Bab I Pendahuluan
1. Latar Belakang
Penyakit asam urat adalah jenis arthritis inflamasi yang paling umum dijumpai di seluruh dunia(1)(2)(3). Kejadian ini disebabkan oleh timbulnya peradangan akibat tumpukan kristal monosodium urate(4). Ini terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah (Hiperurisemia)(5)(6). Serangan radang sendi yang berulang, dapat menimbulkan kerusakan sendi permanen dan kecacatan. Risiko yang lain berkaitan dengan kemungkinan sumbatan saluran kencing akibat batu ginjal, dan/atau kerusakan jaringan ginjal yang permanen. Saat ini terdapat bukti juga (laporan penelitian) bahwa kadar asam urat yang tinggi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, serta dengan penyakit-penyakit metabolik lain seperti kolesterol dan obesitas(7)(8). Asam urat dapat disembuhkan pada sebagian besar kasus namun penanganannya masih kurang optimal(4).
Faktor lingkungan berkontribusi terhadap hiperurisemia dan risiko kambuhnya asam urat. Penyebab hiperurisemia antara lain peningkatan konsumsi purin dari daging, alkohol, dan sirup jagung fruktosa tinggi serta obat-obatan seperti siklosporin, aspirin dosis rendah, atau diuretik. Paparan lingkungan termasuk paparan timbal, paparan materi partikulat, fluktuasi suhu, dan stres fisiologis diketahui memicu resiko asam urat(9).
Beberapa contoh jenis makanan yang bersumber dari hewani dan memiliki kandungan purin tinggi di antaranya seperti jeroan (hati, limpa, babat), ternak (daging sapi, daging kuda dan daging kambing), makanan olahan (kornet, sarden, keju dendeng, dll), unggas (daging bebek, kalkun dan juga angsa), seafood (kepiting, udang, sarden, kerang, dll)(10).
Gout arthritis memiliki persebaran di seluruh dunia. Negara-negara maju cenderung memiliki prevalensi yang lebih tinggi. WHO memperkirakan sekitar 355 juta orang akan mengidap penyakit Gout. Di Asia Tenggara prevalensi hiperurisemia dan gout mencapai 13-25% dalam 10 tahun terakhir. Angka kejadian Gout Arthitis juga tergolong tinggi di Indonesia. WHO mengungkapkan prevalensi pengidap Gout Arthtitis di Indonesia mencapai 81% sehingga Indonesia masuk dalam urutan tertinggi penderita Gout Arthitis di Asia(6). Pengidap penyakit gout memiliki kurva kejadian yang naik setiap
tahun 2018, prevalensi penyakit asam urat berdasarkan diagnosis atau gejala memiliki prevalensi kedua tertinggi sebesar 24,7%, setelah hipertensi, 25,8%. Jika dilihat dari karateristik umur, prevalensi tertinggi pada umur ≥ 75 tahun (54,8%). Penderita wanita juga lebih banyak (8,46%) dibandingkan dengan pria (6,13%). Sedangkan di pulau Sulawesi, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah yang memiliki prevalensi penyakit sendi tertinggi, sebesar 27,7%(7)(11).
Indikasi penyakit asam urat dapat dijumpai pada komunitas pekerja kantoran, seperti halnya Pegawai Negeri Sipil. Pola hidup hedonisme, konsumtif, serba praktis, juga instan dapat memicu pola hidup dan pola makan yang kurang sehat(12)(13)(14)(15). Hal ini tentunya berisiko terhadap metabolisme tubuh, salah satunya adalah peningkatan kadar asam urat. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat antara lain:
1. Aktivitas fisik yang rendah(16)(17)(18).
2. Pola makan yang buruk(19)(20)(21)(22)(23)(24).
3. Tingkat stres yang tinggi(25)(26)(27)(28)(29).
Oleh karena itu, sangat penting bagi pekerja kantoran untuk menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan yang mengandung purin tinggi, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mengelola stres dengan cara yang sehat untuk mengurangi risiko terkena asam urat(30)(31)(32).
Upaya penanganan masalah peningkatan kadar asam urat, tentu dapat dilakukan.
