• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAGIAN KELAS KATA

N/A
N/A
haechie 66

Academic year: 2024

Membagikan "PEMBAGIAN KELAS KATA "

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBAGIAN KELAS KATA

1. Kata Kerja (Verba) 2. Kata Sifat (Ajektiva)

3. Kata Keterangan (Adverbia) 4. Rumpun Kata Benda:

a. Kata Benda/ kata nama (nomina) b. Kata Ganti (pronomina)

c. Kata Bilangan (numeralia)

(2)

5. Kata Tugas

1. Kata Depan (preposisi)

2. Kata Sambung (konjungsi/ tor) 3. Kata Seru (interjeksi)

4. Kata Sandang (artikel) 5. Partikel

(3)

1. KATA KERJA

menyatakan perbuatan/ tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.

FUNGSI predikat

CIRI-CIRI KATA KERJA

a. Semua kata yang dapat dibentuk dengan

imbuhan: me-, ber-, ter-, me-i, me-kan, di-kan, ber-an, diper-, memper-, diper-i, memper-i,

memper-kan, diper-kan, KK

(4)

b. CIRI STRUKTURAL

 semua kata termasuk kata dasar yang dapat diperluas dengan frasa dengan + KB/ KS dapat digolongkan sebagai KK

Contoh: Kata Dasar/ Asal

tulis dengan pena (KB) pergi dengan adik (KB) (tulis, pergi KK)

(5)

Kata Turunan/ Kata Jadian/ Kata Berimbuhan menulis dengan cepat (KS)

bepergian dengan gembira (KS) (menulis, bepergian KK)

2. KATA BENDA (NOMINA)

 kata yang mengacu pada suatu benda (konkret, abstrak)

(6)

FUNGSI  subjek, objek, pelengkap,

keterangan

CIRI-CIRI KATA BENDA

a. Semua kata yang dapat dibentuk dengan imbuhan:

Prefiks (awalan)  ke-, pe-, ter-

Infiks (sisipan) -em, -el, -er, -in- Sufiks (akhiran)  -an, -in, -wan

konfiks (imbuhan gabung) ke- + -an, pe- + -an  KB

(7)

b. CIRI STRUKTURAL

 semua kata yang dapat diperluas dengan frasa yang + kata sifat (KS) KB

Contoh:

Tuhan yang Mahakuasa (KS) Malaikat yang suci (KS)

buku yang mahal (KS)

kekasih yang cantik (KS)

(Tuhan, Malaikat, buku, kekasih KB)

(8)

3. KATA SIFAT (AJEKTIVA)

 kata yang menerangkan sifat, keadaan,

watak, tabiat orang/ binatang/ suatu benda

FUNGSI  predikat, objek, penjelas subjek CIRI-CIRI SIFAT

a. Segala kata yang dapat diberi keterangan pembanding seperti: lebih, kurang, paling, sangat KS

(9)

Contoh:

baik lebih baik, kurang baik, paling baik, (baik KS)

b. Dapat diberi keterangan penguat: sangat, amat, benar, sekali, terlalu

Contoh:

sangat senang amat luas mahal benar sedikit sekali terlalu berat

(senang, mahal, berat, luas, sedikit KS)

(10)

c. Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak

Contoh:

tidak benar, tidak sehat (benar, sehat KS)

(11)

4. KATA KETERANGAN (ADVERBIA)

 kata yang menerangkan predikat suatu kalimat. Dengan tugas itu adverbia akan mengisi keterangan dalam kalimat.

Contoh:

1. yang menyatakan waktu

 sekarang, besok, beberapa hari lagi, pada masa lalu, sejak tahun 1945;

(12)

2. Yang menyatakan tempat dan arah

 di sana, ke kampus, dari Bogor, di atas meja, di selatan khatulistiwa;

3. Yang menyatakan tujuan

 demi keluarga, untuk mencerdaskan bangsa, bagi tanah air dan negara;

4. Yang menyatakan cara

 sekuat-kuatnya, lama-lama, baik-baik, kecil- kecilan, dengan terang-terangan, dengan perhatian penuh;

(13)

5. Yang menyatakan penyertaan

 dengan karyawan, bersama rakyat, tanpa guru;

6. Yang menyatakan alat

 dengan kereta api, dengan sepeda, dengan gunting, dengan pita merah;

7. Yang menyatakan kemiripan

 laksana puteri, bagaikan karang, seperti petinju;

(14)

8. Yang menyatakan penyebaban

 karena inflasi, karena krisis keuangan, karena cinta;

9.Yang menyatakan kesalingan

 satu sama lain, bahu-membahu, tolong- menolong.

