Pemanfaatan ICT (lnformation and Communication lechnology) ilelalui
E,Learning Dalam Pembelajaran Dewasa lni
Oleh: Abdul Azis
ABSTRAK
Paradigma pembelajaran konvensional dimana posisi guru yang sanSat
dominan yakni gurulah yang
menentukan jalannya proses pembelajaran dengan menentukan materi dan referensi yang dipakai sena menjadi penennr keberhasilan seorang siswa, dengan kehadiranICI
telah mulai ditinggalkan.Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (lCT) dengan
produk-produk teknologi yang dihasilkan telah
memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, salah satunya berupa layanan pembelajaran melaluielearning
yang dapat dilakukan oleh peserta didik dengan mengakses melalui jaringan internet.Dengan fasilitas ICT ini, setiap siswa dapat memiliki
pengetahuan apapun, bahkan yang melampaui apa yang mungkindimiliki
gurunya. Siswadapat
menemukan cara-cara memahami pengetahuanyang
samadari
berbagai macamsudut dan
cara pemahaman yang berbeda dari gurunya. Otoritas pengetahuan yang sebelumnya hanyadimiliki
guru, kini dimiliki juga oleh setiap media komunikasi, bahkan dengan kemungkinan cara penyajian yangjauhlebih
menarikdari
pada yang dapat disajikan olehguru di
dalam kelas. Banyak manfaat yang diperoleh dari pembelajaran melalui e- learning, antara lain adalah: fleksibelitas, independent learning dan efesiensi dalam pembiayaan.Kata-kata kunci: ICI
e-Learning, Pembelajaran.Namun dalam
dekade-dekadeterakhir ini, muncullah
budayayang
merupakan perpaduan darikedua
budaya sebelumnya terse-but, yang secara nyata hadir bersama dengan
perkembanganteknologi informasi dan
komuni- kasi. Dengan teknologiini,
komu- nikasi secara lisan maupun tulisan dapatdifasilitasi,
bahkan seluruh prosesitu
dapat direkamdan
di- simpan sehingga setiap saat bisadiacu kembali.
Dengan demikiandimensi ruang dan waktu
yangselama ini menjadi
penghambatkomunikasi antar manusia
dan antar institusi telah sebagian tera- tasi oleh hadirnyaICL
Dalamani tertentu, inilah dunia di
manamanusia zaman
ini
harus hidup.Artinya,
dengan segala kelebihandan kekurangannya, ICT inilah
yang akan membentuk polapikir dan pola berkomunikasi
masya- rakat, yang selanjumyajuga
akan menentukan cara manusia melan-jutkan
proses-proses sosial yangdimilikinya termasuk
pro sespendidikan.
ICT secara mendasar
telah mengubah cara hidup, cara belajardan cara bekerja manusia,
baik sebagaipribadi maupun
masya-rakat.
Diharapkan produk-produkteknologi serta
penerapannyadalam kehidupan manusia itu
dapat meningkatkan kualitas
hidup itu sendiri. Demikian juga
di
dalam dunia pendidikan, harapanyang
samaperlu
disosialisasikan terus menerus, aSar terjadi pening-katan efektifitas
pengajaran dan pembelajaran dengan muara pada peningkatan kualitashidup
bang-sa. (Heliarko dan Wijaya,
2005:r89).
Berbagai dampak nyata hadir
oleh karena kehadiran ICT di dalam dunia pendidikan.
Yang paling nyata adalah semakin terse-dianya
sumber-sumber informasiyang dangat mudah
diakses.Kenyataan ini mengakibatkan
bergesernya peran guru dari seba-gai
pemegangotoritas
pengeta-huan di
kelasmenjadi fasilitator yang harus memfasilitasi
prosesbelajar siswa dengan
kemung-kinan akes ke
sumber-sumberinformasi yang telah
tersediasecara bebas melalui eJearning.
Pembelajaran
elektronik
ataue-Learning telah dimulai
pada tahun 1970-an, sebagaimana yang dikutip oleh Siahaan (2005:2) dari Waller and Wilson, 2001. Berbagaiistilah digunakan untuk
menge-mukakan pendapat/gagasan tentang
pembelajaran elektronik,antara lain adalah: on-line
leaming, in temet-enabled learning,
viranl learning, atau
web-bosed learning. Dalamkaitan ini,
yangdiperlukan adalah kejelasan
Abdul Azis I Pemanfaatan ICT 35
A. Pendahuluan
Pendidikan adalah
sesuatuyang esensial bagi
ma nusia, denganpendidikan
manusia bisa belajar menghadapi alam semesta demi mempenahankan hidupnya.Persoalan
pendidikan
merupakan persoalanyang selalu hidup di tengah manusia, dari
manusia yang palingprimitif
sampai manu-sia paling modern,
pendidikanselalu berkembang sesuai dengan
taraf pemikiran manusia itu
sendiri. (Azis, 2005:72).