Salah satunya adalah dengan pendekatan konsumsi produk pangan baru seperti produk fermentasi yang kaya akan antioksidan(33). Produk hasil fermentasi buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terbukti mampu mengatasi gangguan metabolisme asam urat(34) (35)(36)(37)(38). Buah mengkudu, yang dikenal sebagai noni(39), adalah tumbuhan asli Indonesia yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional(40)(41)(42). Bahkan orang-orang Polinesia yang hidup di sepanjang Samudra Pasifik telah memanfaatkannya selama lebih dari 2000 tahun(43)(44)(45). Kandungan berbagai fitokimia yang diisolasi dari daun, akar, bunga dan buah, menjadikan tanaman mengkudu memiliki beragam aktivitas farmakologi seperti antijamur, antioksidan, antiinflamasi, antiartritis, dan antikanker. Selain itu M. citrifolia terlibat dalam berbagai sektor industri ramah lingkungan, termasuk produk jus, pengawet alami untuk industri makanan, sumber obat alami, dan insektisida ramah lingkungan(46).
Kemampuan mekanisme mengkudu dalam menurunkan asam urat telah dituliskan dalam banyak jurnal. Di antaranya, ada jurnal penelitian oleh Li X, et.al., tahun 2021, berjudul “MicroRNAs Involved in the Therapeutic Functions of Noni (Morinda citrifolia L.) Fruit Juice in the Treatment of Acute Gouty Arthritis in Mice Induced with Monosodium Urate”. Dari penelitian tersebut menunjukkan adanya penurunan derajat pembengkakan telapak kaki secara signifikan dalam waktu 5 hari, serta kandungan dua jenis sitokin proinflamasi (yaitu NALP3 dan TNF-α). Hal ini memberikan bukti ilmiah untuk mendukung budidaya pertanian dan signifikansi farmakologis tanaman mengkudu(47)(48). Dalam jurnal Liu Y, et.al., tahun 2023 berjudul ”Characterizations of microRNAs involved in the molecular mechanisms underlying the therapeutic effects of noni (Morinda citrifolia L.) fruit juice on hyperuricemia in mice”, diketahui juga bahwa jus buah mengkudu dapat meningkatkan ekskresi UA tanpa menyebabkan efek buruk pada fungsi ginjal tikus(49)(50). Pada penelitian oleh Fajarini et.al. yang berjudul “Effect of Noni (Morinda citrifolia) Drinks Consumption to Uric Acid Levels In Elderly Patients with Hypertension” diperoleh hasil bahwa konsumsi minuman mengkudu (Morinda citrifolia) dalam bentuk sediaan teh buah mengkudu ternyata mampu menurunkan dan menstabilkan kadar asam urat pada lansia penderita hipertensi(51).Kemudian dalam jurnal penelitian in vitro oleh Palu, Deng, West & Jensen pada tahun 2009 yang berjudul Xanthine Oxidase Inhibiting Effects of Noni (Morinda citrifolia L.), dijelaskan bahwa mekanisme antigout pada mengkudu adalah dengan menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase(52).
Enzim xanthine oxidase berfungsi untuk melakukan katalis dalam proses oksidasi hypoxanthine menjadi xanthine dan kemudian juga mengkatalis oksidasi xanthine menjadi asam urat(53)(54). Mekanisme lainnya yang juga diduga dapat menurunkan kadar asam urat adalah adanya banyak kandungan antioksidan dalam buah mengkudu(55) yang berpotensi untuk mengatasi banyaknya prooksidan dalam tubuh, antara lain, senyawa querenin yang merupakan golongan flavonoid, senyawa americanol A, americanin A, americanoic acid A, morindolin, dan isoprincepin dari golongan lignin serta vitamin C.
Oleh karena itu, berbagai senyawa antioksidan tersebut diduga berpengaruh dalam mekanisme penurunan kadar asam urat yang berlebih oleh minuman mengkudu. Selain antioksidan, buah mengkudu juga memiliki senyawa quercetin dari golongan flavonoid
menjadi metode untuk menghambat peran xanthine oxidase sebagai katalis dalam proses hidroksilasi oksidatif dari substrat purin.
Pada studi penelitian ini akan dilakukan intervensi produk dengan pendekatan yang berbeda yaitu produk berupa hasil fermentasi buah mengkudu (Morinda citrifolia L.). Intervensi akan dilakukan terhadap pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Populasi ini mencerminkan populasi dengan tekanan kerja tinggi, pola makan dan pola hidup yang cenderung tidak sehat. Dengan demikian, diduga populasi tersebut beresiko terhadap gangguan kadar asam urat. Kemudian berdasarkan hasil penelian ini akan diketahui bagaimana efek pemberian produk hasil fermentasi buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap kadar asam urat pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Bardin T, Richette P. Impact of comorbidities on gout and hyperuricaemia: An update on prevalence and treatment options. Vol. 15, BMC Medicine. 2017.
