9
PEMANFAATAN METODE TASK PRESENTATION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA
Nida Ul Huda1 Jumadi2
Dwi Wahyu Candra Dewi3
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.
Email: [email protected]
ABSTRACT
This research entitled "Utilization of Task Presentation Method as an Effort to improve speaking skills in collage among Students" aims to explain this presentation method is one of the efforts to increase the use of Indonesian among students. The focus of this research is on 1)Definition of Presentation 2)Causes of Indonesian Language Mixing during presentations and 3) Efforts to improve the use of Indonesian in presentations. This research uses a qualitative method, namely literature study, or library research, which is a research method that focuses on data collection through understanding and learning theories contained in various literatures related to the research topic. The data collection process in this method is done by finding information from various sources, such as books, journals, and research that has been done before. The results of this study show that this presentation method gradually makes students accustomed to using Indonesian. There are several causes that make students still use Indonesian with other languages. Among them, variations in language often arise due to several influences, including local dialects, the influence of regional languages, the influence of the person being spoken to, and the influence of the place where the conversation is held. This happens due to the above influences, it is very difficult to eliminate.
Keywords : Presentation; students; Indonesian; method; task
PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui sebagian dari Mahasiswa masih banyak yang yang merasa kurang percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang. Ada beberapa alasan yang membuat seseorang tidak percaya diri ketika berbicara di hadapan banyak orang, itu adalah hal yang wajar terjadi pada kebanyakan orang.
Agar dapat berbicara dengan baik di hadapan orang banyak kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu berbicara sebenarnya. Keterampilan berbicara melibatkan kemampuan menyuarakan suara-suara yang terbentuk dengan jelas atau mengucapkan kata-kata untuk menyatakan, menyampaikan, atau mengungkapkan pemikiran, ide, dan perasaan. Komunikasi melibatkan penerimaan informasi oleh pendengar melalui variasi nada, tekanan, dan penempatan artikulasi. Dalam situasi komunikasi wajah ke wajah, ekspresi wajah dan gerakan tubuh pembicara juga dapat mendukung kemampuan berbicara ini.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kemampuan berbicara ini tidak hanya sekedar berbicara dihadapan banyak orang saja, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dari kemampuan kita menjelaskan dan menyuarakan tentang ide atau gagasan yang akan kita sampaikan kepada orang lain, lalu dalam berbicara kita harus memperhatikan tekanan setiap nada saat berbicara, penempatan artikulasi dan
10
dapat mengedalikan ekspresi wajah antara kita dengan orang lain. Hal seperti itu akan menambah nilai baik bagi si penyimak agar mereka tidak merasa langsung bosan dan merasa terikat dengan si pembicara sehingga penyimak cepat paham dengan apa yang kita jelaskan.
Seiring dengan perkembangan zaman banyak cara yang pasti ditemukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidang berbicara. Ada banyak cara agar kita dapat mengasah kemammpuan berbicara kita, karena kemampuan berbicara ini adalah paling kita butuhkan nantinya apalagi sebagai mahasiswa pasti kita dituntut dapat menjelaskan dengan baik di depan banyak orang. Kemampuan berbicara yang baik akan berpengaruh pada cara kita nantinya akan menjelaskan kepada orang lain.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan mengapa seseorang tidak percaya diri ketika berbicara di hadapan banyak orang. Yaitu adalah rasa takut dalam diri kita, takut akan membuat kesalahan yang membuat kita tidak percaya diri dengan diri kita sendiri. Aristoteles (Maarif 2015:32) berpendapat bahwa pada beberapa situasi, penting untuk mengatasi rasa takut. Sebaliknya, untuk melawan ketakutan, seseorang perlu menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri. Dua aspek tersebut dianggap sebagai penyebab dari perasaan takut, dan keberanian serta kepercayaan diri dapat muncul dengan menghilangkan penyebab-penyebab ketakutan tersebut.
Untuk itu perlunya kita meningkatkan kemampuan berbicara pada mahasiswa melalui metode presentasi ini. Metode ini sangat membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Mereka akan terbiasa dan mencoba berusaha untuk percaya diri dalam mempresentasikan hasil kerja mereka. Mereka akan melawan ketakutan yang mereka pendam selama ini. Membuat kesalahan sedikit sangat wajar bagi kita pemula yang masih belajar dalam berbicara di hadapan banyak orang. Kesalahan kecil adalah sebuah pelajaran berharga untuk memberikan pengalaman di hidup kita.