(15)

Contoh:

1. Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum dari kulkas. ( ket.

tempat)

2. Rustam Lubis sekarang sedang belajar.(ket. waktu) 3. Lia memotong roti dengan pisau. (ket. alat)

4. Anak yang baik itu rela berkorban demi orang tuanya. (ket. tujuan) 5. Polisi menyelidiki masalah itu dengan hati-hati. (ket. cara)

6. Amir Burhan pergi ke kantor dengan teman-temannya. (ket.

penyerta)

7. Mahasiswa hukum itu berdebat bagaikan pengacara. (ket. similatif) 8. Karena malas belajar, mahasiswa itu tidak lulus ujian. (ket.

penyebaban)

9. Murid-murid TK berpegangan satu sama lain. (ket. kesalingan )

(16)

5. KATA TUGAS (PARTIKEL)

a. KATA DEPAN (PREPOSISI)

kata yang selalu di depan Kata Benda (KB), Kata Kerja (KK), atau Kata Sifat (KS), untuk membentuk gabungan kata depan (Frasa Preposisional)

(17)

Contoh:

di kantor menandai hubungan tempat di kota

dengan memburuh menandai hub kesertaan/ cara

oleh petugas sekretariat  menandai hub pelaku/

yang dianggap pelaku

tentang peristiwa itu menandai hub ihwal peristiwa

pada hari Minggu  menandai hub tempat dan waktu

buat orang tuamu menandai hub peruntukan bagi almamater tercinta

sejak kecil  menandai hub waktu dari saat yang satu ke saat yang lain

(18)

b. KATA SAMBUNG ( KONJUNGSI/ KONJUNGTOR )

 kata tugas yang berfungsi menghubungkan dua kata/

dua kalimat

1) Intrakalimat  digunakan di dalam kalimat ( dan, kalau, atau, karena, tetapi, ketika, sehingga, agar )

Contoh:

a) ... antara hidup dan mati

b) Anda pasti berhasil kalau rajin belajar.

c) .... terhalang demontran sehingga pertemuan tertunda.

(19)

2) Antarkalimat

digunakan di awal kalimat kedua dalam paragraf selain itu, akan tetapi,

setelah itu, kemudian,

walaupun begitu, meskipun demikian, namun, setelah itu,

selanjutnya, tambahan pula, kecuali itu, dengan demikian,

oleh karena itu, bertalian dengan itu,

(20)

Contoh:

1. Pak Susilo mengidap penyakit radang hati. Selain itu, beliau juga terkena penyakit kencing manis.

2. Situasi memang sudah membaik. Akan tetapi, kita harus selalu siaga.

3. Istri saya berbelanja ke Sarinah. Setelah itu, dia ke salon.

4. Ibu tidak sependapat dengan kamu. Walaupun begitu, Ibu tidak memaksa kamu mengikuti saran Ibu.

(21)

c. KATA SERU (INTERJEKSI)

Kata tugas yang digunakan untuk mengungkapkan seruan hati seperti rasa kagum, sedih, heran, dan jijik.Kata seru dipakai di dalam kalimat seruan atau kalimat perintah.

Contoh:

1. Ayo, maju terus pantang mundur!

2. Aduh, gigiku sakit sekali!

3. Ih, bau benar kamar mandi itu!

4. Sial, memancing seharian, cuma dapat sedikit!

5. Astaga, dia bukannya berjaga, malahan pergi!

6. Wah, lagi dapat untung besar rupanya!

(22)

d. KATA SANDANG (ARTIKEL)

Kata tugas yang membatasi makna jumlah orang atau benda.

