Ibu Nurlaili, M.Si. Pd selaku Ketua Jurusan Tarbiyah yang memberikan kesempatan menimba ilmu. Mawardi Lubis, M.Pd selaku Pengawas I yang memimpin dengan sabar dan penuh tanggung jawab sebagai bekal untuk kemaslahatan sosial, bangsa dan negara.
Latar Belakang Masalah
Belum Optimalnya Pelayanan dan Sistem Referensi Keagamaan Islam pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu bagi pengunjung. Belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan untuk belajar agama Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu bagi pengunjung 3.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
2. Untuk mengetahui bagaimana strategi dan referensi pelayanan Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu kepada pengunjung.
Manfaat Penelitian
Untuk meningkatkan kinerja perpustakaan dan sistem pelayanan serta ketersediaan referensi Agama Islam di Perpustakaan Darah Provinsi Bengkulu. Untuk meningkatkan minat berkunjung dan belajar serta membaca tentang ajaran agama Islam bagi pengunjung Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu.
Sistematika Penulisan
Pelayanan dan Ketersediaan Referensi Agama Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi. Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi
Dengan adanya perpustakaan keliling, pelajar yang berada jauh dari perpustakaan umum atau provinsi dapat memperoleh informasi dan layanan pembelajaran dari perpustakaan. 3 Perpustakaan merupakan tempat dimana pelajar dapat membaca dan belajar secara mandiri maupun berkelompok. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan: “Perpustakaan adalah lembaga yang secara ahli melakukan pengawasan terhadap koleksi karya tulis, cetak, dan rekaman dengan kerangka baku untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, dan pendidikan.
Strategi Perpustakaan Meningkatkan pelayanan dan referensi Agama Islam bagi pengunjung perpustakaan
Hasil penelitian Fatma Husani (2018) yang berjudul “Persepsi pemustaka terhadap layanan perpustakaan pada perpustakaan daerah di Kabupaten Aceh Tenggara. Persepsi pemustaka terhadap pelayanan layanan perpustakaan daerah di Perpustakaan Kabupaten Aceh Tenggara cukup baik dan efektif baik dari segi pelayanan sirkulasi, pelayanan referensi, fasilitas pelayanan dan persepsi pemustaka terhadap pustakawan Sinta Wigar Nengtyas (2010), dengan judul “Strategi Pelayanan Perpustakaan Pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta” Mengingat pentingnya perpustakaan di daerah, salah satunya adalah jenis perpustakaan yang sudah mapan, khususnya perpustakaan umum.
Perpustakaan Daerah Kota Surakarta sebagai salah satu perpustakaan umum yang bergerak di bidang pelayanan informasi. Bagaimana kualitas pelayanan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta dan upaya apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas layanan perpustakaan di wilayah kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi Perpustakaan Daerah Kota Surakarta.
Kualitas pelayanan perpustakaan daerah kota Surakarta berjalan cukup baik dalam melayani segala aspek, baik referensi dan lain sebagainya.
Waktu dan Tempat penelitian
Sumber Data
Sumber informasi yang langsung menyampaikan informasi kepada otoritas informasi, antara lain informasi penting dari kepala departemen, pustakawan, dan pengunjung perpustakaan.Data primer juga dapat berupa pendapat individu atau kelompok terhadap subjek (orang), observasi terhadap obyek. (fisik), peristiwa atau kegiatan dan hasil tes. Disini peneliti mengambil sumber dari buku, jurnal logika, dokumen atau proposal serta catatan lain yang teridentifikasi melalui bantuan dan aksesibilitas referensi keislaman di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu.
Informan Penelitian
Teknik Pengumpulan Data 1.Observasi
Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data melalui tanya jawab satu arah, yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan penelitian. Untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan, dilakukan wawancara langsung terhadap orang yang menjadi sumber data, tanpa perantara, baik secara pribadi maupun tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara untuk memperoleh data tambahan berupa sosial, budaya, atau kondisi dan kecenderungan seputar topik tersebut, atau bahkan untuk memperoleh jenis data primer yang dimaksudkan peneliti di atas.
Hal ini sangat penting untuk melakukan perbandingan dengan data yang diperoleh peneliti dengan teknik lain. Dokumentasi bertujuan memperoleh data langsung dari tempat penelitian, antara lain buku-buku yang relevan, peraturan laporan kegiatan, foto-foto, dokumenter, data-data yang relevan. 26.
Teknik Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
Mereduksi informasi berarti menarik kesimpulan, memilah hal-hal mendasar, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari topik dan contoh. Dengan cara ini, informasi yang terbatas memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan spesialis untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dan mencarinya jika diperlukan. Menampilkan informasi memperjelas apa yang terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya tergantung apa yang dirasakan.
Informasi yang sengaja dirancang, dipusatkan dan diatur melalui reduksi dan penyajian informasi yang kemudian ditutup sehingga dapat diketahui pentingnya informasi tersebut.
Fakta Temuan Penelitian 1. Deskrpisi Wilayah Penelitian
Deskrpisi Hasil Penelitian
Dalam merumuskan masalah (a) Bagaimana pelayanan dan ketersediaan referensi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu bagi pengunjung perpustakaan untuk belajar agama Islam. b) Bagaimana strategi perpustakaan meningkatkan pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam bagi pengunjung. Bagaimana pelayanan dan ketersediaan referensi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu bagi pengunjung perpustakaan untuk belajar agama Islam. Pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam pada pelayanan perpustakaan dan arsip provinsi Bengkulu cukup baik.
