• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang Konsep Dasar Hematologi

N/A
N/A
Yazid Kindi

Academic year: 2024

Membagikan "Pelajari tentang Konsep Dasar Hematologi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Konsep Dasar

Hematologi

(2)

Hematologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya Hematopoesis → proses pembentukan darah dan sistem imun

Terjadi di sumsum tulang setelah minggu ke 20 masa embrionik

Definisi

(3)

1. Mengangkut O2 dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru-paru.

2. Mengangkut sari makanan yang diserap dari usus halus keseluruh tubuh.

3. Mengangkut sisa metabolisme menuju alat ekskresi.

4. Berhubungan dengan kekebalan tubuh karena didalamnya terkandung lekosit,antibodi, dan subtansi protektif lainnya.

Fungsi darah

(4)

5. Mengangkut ekskresi hormon dari organ satu ke organ lainnya.

6. Mengatur keseimbangan air dalam tubuh.

7. Mengatur suhu tubuh.

8. Mengatur keseimbangan tekanan osmotik 9. Mengatur keseimbangan asam basa tubuh.

10. Mengatur keseimbangan ion-ion dalam tubuh

Fungsi Darah

(5)

PEMBENTUKAN SEL DARAH

(HEMATOPOESIS)

(6)

a. Sel darah merah (eritrosit) b. Sel darah putih (Leukosit)

Granulosit - neutrofil - Eosinofil - basofil

Agranulosit - Limfosit - Monosit

c. Keping Darah (Trombosit)

Macam macam darah

(7)

Fungsi → transport oksigen dan nutrisi

• Diproduksi di sumsum tulang → selama 7 hari

• Usia : 120 hari --

• Jumlah normal

- Dewasa laki-laki : 4.50 – 6.50 (x106/μL)

- Dewasa perempuan : 3.80 – 4.80 (x106/μL

Eritrosit

(8)

• Hematokrit → presentase volume darah total yang mengandung eritrosit

- laki-laki : 42-54%

- Perempuan : 38 – 48 %

• Hemoglobin → pigmen merah yang membawa oksigen dalam sel darah merah

- laki-laki → 14-18gr/dl

- Perempuan → 12-16 gr/dl

(9)

• Dalam pembentukan memerlukan : vitamin B12, asam folat, zatbesi, cobalt, magnesium, tembaga (Cu), senk (Zn), asam amino, vitamin C dan B kompleks.

• Pembentukan darah dimulai dari adanya sel induk hemopoetik (hematopoitietic cell). Sel induk yang paling primitif (sel induk

plurifoten) berdiferensia l menjadi sel induk myeloid dan sel induk lymphoid, yang selanjutnya melalui proses yang kompleks terbentuk sel-sel darah (eritroblast

Pembentukan sel darah merah (eritropoesis)

(10)

• berfungsi dalam hemostasis ( penghentian perdarahan) dan perbaikan pembuluh darah yang robek.

• Jumlah : 150.000 – 450.000 / mm3

• Produksi diatur oleh tromboprotein

Trombosit

(11)

PEMBENTUKAN TROMBOSIT

(12)

Terdiri dari air dan protein darah Þ Albumin, Globulin dan Fibrinogen.

Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah. Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen).

Zat antibodi adalah senyawa Gama Þ Globulin. Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam.

1. Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen = Presipitin.

2. Antibodi yang dapat menguraikan antigen = Lisin.

3. Antibodi yang dapat menawarkan racun = Antitoksin.

PlasmaDarah

(13)

• Memiliki inti, ukuran lebih besar, mampu mengikat warna

• Jumlah : 4000-10.000

• Fungsi : sistem kekebalan tubuh

• Meningkat → adanya infeksi, alergi, kanker

• Menurun → infeksi virus

Leukosit

(14)

Granulosit → 60%

• Granula dalam sitoplasmanya

• Eosinofil → merah terang

→ Respon terhadap alergi

• Basofil → biru

• Netrofil → ungu pucat

• Inti granulosit matang disebut polimorfonuklear (PMN) Fungsi : memakan benda asing (fagositosis)

• Meningkat jika ada infeksi

LEUKOSIT

(15)

2. Leukosit mononuclear (Agranulosit)

• Limfosit (30%) & monosit (5%)

- Limfosit matang diproduksi oleh nodus limfe dan jaringan limfoid usus, limpa dan kelenjar timus

- Fungsi : menghasilkan substansi yang membantu menyerang benda asing

- Limfosit T → membunuh secara langsung - Limfosit B → menghasilkan antibody →

menghancurkan benda asing

• Monosit → leukosit terbesar

LEUKOSIT

Referensi

Dokumen terkait

Tulang selanjutnya pada bagian ini akan terbentuk melalui proses ossifikasi endochondral Pada proses ini sel-sel tnesenkim yang telah bermigrasi dari jaringan lunak

Sadler (2012:xii) mengilustrasikan em- briologi dengan sebuah contoh adanya peru- bahan sebuah sel menjadi seorang bayi saat ma- sih dalam kandungan ibu, yaitu suatu

Spermatozoa yang merupakan bagian lainnya dari semen, terbentuk di dalam tubuli seminiferi dari sel-sel induk yang diploid (Spermatogonia A) melalui proses spermatogenesis

yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan pembelahan meiosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2

(Mereka berbeda dari sel induk embrio yang berasal dari janin yang sedang berkembang dan dapat tumbuh menjadi jenis lain sel-sel dalam tubuh.) Selama proses ini, sel-sel

Embrio yang terbentuk adalah dari sel-sel somatik atau gametik dan bukan dari zygot, embrio demikian disebut embrio adventip prosesnya disebut embryogenesis somatic selanjutnya

9 Adalah gardu induk yang menggunakan isolasi udara antara bagian yang bertegangan yang satu dengan bagian yang bertegangan lainnya.. 9 Gardu Induk ini berupa gardu induk

Hematopoiesis Proses produksi dan perkembangan sel darah • Induk sel darah  Hemopoietic stem cell/stem cell  Sel-sel yang akan berkembang menjadi sel-sel darah eritrosit,