Kekuatan Karakter
Kelompok 5
Pendidikan Kimia 7B
Isnaini Nur Padilah
(11200162000042) Amalia Yuniar Wijarindi
(11200162000061)
Dally Mutiara (11200162000067) Mega Trimulia
(11200162000044)
Annisa Audina Anzani (11200162000064)
ANGGOTA KELOMPOK
Wisdom & Knowledge (Kearifan & Pengetahuan)
1 2 3 4
POKOK PEMBAHASAN KEKUATAN KARAKTER
Courage (Keteguhan Hati)
Humanity (Perikemanusiaan) Justice (Keadilan)
Temperance (Kesederhanaan) Transcendence (Transendensi)
5
6
Keberadaan pendidikan karakter dalam kurikulum nasional, ditinjau dari aspek psikologis guru, dapat dibahasakan sebagai keharusan bahwa guru, sebelum menjadi guru, dia harus selesai dengan masalah hidupnya. Guru harus memiliki stabilitas kehidupan yang baik atau sejahtera (well being) untuk dapat melakukan perannya sebagai pendidik karakter. Kekuatan karakter guru akan menyediakan penjelasan yang dibutuhkan untuk menjalani keseluruhan dan stabilitas kehidupan tersebut.
Tinjauan Character Strength &
Virtues pada Guru
Pendidikan karakter berbeda dari pendidikan moral karena mencakup pembentukan nurani dan perilaku, tidak hanya pengetahuan moral. Megawangi (2008) menekankan pentingnya "knowing the good, loving the good, and acting the good" dalam membangun karakter anak. Kekuatan karakter adalah mekanisme yang membantu mencapai keutamaan. Pendidikan karakter melibatkan penanaman nilai-nilai karakter, yang memengaruhi hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Lingkungan, terutama keluarga dan sekolah, memainkan peran penting dalam membangun karakter anak dengan membentuk fondasi karakter yang kuat.
Membangun Kekuatan Karakter
Berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu mengenai bagaimana individu memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Kebajikan ini meliputi lima kekuatan karakter, yaitu:
1. Wisdom & Knowledge (Kearifan & Pengetahuan)
Kreativitas (Creativity)
Mengarahkan individu untuk mencapai tujuannya dengan caranya sendiri yang baru, unik, dan orisinil.
Keingintahuan (Curiosity)
Berkaitan dengan mengambil pengalaman berkelanjutan yang menarik demi kepentingannya sendiri; menemukan subjek dan topik menarik; mengeksplorasi dan menemukan
1. Wisdom & Knowledge (Kearifan & Pengetahuan)
Keterbukaan Pikiran (Open mindedness)
Meliputi memikirkan segala sesuatunya dan memeriksanya dari semua sisi; tidak langsung mengambil kesimpulan; mampu mengubah pikiran berdasarkan bukti;
menimbang semua bukti secara adil.
Kecintaan Belajar (Love of learning)
Mengarahkan individu untuk menguasai keterampilan, topik, dan kumpulan pengetahuan baru, baik secara mandiri maupun formal. Individu menganggap belajar sebagai suatu tantangan.
1. Wisdom & Knowledge (Kearifan & Pengetahuan)
Perspektif (Perspective)
Mampu memberikan nasehat bijak kepada orang lain; memiliki cara memandang dunia yang masuk akal bagi diri sendiri dan orang lain. Mampu menyadari keterbatasan atau kelemahan dan kekuatan dirinya. Dalam mengambil keputusan, individu akan mempertimbangkan baik perasaannya maupun rasionalitasnya
2. Courage (Keteguhan Hati)
Courage (keteguhan hati) merupakan sebuah sikap
yang membuat kita memiliki dorongan yang kuat
untuk mencapai suatu tujuan. Dalam pelaksanaanya,
keteguhan hati menjadi sebuah kekuatan yang
memerlukan latihan untuk mencapai sebuah tujuan
yang ada.
2. Courage (Keteguhan Hati)
Bravery (Berani).
Terdapat empat kekuatan karakter dari keteguhan hati yaitu sebagai berikut:
1.
Berani merupakan kekuatan karakter seorang yang
tidak akan mundur meskipun ia menerima sebuah
ancaman, rintangan, hambatan, kesulitan, dan rasa
sakit dalam mencapai tujuannya.
2. Courage (Keteguhan Hati)
2. Persistence (Ketekunan). Ketekunan merupakan kekuatan karakter yang membuat seseorang akan menyelesaikan segala hal yang telah ia mulai.
3. Integrity (Integritas). Integritas merupakan
kekuatan karakter yang membuat seseorang untuk
berkata kebenaran dan menampilkan diri apa adanya.
2. Courage (Keteguhan Hati)
4, Vitality (Vitalitas). Vitalitas merupakan kekuatan
karakter yang dicerminkan dengan rasa antusias
dalam menjalani segala aktivitas.