Dari hasil wawancara peneliti dengan kepala dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi Bengkulu tentang bagaimana pelayanan dan ketersediaan referensi perpustakaan Agama Islam, peneliti dapat mengambil kesimpulan. Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan layanan perpustakaan dan arsip di provinsi Bengkulu ditinjau dari bagaimana pemanfaatan perpustakaan bagi pengunjung ketika belajar agama Islam, peneliti mewawancarai beberapa orang. Banyak pengunjung yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca, menulis bahkan meminjam referensi agama Islam untuk berbagai keperluan.
Dari hasil wawancara peneliti dengan petugas pelayanan perpustakaan pada dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi Bengkulu mengenai keterbatasan pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam, peneliti dapat mengambil kesimpulan.
Strategi Perpustakaan Meningkatkan pelayanan dan referensi Agama Islam bagi pengunjung perpustakaan
Dari hasil wawancara peneliti dengan informan pengunjung perpustakaan mengenai pendapat strategi peningkatan kualitas tenaga pelayanan dan referensi agama Islam di perpustakaan provinsi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perpustakaan merupakan indikator penting bagi peningkatan layanan dan referensi keislaman. Dalam strategi menunjang sarana prasarana yang ada di perpustakaan untuk layanan dan referensi Islam, peneliti juga mewawancarai informan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu untuk memperoleh informasi lebih mendalam.
Dari hasil wawancara peneliti dengan informan kepala dinas perpustakaan provinsi Bengkulu tentang strategi peningkatan layanan pendukung sarana prasarana dan referensi agama Islam, peneliti dapat mengambil kesimpulan. Dari hasil wawancara peneliti dengan informan yaitu petugas layanan perpustakaan provinsi Bengkulu tentang strategi meningkatkan pemanfaatan perpustakaan dalam pembelajaran agama Islam bagi pengunjung. Strategi yang tepat dalam mengatasi kendala penyediaan layanan dan ketersediaan referensi agama Islam akan membantu mengatasi permasalahan tersebut.
Dari hasil wawancara peneliti dengan informan pengelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu mengenai strategi mengatasi kendala pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam di dalamnya.
Pembahasan Hasil Penelitian
Hal ini sejalan dengan teori yang telah dijelaskan yaitu tentang pekerjaan, referensi agama Islam, kemudian strategi dalam bekerja dan ketersediaan referensi agama Islam. Dari teori yang ada, peneliti mengkaji aspek ritual keagamaan Islam dan referensi yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil wawancara kepada pengelola bidang pelayanan, pegawai dan pengunjung Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bengkulu dijelaskan bahwa pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam di.
Pengunjung perpustakaan juga mempunyai peran dalam meningkatkan pelayanan dan ketersediaan referensi Islami di perpustakaan di masa depan. Agar pelayanan dan ketersediaan referensi agama islam pada pelayanan perpustakaan dan kearsipan provinsi bengkulu menjadi lebih baik kedepannya, maka perlu diterapkan strategi yang baik dalam menyikapi pelayanan dan referensi agama islam bagi pengunjung, jika ada kendala tentu saja , diperlukan strategi yang baik untuk mencari solusi bagi mereka. Namun secara keseluruhan pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu sudah berjalan cukup baik. Pelayanan keagamaan Islam dan referensi di perpustakaan sudah baik dan sesuai dengan standar perpustakaan provinsi lainnya. Pengunjung yang datang ke Perpustakaan juga merasa cukup puas dengan layanan keagamaan Islam dan referensi yang ada di perpustakaan provinsi Bengkulu.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelayanan dalam pelayanan dan ketersediaan referensi agama Islam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu sudah cukup baik dan berjalan dengan lancar.
PENUTUP
Untuk pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu harus lebih dioptimalkan, adapun bagi petugas pelayanan yang bertugas, sistem pelayanan yang ada yaitu sistem OPAC (online public access catalog) harus lebih baik lagi dan diberikan petunjuk yang jelas. mengenai pengoperasiannya. Bagi pengunjung, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, perpustakaan tidak melayani pengunjung secara konvensional secara tatap muka, namun melalui sebuah aplikasi yaitu perpustakaan elektronik digital provinsi Bengkulu, pihak perpustakaan harus benar-benar memperhatikan penggunaan aplikasi ini untuk berkarya. efektif optimal. . Strategi yang digunakan pihak perpustakaan juga harus lebih baik lagi dengan tindakan-tindakan supresif dan preventif yang tepat, tidak hanya mengandalkan saran dari pihak-pihak yang berkepentingan saja. Kemudian referensi agama Islam yang ada di perpustakaan juga harus lebih ditingkatkan setiap minggunya, seperti menambahkan buku teks.
Agar pengunjung perpustakaan dapat mengetahui lebih jauh mengenai sistem pelayanan dan juga referensi agama islam yang ada di layanan perpustakaan dan arsip provinsi bengkulu, mengetahui bagaimana sarana dan prasarana perpustakaan menunjang proses pembelajaran agama islam di provinsi bengkulu. perpustakaan, sehingga pengunjung dapat mengetahui bagaimana sistem pelayanan yang berlangsung di Perpustakaan Provinsi Bengkulu pada masa Covid-19 karena pada masa pandemi Covid-19 tidak ada layanan tatap muka yang konvensional. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti bagaimana sistem pengelolaan perpustakaan yang baik dalam referensi agama Islam, maka peneliti disini berharap dapat menggali lebih banyak lagi sumber dan referensi terkait mengenai layanan dan referensi agama Islam lalu mengenai strategi peningkatan layanan dan sistem referensi agama Islam di perpustakaan. dan lebih mempersiapkan diri dalam pengumpulan data dan pengumpulan data agar penelitian dapat terlaksana dengan baik. Peran perpustakaan daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat (Studi pada Perpustakaan Umum Taman Ekspresi Kota Surabaya).
Memahami konsep abstrak ajaran agama Islam pada anak melalui pendekatan sinetik dan tanda-tanda analogis dalam Al-Qur'an.