PENDAHULUAN
Kontek Penelitian
Fokus Penelitian
Bagaimana pandangan pimpinan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren terkait radikalisme? Bagaimana kebijakan organisasi Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren mengenai isu radikalisme.
Tujuan Penelitian
Apa saja program yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Asrama Miftahul Ulum Suren dalam pencegahan radikalisme. Meninjau program-program yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sejarah Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren. Program untuk anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Miftahul Ulum suren.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian ini antara lain: 1) pendidikan karakter kepemimpinan pada organisasi IPNU-IPPNU (Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama` – Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama`) Pemimpin anak cabang Padamara di Kabupaten Purbalingga diantaranya dalam kegiatan MAKESTA, LAKMUD dan LDK. 7 Rouf Muta`ali, Pendidikan Karakter Kepemimpinan Remaja di Organisasi IPNU-IPPNU (Himpunan Mahasiswa NAhdlatul Ulama - Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama) Kepemimpinan Anak Cabang Padamara Kabupaten Purbalingga (Purwokerto: IAIN, 2017. dokumentasi.
Kajian Teori
Memiliki sikap nasionalisme merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat, khususnya anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama, yang mempunyai peranan sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa dari rongrongan radikalisme yang terjadi saat ini. Jadi, anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama harus mempunyai rasa nasionalisme terhadap bangsanya sendiri, sebagai wujud kesadaran dan rasa cinta tanah air yang diungkapkan melalui sikap dan perilaku dalam masyarakat. Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama disingkat IPNU yang bersifat pendidikan, kekeluargaan, sosial dan keagamaan.13 (Organisasi yang berisikan mahasiswa laki-laki).
IPPNU adalah organisasi di Indonesia dan merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama. Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Perempuan Nahdlatul Ulama dan bersifat pendidikan, kekeluargaan, sosial dan keagamaan.14 (organisasi yang menaungi mahasiswi). 2) Sejarah Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama. Padahal sepanjang sejarah kita sebagai manusia telah diingatkan untuk selalu menghargai segala sesuatu yang telah diajarkan oleh orang tua kita agar ketika kita dewasa kita tidak akan pernah melupakan kesalahan atau melakukan kesalahan dalam menjalani kehidupan yang tentunya sangat berbeda dengan masa lalu. memudahkan untuk menggambarkan sejarah berdirinya himpunan mahasiswa Nahdlatul Ulama dan himpunan mahasiswa perempuan Nahdlatul Ulama.
Sebagai wadah pembentukan kader mahasiswi NU baik laki-laki maupun perempuan untuk mempersiapkan kader-kader masyarakat yang bertujuan untuk memanggil dan membina Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Perempuan Nahdlatul Ulama bagi setiap putra putri bangsa yang memenuhinya.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Struktur organisasi anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren. Program Kerja Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Miftahul Ulum suren. Sikap pimpinan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren terhadap radikalisme.
Bagaimana kebijakan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Miftahul Ulum Suren mengenai radikalisme. Program tersebut dilaksanakan oleh anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Miftahul Ulum Suren. Sikap pimpinan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum terhadap radikalisme.
Temuan tersebut berkaitan dengan pandangan pengurus Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren. Kebijakan organisasi Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum suren. Kebijakan organisasi Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama ditujukan untuk mengantisipasi radikalisme.
Selain itu juga untuk memaksimalkan kinerja Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama dibawah naungan NU. PEMBENTUKAN SIKAP NASIONALISME PADA HIKMAH MAHASISWA NAHDLATUL ULAMA DAN HIKMAH WANITA NAHDLATUL ULAMA SEBAGAI KUNJUNGAN MENOLAK RADIKALISME Ponpes MIFTAHUL ULUM SUREN”.
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama penelitian bukanlah untuk memperoleh data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan.24 Data merupakan salah satu unsur terpenting dalam penelitian, karena jika semua data yang diperlukan dapat terkumpul, maka maka akan mungkin untuk memecahkan masalah, masalah yang muncul dalam survei. Teknik observasi yang digunakan adalah observasi non partisipatif, artinya peneliti hanya berperan sebagai pengamat saja, namun tidak ikut serta dalam kegiatan atau program yang diteliti. Teknik observasi ini dilakukan untuk memperoleh data kegiatan IPNU IPPNU Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren.
Wawancara adalah suatu percakapan dengan tujuan tertentu, percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan pihak yang diwawancarai. pewawancara) yang memberikan jawaban atas pertanyaan 26 Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dimana data yang akan diperoleh dalam wawancara adalah data yang tidak terdapat pada observasi. Alasan peneliti menggunakan teknik wawancara karena dengan wawancara peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam atau lebih spesifik tentang partisipan dalam penafsiran situasi dan fenomena yang terjadi pada suatu kegiatan yang diteliti. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur.Jenis wawancara ini termasuk dalam kategori wawancara mendalam, yang pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.Tujuan dari wawancara ini adalah agar permasalahan menjadi lebih terbuka. .find , dimana pihak yang diundang wawancara dimintai pendapat dan idenya.
