AKUSTIK LINGKUNGAN
PENGERTIAN AKUSTIK
Akustik Adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi dan semua yang
berkaitan dengan bunyi serta cara penanggulangan cacat akustik.
Hal-hal yang dipelajari dalam akustik meliputi :
Sifat-sifat bunyi, usaha mendapatkan bunyi yang enak untuk di dengar
dalam sebuah ruangan, isolasi bunyi,
persyaratan akustik dan sebagainya.
Beberapa Istilah
Bunyi
adalah gelombang getaran mekanis dalam udara atau benda padat yang masih bisa terdengar oleh telinga normal manusia.
Getaran tersebut ada pada frekuensi 20-20000 Hertz. Dibawah rentang tersebut disebut bunyi infra (infra sound), sedang di atas rentang tersebut disebut bunyi ultra (ultra sound). Suara (voice ) adalah bunyi manusia. Bunyi udara (airborne sound) adalah bunyi yang merambat lewat udara. Bunyi struktur
(structural sound ) adalah bunyi yang merambat melalui struktur bangunan.
Frekuensi
adalah jumlah getaran yang terjadi setiap detik. Dinyatakan dengan hertz. Semakin besar jumlah getaran dalam setiap detik, maka semakin tinggi suara yang akan kita dengar.
Desibel (dB)
adalah satuan untuk mengukur besarnya bunyi atau tekanan suara yang keluar dari sumbernya. Pengukuran desibel dengan alat sound level meter
Beberapa Istilah
Kebisingan (noise)
adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki atau mengganggu. Gangguan bunyi hingga tingkat tertentu dapat diadaptasi oleh fisik, namun syaraf dapat terganggu
Foon
adalah kenyaringan suara yang diterima oleh telinga. Telinga manusia dapat menerima suara sebesar 0-140 foon. Lebih dari itu akan merusak sistem pendengaran
Resonansi
adalah turut bergetarnya suatu material, karena
adanya getaran dari benda material lain
AKUSTIK ATAU BUNYI
BUNYI
merupakan energi getaran yang menjalar, dan memerlukan medium atau zat perantara (zat cair, zat padat dan gas). Bunyi terjadi karena adanya benda bergetar yang menimbulkan gesekan dengan zat di sekitarnya
SUMBER GETARAN dapat berupa objek yang bergerak atau berupa udara yang bergerak
BUNYI dapat didengar membutuhkan : 1) sumber/objek yang bergetar,
2) media perambatan, 3) indera pendengaran
KECEPATAN BUNYI melalui zat perantara gas/udara adalah 340 m/s pada 18°C dan 331 m/s pada 0°C
KECEPATAN BUNYI dipengaruhi oleh : temperature dan kelembaban
PEMBAHASAN AKUSTIK
Akustik Ruang
Membahas kualitas bunyi dalam ruang dan pengaturannya,
pengendalian cacat akustik, bising, dsb.
Akustik Lingkungan
Membahas penanganan akustik di dalam ruang yang sumber
bunyinya berasal dari luar
ruangan. Biasanya sumber bunyi tersebut mengeluarkan bising dan butuh pengendalian dengan cara mengatur eksterior bangunan dan lingkungan sekitar bangunan.
AKUSTIK LINGKUNGAN
Beberapa faktor yang mempengaruhi Kebisingan dari jalan dan Bangunan :
1. Sumber kebisingan, meliputi : jarak sumber
kebisingan dari bangunan, tingkat kebisingan sumber, frekuensi, durasi munculnya kebisingan, dan waktu munculnya kebisingan.
2. Medium yang dilalui kebisingan, meliputi : kondisi udara, jarak tempuh gelombang, bunyi kebisingan, ada dan tidaknya objek dalam medium
3. Bangunan sebagai penerima, meliputi : tingkat
kerapatan elemen bangunan, secara keseluruhan
(dinding, lantai, plafon, atap)
AKUSTIK luar - ruangan
Reduksi Kebisingan secara alamiah :
1. Jarak
Semakin jauh jarak telinga terhadap sumber kebisingan maka semakin lemah bunyi yang diterima.
2. Serapan Udara
Udara menjadi medium perambatan
gelombang bunyi. Kemampuan serapan udara bergantung pada suhu dan
kelembapan. Serapan yang lebih besar akan terjadi pada udara bersuhu rendah
dibandingkan dengan yang bersuhu tinggi
Akustika bangunan hal 60,CE. Mediastika
3. Angin
Pengaruh angin dalam mengurangi kekuatan bunyi adalah fenomena yang belum dapat
dipahami sepenuhnya. Hal ini dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin.
4. Permukaan tanah
Permukaan bumi yang masih dibiarkan sebagaimana adanya seperti tanah dan
rerumputan, adalah permukaan yang lunak.
Apabila bunyi merambat dari sumber ke suatu
titik melalui permukaan lunak semacam ini,
permukaan tersebut akan cukup signifikan
menyerap bunyi yang merambat.
Akustika bangunan hal 61,CE. Mediastika
5. Halangan
Reduksi bunyi akibat adanya objek
penghalang dapat dibedakan menjadi 2 :
Halangan yang terjadi secara almiah, misal : kontur alam
Halangan buatan,
misal : pagar , tembok, dsb
Kebisingan luar ruangan terhadap bangunan
Upaya untuk mereduksi bising
Menata Layout Bangunan
Akustika bangunan hal 63,CE. Mediastika
Perancangan Akustik
Material dinding akustik
Contoh dinding kedap suara
Material dinding akustik
Partisi geser kedap suara
memaksimalkan fungsi ruang
Dinding ruang memnatulkan suara
Karakteristik frekuensi dari alat2 ukur
KRITERIA KEBISINGAN
KEBISINGAN / NOISE adalah bunyi yang
mengganggu dan tidak diinginkan, berasal dari suara manusia, lalu-lintas kendaraan,
mesin/peralatan, refleksi suara speaker.
Bunyi akan terdengar dari sumbernya apabila kenyaringannya melebihi background noise minimal 6 dB sampai 10 dB
Batas minimal perubahan kenyaringan bunyi
yang masih dapat didengar dalam kondisi
normal adalah 3 dB
Persyaratan Akustik