal Kunjungan Silaturrahim Hari raya Idul Fitri Nama siswa :

No. Absen :

No Hari/tanggal Nama Tuan Rumah

Hubungan dengan

siswa

Alamat Nasehat yang diberikan

TTD Tuan Rumah 1

2 3 4

(47)

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

4. JENJANG SLB

a. Contoh Lembar Pantauan Puasa Ramadhan 1446 H

Nama :

Jenjang : TKLB/SDLB/SMPLB/SMALB

Kelas :

Ketunaan :

Ramadan ke

PUASA Tarawih Salat Fardhu TTD

ORTU

TTD GURU Tidak Setengah

Hari

sehari Ya Tidak Shubuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya’

1

2

(48)

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

(49)

27

28

29

30

Keterangan :

1. Kekuatan berpuasa disesuaikan dengan kemampuan peserta didik

2. Lembar Pamantauan Puasa ini dicheklist oleh orang tua peserta didik sesuai dengan apa yang dilakukan oleh peserta didik.

3. Lembar Pamantauan Puasa ini ditanda tangani secara rutin oleh guru dengan kurun waktu setiap hari atau 3 (tiga) hari sekali atau 1 (satu) minggu sekali.

b. Contoh Jurnal Implementasi PAIS LOVE Ramadan Nama Siswa :

Kelas :

Hari

ke

Implementasi Kegiatan PAISLOVE Ramadan

Cinte menulis Alquran (Surat dan

ayat)

Cinta Ilmu

Cinta Lingkungan

Cinta Indonesia

(NKRI)

Cinta Digital

Cinta Rasul TTD Orangtu

a/Guru

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Referensi

Dokumen terkait

2) memiliki wakil kepala satuan pendidikan paling banyak 4 (empat) orang pada jenjang SMA/SMK.. mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan pada jenjang

Buku Kalender Pendidikan ini disusun sebagai pedoman dalam membuat rencana program dan kegiatan bagi Satuan Pendidikan TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SMKLB dan

bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja dan kesejahteraan bagi para Guru Agama dan Guru Madrasah yang bertugas di TK, SLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK, RA/BA, MI, MTs dan

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh institusi pendidikan baik dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP sampai SMA/SMK guna mendapatkan calon siswa/i

JENJANG SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA DAN SMK HASIL AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH TAHUN

JENJANG TK, SD, SMP, SMA DAN SMK YANG DIBAYARKAN PADA TRIWULAN III TAHUN ANGGARAN 2015. JUMLAH

Satuan pendidikan untuk jenis pendidikan umum pada jalur formal adalah SD dan SMP untuk jenjang dasar, SMA untuk jenjang menengah, dan Perguruan Tinggi untuk jenjang tinggi.. Sedangkan

Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Menteri Agama Republik Indonesia, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/ 2025