Perkembangan pendidikan pada manusia telah
melahirkan sebuah masyarakatyang
cerdas, yang berhasil mengumpulkan danmewariskan ilmu
pengetahuan dari generasi ke generasi. Perkem-bangan ilmu
pengetahuan yanginovatif membawa
masyarakatpada paradigma yang jauh berbeda dengan beberapa
era sebelumnya,dimana
kecerdasan manusia itu telah dapat dimanfaat-kan oleh masyarakat,
termasuklembaga-lembaga pendidikan,
dalam bentuk perkembangan
ilmu
pengetahuan dan teknologi.Salah satu produk ilmu
pengetahuan
dan teknologi
yang dewasa ini telah membanjiri duniaadalah produk-produk di
bidang teknoloSiinformasi dan
komuni-kasi. Teknologi ini
merupakan integrasiteknologi
komputer danteknologi komunikasi.
Dalambatas tertentu, teknologi
ini
telahmenjadi habitat masyarakat, termasuk lembaga
pendidikan.Dalam hal
ini
lembaga pendidikanharus dapat memanfaatkan
perkembangan teknologi ini sebaik mungkin. Dimana Kecenderungan banyak lembaga
pendidikan
saatini
adalah semakin memanfatkan penggunaanteknologi
informasidan komunikasi
(information and.communication technologt
atat)IC'I) melalui e-learning
dalam proses pembelajaran.Ttrlisan
ini
mencoba mengulassedikit tentang
pemanfaatan ICT melalui e-leaming dalam pendidi-kan di
Indonesia, kendala sekali- gus solusi yang ditawarkan dalamrangka menghadapi perkem-
bangan ICTyang kian
cepat dan maju tersebut.B. Pembelajatan Melalui
E-Learning
Teknologi informasi dan komunikasi
atauinformation
and.communication
technologr (ICT)
menjadi salah satu revolusi teknologi yang
mengubah wajahdunia dengan cukup
signifikandalam dekade terakhir.
Budayalisan yang
mendominasi perada-ban di
masa-masalampau
telahdigeser oleh budaya rulis
olehkarena hadirnya alat-alat
cetak.2.
Sikap positif dari pesertadidik
dan tenaga kependidikan terhadap teknologi
komputer dan internet.3. Rancangan sistem
pembela-jaran yang dapat
dipelajari,zdiketahui oleh
setiap peserta belajar.4. Sistem evaluasi terhadap
kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar.
5.
Mekanisme umpan balik yangdikembangkan oleh
lembagapenyelenggara. (Siahaan,
2OOS:2).
Dengan demikian,
secarasederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik
(e-l,eaming) mempakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkanjaringan (Internet, f^AN,
WAN)sebagai metode
penyampaian,interaksi, dan fasilitasi
sertadidukung oleh berbagai
bentuklayanan belajar lainnya.
Dalamuraian lebih lanjut, istilah
"e-lrarning", "online learning"
atau"pembelajaran elektronik"
akandigunakan secara bergantian namun tetap dengan
pengertianyang sama sePerti yang
telah dikemukakan.C. Karakteristik Pembela-
jaran Melalui E-Learning Menurut Roy Sembel
danSandra Sembel (2005:1-2),
adabeberapa karekteristik
pembela- jaran melalui e-learning ini yakni:1. Fembelajaran Jarak Jauh E-learning memungkinkan
pembelajaruntuk
menimbailmu tanpa harus
secarafisik
meng-hadiri
kelas. Pembelajar bisa sajaberada di Jakarta,
sementara"instruktur" dan pelajaran
yangdiikuti
beradadi
kotalain
bahkandi
negaralain. Namun, interaki masih bisa dijalankan
secaralangsung ataupun dengan
jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembe- lajar bisa belajar dari komputerdi kantor ataupun di rumah
yangterkoneksi dengan
I nternet,
sedangkan materi belajar dikelola
oleh sebuah perusahaan di Amerika
Serikat,di
Jepang atau-pun di Inggris.
Dengancara ini,
pembelajar bisa mengatur sendiriwaktu belajar, dan tempat
iamengakses
ilmu yang
dipelajari.Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan,
maka si
pembelajarbisa mengakses modul yang
dipelajarinya dengan
mengkoor-dinasikan waktu ia belajar
danwaktu ia bekerja.