2. Courage (Keteguhan Hati)
Merasa puas ketika melakukan hal yang benar Mempunyai nilai moral
Tidak suka menjatuhkan orang lain Mempunyai kekhasan
Selektif
Keempat kekuatan karakter tersebut memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
Interaksi guru yang multidimensional dengan anak didik menggugah aspek pribadi dan kemanusiaan, terutama ketika disertai cinta dan ketulusan. Cinta dan ketulusan guru lebih kuat daripada teknik mengajar mumpuni, karena tanpa keduanya, teknik tersebut bisa gagal atau bahkan berdampak negatif. Dengan cinta dan ketulusan, guru dapat mengembangkan berbagai teknik pendidikan yang efektif. Anak didik bisa merasakan apakah guru mencintai mereka dengan tulus atau hanya menjalankan tugas saja.
3. Humanity (Perikemanusiaan)
Perikemanusiaan dan cinta melibatkan hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain, yang mencakup memperdulikan dan memperhatikan orang lain. Kebajikan ini meliputi tiga kekuatan karakter, yaitu:
3. Humanity (Perikemanusiaan)
Cinta (Love)
Kebaikan Hati (Kindness)
Kecerdasan Sosial (Social intelligence)
4. Justice (Keadilan)
4 Keadilan berkaitan dengan interaksi antara beberapa individu yang ada dalam kelompok dengan kelompok itu sendiri. Keadilan melandasi kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Dalam kebajikan ini, terdapat tiga kekuatan karakter, yaitu:
1. Keanggotaan dalam kelompok (Citizenship) 2. Keadilan dan Persamaan (Fairness)
3. Kepemimpinan (Leadership)
5. Temperance (Kesederhanaan)
Mengarahkan individu untuk berpikir sebelum bertindak, untuk menghindari akibat buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari karena tindakannya tersebut. Terdapat 4 kekuatan karakter dalam kebajikan ini, yakni:
Forgiveness and mercy (Memaafkan)
1
Kekuatan karakter ini mampu memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan atau bersikap buruk kepadanya. Ia dapat melupakan pengalaman buruk di masa lalunya, tanpa paksaan dari orang lain
5. Temperance (Kesederhanaan)
Humanity/modesty (Kerendahan hati)
2
Seseorang dengan kekuatan ini memiliki kerendahan hati yang membuat seseorang mampu melihat kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya. Ia cenderung membiarkan keberhasilannya terlihat atau diakui (oleh orang lain) dengan sendirinya.
Prudence (Kebijaksanaan)
3
Kekuatan ini membuat seseorang akan bertindak hati-hati dalam memilih dan tidak mementingkan kesenangan sesaat, hal ini sebagai bentuk manajemen dirinya untuk meraih tujuan jangka panjangnya. Dapat dikatakan, seseorang dengan kekuatan ini lebih berorientasi pada masa depannya.
5. Temperance (Kesederhanaan)
Self regulation (self control)
4
Seseorang dengan kekuatan ini dapat mengatur apa yang dirasakan dan dilakukannya agar sesuai dengan situasi dan pandangan masyarakat. Kekuatan ini diperlukan setiap orang untuk dapat diterima di lingkungan masyarakat, sesuai dengan standar mereka.
Dicapai melalui daya spiritualis guru, adanya sense of humor, rasa optimis dan berorientasi pada masa depan, kepekaan atas keindahan kehidupan dan kemudahan untuk bersyukur. Kebajikan ini meliputi lima kekuatan karakter, yaitu:
6. Transcendence (Transendensi)
Apresiasi terhadap Keindahan dan Kesempurnaan (Appreciation of beauty and excellence)
Memperhatikan dan menghargai keindahan, keunggulan, dan/atau kinerja terampil dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari alam, seni, matematika, sains, hingga pengalaman sehari-hari.
6. Transcendence (Transendensi)
Bersyukur (Gratitude)
Menyadari dan mensyukuri hal-hal baik yang terjadi; meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih.
Harapan (Hope)
Mengharapkan yang terbaik di masa depan dan berupaya mencapainya; percaya bahwa masa depan yang baik adalah sesuatu yang dapat diwujudkan.
Humor (Humor)
Secara keseluruhan, humor dapat diartikan sebagai pikiran yang menyenangkan, pandangan yang membahagiakan yang memungkinkan individu untuk melihat sisi positif dari suatu hal.
6. Transcendence (Transendensi)
Spiritualitas (Spirituality)
Spiritualitas membuat individu memiliki kepercayaan tentang adanya sesuatu yang lebih besar dari alam semesta ini. Hal ini sering digambarkan sebagai Tuhan. Individu mampu menempatkan dirinya menjadi bagian dari alam semesta. Ia menyadari makna hidupnya dan mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk mencapai hal tersebut.
Fahmi dan Ramdani. (2014). Profil Kekuatan Karakter dan Kebajikan Pada Mahasiswa
Berprestasi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi, Vol. 1, No.1.
Muslim, Buchori. (2019). Integrasi Nilai. Jakarta: Puslitpen LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Peterson, C. & Seligman, M.E.P (2004). Character Strengths and Virtues: A Handbook &
Classification. New York: Oxford University Press.
Megawangi, R. (2004). Pendidikan Karakter. Bandung: Pustaka Mizan.
Kemendikbud. (2013). Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
Kemendiknas. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Hendrojuwono, W. (2008). Menciptakan Lingkungan Transformasional Demi Membangun Karakter Bangsa, Proceedings Temu Ilmiah Nasional. Bandung: Ikatan Psikologi
Perkembangan Indonesia (IPPI).