METODE
Metode yang dipakai pada artikel ini menggunakan studi pustaka (library research) merupakan metode penelitian yang fokus pada pengumpulan data melalui pemahaman dan pembelajaran teori-teori yang terdapat dalam berbagai literatur terkait dengan topik penelitian. Proses pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan mencari informasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang melibatkan pengumpulan data dari sumber-sumber teks yang ada di perpustakaan. Ciri khusus penelitian ini termasuk fokus pada data atau teks yang tersedia, tanpa melibatkan data lapangan atau informasi dari saksi mata. Peneliti hanya berinteraksi dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan, termasuk data sekunder yang siap pakai, sesuai dengan pendekatan penelitian kepustakaan (Snyder, 2019).
Penelitian kepustakaan, seperti yang dijelaskan oleh Kalmowak, Leite, Mendes, Wohlin, Felizardo, dan Kalinowski (2020), melibatkan peninjauan literatur dan analisis topik yang relevan yang digabungkan. Proses ini melibatkan penelusuran literatur dari berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, kamus, dokumen, majalah, dan sumber lainnya, tanpa melakukan riset lapangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hakikat Presentasi
Seperti yang kita tahu, pasti sebagai mahasiswa kita tidak asing lagi dengan kata presentasi. Kita selalu bergelut dengan presentasi setiap minggu nya. Presentasi biasanya dilakukan berkelompok maupun perorang, namun kebanyakan berkelompok Presentasi ini adalah salah satu yang menuntut agar dapat berbicara di depan dengan baik dan benar, terutama Bahasa yang diucapkan agar audiens dengan mudah memahami apa yang sedang kita sampaikan.
11
Pengertian secara umum presentasi adalah melibatkan berbicara atau berkomunikasi di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan sebuah ide, gagasan, materi, atau sebagai narasumber. Untuk memastikan agar pesan-pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik, presentasi harus dilakukan dengan baik agar audiens dapat memahami dan tertarik. Diperlukan materi presentasi yang menarik, interaktif, dan tidak membosankan. Hal ini penting untuk diperhatikan agar tidak membosankan selama menyampaikan gagasan dan hasil kepada audiens. Presentasi merupakan suatu bentuk komunikasi yang disusun untuk kemudian dipresentasikan, terdiri dari tiga komponen utama yang saling terhubung, yakni penyaji atau presenter, media atau alat yang digunakan dalam menyampaikan materi, dan audiens yang menjadi pendengarnya.
Erwin Sutomo (2007:1) mendefinisikan presentasi sebagai kegiatan aktif di mana seorang pembicara menyampaikan ide dan informasi kepada sekelompok audiens. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa presentasi melibatkan interaksi aktif dengan audiens, dan pembicara perlu membuat presentasi menarik agar dapat dipahami dan diikuti dengan baik. Ketidakmenarikan presentasi seringkali disebabkan oleh kurangnya ketertarikan pada topik atau ketidakmampuan pembicara dalam menyampaikan materi dengan baik.
Biasanya, Banyak presentasi tidak berhasil karena orang-orang lebih sering berfokus pada mencari kesempurnaan dari isi sebuah presentasi daripada melatih kemampuan menyampaikan materi apa yang akan kita jelaskan nantinya. Untuk mencapai keberhasilan presentasi, penting bagi seseorang untuk memahami berbagai aspek dan melatih diri dengan baik. Salah satu yang paling penting adalah persiapan hal ini akan membantu kita mengurangi kegugupan saat presentasi karena kita sudah melakukan persiapan dan latihan yang matang agar apa yang akan kita sampaikan dapat berjalan dengan lancar dan ada penguasaan materi dalam sebuah presentasi juga harus diperhatikan, jika kita tidak menguasai materi yang akan dipresentasikan itu akan membuat kita semakin gugup dan tidak dapat menyampaikan materi dengan baik yang akan berakibat pada audiens tidak memahami apa yang kita sampaikan dan mereka mulai merasa bosan dan mengantuk.
B. Penyebab Mahasiswa kurang percaya diri berbicara di hadapan banyak orang
Tidak semua mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang memadai, dan lingkungan serta latar belakang individu dapat signifikan mempengaruhi pembentukan rasa percaya diri seseorang. Berbagai kendala seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan ketakutan dialami oleh setiap siswa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kurangnya kepercayaan diri ini dapat menyebabkan ketidakyakinan terhadap kemampuan mahasiswa tersebut, yang merupakan hambatan besar dalam perkembangan pembelajaran mereka. Seseorang orang merasa kekurangan kepercayaan diri cenderung memiliki prestasi belajar yang rendah karena meragukan kemampuan diri sendiri.
Selain itu, seseorang dengan kepercayaan diri rendah juga lebih rentan terhadap pelecehan sosial, seperti ejekan dari lingkungan sekitarnya. Ketidakpercayaan diri dapat menghambat seseorang dalam bereksperimen, kurang kreatif, dan menyebabkan keterbatasan dalam pengembangan kemampuan yang pada dasarnya dapat mengakibatkan penurunan lebih lanjut dalam rasa percaya diri dalam diri mereka.