Misalnya,jika
pada pagi hari sampaisiang hari, ia
dituntut untuk
menyelesaikan pekerjaannyadi kantor, maka
iabisa
menyisihkanwaktu di
sorehari menjelang pulang untuk
belajar.
Tugas-tugasyang
sehu-bungan dengan e-learning
yangAbdulAzis I Pemanfaatan ICT ...
|
37tentang kegiatan belajar
yang bagaimanakah yang dapat dikata-kan
sebagai e-Learning? Apakahseseorang yang
menggunakan komputer dalam kegiaran belajar- nya dan melakukanakes
berbagaiinformasi (materi
pembelajaran)dari Internet, dapat
dikatakan telah melakukan e-[earning?Untuk menjawab
penanyaan tersebut di atas, ilustrasi berikutini mungkin akan dapat
membantu memperjelas pengertian tentang e- Leaming.Ada seseorang yang membawa
laptop ke sebuah tempat
yang berada jauh di gugusan kepulauankecil
yangterpencil. Dari
tempatyang sangat terpencil ini,
orangtersebut mulai menggunakan
laptop-nyadan
melakukan akses terhadap berbagai materi program pelatihan yang tersedia. Tidak ada layanan bantuan belajar daritutor
maupun dukungan layanan belajar bentuk lainnya. Dalam
kontek ini, apakah orang tersebut dapat dikatakan telah
melaksanakan e-learning? Jawabannya
adalahTIDAK.
Mengapa?Karena
yang bersangkutandi dalam
kegiatan pembelajaranyang
dilakukannyatidak memperoleh layanan
ban-tuan belajar dari tutor
maupun layanan bantuanbelajar
lainnya.Bagaimana
kalau yang
bersang-kutan
mempunyaitelepon
geng-gam dan kemudian
berhasil
menggunakannya
untuk
menghu-bungi seorang tutor?
Apakah dalamkontek
yangdemikian ini
dapat dikatakan bahwa
yangbersangkutan telah melaksanakan
e-[carning? Jawabannya
adalah YA.Dari
ilustrasi tersebutdi
atas,setidak-tidaknya dapat ditarik
3(tiga) hal penting
seba ga ipersyaratan kegiatan belajar
elektronik (e-learning), yaitu:1.
IGgiatan pembelajarandilaku-
kan melalui pemanfaatan
jaringan ('Jaringan"
dalamuraian ini dibatasi
pada penggunaan intemet. Jaringan dapat saja mencakup [,AN atauwAN).
2.
Tersedianyadukungan
laya-nan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh
pesertabelajar, misalnya
CD-ROM, atau bahan cetak.3.
Tersedianyadukungan
laya-nan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila
mengalami kesulitan.(Siahaan, 2005:2).
Di samping ketiga persyaraun
tersebut di atas masih
dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya:1. Lembaga yang
menyeleng-garakan/mengelola
kegiatan e-Learning.ingin mensosialisasikan jasa, prog-
ram,
pengetahuanatau
keteram-pilan tertentu pada
masyarakatluas
(biasanyatanpa
memungut biaya).4. Pembelajatan yang
Ditunjang oleh Para Ahli
di Bidang Masing-masing.
Walaupun sepertinya
e- learning diberikan melalui kompu-ter
(yang adalah bendamati),
e-learning ternyata disiapkan, ditun-
jang, dikelola dan
"dihidupkan"oleh tim yang
terdiri
dari para ahlidi bidang
masing-masing, yaitu:Subject Matter Expert
(SME),Instructional Designer (ID), Graphic
Duigner (GD) dan para ahli di bid,ang Learning
Management System (LMS). SME
merupakannara
sumberdari
pelatihan yang disampaikan.ID
bertugasuntuk
s eca
ra sistematis mendesain
materi dari SME menjadi materi e-learning dengan
memasukkanunsur metode pengajaran
agarmateri menjadi lebih
interaktif,lebih mudah dan lebih
menarikuntuk dipelajari. GD
mengubah matedtext
menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang IMS mengelola sistemdi
website yang mengaturlalu
lintas interaksi antara instruktur dengansiswa, antarsiswa dengan
siswaD. Fungsi Pembelajaran
E-Learning
Setidaknya ada
3 (tiga)
fungsi pembelajaran elektronik terhadapkegiatan
pembelajarandi
dalam kelas (clossroom insrruction), yaitu sebagaisuplemen yang
sifatnyapilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau
penggant i(substitusi). (Siahaan, 2002:
l).
