• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelaksanaan penegakan kode etik advokat di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pelaksanaan penegakan kode etik advokat di"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN PENEGAKAN KODE ETIK ADVOKAT DI DEWAN PIMPINAN CABANG PERHIMPUNAN

ADVOKAT INDONESIA PEKANBARU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG

NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum

Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Disusun Oleh:

NAMA : MANGARA SIJABAT

NIM : 1574201044

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU

2019

(2)

ABSTRAK

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum baik didalam maupun diluar pengadilan yang berlandaskan nilai-nilai Kode Etik Advokat dan memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan undang-undang.

Kode etik adalah etika yang nilai-nilainya terkandung dalam moral dan susila.

Penerapan kode etik sangat penting guna menjaga agar advokat dalam berpraktek atau beracara tidak keluar dari nilai – nilai profesi sehingga advokat bisa menjaga citra dan martabat kehormatan profesinya, serta setia dan menjunjung tinggi kode etik dan sumpah profesi.

Profesi advokat tentu bukan semata-mata untuk mencari kekayaan secara materiil atas jasa hukumnya. Hal itu disebabkan karena setiap advokat yang menjalankan profesinya, diwajibkan untuk berpedoman kepada kode etik advokat. Perilaku seorang advokat yang mentaati kode etik mencerminkan sikap patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, Profesi, Undang- Undang Advokat, dan Kliennya. Oleh karena itu, integritas seorang advokat harus diperjuangkan, agar layak disebut sebagai officium nobile. Integritas dan independensi seorang advokat dipandang harus sejajar dengan kebebasan yang didapatkan, kemandiriannya, dan rasa tanggungjawab yang tinggi dalam melaksanakan Tugas ke profesian nya.

Dalam kajian penelitian ini adapun pokok maslah yang

dikemukakan adalah bagaimana pelaksanaan penegakan kode etik advokat di dewan pimpinan cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, Hambatan dalam pelaksanaan pelaksanaan penegakan kode etik advokat di dewan pimpinan cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat dan upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan penegakan kode etik advokat di dewan pimpinan cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis, yang membahas tentang berlakunya hukum positif, yaitu pelaksanaan penegakan kode etik advokat di dewan pimpinan cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.penelitian ini, wilayah penelitian ini penulis memilih wilayah di Kota Pekanbaru di dewan pimpinan cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru.

Dalam prakteknya penulis melihat bahwa pelaksanaan penegakan kode etik advokat di dewan pimpinan cabang PERADI Pekanbaru masih belum maksimal dalam pelaksanaan dan penegakannya dengan adanya beberapa putusan pelangaran kode etik dari dewan kehormatan daerah yang belum dilaksankan. Hambatanya adalah karena tidak adanya tindak lanjut secara berkala dari komisi pengawas terhadap pelaksanan putusan kode etik. Upaya mengatasi hambatan pelaksanaan penegakan kode etik advokat adalah sosialisasi peraturan, pengawasan berkala dari Peradi dan melaukan penyuluhan kepada masyarakat dan pembinaan

terhadap advokat di DPC PERADI pekanbaru.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai jawaban permasalahan penelitian hukum ini, penegakan kode etik profesi Advokat yang mendampingi klien perkara pidana korupsi maka dapat disimpulkan

“Dewan Kehormatan adalah Lembaga atau badan yang dibentuk oleh Organisasi Advokat yang berfungsi dan berkewenangan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Advokat sebagaimana semestinya

Secara tekhnis, apabila ada pelanggaran Kode Etik Advokat, Dewan Kehormatan Cabang Sleman akan secara sigap dan cepat memperoses pelanggaran tersebut apabila ada aduan, dan

Menurut Kode Etik Advokat Indonesia dalam Pasal 1 butir a, Advokat adalah orang yang berpraktek memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi

Penerapan kode etik advokat Indonesia terhadap kinerja advokat kurang efektif, sehingga belum mampu menjadi sarana kontrol untuk mengawasi advokat dalam menjalankan profesinya..

- Pasal 14 angka 3 tentang Kode Etik Advokat Indonesia dinyatakan bahwa “Majelis dipilih dalam rapat dewan Kehormatan cabang/Daerah yang khusus dilakukan untuk

Pengaduan terhadap Advokat sebagai teradu yang dianggap melanggar Kode Etik Advokat harus disampaikan secara tertulis disertai dengan alasan-alasannya kepada

Kode Etik Advokat Indonesia adalah hukum tertinggi dalam menjalankan profesi, yang selain menjamin dan melindungi namun juga membebankan kewajiban kepada setiap