Sebagai individu yang telah menerima pendidikan, siswa diharapkan memiliki kemampuan berbicara yang sangat baik. Keterampilan berbicara yang unggul dapat berkontribusi pada peningkatan nilai akademis siswa, namun ternyata masih banyak di antara mereka yang belum mencapai tingkat keahlian tersebut. Kelemahan dalam kemampuan berbicara ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, interaksi yang minim, dan kurangnya pengembangan ide-ide kritis dalam komunikasi lisan (Darmuki et al., 2017).
Dalam pengamatan di kelas, saya melihat teman-teman saat presentasi ada yang sudah bagus kemampuan berbicaranya ada yang masih kurang. Kebanyakan dari yang saya lihat mereka merasa gugup dan taku melakukan kesalahan pada saat presentasi. Sebenarnya presentasi yang baik adalah presentasi
12
yang dapat membuat penyimak paham bukan harus sempurna, kesalahan dalam presentasi adalah hal yang biasa terjadi. Bahkan pada yang sudah profesional sekalipun itu dapat terjadi. Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi mahasiswa setiap presentasi saya selalu gugup dan takut membuat kesalahan, saya termasuk yang masih kurang dalam kemampuan berbicara di depan banyak orang. Belum bisa mengendalikan kegugupan saya sendiri dan saya biasanya ketika menjelaskan suara saya masih terdengar bergetar dan kelihatan gugup. Namun saya mewajarkan hal tersebut kepada diri saya, lambat laun saya akan terbiasa dengan hal ini, dan yang benar saja saya mulai berani sedikit demi sedikit berbicara di hadapan orang banyak.
Diatas adalah salah satu contoh dari hasil pengamatan saya, hal tersebut bisa terjadi karena mungkin beberapa penyebab yang sudah dijelaskan di atas. Terdapat berbagai penyebab lain yang dapat menjadi penyebab seseorang kekurangan rasa percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang. Beberapa hal yang umumnya memengaruhi kepercayaan diri dalam situasi semacam ini melibatkan aspek-aspek psikologis, sosial, dan pengalaman pribadi. Berikut adalah beberapa alasan umum mengapa seseorang mungkin merasa kurang percaya diri ketika berbicara di depan umum:
1. Rasa takut akan penilaian
Kekhawatiran akan menerima penilaian negatif dari orang lain dapat membuat seseorang merasa ragu dan kurang percaya diri saat tampil di depan publik. Keprihatinan terhadap pandangan orang lain terhadap penampilan, ide, atau kemampuan berbicara dapat menghambat rasa percaya diri.
2. Rasa tidak aman terkait penampilan
Kecemasan terhadap penampilan fisik atau cara berbicara, seperti suara atau aksen, dapat menjadi faktor yang mengurangi rasa percaya diri. Seseorang mungkin merasa tidak nyaman dengan penampilan fisiknya atau khawatir bahwa orang lain akan menilai mereka berdasarkan hal-hal tersebut. Ini adalah salah satu penyebab umum yang terjadi, kita sebagai orang yang berakal hendaknya ketika seseorang sedang berusaha melakukan sesuatu seperti berbicara di depan umum hendaknya menghargai mereka mau bagaimanapun penampilan mereka. Kita tidak berhak mengejek penampilan mereka. Jika kita menjadi mereka belum tentu sebaik mereka.
3. Keterampilan berbicara yang kurang
Jika seseorang merasa bahwa keterampilan berbicaranya belum terlatih dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kepercayaan diri. Kekhawatiran tentang kesulitan menyampaikan pesan dengan jelas atau menarik perhatian pendengar dapat menghambat rasa percaya diri.
4. Ketidakpastian tentang materi yang disampaikan
Keraguan terkait pengetahuan atau pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan juga dapat menyebabkan ketidakpercayaan diri. Rasa tidak yakin terhadap konten presentasi dapat merugikan kepercayaan diri seseorang.
Mengatasi kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di depan umum sering melibatkan sejumlah cara, seperti berlatih berbicara, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan membangun kepercayaan diri melalui pengalaman positif.
C. Upaya Meningkatkan kemampuan berbicara melalui Presentasi pada Mahasiswa
Agar seseorang dapat menjadi pembicara yang efektif, penting bagi mereka untuk memiliki tujuan yang baik. Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan kepada pendengar dapat menghasilkan perubahan yang positif. Kesadaran batin untuk berbicara dengan baik seharusnya diajarkan sejak dini, termasuk dalam interaksi dengan orang lain. Dalam komunikasi, berbicara tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap
13
peristiwa suara, melainkan memiliki tujuan yang lebih luas. Tujuan tersebut dapat mencakup kemampuan untuk mempengaruhi, membujuk, menyampaikan informasi, mengungkapkan pemikiran, dan berbagai tujuan lain yang dapat diperoleh dari berbagai contoh tindak tutur lisan.