1. Suplemen (Tambahan) Dikatakan berfungsi
sebagaisupplemen (tambahan),
apabila peserta didik mempunyai kebebas- an memilih, apakah akan meman-faatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.
Dalam halini, tidak ada kewajiban,/
lainnya. Di sini,
pembelajar bisamelihat modul-modul yang
dita-warkan, bisa mengambil
tugas-tugas dan test-test yang
harusdikerjakan, serta melihat jadwal
diskusi secara maya
denganinstruktur,
narasumberlain,
dan pembelajarlain.
Melalui LMSini,
siswa juga bisa melihat
nilai
tugasdan test serta peringkatnya
berdasarkannilai
(tugas ataupuntest) yanB diperoleh. Jadi,
e-Iearning tidak diberikan
semata-mata oleh mesin, tetapi
seperti juga pembelajaran secara konven-sional di
kelas, e-learning ditun-jang oleh para ahli di
berbagai bidang terkait.Abdul Azis I Pemanfaatan ICT ...
|
39ditekuni pun bisa
disesuaikanwaktu pengerjaannya
dengan kesibukan pembelajar.2. Pembelajaran dengan Menggunakan Media Elektronik
EJearning, seperti
juga
nama-oya
"Electronicleorning"
disam-paikan dengan menggunakan
mediaelektronik
yang terhubung denganInternet
(world wide web) yang menghubungkan semuaunit komputer di seluruh dunia
yang terkoneksi denganInternet)
dan Intranet (aringan yang bisa meng- hubungkan semuaunit
komputerdalam
sebuah perusahaan). Jika seseorang memiliki komputer yangterkoneksi dengan Internet,
ia sudah bisa berpanisipasi dalam e- learning. Dengan caraini, jumlah
pembelajar yang bisaikut
berpar- tisipasi bisajauh lebih
besar dari pada cara belajar secara konven- sional di ruang kelas(umlah
siswa tidak terbatas pada besarnya ruangkelas). Teknologi ini juga
me-mungkinkan penyampaian
pela-jaran
dengan kualitas yangrelatif lebih
standardari
pada pembela-jaran di kelas yang
tergantung pada "mood" dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam
e-learning, modul-modul yang sama
(infor-masi, penampilan, dan
kualitas pembelajaran) bisa diakses dalambentuk yang sama oleh
semuasiswa yang mengaksesnya, sedang- kan dalam pembelajaran konven-
sional di kelas, karena
alasan kesehatanatau
masalah pribadi, satuinstruktur
pun bisa memberi-kan
pelajarandi
beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda.3. Pembelajaran Formal vs Inforrnal
E-learning dalam
arti
luas bisamencakup pembelajaran
yangdilakukan di media elektronik
(internet) baik secara formal maupun
in forma[. E-learning
secara formal, misalnya
adalah pembelajaran dengankurikulum, silabus, mata pelajaran dan
tesyang telah diatur dan
disusun berdasarkanjadwal yang
telahdisepakati pihak-pihak terkait
(pengelola e-learning dan pembe- lajar sendiri). Pembelajaran seper-ti
ini
biasanyaringkat
intera ksinyatinggi dan diwajibkan oleh
peru- sahaanpada
karyawannya, ataupembelajaran jarak jauh
yangdikelola oleh universitas
dan perusahaan-perusahaan (biasanyaperusahaan konsultan) yang memang bergerak di bidang
penyediaan jasa e-learninguntuk
umum. E-learning bisa juga dilaku-kan
secarainformal
dengan inte-raki
yang lebih sederhana, misal- nya melalui sarana mailinglist,
e-newsletter atau website
pribadi, organisasidan
perusahaan yangan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama.
Jika
maha- siswa dapat menyelesaikan prog-ram perkuliahannya dan
lulusmelalui cara konvensional
atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua modelini,
maka institusi penyele- nggara pendidikan akan memberi-kan pengakuan yang
sama.Keadaan yang sangat fleksibel
ini dinilai
sangatmembantu
maha-siswa untuk mempercepat
penyelesaian perkuliahannya.
E. Manfaat Belajar Melalui E-Learning
Berbagai manfaat yang
bisadiperoleh dari pembelajaran
melalui e-leaming ini adalah:
1. Fleksibelitas
Jika pembelajaran
konven-sional di kelas
mengharuskan siswauntuk hadir di
kelas padajam-jam tenenru
(seringkalijam ini
bentrok dengan kegiatanrutin
siswa), maka e-learning memberi-
kan flekibilitas dalam
memilihwaktu dan tempat untuk
meng- akses pelajaran. Siswatidak
perlu mengadakanperjalanan
menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakes dari
manasaja yang memiliki akses
ke Internet. Bahkan, dengan berkem-bangnya mobile technology (dengan laptop, bahkan
teleponselular jenis tertentu),
semakinmudah mengakses e-learning.