2. Pembaruan epidemiologi, genetika, dan pilihan terapi hiperurisemia - PMC.
3. Lingkungan Pemicu Hiperurisemia dan Asam Urat - PubMed.
4. Jansen TL, Janssen M. Lessons and pitfalls from the 2020 Gout Clinical Practice Guideline presented in Atlanta at the ACR 2019. Vol. 39, Clinical Rheumatology.
2020. hal. 2011–6.
5. Chilappa CS, Aronow WS, Shapiro D, Sperber K, Patel U, Ash JY. Gout and hyperuricemia. Compr Ther. 2010;36:3–13.
6. Rokhimah Puji harlina, Arifin MZ, Rahmawati A. Gambaran kadar asam urat pada lansia. Skripsi. Lab Penelit dan Pengemb Farmaka Trop Fak Farm Univ Mualawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. 2016;1(2).
7. Sutadarma IWG. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2022. Tersedia pada:
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1222/gula-si-manis-yang-menyebabkan- ketergantungan
8. Nasrul NW. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2022. Tersedia pada:
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/372/bahaya-perokok-pasif
9. Helget LN, Mikuls TR. Environmental Triggers of Hyperuricemia and Gout. Vol. 48,
10. Karuniawati B. Hubungan Usia Dengan Kadar Asam Urat Pada Wanita Dewasa. J Kesehat Madani Med. 2018;9(2):19–22.
11. Kementerian Kesehatan RI. Riskendas 2018. Lap Nas Riskesndas 2018 [Internet].
2018;44(8):181–222. Tersedia pada:
http://www.yankes.kemkes.go.id/assets/downloads/PMK No. 57 Tahun 2013 tentang PTRM.pdf
12. MicroRNA Terlibat dalam Fungsi Terapi Jus Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.
13. Dungga EF. Pola Makan dan Hubungannya Terhadap Kadar Asam Urat. Jambura Nurs J. 2022;4(1):7–15.
14. Kesehatan J, Virgini Wetik S, Theresia Lumintang C, Keperawatan F, Katolik De La Salle Manado U. Efektivitas Pendidikan Kesehatan tentang Kepatuhan Diet terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pasien Gout Arthritis Efektivitas Pendidikan Kesehatan tentang Kepatuhan Diet terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pasien Gout Arthritis (The Effectiveness of Health . Cyntia Theresia Lumintang. 2022;11(1):2721–8007.
15. Selviyanti A. Andi selviyanti a.i k211 16 016. 2020;
16. Moray FA, Rattu JAM, Josephus J. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Aktivitas Fisik Pada Pegawai Pt. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Manado Tahun 2015. Pharmacon. 2016;5(1):290–6.
17. Waddell G, Burton AK. Is work good for your health and wellbeing? Occup Health Rev. 2006;(124):30–1.
18. Darmawan PS, Kaligis SHM, Assa YA. Gambaran kadar asam urat darah pada pekerja kantor. J e-Biomedik. 2016;4(2).
19. [Terapi nutrisi asam urat] - PubMed.
20. Potensi probiotik dalam perbaikan hiperurisemia - PubMed.
21. Mubarak AN. Hubungan Konsumsi Makanan yang Mengandung Purin d Asam Urat.
Borneo student Res. 2022;3(3):2659–63.
22. Hastuti VN, Murbawani EA, Wijayanti HS. Hubungan Asupan Protein Total Dan Protein Kedelai Terhadap Kadar Asam Urat Dalam Darah Wanita Menopause. J Nutr Coll. 2018;7(2):54.
23. Mirwana Amiruddin, Andi Nuddin, Henni Kumaladewi Hengky. Pola Konsumsi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Penyakit Asam Urat Pada Masyarakat Pesisir Teluk Parepare. J Ilm Mns Dan Kesehat. 2019;2(2):240–9.
24. Musa IM, Indarwati Abdullah RP, Akbar MA, Ramadhan W. Penyuluhan Diet Rendah Purin dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Hiperurisemia. J Pengabdi Kedokt Indones. 2022;3(2):86–93.
25. Dewi N, Setiyaningrum R. Peranan stres terhadap tekanan darah dan kadar asam urat pada kepala keluarga. Pros Semin Nas Psikol. 2020;12–23.
26. Hubungan tingkat stres dengan kadar asam urat pada lansia di Banjar Penyarikan desa Adat Bualu kecamatan Kuta Selatan kabupaten Badung Bali - UWKS - Library.
27. Tinjauan berbasis bukti tentang pengobatan penurun urat_ implikasi untuk pengobatan optimal hiperurisemia kronis - PubMed.
28. Dewi N, Setiyaningrum R. Peranan stres terhadap tekanan darah dan kadar asam urat pada kepala keluarga. Prosiding Seminar Nasional Psikologi. 2020. hal. 12–23.