Secara sederhana, upaya untuk mengatasi berbicara di depan umum dapat dilakukan dengan menggunakan kelas atau kelompok kecil sebagai wadah latihan. Kelompok tersebut akan diarahkan oleh seorang guru yang berperan sebagai pelatih, bertugas untuk memotivasi dan memperkuat kepercayaan diri anggota kelompok. Selain itu, pembicara juga seharusnya memberikan contoh langkah-langkah berbicara yang baik (Jacobi, 2018).
Memberikan motivasi dapat meningkatkan harapan individu yang termotivasi, sekaligus menciptakan sikap optimis. Sikap optimis ini dapat mengurangi tingkat kecemasan bagi seseorang yang ingin berbicara, karena optimisme memiliki peran besar dalam kelancaran berbicara (Fitri, 2018).
Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa adalah dengan cara metode presentasi setiap minggu. Hal ini merupakan metode yang dapat menumbuhkan motivasi dan dorongan untuk dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum tanpa kehilangan kepercayaan diri. Memang cara ini terlihat menunjukkan proses yang lama akan tetapi dengan kebiasaan ini mahasiswa akan selalu berusaha menampilkan yang terbaik untuk dirinya sehingga dengan cara metode ini membantu mereka dalam membentuk kepercayaan diri secara bertahap
KESIMPULAN
Penerapan metode presentasi dianggap sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara pada mahasiswa. Proses ini memungkinkan mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbicara dan membangun rasa percaya diri dalam menyampaikan ide, gagasan, serta informasi. Dalam bidang pendidikan, metode presentasi memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengekspresikan pemahaman terhadap materi pembelajaran, sambil mendapatkan umpan balik langsung dari dosen dan teman-teman mereka guna untuk meningkatkan kualitas komunikasi mereka. Selama pelaksanaan presentasi, mahasiswa juga dapat menggunakan elemen non-verbal, seperti ekspresi wajah, gestur, dan suara, untuk mendukung komunikasi yang efektif.
Dengan menerapkan metode presentasi, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan berbicara yang relevan di berbagai situasi, baik dalam lingkup akademik maupun profesional. Pengalaman ini tidak hanya membantu mahasiswa mengatasi rasa gugup, tetapi juga meningkatkan kemampuan adaptasi kepada audiens yang beragam. metode presentasi merupakan pendekatan yang memberikan manfaat utama dalam memperkuat kemampuan berbicara mahasiswa, persiapan mereka menghadapi tantangan komunikasi di dunia nyata. Metode ini pasti akan membuahkan hasil karena setiap minggu mahasiswa pasti melakukan presentasi.
DAFTAR PUSTAKA
Asnul. (2021, April 16). Membuat Presentasi menarik dan interaktif. Diambil kembali dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-bekasi/baca- artikel/13845/Membuat-Presentasi-menarik-dan-
interaktif.html#:~:text=Presentasi%20adalah%20berbicara%20atau%20berkomunikasi,dipahami%20d an%20menarik%20perhatian%20audience
14
Dinda, M. N. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Jurnal Edumaspul, 978-980.
Fajri, D. L. (2022, August 1). Studi Pustaka Adalah Referensi Penelitian, Ini Penjelasan Lengkapnya. Diambil kembali dari Katadata.co.id: https://katadata.co.id/agung/berita/62e773e3da762/studi-pustaka-adalah- referensi-penelitian-ini-penjelasan-lengkapnya
fuady, N. Y. (2004). Pelatihan Teknik presentasi bagi kandidat sarjana. Jurnal Unisba, 82-95.
Goeyardi, W. (2022). Penerapan Metode Presentasi untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Mata kuliah Berbicara. Praniti Jurnal Pendidikan, 191-196.
Hanggani, M. E. (2013). Pengembangan Keterampilan Teknik Presentasi Bagi Sekretaris. uny, 4-5.
Marwah, A. (2019). Metode Penelitian . Elibrary Unikom, 71-73.
Musriani, V. (2020). Penyebab Perilaku Kurang Percaya Diri Saat Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Muhamadiyah 4 Tanggul. Repository Universitas Muhammadiyah Jember, 1-3.
Nurhayan, D. S. (2022). Efektivitas Teknik Presentasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Usia Dini, 1393-1407.
Sujatmiko, R. F. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) Modul Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Pada Pembelajaran Siswa. Jurnal IT-EDU, 317-329.
Syahfitri, R. N. (2023). Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Di Depan Umum . Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris, 11-23.
Trimastuti, W. &. (2021). Public Speaking dan Teknik Presentasi dalam Menciptakan Pengajaran yang Menarik. Padma, 123-135.