Berbagai tempat juga
sudah menyediakan sambungan internetgratis (di bandara
internasionaldan
cafe-cafetertentu),
dengandemikian dalam perjalanan
pun atau padawaktu istirahat
makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, seseorang bisa meman- faatkan waktu untuk mengakses e- Iearning.2.
"Independen:t Leo.fiirrg:' E-learning memberikan
ke- sempatanbagi
pembelajar untukmemegang kendali atas
kesuk-sesan belajar
masing-masing,artinya pembelajar diberi
kebe- basanuntuk menentukan
kapanakan mulai, kapan akan
menye- lesaikan, dan bagian mana dalam satumodul
yangingin
dipelajari-nya terlebih dulu. Ia bisa
mulaidari topik-topik
ataupun halamanyang menarik minamya
terlebihdulu,
ataupun bisa melewati saja bagianyang ia
anggap sudah ia kuasai.Jika ia
mengalami kesuli-tan untuk memahami suatu
bagian,ia bisa
mengulang-ulanglagi sampai ia merasa
mampumemahami.
Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa meng-hubungi instruktur,
narasumbermelalui email atau ikut
dialoginteraktif pada waktu-waktu
ter-Abdul Azis I Pemanfaatan ICT 41
keharusan bagi peserta
didikuntuk mengakes materi
pembelajaranelektronik. Sekalipun
sifatnyaopsional, peserta didik
yangmemanfaatkannya tentu
akanmemiliki
tambahan pengetahuan atau wawasan.2. Komplemen (Pelengkap) Dikatakan berfungsi
sebagaikomplemen (pelengkap)
apabilamateri pembelajaran elektronik diprogramkan untuk
melengkapimateri
pembelajaran yangditeri-
ma siswadi
dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembe-lajaran elektronik
diprogramkanuntuk menjadi materi
reinforce-menf
(pengayaan)atau
remedialbagi peserta didik di
dalammengikuti
kegiatan pembelajaran konvensional.Materi pembelajaran
elek-tronik dikatakan
sebagai enrich- ment, apabila kepada pesenadidik
yang dapat dengan cepat mengua-
sa7memahami materi
pelajaranyang disampaikan guru
secaratatap
muka (fast leorners) diberi- kan kesempatan untuk mengaksesmateri pembelajaran elektronik
yang memang secara
khususdikembangkan untuk
mereka.Tujuannya agar semakin meman- tapkan tingkat penguasaan peserta
didik terhadap materi
pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas.Dikatakan sebagai
programremedial, apabila kepada peserta
didik yang mengalami
kesulitan memahamimateri
pelajaran yang disajikanguru
secaratatap
mukadi
kelas (slow learners) diberikan kesempatanuntuk
memanfaatkanmateri pembelajaran elektronik
yang memang secara
khusus dirancanguntuk
mereka. T[rjuan-nya agar peserta didik
semakinlebih mudah memahami
materi pelajaranyang disajikan guru di
kelas.3. Substitusi (Pengganti)
Beberapa perguruan
tinggi di
negara-negaramaju
memberikan beberapaaltematif model
kegia-tan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya.
Tujuannya
agar para
mahasiswadapat
secarafleksibel
mengelolakegiatan perkuliahannya
sesuai denganwaktu dan aktivitas
lainsehari-hari mahasiswa. Ada
3alternatif model
kegiatan pembe- lajaran yang dapatdipilih
pesenadidik" yaitu: (a) sepenuhnya secara
tatap muka (konvensional),
(b) sebagian secaratatap muka
dansebagian lagi melalui
internet, atau bahkan (c) sepenuhnya mela- lui internet. (Siahaan, 2005:4).Alternatif
model pembelajaranmana pun yang akan dipilih
mahasiswa tidak menjadi masalah
dalam penilaian. Karena
ketiga model penyajian materi perkuliah-sekolah-sekolah
kecil di
daerah-daerah miskin untuk
mengikuti mata pelajaran teftentu yangtidak
dapatdiberikan
oleh sekolahnya, (b) mengikuti program pendidikan keluargadi rumah
(home school-ers) untuk mempelajarii
materipembelajaran yang tidak
dapat diajarkanoleh
para orangtuanya, sepefti bahasa asing dan keteram-pilan di bidang komputer,
(c)merasa phobia dengan
sekolah, atau peserta didik yang dirawatdi rumah sakit maupun di
rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupunpeserta didik yang berada di
berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan (d)tidak tertampung di sekolah
konven- sionaluntuk
mendapatkan pendi- dikan. (Siahaan, 2005:5).2, Dari Sudut Guru atau Dosen
Dengan adanya kegiatan
e- Learning, beberapa manfaat yangdiperoleh guru/dosen/instruktur antara lain
adalah bahwa guru,/doseV
instruktur dapat:(a)
Iebihmudah
melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengantuntutan
perkembangan keilmuan yangterjadi, (b)
mengembangkandiri atau melakukan
penelitianguna peningkatan
wawasannyakarena waktu luang yang
dimiliki relatif
lebih banyak,(c)
mengon-trol
kegiatan belajar pesertadidik.