Contoh:

1.yang bermakna tunggal: sang guru sang suami

sang putri sang juara

(23)

2. yang bermakna jamak:

para petani para hakim

para pemimpin para ilmuwan

3. yang bermakna netral: si hitam manis si dia

si terhukum si cantik

(24)

e. PARTIKEL -lah, -kah , -tah, pun Contoh:

1) Saudaralah yang bertanggung jawab.

2) Siapakah yang akan hadir sore ini?

3) Siapatah gerangan jodohku nanti?

4) Jangankan emas uang pun aku tak punya.

(25)

TUGAS KELAS KATA

1. KALIMAT KEPARALELAN BENTUK

kata yang digunakan dalam kalimat harus memiliki kesamaan bentuk, misal: kb kb atau kk kk.

SOAL:

1. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.

2. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang

penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

(26)

3. Kegiatan pramusaji di restoran itu meliputi pembersihan meja dan peralatan makan,

memberikan daftar menu ke pengujung restoran, dan makanan yang dipesan diantar dan disajikan.

4. Bapaknya menjadi direktur perusahaan, kakaknya sebagai sekretaris, dan adiknya seorang guru SD.

5. Para petani mendapat keterangan tentang padi yang ditanam diusahakan jenis unggul, penggunaan

pupuk organik lebih ditingkatkan, dan pupuk urea yang mengandung bahan kimia harus dikurangi penggunaannya.

(27)

2. PERHATIKAN KEDUA TEKS BERIKUT!

TEKS 1

Pada buku ini kita bertujuan untuk menelaah bagaimana

menerapkan metode empiris agar kita dapat menganalisis cara orang bercakap-cakap. Kita berharap dapat menguak sesuatu yang diasumsikan orang ketika mereka berkomunikasi dengan cara bercakap-cakap. Kita akan memusatkan perhatian kepada bagaimana penutur menggunakan tuturan untuk berinteraksi, yaitu bagaimana mereka menciptakan dan mempertahankan apa yang mereka definisikan sebagai “makna situasi sosial”.

Kita berpegang pada gagasan teoritis dasar yang berbeda dengan para ahli yang bergerak di bidang sosiolinguistik. Teori dasar ini menunjukkan bahwa ketika kita menganalisis tuturan orang yang berbicara empat mata, kita memperlakukan istilah-istilah yang digunakan oleh antropolok dan siologos seperti “peran”, “status”, “identitas sosial”, dan “hubungan sosial” sebagai “simbol” yang digunakan orang untuk saling berkomunikasi.

(28)

TEKS 2

Tujuan telaah buku ini adalah untuk menerapkan metode empiris analisis percakapan yang dapat menguak asumsi sosial yang mendasari proses komunikasi verbal dengan memusatkan perhatian kepada penggunaan tuturan oleh penutur untuk berinteraksi, yaitu mencitakan dan mempertahankan definisi “situasi sosial” secara khusus.

Posisi teori dasar yang membuat karya ini berbeda dengan karya ahli lain di bidang sosiolinguistik adalah bahwa pada analisis terhadap tuturan empat mata, istilah-istilah di bidang antropologi dan sosiaologi seperti “peran”, “status”, “identitas sosial”, dan “hubungan sosial” akan diperlakukan sebagai

“simbol komunikasi”.

(29)

TUGAS

Tuliskan kata-kata verba (KK) berubah menjadi nomina(KB)!

TEKS 1 Verba (KK) Berubah menjadi Teks 2 Nomina (KB)

(30)

3. PENERAPAN KELAS KATA DALAM KALIMAT

1. Para pengungsi terlantar.

S (KB/ N) P (KS/ A)

2. PSMS Medan mengalahkan Persija Jakarta.

S (KB/ N) P (KK/ V) O (KB/ N) 3. Negara kita berlandaskan hukum.

4. Amien Rais tinggal di Yogyakarta.

5. Petani menanami sawahnya palawija.

6. Mereka memperlakukan saya dengan sopan.

7. Pesulap itu menjadi pembawa acara yang kocak.

8. Si Fulan pergi dengan pembawa acara yang kocak itu.

9. Pamanku membelikan anaknya rumah mungil.

10. Barang antik dibeli oleh John Smith.

Referensi

Dokumen terkait