Teknik Editing Audio
Mata Pelajaran Pilihan XI DKV-2023 Teknologi audio saat ini sudah demikian maju. Terbukti bahwa banyak penikmat musik telah mendepankan kualitas sound. Tidak asal keluar, komposisi sound yang berkualitas memiliki fungsi dan nilai seni yang lebih berkelas. Kecanggihan teknologi editing audio digital mendukung semua itu, perangkat hardware pun mengikutinya dan tersedia dengan harga yang semakin murah.
Untuk menghasilkan sebuah komposisi audio digital profesional, diperlukan aplikasi pengolah audio yang andal pula. Adobe Audition dan Sound Forge merupakan salah satu contoh pengolah aplikasi audio yang terbaik saat ini, tidak perlu repot-repot seperti halnya editing pada perangkat konvensional. Melalui aplikasi ini, semua proses hanya klik dan drag, hasilnya dapat langsung didengarkan dengan baik.
Adobe Audition adalah aplikasi multimedia untuk mengolah file audio. Aplikasi ini secara khusus digunakan untuk membantu pengguna komputer yang ingin mengolah dan membuat komposisi audio dengan cepat. Tidak hanya itu, dengan Adobe Audition, pengguna komputer dapat merekam audio, memperbaiki kualitas audio, menambahkan bermacam efek suara, menggabungkan beberapa file audio, hingga pengguna dapat menyimpan audio dengan beberapa format suara.
Adobe Audition adalah multitrack digital audio recording, editor dan mixer yang mudah digunakan serta memiliki berbagai fasilitas pengolahan audio. Adobe Audition memberikan fasilitas perekaman audio hingga 128 track hanya dengan satu sound card.
Hal ini tentunya memberikan kemudahan bagi seorang sound editor untuk bereksperimen lebih jauh.
Pengeditan audio dapat dilakukan dalam bentuk .wav dan file output-nya dapat dikonversi dalam berbagai bentuk format audio, seperti .wma, .mp3, mp3pro dan lain-lain. Dalam mengaransemen sebuah audio dapat dilakukan dengan menambah beberapa alat musik, serta dihubungkan dengan line in atau microphone dari sound card.
Adobe Audition memberikan view yang berbeda untuk mengedit file audio. Jika ingin mengedit audio secara individual, maka gunkan Waveform Editor. jika ingin mengolah beberapa file audio dan mengintegrasikan dengan file video, maka gunakan Multitrack Editor. Waveform Editor dan Multitrack Editor menggunakan metode editing berbeda dan masing-masing memiliki kelebihan yang unik.
Fitur Baru Adobe Audition
Sejumlah fitur baru dan pembaruan fitur lama ditawarkan Adobe Audition. Beberapa fitur baru pada Adobe Audition tentunya tidak akan ditemukan pada versi lama. Berikut dijelaskan beberapa fitur baru yang terdapat pada Adobe Audition :
• Editing audio lebih cepat
• Mampu memutar video HD
• Penambahan beberapa efek baru
• Ditambah dan ditingkatkannya hot key manager
• Peningkatan batch rendering
• Manajemen file yang lebih efisien
• Kemampuan untuk langsung memburning CD audio
• Penambahan shortcut keyboard
Sample Type
Dalam bekerja dengan aplikasi editing audio, kita perlu memahami dasar dari sample type. Sample Type adalah karakteristik dari sebuah file audio digital. Sample Type terdiri dari sample rate, bit depth dan channel format. Dengan memahami karakteristik dari tiap file audio digital, kita akan lebih mudah dalam menentukan hasil output yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Sample Rate
Sample rates merupakan angka yang menunjukkan nilai sinyal audio dalam hitungan detik. Satuan sample rate adalah Hz. Nilai sample rate menunjukkan kualitas audio yang dihasilkan saat dimainkan. Semakin tinggi nilai sample rate, kualitas suara semakin bagus.
Berikut ini beberapa nilai sample rate yang umum digunakan dalam audio digital:
▪ 11.025 Hz: memiliki range frekuensi 0-5,512 Hz, kualitas suaranya setara radio AM (low-end multimedia)
▪ 22.050 Hz: memiliki range frekuensi 0-11,025 Hz, kualitas suara setara radio FM (high-end multimedia)
▪ 32.000 Hz: memiliki range frekuensi 0-16,000 Hz, kualitas suara lebih baik dari radio FM (standard broadcast rate)
▪ 44.100 Hz: memiliki range frekuensi 0-22,050 Hz, kualitas setara CD Audio.
▪ 48.000 Hz: memiliki range frekuensi 0-24,000 Hz, kualitasnya setara dengan standar DVD.
▪ 96.000 Hz: memiliki range frekuensi 0-48.000 Hz, kualitas audionya terbaik dan setara dengan High-end DVD.
Bit Depth
Pada audio digital, bit depth diartikan sebagai resolusi atau kedalaman suara yang menandakan jangkauan level suatu volume. Sebagai contoh, audio dengan 8-bit hanya menyediakan 256 volume suara, sedangkan pada resolusi 16-bit volume yang dihasilkan hingga 65.536. Semakin tinggi bit depth, maka ukuran file yang dihasilkan semakin besar.