Bahkan guru/d
osen/in
s tru ktur
juga dapat mengetahui
kapan peserta didiknya belajar, topik apayang dipelajari, berapa
lamasesuatu
topik dipelajari,
sefta be- rapakali topik tenentu
dipelajariulang, (d)
mengecek apakah pe- serta didik telah mengerjakan soal-soal latihan
setelah mempelajari topik tenentu, dan(e)
memeriksajawaban
pesertadidik dan
mem-beritahukan hasilnya
kepadapeserta didik. (Soekartawi,
2002a,b).
F. Kendala Pembelajaran Melalui E-Learning
Dari satu sisi kehadiran
ICTdengan
pembelajaranmelalui
e-leaming
dalamdunia
pendidikan di Indonesia sangat besar manfaat- nya, namundi
sisi yang lain jugaada beberapa kendala yang
menyebabkan ICT berupa layananpembelajaran eJearning
belumdapat
dimanfaatkan secara opti- mal.Jika diidentifikasi
setidaknya ada empat hal yang menyebabkanICT dengan pembelajaran
e- learning di Indonesia belum dapatdimanfaatkan secara optimal,
yakni:1. Ketersediaan sumber
dayaAbdul Azis I Pemanfaatan ICT...
|
43tentu. Jika ia tidak sempat mengi- kuti dialog interaktif, ia bisa mem- baca hasil diskusi
di
masage board yang tersediadi
LMS(di
Websitepengelola). Banyak orang
yang merasacara belajar
independenseperti ini lebih efektif
daripada cara belajar lainnya yang memak- sakannyauntuk belajar
dengan urutan yang telah ditetapkan.3. Efesiensi Biaya
Banyak biaya yang bisa
di-hemat dari cara
pembelajaran dengane-learning. Biaya di
sinitidak hanya dari segi
finansial tetapi juga dari segi non-finansial.Secara
finansial,
biaya yang bisa dihemat, antaralain
biaya trans-portasi ke tempat belajar
dan akomodasi selamabelajar
(teru-tama
jika
tempat belajar berada di kotalain dan
negaralain),
biayaadministrasi pengelolaan
(misal-nya: biaya gaji dan
tunjangan selama pelatihan, biayainstruktur
dan tenaga administrasi pengelolapelatihan, makanan
sela ma pelatihan), penyediaan sarana danfasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan
ataupunpenyediaan kelas, kursi,
papantulis, LCD player, OHP).
Biaya non-finansial yang bisa dihemat juga banyak, antara lain:
produktivitas bisa
dipertahankan bahkan diperbaiki karena pembe-lajar tidak harus
meninggalkanpekerjaan yang sedang pada posisi
sibuk untuk mengikuti
pelatihan(adwal
pelatihan bisadiatur
dandisebar dalam satu minggu
ataupunsatu bulan),
daya saingjuga bisa ditingkatkan
karena karyawan bisa sena ntiasa mening- katkan pengetahuan dan keteram-pilan yang berkaitan
denganpekerjaannya, sementara
bisa tetap melakukan pekerjaanrutin-
nya.Secara
lebih rinci,
manfaat e-Learning dapat dilihat dari
2sudut, yaitu dari sudut
pesertadidikdan
guru:1. Dari Sudut Peserta Didik
Dengan kegiatan e-lrarning dimungkinkan
berkembangnyaflekibilitas belajar yang
tinggi.Artinya, peserta didik dapat
mengaksesbahan-bahan
belajarsetiap saat dan
berulang-ulang.Pesena
didik juga dapat
berko-munikasi dengan guru/dosen
setiap saat. Dengan kondisi yang demikianini,
pesenadidik
dapatlebih
memantapkan penguasaan-nya terhadap materi
pembela- jaran.Manakala fasilitas
infrastruk-tur
tidak hanya tersediadi
daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan,maka kegiatan e-Learning
akanmemberikan manfaat
kepada pesertadidik yang (a)
belajardi
melalui e-learning seperti
Institut Teknologi
Bandung(lTB) dan Universitas
Indonesia (UI).