29. Alejos H. No Title لا لصاوتلا» ةرفط ىلع ىذغتت مئارج ..ينورتكللا زازتابلا. Univ Nusant PGRI Kediri [Internet]. 2017;01:1–7. Tersedia pada: http://www.albayan.ae
30. Zhou Y, Zhao M, Pu Z, Xu G, Li X. Relationship between oxidative stress and inflammation in hyperuricemia. Vol. 97, Medicine. 2018. hal. e13108.
32. Simak! 5 Cara Mencegah Asam Urat Naik yang Bisa Anda Lakukan.
33. SEHAT DENGAN MINUM FERMENTASI BUAH MENGKUDU –.
34. Craniosynostosis - gambaran umum | Topik ScienceDirect [Internet]. Tersedia pada:
https://www.sciencedirect.com/topics/veterinary-science-and-veterinary- medicine/craniosynostosis
35. Fermentation _ Free Full-Text _ Changes in Phenolic Profiles and Inhibition Potential of Macrophage Foam Cell Formation during Noni (Morinda citrifolia Linn.
36. FITRIANINGSIH F. UJI BANDING EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum), DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) … [Internet]. 2019. Tersedia pada:
http://repository.stikes-bth.ac.id/56/
37. PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.
38. Karakterisasi microRNA yang terlibat dalam mekanisme molekuler yang mendasari efek terapeutik jus buah mengkudu (Morinda citrifolia L.
39. Apa itu Buah Mengkudu_ _ MMI Daar el-Qolam.
40. D HS. EFEK EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda. 2009;
41. Matching W. 冷志博 1 , 2 ,金鑫 2* 1. 2023;5(1):26–35.
42. Sari CY. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi. J Major. 2015;4(3):34–40.
43. Aktivitas antioksidan fraksi kromatografi yang diperoleh dari akar, buah dan daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.
44. Ii BAB, Teori L. BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Mengkudu (Morinda Citrifolia). :
7–40.
45. Wang MY, West BJ, Jensen CJ, Nowicki D, Su C, Palu AK, et al. Morinda citrifolia (Noni): A literature review and recent advances in Noni research. Vol. 23, Acta Pharmacologica Sinica. 2002. hal. 1127–41.
46. de Almeida Lopes MM, Guimarães Sanches A, de Sousa JA, de Oliveira Silva E. Noni
—Morinda citrifolia L. Exotic Fruits Reference Guide. 2018. hal. 319–25.
47. MicroRNAs Involved in the Therapeutic Functions of Noni (Morinda citrifolia L.
48. MicroRNAs Involved in the Therapeutic Functions of Noni ( Morinda citrifolia L.
49. Liu Y, Liu X, Wang M, Chen C, Li X, Liang Z, et al. Characterizations of microRNAs involved in the molecular mechanisms underlying the therapeutic effects of noni (Morinda citrifolia L.) fruit juice on hyperuricemia in mice. Front Nutr.
2023;10(June):1–19.
50. Liu Y, Liu X, Wang M, Chen C, Li X, Liang Z, et al. Characterizations of microRNAs involved in the molecular mechanisms underlying the therapeutic effects of noni (Morinda citrifolia L.) fruit juice on hyperuricemia in mice. Vol. 10, Frontiers in Nutrition. 2023.
51. Fajarini IW, Mahanggoro TP. Effect of Noni ( Morinda citrifolia ) Drinks Consumption to Uric Acid Levels In Elderly Patients with Hypertension Pengaruh Konsumsi Minuman Mengkudu ( Morinda Citrifolia ) Terhadap Kadar Asam Urat Lansia Penderita Hipertensi. 2015;23.
52. Palu A, Deng S, West B, Jensen J. Xanthine oxidase inhibiting effects of noni (Morinda citrifolia) fruit juice. Vol. 23, Phytotherapy Research. 2009. hal. 1790–1.
53. Muammar Y. Potensi Biodiversitas Indonesia Sebagai Inhibitor Xantina Oksidase Dan
54. Tong S, Zhang P, Cheng Q, Chen M, Chen X, Wang Z, et al. The role of gut microbiota in gout: Is gut microbiota a potential target for gout treatment. Vol. 12, Frontiers in Cellular and Infection Microbiology. 2022.
55. PROFIL SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.
56. Struktur dan fungsi Xeronine_ penguasaan komparatif komputasi dari misterinya - PMC.
57. Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.
58. Strategi berbasis makanan untuk memodulasi komposisi mikrobiota usus dan dampak kesehatan yang terkait - PubMed.