Channel Format
Channel format terdiri dari dua jenis, yaitu mono dan stereo. Format mono menghasilkan sebuah karakter suara yang menyatu pada kanal kanan dan kiri, format stereo dapat menghasilkan dua karakter suara yang terpisah antara kanal kanan dan kiri. Jika anda mainkan file audio dengan format mono, suara yang dikeluarkan dari speaker kanan dan kiri adalah sama. Pada format stereo, suara yang keluar dapat berbeda antara kanal
kanan dan kiri serta saling melengkapi, sehingga menghasilkan komposisi lagu yang dinamis.
Teknik Editing
• Seleksi Data Audio
Seleksi data sangat penting karena langkah awal dalam proses editing
selanjutnya. Data yang terseleksi menentukan sebuah bagian dari file audio yang akan diberikan perubahan.
• Meng-Copy Audio
Perintah copy sama halnya dengan membuat duplikat data audio. Proses ini dapat dimanfaatkan jika ingin membuat sound yang berulang. Sebelum meng- copy data audio, lakukan seleksi datanya terlebih dahulu.
• Memindahkan Data Audio
Proses cut pada data akan menghilangkan sementara data yang terseleksi untuk dipindahkan ke area lainnya.
• Menghapus Data Audio
Menghapus data berarti membuang data yang tidak dipakai dengan menekan tombol delete pada keyboard. Setelah data terhapus akan terlihat perubahan durasi track. Durasi track akan berkurang sesuai dengan besarnya durasi data yang terhapus.
• Membuat Silence
Seperti namanya, fungsi silence digunakan untuk mengubah data audio menjadi kosong, sehingga tidak keluar ketika dimainkan.
• Invert dan Revers
Invert dan Revers adalah efek untuk membalik posisi audio. Proses invert
membalik posisi audio secara vertikal, sedangkan proses revers membalik posisi audio secara horizontal. Hasil yang dimainkan terlebih dahulu adalah hasil akhir setelah diseleksi, sehingga memberi kesan bahwa lagu yang dimainkan berjalan mundur.
Efek Pada Audio
Dalam memberi efek audio dapat dilakukan dengan mode waveform atau multirack.
Bedanya, jika menggunakan mode waveform, lebih fokus menerapkan pada file yang dipilih. Jika menggunakan mode multirack, dapat mengatur track dan dapat disesuaikan dengan track yang lain.
• Efek Amplify
Efek Amplify berfungsi untuk memperkuat atau memperlemah amplitudo sinyal audio. Efek ini sering digunakan untuk mengecilkan atau mengeraskan volume.
Sangat berguna jika diaplikasikan pada data audio hasil proses recording dengan microphone, karena pada umumnya data yang dihasilkan kurang jelas.
• Efek Graphic Equalizer
Dengan efek ini dapat diatur kualitas suara melalui grafik equalizer seperti pada program audio player.
• Efek Noise Reduction
Efek ini pada dasarnya digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan noise atau suara-suara yang mengganggu dan tidak digunakan. Efek ini akan membuat suara yang dihasilkan lebih soft, karena akan menurunkan amplitudo. Efek ini sangat tepat jika digunakan untuk menghilangkan desis pada data audio hasil proses recording.
• Efek Stretch and Pitch
• Pitch Control digunakan untuk mengubah nada suara dengan menaikkan atau menurunkan level nada dasar, baik suara vokal atau instrumen. Dengan pitch control dapat membuat suara terdengar lebih besar atau lebih kecil seperti suara lengkingan.
• Efek Echo
Echo adalah efek pantul yang dihasilkan seperti ketika berteriak dalam sebuah ruang tertutup, sehingga terdengar suara yang berulang.
• Efek Reverb
Reverb adalah efek yang dapat digunakan untuk menciptakan efek 3 dimensi berupa pantulan ruang terhadap suara yang dihasilkan. Suara yang dihasilkan seperti ketika kita tengah berada pada sebuah ruangan tertentu. Terdapat beberapa efek yang tergabung dalam kategori ini, antara lain Convolution Reverb, Full
Reverb, Reverb, Studio Reverb dan Surround Reverb.
• Efek Channel Mixer
Efek Channel Mixer digunakan untuk mengatur komposisi persentase output suara yang keluar dari kanal kanan dan kiri. Jika varibale semakin mendekat nilai 0%
berarti sinyal output kanal tersebut akan semakin kecil. Nilai persen semakin ke kanan dari 0% (positif) berarti penguatan semakin besar, semakin ke kiri dari 0%
(negatif) berarti sinyal akan di invert.
• Efek Chorus
Chorus adalah efek untuk menciptakan suarau seperti kelompok paduan suara.
Cara kerja ini, yaitu dengan menggandakan dan mengatur delay suara asli. Efek ini akan lebih banyak bekerja dan terlihat jelas pada suara vokal.
• Efek Flanger
Efek Flanger diciptakan dari beberapa proses filter yang kemudian digabung dengan suara asli, sehingga dapat menghasilkan suara instrumen seperti dalam sebuah ruangan. Efek ini dapat menghasilkan suara yang unik jika diaplikasikan pada suara vokal.
• Efek Phaser
Efek ini sebenarnya mempunyai fungsi yang sama dengan efek flanger, yaitu untuk menggandakan suara dengan tambahan vibrasi.
• Efek Distortion
Sesuai namanya, efek distorsi dapat digunakan untuk membuat suara menjadi rusak. Efek ini dapat memberi gangguan atau distorsi tertentu pada frekuensi suara.
Sumber:
1. https://miqbal.staff.telkomuniversity.ac.id/teknik-editing-audio/
2. https://www.pengertianku.net/2014/11/pengertian-audio-dan-media-audio-secara- lengkap.html