4.
Jaringan telepon masih belum tersedia secara menyeluruh di berbagai tempatdi
Indonesia.Kondisi geografis negara
Indonesia yang sangat luas danterdiri dari banyak
pulau-pulau yang
terpencar-pencar, bahkan banyak daerah-daerahyang terpencil
menyebabkanlayanan dan penyediaan jaringan telepon sulit
dan mengalami kendala, sehinggatidak seluruh wilayah di Indonesia dapat dijangkau
olehjaringan telepon.Di samping
itu,
memang krisisberkepanjangan yang
melanda bangsa Indonesia beberapa tahun terakhirini
ditambah lagi dengan terjadinya berbagai musibah yangmenimpa bangsa
lndonesia,
menyebabkan pemerintah kesulit-an dalam hal
keuangan negara sehinSSa sebagian program pem- bangunan menjadi terhambat ter-masuk bidang pendidikan
yang mengembangkan model pembela- jaran dengan berbasis ICTini.
G. Beberapa Solusi yang
Ditawarkan
Mem perha
tika n beberapa
kendala di atas, nampaknya untukdapat
menggunakan layanan ICTyang cepat, murah, mudah
dan merataini kita
masih belum bisa.Namun
demikian
berbagai upayadan
usaha-usahaterus
dilakukanoleh bangsa Indonesia untuk mengejar keteninggalan
dalambidang ICT ini. Misalnya,
baru-baru ini Telkom, Indosat
danInstitut
Teknologi Bandung (ITB)menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan ICT untu k pendidikan di Indonesia,
yangtelah dimulai melalui
proyek-proyek percontohan.
PT. Telkom juga telah menyata-
kan
akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruk-tur jaringan
telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulangpunggung (backbone) bagi
pengembangan dan
penerapanICT untuk pendidikan
sertaimplementasi-implementasi
lain- nyadi
Indonesia. Bahkan saatini PT. Telkom mulai mengem-
bangkanteknologi yang
meman-faatkan
ISDN (lntegrated ServicaDigital Network) untuk
mem-fasilitasi
penyelenggaraan konfe-rensi jarak jauh
(teleconference)sebagai salah satu aplikasi
pembelajaran jarak jauh.
Berikutnya kita
juga
berharapkepada pihak pemerintah untuk
dapat menciptakan iklim
ke-bijakan dan regulasi yang kondusif
Abdul Azis I Pemanfaatan ICT ...
|
45manusia (SDM). SDM
yangmasih rendah di
lndonesiamenyebabkan kendala dalam pengembangan
ICT,
dimanakemampuan dalam
pengua-saan dan pemanfaatan tekno-
logi masih kurang.
Keter- batasan SDMini
berawal daripendidikan yang rendah dan
3tidak memadai. Bahkan terma-
suk para guru dan
tenagapendidik
pun masih ada yang belumakab
dan masih asing dengan teknologi dan terampildalam
menggunakan kompu- ter. Padahal penggunakan ICTini akan berjalan baik
dan berhasi guna kalau dilakukanoleh sumber daya
manusiayang handal. Bagaimana mungkin seorang guru
bisa melakukan pembelajaran yang berbasiskan komputer sepeertie-learning, jika ia sendiri
belum menguasai
teknologi komputer dengan baik.2. Kurangnya
pengadaan infra-suuktur
teknologi komunikasi,multimedia dan informasi.
Keberadaan
dan
kelengkapaninsfrastruktur adalah
meru-pakan prasyarat
terseleng- garanya pembelajaran melaluie-learning untuk
pendidikan sementara penetrasi komputer(PC) di Indonesia masih rendah. Adanya infrastruktur
yang menunjang layanan dan jaringan komputer merupakan
hal
yangmutlak,
sebab tanpaadanya infrastruktur
yangmendukung maka
tidak
dapatdilakukan hubungan dan
komunikasilewat ICT
sepeni telepon dan internet.Biaya
penggunaanjasa
tele-komunikasi yang masih mahal.