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan organisasi IPNU IPPNU Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren.
Analisis Data
Sedangkan analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan cara mengolah data, memilahnya menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, menjadikannya konsisten, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan perlu dipelajari, serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. . .30. Reduksi data diartikan sebagai proses seleksi, perhatian pada penyederhanaan, dan transformasi data yang muncul dari catatan lapangan. Penyajian data adalah suatu organisasi, penyatuan informasi yang memungkinkan kesimpulan atau tindakan dalam penelitian.
Penyajian data bagi peneliti dinilai dapat membantu memahami apa yang terjadi di lapangan dan juga antara lain melakukan analisis lebih mendalam terhadap penelitian atau mengambil tindakan yang tepat dalam penelitian yang bersangkutan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Temuannya bisa berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya samar-samar atau gelap, sehingga dilakukan penelitian dan setelah dilakukan penelitian menjadi jelas. juga dapat berbentuk hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis atau teori.31.
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Dan segala kebijakan pengembangan program-program Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama harus selalu memperhatikan kebutuhan masing-masing. Berbeda pendapat di kalangan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Perempuan Nahdlatul Ulama sepakat menolak gagasan dan gerakan radikal. Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama bertugas menjaga ideologi Islam yang moderat dan toleran.
Pembentukan Sikap Nasionalis Santri Anggota HIKMAH NAHDLATUL ULAMA DAN HIKMAH WANITA NAHDLATUL ULAMA Asrama Islam Miftahul Ulum Suren sebagai upaya menolak radikalisme” selama 30 hari.
PENYAJIAN DATA
Gambaran Objek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Sebagai organisasi banom (badan otonom) dari NU, Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama selalu memposisikan diri sebagai kader generasi muda pencipta nilai. Maka dengan itu, Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama tetap teguh menjadi media dan forum yang menampung aspirasi mahasiswa Nahdliyin agar orang lain terhindar dari paham radikalisme. Dan juga seperti yang dikatakan oleh Syafiqotul Ummah, salah satu anggota IPPNU, “Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama hendaknya menghasilkan produk yang dapat membuat pelajar tidak lagi tertarik pada kelompok radikal atau virus.
Ada dua strategi yang bisa dilakukan anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Perempuan Nahdlatul Ulama untuk mencegah radikalisasi. Yang pertama adalah kontra radikalisasi, yaitu upaya memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai keindonesiaan dan nilai-nilai kekerasan. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi setiap Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama untuk terus mengkaji perubahan, mengkajinya dan kemudian berusaha mengantisipasinya. Tentu saja faktor sejarah sangat diperlukan jika para anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama juga terus mengkaji motivasi yang melatarbelakangi kelahiran dan perkembangannya seiring berjalannya waktu.
Terkait dengan isu radikalisme dalam dunia pendidikan, sebaiknya Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama menolak organisasi dan kegiatan yang berorientasi.
Pembahasan temuan
Melalui doktrin tersebut, Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren senantiasa turut serta mengembangkan ketaqwaan kepada Allah SWT, cerdas, cakap, adil, damai dan sejahtera. Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang menganut ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah bergerak cepat dalam melakukan hal tersebut. Kebijakan anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren mengenai radikalisme mencakup 3 hal yaitu dakwah, kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Program anggota Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren untuk mencegah radikalisasi terdiri dari berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti deradikalisasi, majlis ta`lim, dan pembentukan staf. Bagi para pengurus Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren semoga selalu konsisten menjaga, melestarikan dan mengembangkan peran aktifnya dalam berkontribusi dalam melawan radikalisme. Sekretariat : Kantor PKPP jl. Cendrawasih no. 17 suren Ledokombo Jember No: 030/PKPP/A/V/NAHDLATUL ULAMA MAHASISWA IKTAN DAN MAHASISWA NAHDLATUL ULAMA IKTAN/V/2023.
Kami telah melakukan penelitian di organisasi kami, HIKMAH NAHDLATUL ULAMA DAN HIKMAH WANITA NAHDLATUL ULAMA, Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, menyelesaikan skripsi dengan judul.
PENUTUP
Kesimpulan
Pandangan pengurus Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Himpunan Mahasiswa Wanita Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren mengenai radikalisme merupakan ideologi radikal yang diterapkan pada mereka yang mengutamakan kebenaran dalam kelompoknya sendiri dan cenderung memahami Al-Qur'an secara tekstual, ekstrim dan menghalalkan cara-cara kekerasan, serta sangat terkonsentrasi pada persoalan pendirian negara Islam atau negara khilafah. Yang tersirat di dalamnya adalah membangun kemandirian umat, mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah yang moderat, toleran, dan menghindari tindakan kekerasan.
Saran
- Bersama dengan anggota IPNU setelah selesai wawancara
- Foto Bersama Anggota IPPNU setelah wawancara
- Foto salah satu Acara IPNU IPPNU
- Foto acara pembekalan nilai-nilai nasionalisme