Utuk dapat menggunakan jasa
telekomunikasi di
Indonesiapada saat ini orang
masihharus mengeluarkan
biayayang cukup besar. Hal ini
terjadi tidak terlepas dari keterbatasan infrastruktur
yang ada,
di
samping kemam- puan pemerintah yang sangat terbatas unruk dapat memberi- kan dan menyediakan layananjasa telekomunikasi yang
murah. Padahal selayaknya hal
ini
sudah dapat dilakukan dandinikmati oleh
masyarakat, khususnyadunia
pendidikandi Indonesia terlebih lagi
perguruantinggi
seperti pada beberapa negara maju di duniayakni Amerika Serikat
danKanada. Pada saat ini
baruperguruan tinggi-perguruan tinggi pendidikan
unggulan,yang telah memiliki
fasilitas untuk mengakes jaringan ICTyang memadai dan dapat
menggunakan
pembelajaranbagi
investasi swastadi
bidang pendidikan, sehingga pihak swasta juga dapat memberikan kontribusidan punya andil bagi
pengem- bangan pendidikandi
Indonesia.Kemudian kita juga
berharapsecara benahap pemerintah dapat
,erealisir
penambahan anggaran pendidikan dalam APBN, sehinggapengembangan pendidikan
kedepan berupa
pengadaan infra-struktur dan perangkat
keras(hardware) maupun
perangkatlunak
(so.ftwore) diharapkan akancepat terealisasi menuju
sistempendidikan yang lebih baik
dan maju.H. Penutup
Dari uraian di atas
dapatdipahami bahwa paradigma pendidikan sistem
konvensionaldengan posisi guru yang
sangatdominan secara bertahap
telahditinggalkan, seiring dengan perkembangan teknologi infor-
masidan
komunikasi(lCI)
yangkian maju dan berkembang.
Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (lCT) dengan produk- produk teknologi yang dihasilkan
telah memberikan
kemudahanbagi dunia pendidikan,
salahsatunya adalah berupa
layanan pembelajaranmelalui
e-learningyang dapat dilakukan
denganmengakses melalui jaringan
internet.
Beberapa manfaat dari pembe- lajaran melalui e-learning, antara
lain adalah: flekibelitas,
inde-pendent leaming dan
efesiensidalam pembiayaan. Namun dalam pelaksanaannya
dalam
pembela-jaran di
Indonesiamasih
meng-hadapi sejumlah kendala
yaitu:ketersediaan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang sangat ter- batas, masih kurangnya infrastruk- tur yang tersedia, biaya pengguna-an
yang masihrelatif mahal
danketersediaan jaringan telepon
yang belum
menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.48
| HIMMAH Vol. Vll No. 18 Januari - April 2006DAFTAR PUSTAKA
Abdul Azis, Pendidikan Agama Dalam Keluarga (Tantangan Era Global), Jurnal Ilmiah Himmah Vol. VI No. 15
Januari-April
2005, STAIN Palangka Raya.Anggoro, Mohammad Toha. 2001.
"lutoial
Elektronik melalui lnternet dan Foxlntemet"
dalamJumal
Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume2, No. 1, Maret 2001.
Tangerang: Universitas Terbuka.Arief S. Sadiman, Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Pendidikan Di Era Globol, Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Teknologi Pendidikan: Refleksi dan Kontribusi Di Era Global di UNJ Jakana, 28 Februari 2000
Azis
Wahab,htto://www.deodiknas.so.
id,/si kep,/lssue/SENTRA2,/F49.html
Heliarko, Greg. dan Stevanus Wisnu Wijaya, Perlunya ICT Literaqr Bagi Guru Dewosa Ini, Jurnal Widya Dharma Vol. 15 No. 2, April 2005, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
httn :,//www.oenulisleoas.co
more.php?id:676010M
Sembel, Roy
&
Sandra. 2OOS. Yang Perlu Anda Tahu tentang Eleaming.httD:,/,/www Sinarharapan.co.
idlekonomi/mandi
ri/ 2OO 4 / 021,7 man 1.hSiahaan, Sudirman. 2005. E-Learning (Pembelajaran Elektronik) Sebagai
Salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran.
http:./www.depdiknas.eo.id,/jurnal 42lSudirman. htm
Siahaan,
Sudirman.
2OO2."Studi
Penjajagan tentc,ng Kemungkinan Pemanfaatan lnternet untuk Pembelajarandi
SLTAdi
WilayahJakarta dan Sekitarnya" dalam Jurnal Pendidikan
dan Kebudayaan, Tahun Ke-8,No. 039,
November 2002. Jakana:Badan Penelitian